Aggregasi Jurnal Online Civitas Akademika STIKOM Balikpapan

Alfa A Malik: Cara ngenet menggunakan modem GSM HaPe IVIO di Ubuntu Linux

Mohamad Adriyanto: Pemanfaatan Smartphone di Pendidikan

Smartphone (ponsel pintar) semakin hari semakin tinggi penetrasinya ke masyarakat kita. BlackBerry, Nokia versi smartphone, iPhone dan berbagai versi ponsel dengan OS Android sudah mulai dikenal dan tampaknya memiliki potensi besar untuk masuk lebih jauh ke masyarakat. Terakhir, Telkom Flexi baru saja mencanangkan peluncuran smartphone lokal/Cina berbasis OS Android seharga Rp 1,5 jutaan. Target dalam waktu singkat akan laku 100 ribu unit.


Kemudian saat ini juga marak istilah "app store" alias application store yang digagas para operator seperti Telkomsel, Indosat dll. Terakhir tentu saja Telkom Flexi yang juga berjanji akan menyediakan app store khusus Android bagi pelanggannya. App store yang berkembang baik akan bisa menjadi pemicu laju pertumbuhan penggunaan dan pemanfaatan smartphone. Ini sudah dibuktikan oleh Apple iPhone/iPad, Google Android dan RIM BlackBerry. Nokia yang lama terlena pun akhirnya juga buru-buru menyediakan app store untuk handsetnya.

Kenapa app store penting? Kelemahan utama ponsel dan smartphone "jadul" adalah ketiadaan, atau jikapun ada, begitu sulitnya memasang atau menginstal aplikasi tambahan di ponsel. PS atau komputer biasa daoat berkembang karena didukung berbagai aplikasi tambahan yang dapat memperkaya dan menambah manfaat PC bagi penggunanya. Jika Indonesia punya tekad, bisa saja dana pendidikan pemerintah diarahkan untuk membangun aplikasi-aplikasi pendidikan untuk smartphone. Menarik untuk dikaji lebih jauh.

Lihat tulisan berikut yang menggambarkan potensi penggunaan Apple iPod/iPhone dalam pendidikan, klik disini. Jangan lupa bahwa harga Apple iPod standard (minus fitur telepon dibanding iPhone) sudah mencapai harga Rp 1,8 juta.



Namun, aplikasi smartphone masih sangat sedikit yang berkenaan dengan pendidikan walau sudah ada. Bersama faktor-faktor lain yang dapat mendorong pemanfaatan smartphone untuk pendidikan, kita harapkan teknologi yang satu ini bisa ikut mendorong kemajuan pendidikan di Indonesia. Saya lampirkan pandangan seorang guru bernama "Pak Pur" yang menuliskan informasi berharga seputar pemanfaatan smartphone untuk pendidikan. Semoga bermanfaat.

Pendayagunaan Ponsel untuk Pendidikan
(Posting di milis IGI dari pakpur at gmail dot com)

Saat ini keseharian kita sudah amat dibiasakan dengan perangkat ponsel cerdas. Sebuah perangkat yang pada awalnya dibuat untuk memfasilitasi mereka yang harus berkomunikasi secara bergerak, namun saat ini telah berkembang amat pesat menjadi perangkat cerdas, karena fungsinya teleponnya kadang hanya tertempel, untuk menegaskan fungsinya awalnya. Ponsel cerdas saat ini bahkan bisa mengakses internet, di manapun, kapan pun.

Sayang seribu sayang, walaupun perangkat ini sudah menjadi perangkat keseharian yang bagai baju, namun masih ada kelompok-kelompok masyarakat dan lembaga yang belum bisa menerima perangkat ini sebagai konsekuensi kemajuan teknologi yang harus disikapi dengan penerimaan dan pendayagunaan cerdas.

Saat ini jauh lebih mudah menemukan sekolah yang melarang penggunaan ponsel daripada sekolah yang mendayagunakan ponsel secara massif dalam pembelajaran. Fitur-fitur yang ada di dalam ponsel diperlakukan secara ambigu, sebagai musuh saat tak mampu menanganinya, dan sebagai sahabat manakala "menyenangkan". Alih-laih menjelaskan "kebingungan" ini dan bersama-sama mencari solusi bersama, pihak otoritas sekolah lebih mudah melakukan pelarangan. Padahal seandainya berkenan mengajak para siswa untuk berpikir bersama-sama, bagaimana mendayagunakannya untuk pembelajaran, bukan tidak mungkin akan diketemukan cara-cara yang tepat guna, untuk menempatkan ponsel sebagai salah satu alat bantu belajar yang pokok.

Terbayangkah oleh kita, bagaimana mendayagunakan fitur-fitur standar, macam fitur perekam suara dan gambar (diam/bergerak), fitur bluetooth, atau SMS/MMS ? Pernahkah dalam satu kelas dilakukan pendataan, siapa saja yang bawa ponsel, apa jenis ponselnya, mendukung aplikasi apa tidak, dst ? Belum lagi jika secara pribadi, guru melakukan eksplorasi, mencari aplikasi untuk ponsel yang sesuai untuk mapel yang diampunya.

Bagi yang ingin melakukan eksplorasi aplikasi bidang pendidikan sesuai dengan jenis ponsel-nya, silakan tengok link di bawah ini :

Mobile Windows Phone
http://www.mobiletopsoft.com/pocket-pc/ppc-tag/Education

iPhone
http://www.appstoreapps.com/top-50-free-education-apps/

Android
http://101bestandroidapps.com/category/education

BlackBerry
http://appworld.blackberry.com/webstore/category/115

Java-supported phone
http://www.getjar.com/mobile-education-application

Dan, tak cuma itu, silakan googling dengan kata kunci (jenis ponsel) + application + education , maka kita akan dihadapkan pada sekian banyak pilihan. Saran saya, carilah yang gratis ... :) Kalau mampu beli, kenapa tidak ?

Menurut pendapat saya, adalah tidak mungkin menolak teknologi yang hadir untuk mempermudah kita mencapai berbagai tujuan pekerjaan maupun mendukung kehidupan pribadi dan sosial. Di mana pun dan kapan pun, teknologi selalu memiliki dua sisi yang berseberangan. Tak ubahnya pisau dapur, bisa untuk memotong wortel, bisa juga untuk menusuk orang. Apakah kemudian akan melarang penggunaan pisau ? :) Mempelajari resiko pemakaian pisau dan mendayagunakannya untuk kemanfaatan, itulah yang harus dipelajari.

Salam "ponsel pintar untuk pendidikan"
PakPur
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Perbandingan Produk Smart Pad atau Tablet PC 2010

Segmen PC yang satu ini semakin cepat berkembang setelah Apple iPad meluncur. Saat ini semua pabrikan besar bersiap meluncurkan produknya masing-masing paling lambat akhir tahun 2010. Padahal belum ada "kesepakatan" apa nama segmen baru ini, segmen pasar yang menjadi jembatan antara smartphone seperti iPhone dengan netbook seperti Acer One.

Yang berhasil kami kumpulkan Apple iPad, RIM BlackPad, Dell Streak, Motorola Tablet, HP Slate, Toshiba Folio dan Samsung Galaxy Tab. Pada saat tulisan ini dibuat, baru iPad dan Streak yang sudah resmi dijual, yang lain akan menyusul. Berikut kami sampaikan perbandingan dari berbagai pesaing iPad ini (comparison chart for smart pad or tablet PC). Informasi spesifikasi dikumpulkan dari berbagai sumber. Klik gambar untuk memperbesar.




Beberapa produk yang berhasil kami dapatkan spesifikasi lebih detail.

Toshiba Folio 100

Android 2.2, NVIDIA Tegra 2, a 10.1-inch 1024 x 600 screen, 16GB internal memory, 802.11b/g/n, Bluetooth, 3G, SD and MMC card readers, HDMI and USB 2.0 ports, a 1.3 megapixel webcam, and a 1020mAh battery with a battery life of up to 7 hours with mixed use (browsing and video playback). Software-wise, it's got Opera mobile browser, Flash 10.1, an e-book reader, and some office applications.

Samsung Galaxy Tab

Froyo (Android OS 2.2) with Samsung’s Touch Wiz UI, sporting a 7-inch AMOLED capacitive touchscreen display, running at 1.2GHz Samsung Hummingbird processor, 16GB internal storage which is expandable using microSD and a 3.2-megapixel camera with flash and a front VGA camera. And the tablet may have Wi-Fi option. 7-inch model to be released in August while an 8-inch and a 10-inch tablet may be released in November and December.
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Cerita Sedih Industri TIK Indonesia

Sebuah kumpulan cerita-cerita sedih mengenai usaha/bisnis telekomunikasi dan teknologi informasi yang dibangun anak negeri, namun gagal dan terus gagal berkembang. Karena apa? Sebagian karena ketidakpedulian dan ketidaktahuan kita sendiri, pemerintah, industri. Juga mungkin masyarakat kita sendiri dengan membeli produk-produk luar yang ternyata sudah ada padanan buatan dalam negerinya. Sampai kapan industri nasional kita bisa berbicara di tingkat internasional?

"Nikmati" cerita-cerita sedih penuh ironi ini. Terima kasih pada bung Arnold Djiwatampu yang telah berbagi melalui beberapa milis.


UKM Telekomunikasi/TIK Membuktikan Diri, Tetapi Dikalahkan

TKD (Trans Komunikasi Data) misalnya sudah pernah ikut lelang prangkat canggih NGN (Next Generation Network) di Timur Tengah, termasuk dua finalis, dan harus menelan pahit getir karena perusahaan finalis yang satunya memberikan gratis. Andaikata didukung pemerintah dan Asosiasi yang kuat, pasti juga bisa beri gratis, bukan?

Sebelumnya pernah mau ikut lelang NGN di negeri sendiri, tetapi apa lacur? Ketentuan dari lelang perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia itu mempersyaratkan bahwa yang ikut harus mempunyai pengalaman di 2 negara. Ya, ampun, kalau di negeri sendiri tak dihargai, mana mau negeri lain menghargai. Ketika ditanyakan, kok aturan lelangnya mematikan anak sendiri, Dirutnya bilang dengan enteng bahwa aturan dari atas begitu. Ampun deh, kok tak bisa dirundingkan ke atas, sampai Menteri, dan bahkan kalau perlu Menpan atau Kabinet? Semua, mendukung produk nasional, bukan?

UKM Telekomunikasi Nasional Tidak Nampak di Radar Indonesia

Padahal produk sentral du sentral NGN hasil UKM ini sudah dikembangkan bersama RISTI TELKOM dan dioperasikan secara meyakinkan di daerah rural Sumatera Utara dll. Dan anda mau tahu berapa nilai tambah dalam negerinya? Sembilan puluh prosen (90%), ya betul. Walaupun chip diproduksi di LN (desain rekayasa sendiri), tetapi itu hanya 10% dari nilai jualnya! UKM ini hanya khawatir kalau tidak cukup memperoleh pekerjaan, maka anak buahnya sudah banyak dilirik negeri jiran termasuk Malaysia, dan tentunya UKM kalau selama R&D setahun tak ada yang beli atau pesan, maka jelas harus makan dari mana?

Untungnya perusahaan UKM NGN yang idealis masih bertahan ini, dan yang mengatakan bahwa di belakang mereka masih ada puluhan UKM serupa, masih kebagian a.l. membuat sentral FLEXI dari TELKOM, beberapa saat lalu (entah berapa sekarang) 8 juta dari 10 juta pelanggan Flexi melewati sentral UKM ini. Tetapi itupun dia harus berjuang, karena perusahaan Korea yang ikut lelang akhirnya tak sanggup dengan biaya yang rendah.

Ha, ha, ha, anda sudah baca sebelumnya, suatu perusahaan UKM berbagai perangkat WiFi asal Bogor, akhirnya membuka cabang di Malaysia, dan apa yang terjadi. Dia dapat dana pendukung, fasilitas dan proyek dari Malaysia. Untung dia masih idealis dan tidak sekalian kabur, bukankah perusahaannya tak terlihat di radar dalam negeri Bangsanya sendiri?

Presiden AS Turun Tangan Karena AT&T Kalah

Pada pertengahan tahun 80an, Indonesia menggelar tender internasional untuk suits digital nasional, akhirnya dimenangkan oleh NEC Jepang. Eh, AT&T dari AS tidak mau terima, dan apa yang terjadi, suatu yang hampir tak dapat dipercaya. Presiden AS turun tangan sendiri menghubungi Presiden RI. Lalu apa yang dilakukan Indonesia atas tekanan AS tersebut. Proyeknya dibagi dua, sehingga ya NEC maupun AT&T kebagian.

Begitu loh, suatu negara yang menjagokan diri kampiun liberalisme dan pasar bebas dengan segala omong kosong, akhirnya kalau sudah kepentingan nasional, peduli amat dengan segala macam aturan dunia. Ha, ha, ha, regulasi itu bisa dibuat, kalau sudah menjadi kepentingan nasional, tak usah takutlah.

Sadarkah kita? UKM-UKM telekomunikasi inilah yang merupakan tulang punggung kekuatan bangsa, mereka terus bertahan, dan alangkah hebatnya kalau mereka bisa disatukan kekuatan dan kemampuan mereka. Tinggal kemauan pimpinan saja untuk memberi jalan dan fasilitasi. Mereka tak sulit kok, dan tidak banyak menuntut.
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Fastabiqul Khairat, Berlomba Berbuat Kebaikan

“Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. Al Abaqarah 148).

Dalam ayat ini Allah SWT memerintahkan fastabiqul khairat (bersegeralah dalam berbuat baik). Imam An Nawawi dalam kitabnya Riyadhush shalihiin meletakkan bab khusus dengan judul bab "bersegera dalam melakukan kebaikan, dan dorongan bagi orang-orang yang ingin berbuat baik agar segera melakukannya dengan penuh kesungguhan tanpa ragu sedikitpun". Berikut beberapa poin bagaimana Imam An Nawawi memahami ayat tersebut.

Pertama, bahwa melakukan kebaikan adalah hal yang tidak bisa ditunda, melainkan harus segera dikerjakan. Sebab kesempatan hidup sangat terbatas. Kematian bisa saja datang secara tiba-tiba tanpa diketahui sebabnya. Karena itu semasih ada kehidupan, segeralah berbuat baik. Lebih dari itu bahwa kesempatan berbuat baik belum tentu setiap saat kita dapatkan. Karenanya begitu ada kesempatan untuk kebaikan, jangan ditunda-tunda lagi, tetapi segera dikerjakan. Karena itu Allah swt. dalam Al Qur’an selalu menggunakan istilah bersegeralah, seperti fastabiquu atau wa saari’uu yang maksudnya sama, bergegas dengan segera, jangan ditunda-tunda lagi untuk berbuat baik atau memohon ampunan Allah swt. Dalam hadist Rasulullah saw. Juga menggunakan istilah baadiruu maksudnya sama, tidak jauh dari bersegera dan bergegas.

Kedua, bahwa untuk berbuat baik hendaknya selalu saling mendorong dan saling tolong menolong. Kita harus membangun lingkungan yang baik. Lingkungan yang membuat kita terdorong untuk berbuat kebaikan. Dalam sebuah hadits yang menceritakan seorang pembunuh seratus orang lalu ia ingin bertaubat, disebutkan bahwa untuk mencapai tujuan taubat tersebut disyaratkan agar ia meninggalkan lingkungannya yang buruk. Sebab tidak sedikit memang seorang yang tadinya baik menjadi rusak karena lingkungan. Karena itu Imam An Nawawi menggunakan "al hatstsu" yang artinya saling mendukung dan memotivasi. Sebab dari lingkungan yang saling mendukung kebaikan akan tercipta kebiasaan berbuat baik secara istiqamah.

Ketiga, bahwa kesigapan melakukan kebaikan harus didukung dengan kesungguhan yang dalam. Imam An Nawawi mengatakan "bil jiddi min ghairi taraddud". Kalimat ini menunjukkan bahwa tidak mungkin kebaikan dicapai oleh seseorang yang setengah hati dalam mengerjakannya. Rasulullah SAW bersabda untuk mendorong segera beramal sebelum datangnya fitnah, di mana ketika fitnah itu tiba, seseorang tidak akan pernah bisa berbuat baik. Sebab boleh jadi pada saat itu seseorang dipagi harinya masih beriman, tetapi pada sore harinya tiba-tiba menjadi kafir. Atau sebaliknya pada sore harinya masih beriman tetapi pada pagi harinya tiba-tiba menjadi kafir.

Uqbah bin Harits RA pernah suatu hari bercerita: “Aku shalat Ashar di Madinah di belakang Rasulullah SAW, tiba-tiba selesai shalat Rasulullah segera keluar melangkahi barisan shaf para sahabat dan menuju kamar salah seorang istrinya. Para sahabat kaget melihat tergesa-gesanya Rasulullah. Lalu Rasulullah keluar, dan kaget ketika melihat para sahabatnya memandangnya penuh keheranan. Rasulullah SAW lalu bersabda, "Aku teringat ada sekeping emas dalam kamar, dan aku tidak suka kalau emas tersebut masih bersamaku. Maka aku segera perintahkan untuk dibagikan kepada yang berhak". (HR. Bukhari).

Melalui usaha maupun pekerjaan yang kita lakukan dengan sungguh-sungguh, doa, sabar dan tawakal sebagai sandarannya serta selalu saling berkompetisi didalam berbuat kebaikan dsb, adalah satu kendaraan yang paling tepat dan efektif untuk meraih kebahagiaan hidup di dunia dan kehidupan negeri akhirat yang abadi.

Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Situs Info BlackBerry Indonesia

BlackBerry buatan RIM Canada ini memang sangat populer di Indonesia. Handset satu ini juga telah menjadi simbol status bagi orang-orang kelas menengah keatas. Namun dalam perkembangannya, BB ini juga telah bisa masuk ke kalangan lain seperti kaum muda. Padahal, konsep awal BB adalah untuk keperluan bisnis yang fokus pada produktivitas dan tidak perlu terlalu cantik. Entah kenapa, Indonesia punya konsep yang berbeda. BB pun terus merajai pasar ponsel pintar di negeri kita.

Dalam perkembangannya, juga semakin banyak layanan online yang berkenaan dengan BB. Salah satunya adalah situs Info BlackBerry Indonesia, klik disini, yang simpel dan penuh dengan info terbaru seputar BB. Semoga bermanfaat.
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Mengenal Konsep Istiqamah

Hal yang sangat sulit dilaksanakan dalam hidup ini adalah bersikap istiqamah atas kebenaran. Istiqamah berarti berdiri teguh sepanjang masa berada diatas kebenaran dan petunjuk, tanpa berpaling ke kiri atau ke kanan. Allah ta’ala telah memerintahkan orang-orang yang beriman untuk senantiasa istiqamah. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an sbb:

"Maka beristiqamahlah (tetaplah) pada jalan yang lurus menuju kepada Allah dan mohonlah ampun kepada-Nya”. (QS. Fushshilat/41:6).

Seperti juga yang disampaikan Saidina ‘Umar bin al-Khattab:

“Istiqamah itu kamu berdiri terus mematuhi suruhan dan larangan Allah tanpa berubah-ubah seperti musang” (Ibn Qayyim, Tahzib Madarij al-Salikin, 2/528, Beirut: Muassasah Fuad).

Mempertahankan kebenaran secara istiqamah sungguh bukanlah tugas yang ringan. Insan yang beristiqamah akan mempertahankan kebenaran dikala orang lain suka dan tidak suka. Dikala kebenaran diterima masyarakat atau ditolak. Tanpa peduli apakah mempertahankan kebenaran itu membawa untung atau rugi. Apakah dia disukai karenanya atau dibenci.

Allah mengingatkan Bani Israil yang merupakan kaum yang mengetahui kebenaran yang pernah turun kepada Nabi Musa AS. Mereka seharusnya menjadi orang yang awal beriman dengan Nabi Muhammad SAW karena mereka memahami kebenaran. Malangnya mereka menolak, atas kepentingan tertentu.

Di sekitar kita, banyak terlihat golongan orang yang diberi jabatan menjadi pemimpin dan bahkan para ulama yang mendiamkan tanpa menegur kesalahan yang nyata di depan mata, padahal di posisi mereka, mereka mampu melakukannya. Bukan mereka tidak tahu, namun mereka bimbang posisi mereka digoyang. Padahal, dengan posisi yang diberikan, banyak hal yang dapat ditegur dan dibetulkan. Namun mereka mendiamkan semua itu.

Inilah janji Alla SWT bagi orang-orang yang istiqamah:

"Dan seandainya mereka itu bersikap istiqamah di atas jalan kebenaran, maka pastilah Kami siramkan kepada mereka air yang melimpah." (QS. Al-Jinn/72:16).

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Robb kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap beristiqamah, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita, mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan (di dunia)” (QS. Al Ahqaaf/46:13-14).

Ibarat mobil yang stabil yang mampu melaju dengan cepat, begitu pula orang yang berusaha mencapai istiqamah tidak akan goyah, apalagi takut, oleh lajunya perubahan. Dia hidup dinamis, berjalan di atas kebenaran demi kebenaran, untuk sampai akhirnya kembali kepada Tuhan, sang Kebenaran Mutlak dan Abadi.

Catatan: Jika anda mencari referensi di Google, gunakan istilah istiqomah atau istiqamah.

Referensi:
- http://www.pesantrenvirtual.com
- http://muslim.or.id
- http://drmaza.com

Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Satria Dharma: Konsep Free Will dan Konsekuensinya dalam Islam

Al-Kahfi [18:29] Dan katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir”. Dear all, Bacaan Al-Qur’an saya tiba pada ayat ini tadi dan saya ingin berbagi pemikiran dengan Anda tentang ayat ini. Ayat ini mengandung sebuah konsep tentang ‘Free Will’, yaitu kebebasan [...] Related posts:
  1. PERBUDAKAN DALAM ISLAM

Alfa A Malik: Cara menggunakan modem IVIO 3G Starone di Ubuntu Linux

Mohamad Adriyanto: Khusyu’ dalam Islam

Tidak gampang menjadi khusyu' dalam beribadah. Saya pun mencoba mencari beberapa informasi berkenaan dengan sikap khusyu' ini. Referensi yang saya dapat semua mengacup pada ke-khusyu'-an dalam sholat. Namun saya yakin khusyu' juga bisa berlaku dan diterapkan dalam ibadah lain serta kegiatan kehidupan lain. Semoga bermanfaat.

Khusyu' biasanya dimaksudkan dalam Sholat. Secara lughah (etimologi), khusyu' berarti rendah diri atau mendekati rendah diri. Menurut pengertian ini, khusyu' itu terdapat pada suara, penglihatan, ketenangan dan kerendahdirian. Sedangkan pengertian khusyu' menurut syara' (terminologi) adalah rendah diri. Rendah diri ini kadang-kadang berada dalam hati dan kadang-kadang berasal dari anggota tubuh seperti diam.

Allah berfirman: "Peliharalah segala shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah karena Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’." (Al-Baqarah: 238). "Dan mintalah pertolongan [kepada Allah] dengan sabar dan [mengerjakan] shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’." (Al-Baqarah: 45).

Adapun dalil yang menguatkan bahwa khusyu' itu pekerjaan hati adalah hadis Ali RA, "Khusyu' itu berada dalam hati" (HR. Al-Hakim), hadis: "Sekiranya sanubari hati orang ini khusyu, niscaya anggota tubuhnya menjadi khusyu", dan hadis do'a mohon perlindungan: "....dan aku mohon perlindungan kepada-Mu dari sanubari hati yang tidak khusyu."

Apakah khusyu' dalam salat itu wajib? Dalam masalah ini, ulama berbeda pendapat. Menurut Al-Ghozali khusyu' itu wajib. Beliau menguraikan argumentasinya secara panjang lebar -untuk menguatkan pendapatnya- dalam kitab 'Ihyaa' Ulumuddin'. Akan tetapi, menurut Jumhur Ulama', khusyu' itu tidak wajib. Bahkan, Imam An-Nawawi mengklaim adanya Ijma' yang tidak mewajibkan khusyu'.

Rasulullah SAW bersabda: "Lima sholat yang diwajibkan oleh Allah, barang siapa memperbaiki wudlunya dan melaksanakan sholat pada waktunya, menyempurnakan ruku'nya dan kekhusyu'annya, maka ia mendapatkan janji Allah untuk mengampuninya. Barang siapa tidak melakukan itu, maka ia tidak mendapatkan janji Allah, kalau Allah berkehendak maka mengampuninya, kalau Allah berkehendak maka akan menyiksanya." (HR Abu Dawud – sahih)

Dari Anas RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Apabila hidangan makan malam telah disiapkan, maka mulailah menyantap makanan itu sebelum anda salat Maghrib." (HR Bukhari dan Muslim).
Hadis tersebut menurut Jumhur Ulama' menunjukkan sunnahnya mendahulukan makan malam atas salat. Karena, hal itu akan bisa mengarahkan seseorang berkonsentrasi dalam salatnya. Bahkan, menurut ulama yang lain, agar sanubari hati itu tidak tergoda dengan makanan yang sudah tersediakan tersebut. Namun kesunnahan seperti itu dilakukan apabila waktu salat masing panjang. Namun, jika waktu salat tinggal sedikit, maka menurut Jumhur Ulama', dia mendahulukan salat atas makan. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga waktu salat agar tidak lewat.

Kemudian dari Aisyah RA berkata, "Saya bertanya kepada Rasulullah SAW tentang menoleh dalam salat?" Kemudian Rasul SAW menjawab: "Menoleh itu adalah suatu keteledoran seseorang akibat ulah syetan dalam salat seorang hamba." (HR Al-Bukhari).

Menurut riwayat At-Tirmidzi dan menshahihkannya: "Janganlah anda menoleh dalam salat, karena itu adalah kebinasaan (dalam agama). Apabila anda harus melakukannya, maka lakukanlah dalam salat sunnah". Seseorang yang sedang melakukan salat, dimakruhkan menoleh ke kanan dan ke kiri. Karena pada dasarnya, dia sedang menghadap Tuhannya. Sementara itu, syetan selalu mengintip dan mencari-cari kelengahan orang itu. Jika seseorang dalam salatnya menoleh ke kiri dan ke kanan, berarti dia telah masuk perangkap syetan.

Menurut Jumhur Ulama', menoleh itu dimakruhkan, karena bisa mengurangi khusyu' salat. Namun, apabila menolehnya itu sampai memalingkan dadanya atau seluruh lehernya dari kiblat, maka hal itu bukan lagi makruh, melainkan bisa membatalkan salat. Hal ini berdasarkan pada hadis Abu Dzar, "Allah SWT selalu menghadap kepada seorang hamba dalam salatnya, selama dia tidak menoleh, apabila dia memalingkan wajahnya, maka Allah pun 'pergi'." (HR Abu Dawud dan an- Nasa'i).

Ada banyak cara menuju kekhusyu'an dalam sholat, diantaranya dengan mengingat kematian saat sholat. Rasulullah SAW pernah bersabda: "Ingatlah mati saat kamu sholat, sesungguhnya seseorang yang ingat mati saat sholat maka ia akan memperbaiki sholatnya, dan sholatlah seperti sholatnya orang yang mengira itu sholatnya yang terakhir" (HR Dailami: sahih). Rasul juga pernah berpesan kepada Abu Ayub RA, "Sholatlah seperti sholatnya orang yang pamitan" (HR Ahmad: sahih).

Sumber:
Tagtag.com
Pesantrenvirtual.com
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Subur Anugerah: Survey Online: Facebook Raja Jejaring Sosial Indonesia

Dua kata kesan saya mengadakan survey online ini adalah: tidak mudah. Ya, tidak mudah untuk mencapai target jumlah responden, hasilnya pun terlalu berlebihan bila dijadikan referensi. Dari target 100 responden, survey yang dibuka selama 2 minggu yang dimulai 24 Juli - 6 Agustus 2010 itu hanya memperoleh 49 responden. Dari jumlah tersebut, kurang lebih setengahnya diperoleh dari responden yang mengetahui informasi survey dari 2 (dua) buah mailing list, lalu Facebook, dan Twitter. Berdasarkan konfirmasi, domisili responden lebih banyak berasal dari Balikpapan dan sebagian kecil dari Yogyakarta, Malang, dan kota-kota lainnya. Sisanya, data diperoleh dari satu kelas matrikulasi mahasiswa baru yang saya asuh di Balikpapan. Responden diminta secara sukarela mengisi survey yang membutuhkan waktu sekitar 5 menit untuk 5 buah pertanyaan pilihan ganda maupun tunggal.

Secara teknis, form survey tidak memiliki program validasi yang baik, misalnya tidak memiliki kemampuan memvalidasi satu nomor IP untuk satu responden. Atau validasi lain yang diperlukan untuk mencegah responden memasukkan data lebih dari satu kali. Dengan kekurangannya itu, saya tidak tahu apakah responden mengisi lebih dari satu kali atau tidak. Ini dibuktikan dengan data satu kelas mahasiswa bisa mengisi secara bersamaan melalui sebuah proxy sekolah. Meski demikian, dikhawatirkan terlalu banyak validasi akan membuat sulit responden memasukkan data, dan waktu yang dibutuhkan bisa lebih lama. Formulir menggunakan layanan standar Google Docs.

Hasilnya, dari 4 jejaring sosial yang paling populer di Indonesia, Facebook menjadi raja jejaring sosial (100% responden adalah pengguna Facebook) dan Facebook paling intensif digunakan (96%), kemudian disusul Twitter (4%). Yang cukup aneh, sedikitnya 6% pengguna Friendster masih aktif sampai saat ini. Perangkat yang digunakan untuk mengakses jejaring sosial didominasi kelompok PC/Laptop/Netbook (61%), kemungkinan berasal dari pengguna rumahan, pekerja kantoran, dan mahasiswa. Disusul kelompok ponsel biasa (29%) dan smartphone (8%). Sebanyak 37% pengguna mengakses jejaring sosial kapan pun dan dimana pun selama terhubung jaringan Internet, bahkan 31% sisanya mengakses jejaring sosial meski sedang melakukan aktivitas kerja/kuliah/sekolah. Lebih mengagetkan, sebanyak 55% pengguna menghabiskan waktu mengakses jejaring sosial lebih dari 1 jam dalam sehari.

Kira-kira apa yang bisa ditarik kesimpulan berdasarkan hasil survey tersebut?

Agung Prabowo: Australia Vs Indonesia, Persepsi Masyarakatnya ttg Obesitas / Kegemukan


Sumber Tulisan :
Penulis Istri Saya (Ika Safitri) di
http://luar-negeri.kompasiana.com/2010/08/15/kegemukan-obesitas-dalam-pandangan-masyarakat-australia-vs-indonesia/

Gimana kabarnya sekarang, makin gemuk aja.. udah makmur nih.. atau kasihan ya.. pak itu, makin kurus aja..

Inilah kebanyakan pandangan orang indonesia tentang gemuk dan kurus. Seakan-akan gemuk di asosiasikan dengan kehidupan yang makmur dan sukses. Sedangkan kalau kurus berarti dalam keadaan susah atau terjepit ekonomi atau penyakitan.

Sebetulnya pandangan ini sangat wajar terjadi di indonesia, karena indonesia bukanlah negara yang termasuk negara yang penduduknya mengalami tingkat obesitas yang tinggi. Lihat aja sekarang persoalan di indonesia masih bergelut sekitar cabe merah, beras, daging yang tarafnya masih untuk perut.

Walaupun hampir semua orang tahu kegemukan atau overweight bahkan obesitas adalah sumber penyakit, dari diabetes, jantung dan yang lain2. Penyakit kronis yang gak ada obatnya. Diperkirakan beberapa tahun mendatang penderita Diabetes di kota-kota besar di indonesia akan meledak. Dimana masyarakat di perkotaan mengalami perbaikan income tapi di iringi dengan pola hidup yang tidak sehat.

Bagaimana dengan di Australia, Perang melawan kegemukan dan obesitas adalah musuh bersama. Bagaimana tidak antara pendapatan/ income dengan harga di pasar benar2 melebihi kebutuhan. Harga coklat cadburyy, bunga kol, apel/kg, snack, minuman softdrink mulai $0.99 alias 99 cent. Menurut riset dari salah satu universitas di australia banyak orang asia, timur tengah mengalami diabetes setelah menetap di australia. Ibarat kata biasa susah di negeri asalnya begitu sampai sini semuanya alias apa saja pengen di makan semua….
Australia rangking 8 di dunia penduduknya mengalami tingkat obesitas alias kelebihan berat badan.

Makanya kalau disini orang-orang yang bisa menjaga ideal berat badan, perut rata alias tidak buncit, selalu nge-bike atau jogging bahkan diet teratur termasuk orang-orang yang luar biasa. karena mampu melakukan hal tersebut ditengah-tengah godaan lidah dan kemampuan $$ dollar yang luar biasa untuk memanjakan lidah.

Makanya semua produk makanan di australia WAJIB mencantumkan berapa Calories, kandungan gula dll jika memakan produk tersebut. Dan berapa porsi untuk kebutuhan sehari-hari. Misalnya hanya sebagai contoh : keripik kentang (Chips) dengan memakan 11 keping berarti telah memenuhi 10% kebutuhan kalori anda ( ini semua terncantum dalam setiap produk makanan)

Pola kesehatan di negara maju seperti australia sudah mencapai tahap PENCEGAHAN, dimana pemerintah berusaha mencegah rakyatnya sakit. melalui pengaturan pola makanan, dan situasi kota yang mengharuskan penduduk lebih banyak berjalan kaki dan bersepeda. Sedangkan di Indonesia pola kesehatan pada taraf MENGOBATI. sehingga kesadaran untuk menjaga kesehatan sangatlah kurang.

Bike to Work, kayaknya sudah memasyarakat di australia. Jangan heran di kantor ada parkir khusus sepeda. Tour De France banyak atlit dari australia. Seorang teman indonesia kita ajak ke sebuah kantor akuntan publik di adelaide, dia terheran-heran lihat karyawan disana, rata-rata badannya seperti Atlit semua “Ideal kearah kekar”. Ini pusat bina raga atau kantor akuntan…

Seorang teman (Orang Oz/aussie), makan siang sebatang wortel, 1 buah apel dan segelas susu terkadang mixed sama selembar roti low fat. Jadi ingat teman di indonesia yang gak bisa makan kalau gak ketemu nasi. Nasi 3x sehari bisa dibayangkan tuch… Kandungan Gula dalam nasi luar biasa untuk memicu diabetes, apalagi dimakan malam hari… Ingat Body Clock sebuah acara di australia yang mengatakan menjelang malam badan kita siap untuk tidur bukan untuk makan..

Nggak heran alat2 olahraga di indonesia mahalnya selangit, Obat2 nature seperti Fish oil dan lain harganya juga benar2 selangit. Karena masyarakat belum teredukasi dengan baik mengenai pola hidup sehat dan bahaya penyakit seperti DIABETES, JANTUNG dll akibat kegemukan.

Sekedar kesimpulan dari saya sebagai penulis yang bermukim di adelaide, australia.
kita akan concern sama masalah ini kalau kebutuhan primer kita sudah terpenuhi. Wajar masyarakat australia peduli masalah ini, dan sudah seharusnya masyarakat perkotaan di indonesia yang sudah pada obesitas alias kegemukan juga saatnya mengubah pola hidup.
TAPI….
bagi masyarakat miskin, pedesaan di indonesia tanggapannya kira2 seperti ini..
“Mas saya jangan disuruh olah raga karena setiap hari saya jalan kaki ke sawah 5 KM, macul di sawah saban hari.. kalo pola makan gak usah di kasih tahu lagi.. wong kadang2 makan.. kadang gak ada yang dimakan”
Wajar persepsi kebanyakan orang indonesi “Badan gemuk” artinya sudah makmur dan sukses… he..he…
Selamat berolahraga dan pola hidup sehat..

Agung Prabowo: Kegemukan Obesitas dalam Pandangan Masyarakat Australia vs Indonesia

Gimana kabarnya sekarang, makin gemuk aja.. udah makmur nih.. atau kasihan ya.. pak itu, makin kurus aja..

Inilah kebanyakan pandangan orang indonesia tentang gemuk dan kurus. Seakan-akan gemuk di asosiasikan dengan kehidupan yang makmur dan sukses. Sedangkan kalau kurus berarti dalam keadaan susah atau terjepit ekonomi atau penyakitan.

Sebetulnya pandangan ini sangat wajar terjadi di indonesia, karena indonesia bukanlah negara yang termasuk negara yang penduduknya mengalami tingkat obesitas yang tinggi. Lihat aja sekarang persoalan di indonesia masih bergelut sekitar cabe merah, beras, daging yang tarafnya masih untuk perut.

Walaupun hampir semua orang tahu kegemukan atau overweight bahkan obesitas adalah sumber penyakit, dari diabetes, jantung dan yang lain2. Penyakit kronis yang gak ada obatnya. Diperkirakan beberapa tahun mendatang penderita Diabetes di kota-kota besar di indonesia akan meledak. Dimana masyarakat di perkotaan mengalami perbaikan income tapi di iringi dengan pola hidup yang tidak sehat.


Bagaimana dengan di Australia, Perang melawan kegemukan dan obesitas adalah musuh bersama. Bagaimana tidak antara pendapatan/ income dengan harga di pasar benar2 melebihi kebutuhan. Harga coklat cadburyy, bunga kol, apel/kg, snack, minuman softdrink mulai $0.99 alias 99 cent. Menurut riset dari salah satu universitas di australia banyak orang asia, timur tengah mengalami diabetes setelah menetap di australia. Ibarat kata biasa susah di negeri asalnya begitu sampai sini semuanya alias apa saja pengen di makan semua....
Australia rangking 8 di dunia penduduknya mengalami tingkat obesitas alias kelebihan berat badan.

Makanya semua produk makanan di australia WAJIB mencantumkan berapa Calories, kandungan gula dll jika memakan produk tersebut. Dan berapa porsi untuk kebutuhan sehari-hari. Misalnya hanya sebagai contoh : keripik kentang (Chips) dengan memakan 11 keping berarti telah memenuhi 10% kebutuhan kalori anda ( ini semua terncantum dalam setiap produk makanan)

Pola kesehatan di negara maju seperti australia sudah mencapai tahap PENCEGAHAN, dimana pemerintah berusaha mencegah rakyatnya sakit. melalui pengaturan pola makanan, dan situasi kota yang mengharuskan penduduk lebih banyak berjalan kaki dan bersepeda. Sedangkan di Indonesia pola kesehatan pada taraf MENGOBATI. sehingga kesadaran untuk menjaga kesehatan sangatla kurang.

Bike to Work, kayaknya sudah memasyarakat di australia. Jangan heran di kantor ada parkir khusus sepeda. Tour De France banyak atlit dari australia. Seorang teman indonesia kita ajak ke sebuah kantor akuntan publik di adelaide, dia terheran-heran lihat karyawan disana, rata-rata badannya seperti Atlit semua "Ideal kearah kekar".
Ini pusat bina raga atau kantor akuntan...

Seorang teman (Orang Oz/aussie), makan siang sebatang wortel, 1 buah apel dan segelas susu terkadang mixed sama selembar roti low fat. Jadi ingat teman di indonesia yang gak bisa makan kalau gak ketemu nasi. Nasi 3x sehari bisa dibayangkan tuch... Kandungan Gula dalam nasi luar biasa untuk memicu diabetes, apalagi dimakan malam hari... Ingat Body Clock sebuah acara di australia yang mengatakan menjelang malam badan kita siap untuk tidur bukan untuk makan..

Nggak heran alat2 olahraga di indonesia mahalnya selangit, Obat2 nature seperti Fish oil dan lain harganya juga benar2 selangit. Karena masyarakat belum teredukasi dengan baik mengenai pola hidup sehat dan bahaya penyakit seperti DIABETES, JANTUNG dll akibat kegemukan.

Sekedar kesimpulan dari saya sebagai penulis yang bermukim di adelaide, australia.
kita akan concern sama masalah ini kalau kebutuhan primer kita sudah terpenuhi. Wajar masyarakat australia peduli masalah ini, dan sudah seharusnya masyarakat perkotaan di indonesia yang sudah pada obesitas alias kegemukan juga saatnya mengubah pola hidup.
TAPI....
bagi masyarakat miskin, pedesaan di indonesia tanggapannya kira2 seperti ini..
"Mas saya jangan disuruh olah raga karena setiap hari saya jalan kaki ke sawah 5 KM, macul di sawah saban hari.. kalo pola makan gak usah di kasih tahu lagi.. wong kadang2 makan.. kadang gak ada yang dimakan"
Wajar persepsi kebanyakan orang indonesi "Badan gemuk" artinya sudah makmur dan sukses... he..he...
Selamat berolahraga dan pola hidup sehat..

Mohamad Adriyanto: Elevo R7 dan R10, Netbook Lokal Rp 1 Jutaan

PT. Elevo Technologies Indonesia (ETI) akan merilis laptop (tepatnya netbook) untuk konsumer seharga Rp 1 jutaan. Ada dua tipe netbook yang dikeluarkan Agustus 2010 ini. Masing-masing Elevo R7 (layar 7 inci) dibanderol dengan harga Rp 998.000 dan Elevo R10 (layar 10 inci) dilego dengan harga Rp 1.398.000. Yang menarik, keduanya bisa dipesan dengan OS Google Android yang saat ini berkembang sangat pesat di dunia smartphone dan tablet PC. Lihat detail di situs resmi Elevo di www.elevo.co.id.


Dengat tingkat harga seperti ini, tentu saja bisa membuka berbagai kemungkinan untuk pengembangan dan implementasinya di bidang pendidikan. Ini dimimpikan oleh proyek OLPC (One Laptop Per Child) yang digagas Profesor Negroponte dari Institut Teknologi Massachussets (MIT), AS. Lihat juga tulisan saya sebelumnya tentang kemungkinan implementasi Amazon Kindle dalam dunia pendidikan.

Dengan dana 20% APBN dan APBD saat ini, bukan tidak mungkin Indonesia melakukan lompatan signifikan pemanfaatan teknologi informasi dalam pendidikan, dengan menggunakan produk semacam ini sebagai bagian dari strategi "satu guru satu laptop" dan "satu siswa satu laptop". Jika direncanakan dan dilaksanakan dengan baik, siapa tahu kita bisa seperti Korea Selatan yang menjadi sangat maju karena tingkat literasi TI yang sangat tinggi di masyarakatnya.



Berikut spesifikasi lengkap dari press release Elevo.

Elevo R7 menggunakan ayar 7 inci (800×480), Prosesor ARM9 533Mhz, Wifi 802.11b/g, OS Original Windows CE 6.0 atau Android, Memory 128 MB, 2GB Nand Flash, 2-in-1 SD Card, 2 USB Port, Keyboard, Touch Pad, USB to VGA (Optional), USB to Ethernet (Optional).

Sedangkan R10 menggunakan layar 10 inci (1024×600), Prosesor ARM9 533Mhz, Wifi 802.11b/g, OS Original Windows CE 6.0 atau Android, Memory 128 MB, 2GB Nand Flash, 2-in-1 SD Card, 2 USB Port, Chiclet Keyboard, Touch Pad, Built-in Camera 1,3 Mpx, Built in Stereo Speaker, Earphone Jack in/out, Ethernet LAN RJ 45, USB to VGA (Optional).

Info alam terus di update.
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Samsung Galaxy Spica i5700 Upgrade ke Android 2.1, Harga Rp 2,9 Juta

Samsung Galaxy Spica i5700 membuat gerakan yang bisa membuat jantung para penggemar gadget kelas tinggi yang berkantong tipis berdetak keras. OS Google Android yang dipakai awalnya hanya versi 1.5 sekarang diloncatkan ke versi tinggi Eclair 2.1. Memang belum ke Froyo 2.2, tapi ini sudah sangat hebat. Yang membuat luar biasa, dari harga awal sekitar Rp 4 jutaan, sekarang Galaxy Spica sudah sampai ke harga bantingan Rp 2,9 juta (silahkan cek ke Bhinneka.com). Biasanya, harga turun karena sudah muncul versi baru, tapi justru OS yang ada ditingkatkan ke yang baru. Spesifikasi juga sudah bagus sekali yaitu 800MHz Processor, RAM 200MB, TFT 16M Colors, Touchscreen, Bluetooth, HSDPA, WIFI, GPS, 3MP Camera, microSD slot, Android 2.1 Eclair. Namun saya belum dapat kabar apakah masih bisa di update ke Froyo 2.2. Tunggu apa lagi?



Berikut spesifikasi lengkap:
Samsung I5700 Product Specifications
Network HSDPA 3.6Mbps (900/2100)
EDGE/GPRS (850/900/1800/1900)
OS Android (ver. Android 2.1)
Display 3.2″ HVGA(320×480) TFT
Camera 3MP Camera (Auto Focus)
Video / Audio Video: MPEG4, H.263, H.264, WMV,DivX
Audio: MP3, AAC, AAC+, eAAC+, WMA
Value Added Features ** Google mobile services (Google SearchTM including search by voice, GmailTM, Contacts, Google TalkTM, Google MapsTM, YouTubeTM, Android MarketTM)
Full Web Browser, 3.5mm Ear jack, GPS
Connectivity Bluetooth® 2.1, USB 2.0, MicroUSB, WiFi
Memory Internal memory: 180MB
External memory: Micro SD (Up to 32GB)
Battery 1500 mAh
Size 115 x 57 x 13.2mm



Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Urgent: Pengaturan Warnet dan Game Center

Sebagai pimpinan sekolah menengah, saat ini saya menghadapi beberapa keadaan yang tidak nyaman dengan keberadaan warung internet (warnet) dan game center. Kedua jenis layanan umum ini merebak bak jamur di musim hujan di kota kecil tempat saya tinggal, juga di daerah lain di wilayah Indonesia. Hampir di semua sudut kota, yang ramai dan sepi, sudah dipenuhi dengan para pebisnis yang membuka layanan ini.

Dari beberapa pengusaha warnet dan game center, saya menangkap bahwa sebagian besar mereka betul-betul berorientasi murni bisnis dalam menjalankan usaha ini. Pertimbangan utama dalam melakukan berbagai keputusan berkenaan bisnis mereka hanya semata-mata diarahkan untuk mendapatkan profit.

Disinilah menurut saya akar masalahnya. Internet yang “dijual” oleh para pengusaha ini adalah sesuatu yang sangat terbuka, multi manfaat dan multi mudharat. Jika pendekatan para pengusaha warnet dan game center hanya murni bisnis dan profit, maka bisnis ini akan dengan mudah tergelincir masuk dalam wilayah negatif. Pornografi, perjudian dan berbagai kegiatan “sosial” yang minim manfaat adalah beberapa dari dampak negatif warnet. Game center sedikit berbeda karena layanan ini memang ditujukan hanya untuk permainan game komputer, baik online maupun semi-online. Kecanduan yang parah terhadap game serta kecenderungan yang kuat masuk ke wilayah abu-abu “perjudian” adalah sebagian dari dampak buruk di game center.

Pembukaan dan operasional warnet dan game center sedikit sekali diatur oleh pemerintah dalam bentuk peraturan legal tingkat nasional hingga lokal. Peraturan biasanya hanya berkisar di perizinan pembukaan bisnis biasa, sebagian dikategorikan sebagai bisnis penjualan biasa. Dalam operasinya, tidak ada aturan yang pernah dibuat oleh pemerintah, paling tidak sepengetahuan saya. Beberapa himbauan pernah dikeluarkan pemerintah agar warnet memblokir situs-situs tertentu, terutama yang berbau pornografi. Padahal, dalam hal inilah keberadaan kedua bisnis ini bisa membawa begitu banyak dampak. Jika diarahkan dengan baik, akan masuk wilayah dampak positif, bila tidak maka bisa banyak membawa mudharat.

Uniknya masyarakat kita dalam menghadapi warnet dan game center, sangat sedikit terjadi proses “kontrol sosial” ala jemaah Ahmadiyah atau ala sweeping klub malam di masa Ramadhan. Masyarakat cenderung menganggapnya sebagai sesuatu yang tidak terlalu mengganggu dan tidak terlalu ambil pusing.

Dari pengalaman saya dalam menghadapi beberapa siswa di sekolah yang saya pimpin, tingkat bahaya warnet dan game center terhadap generasi muda sebenarnya sudah sampai pada titik harus diwaspadai. Ada siswa yang sama sekali sudah tidak mau sekolah dan belajar lagi dan menghabiskan waktu sepenuhnya di game center. Kecanduan parah seperti ini terjadi pada para pemain game tingkat lanjut. Jika orang dewasa masih bisa mengontrol diri, anak kecil dan remaja tidak, mereka bisa tenggelam dalam “dunia lain” game online yang memang sangat memabukkan dan membuat kecanduan. Game digital yang beredar dan populer di kalangan pemain game Indonesia hampir semua adalah produk luar yang memang dibuat sangat canggih dan berbasis survey pasar yang baik dan terarah. Jadi sangat “berbahaya” karena memang dibuat untuk “mencandukan” kaum muda kita pada game yang mereka buat.

Apa yang harus diatur?

Pembatasan waktu buka warnet dan game center adalah salah satu poin yang harus diatur dengan ketat. Saat ini kedua bisnis ini bisa buka 24 jam non-stop dan tidak diatur sama sekali. Kalau klub malam dan restoran saja harus diatur, kenapa yang ini tidak? Memang dunia internet ini sedikit berbeda, semakin malam semakin “asyik” dan cepat aksesnya, begadang juga adalah kebiasaan yang sudah identik dengan kegiatan di dunia internet. Namun demi masa depan generasi muda kita, poin ini mutlak harus diatur.

Pengaturan yang dimaksud adalah agar semua pihak bisa nyaman menjalankan peran masing-masing. Pengusaha warnet dan game center enak karena jika ada aturan yang jelas akan memudahkan mereka menjalankan bisnis dengan tenang, jelas rambu-rambunya. Bagi pemerintah juga jelas karena penegakan hukum juga jelas dan tidak menimbulkan syak wasangka. Bagi masyarakat juga jelas karena dengan adanya pengaturan yang baik, jangan timbul persepsi negatif terhadap usaha begini,

Pengaturan berikut yang sangat penting adalah hak akses masuk ke warnet dan game center. Siapa saja yang bisa masuk dan tidak boleh. Tentu saja perlu dibuat studi yang intensif untuk menentukan tingkat umur dan jenis aplikasi atau game yang bisa dipakai uleh pengguna. Poin ini juga bisa dikombinasikan dengan waktu masuk. Misalnya pengguna berumur tingkat SD dan SMP hanya boleh masuk pukul 7 pagi hingga 8 malam. Batas usia lainnya boleh sampai jam 10 malam. Selebihnya hanya untuk dewasa alias “adults only”. Pengaturannya bisa sepeti di klub malam dengan menunjukkan kartu identitas diri.

Hal penting lain adalah petugas yang menjaga dan menjalankan warnet dan game center. Banyak sekali saya melihat pekerja bawah umur yang bekerja disini. Tingkat kedewasaan yang sangat rendah bisa mengancam para pekerja ini sekaligus menjerumuskan para pengguna lain karena minimnya kontrol opersional. Perlu juga diatur tentang tingkat kompetensi yang harus dimiliki oleh para pekerja ini agar bisa mengoperasikan aplikasi yang diperlukan. Perlukah standarisasi penjaga warnet dan game center? Mungkin belum perlu masuk sejauh itu, namun poin ini sangat layak dipertimbangkan di masa depan.

Pengaturan lalu lintas data dan penyaringan konten yang bisa diakses dari warnet dan game center juga adalah hal penting yang harus diregulasi dengan baik (bukan ketat). Perlu ada badan independen (bisa bentukan pemerintah atau LSM atau forum komunitas yang secara sukarela ikut menjaga dan merekomendasikan situs-situs yang berbahaya). Contoh yang sudah berjalan adalah Nawala Project. Namun usaha komunitas seperti ini tidak akan banyak berguna bila tidak ada “kawalan” dari regulasi yang mengikat.

Peran ISP besar yang menjadi gateway utama jalur Internet ndonesia juga bisa diaktifkan. Telkom, Telkomsel, XL, Indosat dll tidak boleh begitu saja berdiam diri dan menyerahkan segala sesuatunya ke pengguna akhir. Contoh misalnya dengan pemblokiran domain .XXX.

Berita terakhir, Pemkot Samarinda memerintahkan untuk menutup seluruh warnet di kota ini selama bulan Ramadhan. Aturan yang diterapkan sama dengan untuk klub malam. Sedih juga melihat bahwa warnet dikaegorikan sama dengan “tempat hiburan malam” yang membawa maksiat. Ini contoh nyata bahwa urusan warnet bukan urusan sederhana yang bisa diserahkan sepenuhnya ke pemerintah kota/kabupaten yang pasti memiliki banyak keterbatasan.

Poin penting yang ingin saya sampaikan dari tulisan singkat ini adalah agar semua pihak mulai bergerak untuk menyelamatkan generasi muda kita. Menjaga agar kita tidak tergelincir menjadi bangsa bobrok karena gagal mengatur teknologi yang kita pakai. Teknologi harusnya membawa kita maju, bukan untuk mundur. Kita berpacu dengan waktu. Semakin lama fenomena ini diambangkan, semakin banyak yang akan terjerumus.

Tulisan ini akan terus di-update seiring berkembangnya keadaan.

Samarinda, menjelang Ramadhan 1413H/2010M

Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Satria Dharma: SAYA BOLOS…. PAK!

Saya hendak memanasi mesin mobil ketika melihatnya di depan pagar rumah saya. Ia sedang berjongkok menggores-gores sesuatu di tanah. Di punggungnya ia membawa tas sekolah. Tapi ia tidak mengenakan seragam sekolah saat itu. “ Hai Adul! Kamu tidak sekolahkah…?!” Tanya saya. Saya biasa memanggilnya “Adul” seperti semua tetangga lain (meski kemudian saya baru tahu bahwa ia [...] No related posts.

Satria Dharma: SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL ADALAH PROGRAM YANG SALAH KONSEP DAN 90% PASTI GAGAL

PETISI : IKATAN GURU INDONESIA (IGI) HENTIKAN PROGRAM SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL (SBI) SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL ADALAH PROGRAM YANG SALAH KONSEP DAN 90% PASTI GAGAL MENGAPA PROGRAM SBI HARUS DIHENTIKAN? Jika kita cermati ternyata program SBI ini mengandung banyak kekurangan mencolok. Alih-alih menghasilkan kualitas bertaraf internasional kualitas pendidikan kita justru akan terjun [...] Related posts:
  1. Sekolah Bertaraf Internasional : Quo Vadiz?
  2. KELAS INTERNASIONAL YANG FULL AC DAN TOILET
  3. SEKOLAH ‘KOTAK SABUN’ YANG ISTIMEWA

Satria Dharma: Mustaqim dan Sekolah Pemimpinnya

Namanya Mustaqim. Ia kepala Baitul Maal Hidayatullah Balikpapan. (http://www.bmh.or.id/). Pagi itu HP-nya berdering. Ia meliriknya dan ia melihat nomor yang tidak ia kenal. Ia tidak segera mengangkatnya. “Mungkin salah nomor.” Pikirnya. HP-nya berdering untuk kedua kalinya. Ia masih belum tergerak untuk mengangkatnya. Tapi ketika HP-nya berdering untuk ketiga kalinya ia baru sadar bahwa tak mungkin itu [...] No related posts.

Ati Satya: demooo….

A
Next Page »