Aggregasi Jurnal Online Civitas Akademika STIKOM Balikpapan

Mohamad Adriyanto: IT Olimpiade Beijing 2008 Pakai Excel!

Jadi ingat masa-masa persiapan pembangunan sistem informasi PON 2008 berbasis IT. Kebetulan saya banyak ikut berbincang dengan teman-teman untuk ikut sumbang saran dalam perencanaannya. Salah satu guyonan populer saat itu adalah, "kalau memang kepepet, kita pakai Excel saja..."

Pagi ini, ketika melihat-lihat situs resmi Olimpiade Beijing 2008 di http://en.beijing2008.cn/ dan mencoba melihat jadwal pertandingan di hari H-5, saya mendapati halaman HTML berisi tabel cabang olahraga dengan grid tanggal pelaksanaan secara global, persis sama dengan jadwal yang ada di situs resmi PON 2008 Kaltim yang juga sudah tersedia 1-2 minggu sebelum PON dimulai. Tapi saat beberapa hari pertandingan akan dimulai, PON tidak berhasil menyediakan data jadwal rinci. Data baru tersedia saat pembukaan sudah selesai dan dilengkapi bertahap saat pertandingan sudah dimulai. Di Olimpiade, di H-5 sudah tersedia jadwal rinci. Tebak dalam bentuk apa? File MS Excel! PB Olimpiade tidak terjebak untuk membuat suatu sistem yang terlalu rumit, apalagi perubahan-perubahan jadwal masih bisa terjadi karena tergantung pada masing-masing panitia per cabang. Jadi, buat saja tabel Excel, upload file nya, buat link di situs resmi, done... Simpel, tapi sangat berguna dan tetap informatif.

Saya akan coba buat screenshot nya sehingga jika suatu saat berubah, bisa jadi acuan belajar yang baik bagaimana mereka menangani hal ini.

Alamatnya ada di http://en.beijing2008.cn/schedule/.

Kemudian file-file Excel berbentuk seperti ini:
http://en.beijing2008.cn/upload/OG_Schedule_080708/AT.xls (atletik)
http://en.beijing2008.cn/upload/OG_Schedule_080708/RO.xls (rowing/dayung)
dst...

Info ini JAUH LEBIH INFORMATIF dibanding info yang disediakan MSNBC di http://www.nbcolympics.com/resultsandschedules yang saat diklik di masing-masing tanggal tidak menampilkan apa-apa. Padahal ini sudah H-5.

Pelajaran berharga dari kejadian ini adalah betapa dalam IT, yang paling penting adalah delivery ke customer sesuai kebutuhan mereka. Khalayak butuh info rinci pertandingan yang akan dilakukan dan info itu dibutuhkan saat ini, sebelum pertandingan dimulai. Apalah artinya info super lengkap, integrated dan sangat user friendly tentang jadwal, tapi baru bisa dilihat oleh masyarakat setelah pertandingan diadakan? Excel adalah alat sederhana yang kalau mau digali bisa sangat banyak manfaatnya, tapi banyak pihak suka alergi menggunakannya karena identik dengan "kesederhanaan". Masak sih sistem IT berharga milyaran rupiah tapi ujungnya pakai Excel?

He3... Tim IT Olimpiade Beijing membuktikan bahwa Excel itu powerful. Mudah-mudahan bukan karena disponsori Microsoft ya?

Selanjutnya, menarik juga memperhatikan perkembangan penggunaan sistem informasi di Beijing, perolehan medali, data peserta, hasil rinci pertandingan. Kita lihat sama-sama...

Sebagai perbandingan, dulu di PON ada 2 situs "resmi" yang bersaing dalam menyediakan informasi yang terbaik sementara media tidak terlalu aktif, maka di Beijing tampaknya tidak ada situs semi resmi seperti http://tandingpon.com yang dikelola Menpora saat PON. Namun media massa online sangat agresif menyiapkan pusat informasi tandingan.

Untuk Olimpiade Beijing 2008 ini paling tidak ada 1 situs yang sangat serius menyiapkan segala sesuatunya agar bisa jadi rujukan dunia, yaitu situs NBS khusus liputan Olympics 2008 di http://www.nbcolympics.com/. Seperti kita ketahui, sejak lama NBS sudah berkolaborasi dengan Microsoft membentuk media online bernama MSNBC. Nah situs "tandingan" ini dikelola oleh MSNBC. Jadi saingan panitia pelaksana dalam menyediakan data cukup kuat nih...

Dari pandangan cepat saja, jelas situs MSNBC lebih atraktif dan menyediakan data yang jauh lebih lengkap dari situs resmi panitia resmi Cina. Sebagai info, situs resmi PON 2008 ada di http://ponxvii-kaltim.com.

Menarik sekali untuk diikuti. Saya akan update terus laporan pandangan mata saya dari Samarinda.
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Terjemahan Istilah Bahasa Indonesia yang Semakin Berkembang

Tahukah anda bahwa istilah manajemen "Analisis SWOT" sudah ada padanan atau terjemahan bahasa Indonesia nya? SWOT adalah singkatan dari strength, weakness, opportunity dan threat. Ternyata di sebuah dokumen LSM Indonesia yang sempat saya baca, ada istilah Indonesia yang sudah diciptakan untuk itu, yaitu "Analisis KELAPA". Jadi KELAPA adalah singkatan dari KEkuatan, keLemAhan, Peluang dan Ancaman. Sip kan? Jadi bila memang ada padanan dalam bahasa sendiri, ngapain harus pakai istilah asing?

Tahukah anda juga bahwa sudah ada Microsoft Windows versi bahasa Indonesia? Kalau Linux sudah banyak sejak dulu. Windows terjemahan ini dikerjakan oleh tim ITB Bandung dan sudah dirilis beberapa tahun lalu. Konon kabarnya bisa di download gratis dan langsung digunakan di komputer anda, tapi mungkin akan mengecek dulu apakah Windows yang anda pakai asli atau tidak. Nah, bila memakainya, siap-siap menghadapi berbagai bahasa "aneh" yang selama ini hanya kita ketahui bahasa Inggris nya saja. Contohnya "mouse", apa bahasa Indonesia nya? Tetikus...! Itu versi Windows... Aneh ya?

Secara resmi Microsoft menyebutnya "Paket Antarmuka Windows XP". Antarmuka adalah bahasa Indonesia dari "interface", sebuah istilah IT. Keterangan di web Microsoft: Paket Antarmuka Bahasa Indonesia untuk Windows XP Professional or Windows XP Home Edition menyediakan Antarmuka Pengguna Bahasa Indonesia untuk sebagian besar Antarmuka Pengguna Windows XP.

He3... bahasa yang aneh ya? Dalam 1 kalimat ada pengulangan begitu banyak atas 1 kata yang sama :-)

Yang lain? Action Plan? Rencana Aksi atau Rencana Tindak.

Bila ada istilah lain, silahkan tambah disini...
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Acer Aspire One, Calon Raja UMPC

Akhirnya pesaing sangat kuat dari perintis UMPC (ultra mobile PC) Asus Eee PC muncul juga. Siapa lagi kalau bukan dari rajanya laptop ekonomis dari Taiwan: Acer. Namanya? The Aspire One. Aspire sendiri adalah flagship brand dari Acer untuk laptop mini ukuran 12-an inch yang relatif lebih mahal dari produk laptop Acer lainnya. Tidak tahu kapan pastinya hari launching, tapi sekitar akhir Juli 2008 lalu. Beberapa hal yang pasti mengenai spesifikasinya saya kutipkan disini.

Beberapa hari lalu saya sempat menerima email yang menawarkan produk ini di kota Balikpapan, harganya 4 juta sekian (lupa pastinya). Artinya produk sudah ada sampai di Indonesia. Kalau melihat spesifikasi teknisnya, produk ini memang diarahkan langsung "head to head" dengan Asus Eee PC. Desain punya keunikan sendiri dibanding desain yang sudah dimulai Asus. Namun kekecewaan tetap pada layar yang masih pakai dimensi "aneh" ala DVD portable player yaitu 1024 x 600 (yang dipakai standard normal PC adalah 1024 x 768). Namun Aspire One berhasil menjaga harga tetap terjangkau. Harga versi SSD 8 GB dengan Linux ada di USD 379 (mudah-mudahan sumber info saya benar).

Spesifikasi teknis yang berhasil saya kumpulkan dari berbagai sumber:
  • 8.9-inch 1024 x 600 LED-backlit display
  • 1.6GHz Intel Atom N270
  • 512MB DDR2 SDRAM (expandable)
  • 1.3 megapixel camera
  • SDHC and multi-format media readers
  • 802.11b/g, Ethernet, three USB 2.0, VGA, and 3.5mm audio out
  • One free mini PCI slot for WWAN
  • 80GB hard drive (with XP) or 8GB solid state (with Linux)
  • 2.5 or 5 hours on 3 or 6-cell batteries in XP model, 3 or 7 hours on Linux
  • 1kg (2.2 pounds)
  • available in four colours - sapphire blue, seashell white, golden brown and coral pink
  • harga USD 379 utk Linux, USD 600 utk Windows XP



Berikut adalah foto langsung dari Aspire One berdampingan dengan Eee PC 901:


Beberapa berita menyebutkan bahwa produk ini ditargetkan akan terjual 6 juta unit tahun 2008 saja, lebih tinggi dari target Eee yang hanya 5 juta. Memang jaringan distribusi worldwide Acer jauh lebih kuat dibanding Asus. Apalagi setelah Acer membeli Gateway di USA. Namun keterbatasan suku cadang tampaknya akan menghalangi pencapaian target jual itu.

Mengapa produk UMPC ini bisa begitu murah? Salah satunya adalah penggunaan layar ukuran aneh tadi. Layar dimensi sedemikian adalah layar yang dipakai di portable DVD player yang sudah diproduksi massal sehingga harga bisa jauh lebih murah. Kemudian juga penggunaan SSD (solid state disk) yang berteknologi flash yang lebih murah dibanding hardisk tradisional.

Saat ini pasar UMPC semakin padat persaingan, bagus sekali bagi masyarakat. Berikut para pemain yang sudah masuk:

Asus' Eee PC 901 and 1000, the Cloudbook Max netbook, Elitegroup's G10IL mini-laptop, MSI's Wind low-cost laptop, Giga-byte's M912X mini-laptop, and Acer's Aspire one, dan tentu saja jangan lupakan sang pionir OLPC (one laptop per child) dari Nicholas Negroponte.

Produk mini laptop HP tidak masuk disini karena walau spec teknis masuk, tapi harganya selangit...
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Dari PON Kaltim ke Olimpiade Beijing

Setelah berakhirnya PON 2008 di Kaltim tanggal 17 Juli 2008 lalu, maka mata dunia olahraga akan beralih ke event yang kurang lebih sama tapi dengan skala dunia, Olimpiade 2008 di Beijing (bukan di Cina, tapi hanya kota Beijing saja). Tanggal "cantik" 8-8-08 dipilih sebagai hari pembukaan Olimpiade tahun ini yang didengungkan sebagai yang terbesar dan tercanggih sepanjang masa. Saya akan coba ikut "meliput" dari sisi pandang saya dari kota kecil Samarinda. Tentu saja dengan selalu berusaha "membandingkannya" dengan penyelenggaraan PON lalu, yag juga merupakan PON terbesar sepanjang zaman, paling tidak untuk bisa jadi pembelajaran bagi persiapan PON 2012 di Riau nanti.

Dari lebih 7000 atlit yang bertanding di PON 2008, hanya 24 orang yang berangkat ke Beijing mewakili Indonesia. Kok bisa? Jangan tanya saya, saya juga pasti tidak tahu. Setahu saya, kita ingin efisiensi saja, hanya mengirim atlit yang memiliki peluang mendapat medali. Jadi tidak mengirim atlit hanya untuk "jalan-jalan". Kita coba maklumi saja keadaan ini, sebagai negeri dengan penduduk terbanyak ke-4 di bumi ini, kita hanya mengirim atlit segelintir di event akbar yang mustinya juga merupakan "pesta" budaya dan silaturahmi antar bangsa dunia ini. Lucunya lagi dari 24 atlit yang berangkat, sebagian besar justru tidak ikut bertanding di PON, jadi mereka sudah ditetapkan sebelum PON berlangsung. Dari 43 cabang olahraga yang dipertandingkan di PON, hanya 7 yang ikut di Olimpiade.

Lalu timbul pertanyaan, PON itu untuk apa? Ajang seleksi atlit terbaik Indonesia untuk mewakili bangsa ke ajang yang lebih tinggi? Atau hanya untuk ajang kumpul-kumpul silaturahmi? Saya yakin tidak ada yang bisa menjawab. jadi kita biarkan saja pertanyaan ini tidak dijawab...

Veni, vidi, vici...
Datang, lihat, menang...

Website resmi:
http://ponxvii-kaltim.com
http://en.beijing2008.cn
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Blog Hikmah Teknologi Wajah Baru

Wajah baru ini bernama "Revolution" yang didesain oleh Brian Gardner y Zona Cerebral. Dominan warna biru favorit saya. Kemudian template ini tetap 3 kolom dengan 2 kolom sempit disebelah kanan. Style yang lagi ngetrend saat ini. Bukan latah, tapi memang tampaknya lebih gampang mengorganisasikan banyak content dan widget dengan layout seperti ini.

Satu hal yang membuat saya menggunakan template baru adalah karena template lama selalu bermasalah saat dilihat dari Microsoft IE. Di Opera dan Firefox tidak ada masalah. Heran juga...

Harapannya, wajah blog yang baru ini akan bisa membawa semangat baru untuk berbagi, membawa lebih banyak pengunjung yang membaca tulisan saya, semakin banyak komentar, semakin banyak teman, dan diatas segalanya, insya Allah akan semakin membawa banyak manfaat bagi semua yang membutuhkannya.

Selama ini Hikmah Teknologi sudah mencapai rata-rata pengunjung sekitar 100 hits per hari. Hebat juga... Pengunjung terbanyak adalah yang tiba-tiba datang (entah dari mana). Artinya pengunjung yang setia sedikit :-)

Terakhir, saya mulai mau menawarkan pasang iklan bagi yang berminat. Harga sangat murah, silahkan hubungi saya untuk memasang iklan anda.
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Life After Eee PC

Sudah sekitar 2 minggu saya kembali hidup tanpa Asus Eee PC 4G. Tidak banyak yang berubah, namun perubahan paling nyata adalah menurunnya produktivitas menulis blog. Dengan berat kurang dari 1 kg, dengan besar hanya seperti buku agenda ukurang sedang, maka Eee PC terus terang saja sangat enak dijadikan sebagai alat tulis portable paling sip bagi seorang blogger dan "tukang presentasi" seperti saya.

Saat ini saya kembali menggunakan laptop ECS tua saya yang berat dan ukuran screen 14 inch. Sangat besar dan membuat saya jadi terlalu malas untuk membawanya kemana-mana. Paling jauh dibawa ke meja presentasi di ruang rapat atau di kelas. Tapi, saya merasa ada yang "kembali" saat ini. Sewaktu memakai Eee PC, dengan screen yang sangat kecil ukuran 7 inch dan format wide screen (seukuran portable DVD player), kita harus melakukan pekerjaan dalam layar berukuran "aneh" yaitu 800x400 yang membuat layar jadi sempit dan kita harus up and down setiap saat untuk melihat segala sesuatunya full screen. Ingat bahwa komputer saat ini dirancang menggunakan dimensi 800x600. Ada perasaan semacam "terbebas" dari ruang sempit dan keluar ke alam bebas.

Sekedar intermezo saja. Mudah-mudahan tidak mengurangi semangat anda yang sedang mencari laptop ultra kecil seperti Eee PC karena hal-hal postifnya juga banyak sekali seperti yang sudah banyak saya ceritakan sebelumnya (buka kategori/label "Eee PC" di blog saya ini.

Yang menarik, ketika melihat gambar Acer AspireOne yang baru saja diluncurkan dan dibuat untuk mengalahkan Eee PC, saya jadi tertarik kembali untuk membeli. Padahal spec sama dan Aspire juga membawa screen aneh yang sama, cuma dengan dimensi lebih besar, 1024.
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Gspace, Simpan File di Gmail ala FTP Client

Baru saja saya mencoba add-on Mozila Firefox bernama Gspace. Ini adalah add-on unik yang menjadikan browser kita tiba-tiba menjadi FTP client dengan server online penyimpan menggunakan account Gmail. Ide yang sangat bagus karena begitu "baiknya" Google Gmail yang menyediakan kapasitas penyimpanan email online yang sangat besar, saat ini mencapai 6GB. Namun tidak semua orang memerlukan kapasitas email sedemikian besar. Nah, Gspace menyediakan "alat bantu" untuk menggunakan Gmail sebagai server penyimpan online gratis untuk kita.

Setelah di install, add-on ini akan membuka tab baru dengan tampilan persis sebuah FTP client. Bagian kiri berisi "file explorer" dari komputer kita, sebelah kiri adalah "file explorer" dari virtual drive kita di Gmail. Dengan sangat mudah bisa kita pindahkan file-file dari keduanya tanpa hambatan sama sekali. Terasa sangat cepat untuk file-file kecil yang saya coba. Bahkan kita bisa create folder, hapus, tambah, dst. Bahkan upload beberapa file sekaligus. Hebat...

Hebatnya lagi, account yang login dari Gspace ini bisa berbeda dengan account Gmail "normal" yang kita sedang buka dari Firefox kita. Kita dengan mudah bisa buka account baru, login dari Gspace, buat lagi account lebih dari satu pun tampaknya bisa, saya belum coba. Pada saat yang bersamaan, kita tetap dapat dengan nyaman mengelola email Gmail kita (dengan account asal) di tab browser yang lain. Sesuatu yang tidak dimungkinkan bila kita masuk ke lebih dari satu account Gmail secara normal dalam satu browser.
Update:
Ralat sedikit, tampaknya pernyataan saya di 1 paragraf diatas tidak benar. Mohon maaf. nanti saya cek lagi :-(

Namun saat saya logout dari Gspace, browser Firefox saya crash, entah kenapa. Kemudian saya menulis tulisan ini :-) Belum tahu performance nya kedepan nanti. Tampaknya karena masalah login dobel.

Hal lain yang mungkin membuat layanan ini agak mengganggu adalah adanya 1 email yang dikirim dari account kita sendiri ke acoount kita setiap ada upload 1 file. Email ini berisi attachment file yang kita upload dan sebuat file text bernama metadata.txt. Saya coba delete file dan download file dari server online ke komputer kita, email yang mengganggu tadi tidak muncul. Jadi tampaknya hanya terjadi untuk upload data.

Satu hal yang pasti, kegiatan ini adalah kegiatan "nyeleneh" melalui backdoor layanan resmi Gmail. Gspace bukan layanan resmi Google, tapi dibuat oleh programmer-programmer "Robin Hood" yang memanfaatkan layanan "orang kaya" untuk membantu "rakyat kecil" seperti kita. Gmail, saya yakin tidak mendorong orang untuk menggunakannya. Tapi saya belum lihat ada complain dari Google Gmail. Kemungkinan besar layanan seperti ini akan tetap dibiarkan oleh Gmail karena mereka juga masih dalam versi beta. Entah nantinya... Tapi siap-siap saja suatu saat file-file penting anda tiba-tiba tidak bisa diakses dari interface Gspace.

Tetapi, tampaknya file anda tetap akan aman ada di server Google Gnmail. Kenapa? Karena tampaknya Gspace tetap memanfaatkan server Gmail secara legal, mereka menaruhnya dalam bentuk "file attachment" dari email, namun dibantu melakukannya secara "shortcut" melalui program kecil yang user friendly.

Kalau mau yang benar-benar official dari Google untuk menyimpan file, saat ini bisa memakai Google Pages di http://pages.google.com (ini aslinya layanan buat dan hosting website gratis, tapi bisa untuk menyimpan file hingga 100 MB). Kalau mau menunggu lama, konon isunya akan ada layanan Google resmi yang akan dinamakan Gdrive. Prinsipnya sama dengan Gspace, namun resmi.... entah kapan.

Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Kompas.com yang Semakin Vulgar

Beberapa hari ini saya sangat sering mengunjungi Kompas.com karena beberapa alasan. Saya sendiri adalah pembaca fanatik koran Kompas (versi klasik) sejak kecil, sejak mulai bisa membaca. Terus terang ada banyak kekecewaan dalam hati saya melihat perkembangan Kompas.com yang didorong penuh untuk menjadi salah satu motor perkembangan dunia berita digital di tanah air. Kenapa demikian?

Lihatlah judul berita-berita di halaman mukanya: "Truk Lindas Taksi, Sopir Tewas Terjepit", "Ditemukan Dua Mayat Bayi Membusuk", "Kencan Tanpa Kondom, Jangan-jangan...", "Pakai Celana Dalam, Kemana Penis...", "Polisi Pemerkosa Tahanan Ditahan...". Sungguh vulgar dan cenderung seperti "koran kuning". Itu semua adalah list berita terkini dalam edisi satu hari. Foto utama yang ditampilkan pun ikut-ikutan vulgar. Foto pria dan wanita samar-samar berbaring mesra berselimut diatas tempat tidur, kemudian ada foto tangan diikat tali didepan jeruji besi. Itu adalah pemandangan utama di halaman depan ketika anda mengunjungi Kompas.com.

Lebih parah lagi, kunjungi juga layanan terbaru mereka yang disebut KOKI (Kompas Kita, Komunitas Kita), koran komunitas "citizen journalism", salah satu show window perkembangan web 2.0 dalam dunia digital Indonesia. Anda akan langsung disambut foto tanpa busana seorang wanita cantik yang diambil dari belakang (tapi masih bercelana). Kemudian ada foto pemuda tewas terkapar basah di sungai dimana wajahnya dikaburkan. Beritanya? "Foreplay, Please", "Janda Kembang (Bacaan Khusus Orang Dewasa)", dst.

sedih... Mana Kompas klasik yang mampu bertahan menjadi koran paling elegan di Indonesia selama puluhan tahun? Kompas yang rela saya beli berapapun harganya karena ingin mendapat berita yang "berkualitas".

Sadarkah Kompas.com bahwa situs online mereka telah menjadi barometer perkembangan dunia maya Indonesia? Kalau Kompas saja begini? Mau dibawa kemana yang lain? Kompas.com, seperti Kompas cetak klasik, dituntut untuk mampu membuat dan menciptakan standar baru media online di Indonesia. Media yang elegan, intelektual dan bersifat membangun karakter bangsa. Sekali lagi, seperti yang telah mereka perankan puluhan tahun dengan Kompas cetak klasik. Bukannya malah ikut-ikutan trend pornografi dan kekerasan yang sering masih jadi persepsi umum publik kita terhadap media Internet.

Sebagai insan yang bergelut di dunia pendidikan berbasis teknologi informasi, saya berkeliling mempromosikan media online ke berbagai pelosok tanah air. semata-mata karena keyakinan bahwa teknologi yang satu ini akan bisa membawa bangsa Indonesia keluar dari keterpurukan. Mengajak mereka meng-exlopre dunia baru yang selalu saya gembar-gemborkan sebagai "dunia intelektual". Saya selalu tunjukkan Kompas.com sebagai salah satu link perkenalan mereka terhadap dunia Internet, link pembuka yang saya yakin akan membawa persepsi positif masyarakat terhadap media di Internet.

Namun sekarang? Saya pasti akan hindari memperkenalkan link ini ke para pelajar Indonesia. Saya masih sedang mencari tautan lain yang lebih layak jadi simbol media Internet Indonesia.

Dalam hati kecil saya, saya tetap yakin Kompas.com bisa kembali ke hati saya, tapi entah kapan. Apalagi ditengah dunia kapitalis Indonesia yang semuanya berorientasi pada kehendak pasar dan profit finansial semata.

Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Google Knol Akhirnya Diluncurkan

Akhir 2007 lalu, saya menulis tentang "Google Knol, Initial Review", produk terbaru Google Inc. yang terbaru saat itu, status masih belum exist. Silahkan baca untuk melihat lebih jauh apa yang dimaksud dengan Knol milik Google itu. Malam ini saya dapat email bahwa layanan ini sudah resmi di-launch. Silahkan masuk ke versi Beta di http://knol.google.com. Tampilannya sangat sederhana, tidak ada tanda apa-apa bahwa situs ini baru diluncurkan. Atau info tanggal launching yang saya dapat salah?

Saat saya review akhir tahun 2007 itu, situsnya belum ada, baru sekilas info tentang layanannya serta beberapa ahli yang sudah ikut menulis untuk edisi perdananya. Di situs resmi edisi terakhir ini, muncul statement bahwa layanan ini lebih luas dari hanya sekedar sebuah "ensiklopedia online yang terbuka". Ada nuansa kolaborasi online yang sangat kuat disana. Tentu saja belum ada versi Bahasa Indonesia. Selamat menikmati dan selamat ikut berkontribusi.

Mudah-mudahan saya segera punya cukup waktu untuk memberikan review lebih lanjut atas layanan ini... bakal heboh dan hebat.

Sekilas apa itu Knol dari situsnya:
Knol offers:
* Ease of use
All you need is an account, a name and a desire to write and we'll take care of the rest.
* Control
You specify the level of collaboration you want with the community. Your knol, your voice.
* Community
You can connect with other experts in your area of interest to share and grow knowledge.
* Visibility
We value and promote authorship. Great content will be visible on any search engine.
* Growth
Sharing your knowledge with the world is rewarding for everyone.

Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Download Kurikulum SMK Teknologi Informasi 2004

Tidak gampang mencari informasi mengenai kurikulum sekolah di Indonesia. Ada banyak website, ada banyak proyek Diknas yang menyediakannya secara online. Tapi pada saat kita membutuhkannya, sangat sulit dilacak, terutama via Google. Hingga hari ini masih banyak rekan-rekan yang meminta kepada saya dokumen kurikulum SMK teknologi informasi (SMK TI). Bersama ini saya share saja file yang saya miliki, kebetulan yang saya miliki adalah file kurikulum SMK versi tahun 2004.

Saat tulisan ini dibuat, sekolah diwajibkan membuat sendiri kurikulum SMK berbentuk KTSP. Prinsipnya pada saat anda ingin membuat KTSP untuk sekolah anda, gunakan Kurikulum 2004 sebagai dasar, kembangkan atau kurangi sesuai kebutuhan anda. Bersama ini saya sampaikan juga contoh KTSM SMK program keahlian Multimedia dari SMKN 4 Malang yang sering dijadikan acuan (terima kasih pada pak Kwarta Adiprama yang membaginya). Anda tinggal menggunakan format contoh tersebut, dan memasukkan kebutuhan sesuai daerah anda mengacu pada kurikulum 2004. Saya sertakan juga file presentasi lengkap bagaimana membuat KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) SMK yang saya lupa didapat dari sumber mana (mohon maaf bagi pembuatnya).

Kemudian saya sertakan juga overview dari kurikulum SMK TI yang terdiri dari 3 program keahlian yaitu multimedia (MM), rekayasa perangkat lunak (RPL) dan teknik komputer jaringan (TKJ). File-file ini kami gunakan di SMK Teknologi Informasi (SMK TI) Airlangga Samarinda sebagai dasar bekerja. Silahkan langsung download dibawah ini.
Semua file saya kompresi kedalam bentuk RAR dan berukuran cukup besar, masing-masing 400an KB, kecuali contoh SMKN 4 Malang yang berukuran 3,5 MB. Jadi bersabarlah saat men-download-nya.

File-file ini saya simpan di Google Pages dan tulisan blog ini ada di Google Blogspot. Mudah-mudahan tetap exist selamanya kecuali Google bankrut. Semoga bermanfaat untuk yang memerlukannya.

Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Ayo Buat Email di Ymail

Yahoo Mail membuat beberapa kejutan baru. Saat ini, disamping menyediakan domain yahoo.com, yahoo.co.id dan berbagai domain Yahoo dalam domain banyak negara, mereka juga menyediakan domain baru ymail.com dan rocketmail.com. Karena masih sangat sedikit penggunanya, anda bisa punya banyak kesempatan untuk mendapatkan nama email yang pas sesuai keinginan anda. Kalau di yahoo.com atau yahoo.co.id sudah terlalu sulit untuk mencari nama yang pas karena ratusan juta pengguna lain sudah mengambil nama anda sebelumnya.

Saya masih bisa dapat user adr1 di ymail, hebat kan? Istri saya dapat aidha, padahal di email lain seperti Gmail sudah tidak mungkin bisa dapat, apalagi dengan 4 karakter seperti itu. Gmail minimal 6 karakter, ymail hanya 4 karakter. Dan yang terpenting, ymail adalah Yahoo, raksasa yang sangat kuat dalam hal pengelolaan email gratis. Dijamin email anda tidak akan hilang atau ketinggalan zaman. Nama domain nya pun unik: ymail... Ada nuansa ingin menyaingi gmail. Tapi sangat simpel.

Dalam membuat email address, nama yang pendek dan domain yang pendek serta mudah diingat adalah salah satu faktor yang membuat email address kita tergolong email "cantik".

So, bergegaslah... jangan sampai keduluan orang lain. Langsung masuk ke www.yahoo.com untuk signup.

Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Keberhasilan Penyelenggaraan IT PON XVII 2008 di Kalimantan Timur

PON ke-17 (XVII) 2008 di Kalimantan Timur menyisakan banyak kenangan bagi rakyat Kaltim yang menjadi tuan rumah. Pesimisme saat persiapan yang digempur berbagai masalah, akhirnya berbuah manis diakhir event. Walaupun jauh dari sempurna, namun secara keseluruhan angka 70 masih layak diberikan kepada penyelenggaraan yang menggunakan APBD Kaltim mencapai Rp 4 trilun ini. Saya pun sebagai orang daerah ini ingin ikut menyumbang melalui tulisan mengenai bidang yang saya kenal yaitu teknologi informasi. Mudah-mudahan bisa jadi dokumen sejarah yang bisa dipakai, paling tidak bagi tuan rumah PON XVIII 2012 di Riau nanti.

Tulisan saya "Belajar dari Pengelolaan Data Medali di PON XVII 2008 di Kalimantan Timur" menyorot tentang adanya dualisme data "resmi" yang justru membingungkan masyarakat. Silahkan simak langsung. Namun secara keseluruhan, bidang IT PON 2008 telah bekerja maksimal dan hasilnya jauh dari ekspektasi awal yang diperkirakan akan menghadapi banyak masalah.

Beberapa info mengenai acara pembukaan, jalannya PON hingga penutupan juga saya tulis walau tidak banyak. Ini karena saat penyelenggaraan PON saya tidak berada di bumi Kaltim. Selamat membaca di blog saya "The World Viewed from Samarinda".

Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Belajar dari Pengelolaan Data Medali di PON XVII 2008 di Kalimantan Timur

Anda mencari data medali PON 2008 yang benar? Ada 1 situs online yang merupakan situs resmi panitia besar (PB) PON XVII 2008 di Kaltim, alamatnya di http://www.ponxvii-kaltim.com dan kabarnya data perolehan medali yang ada disitu dijadikan rujukan semua pihak. Namun ada pula 1 situs lain yang "semi resmi" karena dikelola oleh Kantor Menpora, alamatnya di http://tandingpon.com. Yang unik, hingga 2 hari setelah event Pekan Olahraga Nasional terbesar sepanjang zaman ini ditutup, kedua situs ternyata tidak menampilkan hasil perolehan medali yang sama. Saya masih mencoba mencari ke situs lain seperti Kompas.com yang merupakan media resmi PON 2008, namun belum berhasil menemukan data resmi mereka.

Hal ini sangat nyata terlihat di daftar perolehan medali di kedua situs tersebut. Saya save dan tampilkan screenshot dari keduanya pada tanggal 19 Juli 2008 disini (ponxvii dan tandingpon, langsung klik untuk melihat screenshot). Saya yakin mereka akan melakukan konsolidasi, namun screenshot ini akan menjadi sejarah bagi dunia IT Indonesia dalam mengelola data penting semacam PON.

Beberapa perubahan yang "mengganggu" sbb:

Peringkat 1 Jawa Timur (emas, perak, perunggu)
ponxvii: 139, 113, 111
tandingpon: 139, 114, 111
--> perbedaan di perak

Peringkat 2 DKI Jakarta (emas, perak, perunggu)
ponxvii: 119, 117, 122
tandingpon: 122, 118, 123
--> perbedaan di semua medali

Peringkat 3 Kalimantan Timur (emas, perak, perunggu)
ponxvii: 116, 111, 114
tandingpon: 116, 110, 115
--> perbedaan di medali perak dan perunggu

Itu hanya contoh, untuk daerah lain di lain peringkat juga masih ada beberapa perbedaan juga. Silahkan cek sendiri, baik langsung ke situs aslinya (mudah-mudahan masih exist pada saat anda baca tulisan ini), atau masuk ke screenshot saya diatas.

Di total jumlah medali pun berbeda juga (mungkin ini yang bisa menjelaskan kenapa ada perbedaan).
ponxvii: 749, 749, 962
tandingpon: 755, 752, 960
--> perbedaan di semua medali

Pasti ada penjelasan dari perbedaan yang terjadi. Saya juga yakin mereka berdua pasti akan siap dengan berbagai bukti dokumen pendukungnya. Saya juga tidak mencari yang salah dan yang paling benar. Namun dalam mengenola IT, kita tidak perlu proses, yang paling penting adalah result akhir berupa delivery ke end user. Dan dengan adanya IT, seharusnya tidak ada delay lagi dalam delivery ke user berupa data yang harus akurat. Saya pikir hal ini bisa jadi pembelajaran semua pihak...

Saya ingat dimana saya selalu memulai kuliah saya ke mahasiswa yang akan mulai belajar mengenai pemanfaatan teknologi informasi: "Janganlah anda jadi orang Banjar yang punya filosofi "beredaan", filosofi ini tidak bisa berlaku di dunia modern berbasis IT saat ini."

Beredaan adalah bahasa Banjar yang bermakna kira-kira gak apa-apalah salah-salah sedikit... sama teman aja kok... :-)
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Sejarah di Wimbledon 2008

Rasanya ini adalah momen yang luar biasa bagi publik tennis dunia. Ditengah mata kami di Kaltim sibuk mengikuti kegiatan PON 2008, tapi sulit untuk tidak terusik dengan beberapa fenomena menakjubkan di Wimbledon 2008. Seperti yang sudah saya tulis beberapa waktu lalu ketika Federer tumbang di Australia Open 2008, tampaknya 2008 benar-benar akan jadi tahun buruk bagi pemain super berbakat dan yang memiliki mental juara ini.

Kali ini, di Wimbledon 2008, Federer tumbang dalam pertarungan super dramatis ditangan, siapa lagi kalau bukan, Rafael Nadal. Lihat skornya: 6-4 6-4 6-7 (5-7) 6-7 (8-10) 9-7. Kalau anda mengerti sistem pertandingan tennis di grandslam, dengan tidak melihat pertandingannya pun anda akan merinding. Beberapa kali tertunda dan terhenti karena hujan, pertarungan ini memang sungguh akan jadi sejarah yang akan tidak bisa dilupakan, super klasik dari pertarungan 2 pemain terhebat dekade ini.

Kedua pemain adalah idola saya, jadi siapapun yang menang tidak jadi soal. Namun hati kecil saya sejak dulu selalu lebih berat ke Nadal, mungkin karena selama ini lebih sering kalah dari Federer. Sedang Federer, rasanya dia adalah sosok sempurna seorang juara sejati. Ganteng, fisik prima, otak brilian, mental baja, kehidupan pribadi sangat baik... apalagi?

Jadi, hingga Wimbledon, Nadal sudah dapat 2 grandslam termasuk di Prancis sebelumnya, serta Djokovic dapat 1. Tinggal di US Open, siapa yang akan menang? Peluang terbuka lebar bagi ketiganya untuk menutup 2008 ini...

Fenomena luar biasa lainnya di Wimbledon tahun ini adalah menggilanya Williams bersaudara. Setelah all final di tunggal putri, mereka berduapun menyabet juara juga di ganda putri. Sungguh luar biasa... Dikasih makan apa sama orangtuanya dulu ya? Saya mau meniru juga :-)

Beberapa foto dramatis Nadal vs Federer yang pasti akan banyak dikoleksi orang, saya pun tidak mau ketinggalan...

Berikut petikan komentar Tim Henman (mantan British number one) di BBC.co.uk yang sangat mewakili perasaan saya atas pertandingan bersejarah ini.

Rafael Nadal's victory over Roger Federer in the 2008 Wimbledon men's final is the best match I have ever seen. There is no doubt about that. The way that it ebbed and flowed with Nadal dominating, Federer hanging in there and the rain delays, I simply don't know what more you could have in a tennis match.

I cannot think of a better match in history, everyone was talking about last year's final being the best ever, but for me Nadal's win is the best match I've ever seen.

And the fact it came in a Wimbledon final makes it extra special.

Tambahan, prestasi Nadal ini semakin mengukuhkan hebatnya Spanyol tahun ini dalam bidang olehraga. Setelah tim nasional mereka juga menjuarai Euro 2008, gelar Nadal semakin melengkapi. Sayang Provinsi Spanyol tidak ikut PON 2008 di Kaltim, kalau ikut mungkin mereka bisa juara umum juga.






Keterangan: Foto-foto dari Wimbledon.org
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Asus Eee PC Baru Rp 2,7 juta

Di sebuah pameran komputer back to school di ITC Surabaya, saya diberitahu bahwa harga UMPC (ultra mobile PC) Asus Eee PC layar ukuran 7-inch sudah jatuh ke harga sangat rendah, hanya Rp 2,7 juta (belum saya ketahui yang versi mana). Kalau dilihat dari sisi ide awal munculnya segmen ini yaitu untuk memberikan keterjangkauan para siswa sekolah di negara berkembang untuk memiliki laptop, rasanya titik harga ini sudah sangat mendekati terjangkau. Luar biasa...

Namun bila dilihat dari sisi kejatuhan harga yang cukup signifikan dari harga awal USD 299, maka jadi pertanyaan juga, kenapa bisa jatuh dalam kurun waktu sangat singkat? Product life cycle nya jadi terasa sangat pendek, hanya sekitar 1 tahun sejak peluncuran, merugikan bagi customer setia yang membeli awal. Menurut saya ini salah Asus sendiri yang terlalu terburu-buru meluncurkan versi baru berlayar 9-inch. Saya sendiri bingung mau melepas Eee PC milik saya yang baru saya miliki beberapa bulan, tapi ingin ganti ke versi 9-inch. Mau dijual terlalu jatuh harganya. Padahal saya beli beberapa bulan lalu, harganya masih Rp 4,35 juta.
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Pembukaan PON 2008 Senilai Rp 22 Milyar

Akhirnya PON 2008 yang penuh kontroversi dan karena berbagai masalah politik akhirnya diselenggarakan sangat terburu-buru dibuka juga. Acara pembukaan yang ditenderkan dan dimenangkan sebuah perusahaan EO dari Jakarta itu ternyata berlangsung sukses dan lancar. Dimulai dengan aksi terjun payung dan diakhiri pesta kembang api 15 menit, acara ini dipadati 30 ribuan penonton di Stadion Utama Palaran (Kompas menulis 30 ribu, Jawa Pos bilang 40 ribu, yang benar mana, kurang tahu, tidak ada info resmi).


Walau hanya mengikutinya melalui siaran langsung TVRI Nasional tanpa suara sama sekali, namun sebagai warga Kaltim, saya ikut bangga juga. Siaran langsung nasional juga cukup baik dan langsung dibawakan oleh crew TVRI Kaltim yang saya kenal. Istri saya hadir disana sejak siang dan kabarnya pulang tengah malam, tiba di rumah dini hari.

Konon acara pembukaan ini ditenderkan dengan nilai Rp 22 milyar, suatu angka yang sungguh mencengangkan. Tapi mengingat bahwa sebagian besar SDM kunci, peralatan dan bahan acara harus didatangkan dari luar Kaltim, plus pengerjaan dalam waktu sangat singkat, maka saya pikir angka itu masih "wajar" juga.

Acaranya sendiri saya lihat biasa saja, tidak ada yang spektakuler dan unik. Bagi saya, yang agak menarik adalah penyediaan lampu sorot yang berjumlah puluhan yang menyorot secara bergerak dari segala penjuru stadion kedalam stadion, di Kompas ditulis bahwa lampu ini berkapasitas 4 juta watt, wuahh... Lighting secara keseluruhan OK... Sayang kamera TV TVRI kekurangan lighting saat harus menyorot ke panggung kehormatan, sayang sekali, harusnya bisa diantisipasi segera.

Yang cukup menakjubkan juga adalah obor raksasa di stadion yang sangat besar dan berarsitektur unik dan megah. Saat stadion gelap, obor ini tampak sungguh luar biasa. Kobaran apinya sangat besar...

Dua minggu kedepan Kaltim akan sangat ramai dengan kegiatan PON, mudah-mudahan stamina semua pihak yang terlibat bisa tetap dipertahankan agar penyelenggaraan secara keseluruhan bisa sukses, tidak hanya acara pembukaan saja.

Empat tahun lagi PON mendatang diadakan, kita tunggu kemegahan lain di daerah kaya lainnya, Provinsi Riau...

Foto-foto diambil dari TribunKaltim.co.id
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: PON Membawa Berkah Bagi Penjual Souvenir

Baru beberapa jam tiba di tanah Kalimantan Timur, saya lihat banyak atlit PON yang ada di bandara Sepinggan langsung menyerbu toko-toko souvenir dan memborong banyak item barang. Ini dulu yang dicita-citakan mantan Gubernur Suwarna AF. Sayang ybs saat ini sama sekali tidak bisa ikut hadir dan menikmatinya. Sukses Prestasi, Sukses Penyelenggaraan, Sukses Ekonomi Kerakyatan. Itu semboyan yang ybs dengungkan sejak awal penunjukan Kaltim sebagai tuan rumah. Walau belum seperti di Euro 2008 misalnya, tapi saya yakin akan sangat banyak efek dominonya bagi ekonomi Kalimantan Timur.


Bandara Sepinggan Balikpapan yang relatif bagus dan megah pasti akan membawa impresi yang baik bagi para atlit dalam melihat daerah ini. Mudah-mudahan selama penyelenggaraan PON nanti mereka akan juga bisa mendapatkan lebih banyak pengalaman menyenangkan. Kalau melihat dari wajah para atlit yang baru tiba, semuanya cerah dan senang mendapat pengalaman baru di daerah "kaya" Kalimantan Timur.

Pastilah nantinya mereka akan lebih banyak lagi membelanjakan uangnya untuk dipakai selama di Kaltim. Kalau melihat gelagat kecil di bandara ini, saya semakin yakin bahwa masa penyelenggaraan PON akan menjadi masa menyenangkan bagi masyarakat, walau mungkin akan mengurangi banyak kenyamanan yang ada selama ini.

Artikel blog ini juga ditampilkan di http://pon2008.web.id
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Kesibukan Menjelang Pembukaan PON VII 2008

Walau tidak terlibat secara langsung, namun saya beruntung bisa ada di tempat-tempat "unik" yang mungkin tidak dialami oleh orang lain dan berkesempatan "merekamnya" dalam blog saya. Hari ini tanggal 5 Juli 2008, hari penting dalam sejarah Kaltim, upacara pembukaan PON VII. Dari Tarakan jam 7.30 pagi saya berangkat ke Balikpapan, namun bandara Sepinggan ditutup karena hujan lebat sehingga pesawat saya dialihkan ke Banjarmasin. Untung hanya sebentar sudah bisa take off lagi. Jam 11 siang saya tiba di bandara Sepinggan. Wah... luar biasa sibuk. Flight Batavia saya sampai mutar-mutar diatas kota Balikpapan sekitar 10-15 menit menunggu antrian landing dalam cuaca buruk. Beberapa atlit Kalsel ada dalam pesawat yang sama.


Tiba di Sepinggan hujan lebat, atlit PON yang sebelumnya langsung dialihkan ke tenda raksasa di samping ruang kedatangan terpaksa dimasukkan semuanya ke alur kedatangan normal bersama ratusan penumpang masa liburan yang sudah crowded. Rasanya inilah masa dimana saya melihat Balikpapan jadi "hidup" dan ramai sekali seperti ini. Setelah berdesak-desakkan mengambil bagasi bersama rombongan atlit Banten, Jabar dan sedikit DKI Jakarta dan Kalbar, saya akhirnya lolos keluar. Diluar pun ramainya luar biasa karena begitu banyaknya flight yang delay. Ramai campuran muka-muka segar atlit PON dan muka-muka kuyu keluarga yang mau liburan.

Sore ini ada acara pembukaan PON yang diperkirakan bakal spektakuler yang dibuka Presiden SBY. Acara seharga Rp 22 milyar ini tidak bisa saya nikmati karena harus langsung ke Surabaya. Untunglah istri saya akan ikut hadir sebagai reporter TVRI. Dia akan membawa kamera video pribadi juga untuk mengabadikan acara super langka ini untuk saya dan anak-anak yang tidak bisa berada disana. I'll share it with you someday...

Hari ini juga unik keadaannya karena ada 2 panser diparkir persis disamping kedatangan VIP lengkap dengan tentaranya. Polisi pun sliwar-sliwer dimana-mana karena RI 1 akan datang. Tapi untungnya tidak ada security yang berlebihan. Saya bisa jalan kesana kemari motret suasana.

Asyik juga... Namun saya jadi teringat rekan-rekan seperjuangan saya yang saat ini lagi sibuk-sibuknya menjadi panitia pelaksana PON. Saya yakin sebagian dari mereka yang terlibat di tim IT pasti sedang keringat dingin saat ini. Kompas hari ini menurunkan laporan halaman depan tentang kacaunya koordinasi dan minimnya informasi PON. Sedih juga... Cerita itu sudah saya duga akan terjadi dari awal, tapi tidak menduga akan sedemikian parahnya. Hingga hari h-0, website tidak menunjukkan tanda-tanda "kehidupan". Dua emas yang sudah keluar di Tarakan tidak muncul di sistem informasi PON yang direpresentasikan melalui website PON di http://ponkaltim-vii.com. Jadwal pertandingan di web tidak muncul, di lapangan apalagi, baik di Samarinda maupun di lokasi lain seperti Tarakan (baca posting saya sebelumnya).

Akan gagal kah sistem IT PON? Tampaknya ya... kalau hari-0 masih seperti ini, rasanya akan sangat sulit ada recovery dalam keadaan yang tambah sibuk, koordinasi tampah kompleks dan semua orang yang terlibat tambah capek dan stress. Mudah-mudahan teman-teman panitia masih tegar dan bisa berbuat sesuatu untuk rebound.

Saya sertakan beberapa jepretan saya akan suasana meriah ini... selamat berjuang teman-teman...





Update:
Ternyata MetroTV juga punya segmen kecil mengenai PON di beritanya. Kemudian Kompas juga mendedikasikan 2-3 halaman per hari untuk liputan khusus PON. TV swasta lain? Tampaknya sangat sedikit liputannya. Yang paling banyak tentu saja TVRI termasuk TVRI Kaltim. Ikuti terus TVRI Kaltim, dijamin lengkap liputannya :-)

Update:
Saya sempat lihat juga bahwa RCTI sudah memberi spot khusus di berita sorenya. Bagus sekali... semakin banyak peliputan, semakin baik bagi promosi POn keluar Kaltim.

Tulisan ini juga di posting di Blog PON 2008 http://pon2008.web.id
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: PON 2008 di Tarakan

Pagi ini saya menyaksikan persiapan pertandingan aeromodelling PON (Pekan Olahraga Nasional) VII 2008 di kota Tarakan, Kalimantan Timur. Kebetulan harus berangkat dengan pesawat terpagi setelah beberapa hari di kota ini. Perlombaan aeromodelling dilaksanakan di apron baru bandar udara Juwata. Setelah disiram hujan tadi malam, jalan akses menuju apron yang masih berupa tanah telanjang menjadi becek total dan harus diberi titian darurat dari papan kayu. Jala jaring pembatas yang kemarin dipasang membatasi wilayah lomba dengan bandara ternyata rubuh tadi malam karena hujan dan angin.

Keadaan sepi, hanya ada 2 tim yang ada di lokasi yaitu tim Banten dan Riau yang masih sibuk merakit pesawat mereka. Juga ada beberapa panitia dari TNI yang mulai memasang sound system di tengah apron yang diberi 3 tenda tempur hijau serta sebuah tarub kecil untuk bernaung. Tampak sangat sederhana dan sepi sekali untuk ukuran suatu pesta olahraga terbesar di tanah air. Tidak ada sedikitpun info baik berupa tempelan kertasa atau papan atau banner yang menunjukkan bahwa lokasi itu adalah lokasi lomba PON untuk aeromodelling. Apalagi jika mau mencari jadwal lomba, peserta atau info detail lain. Entahlah, mungkin pada saat lomba benar-benar sudah berlangsung nanti akan lebih ramai suasananya.

Sementara TV di ruang tunggu bandara Juata yang menayangkan siaran TV nasional justru sibuk memberitakan Wimbledon, F1, dan berita olahraga luar negeri lainnya. Tak satupun menyinggung PON. Namun masih beruntung di koran lokal Radar Tarakan pagi ini memberitakan banyak hal mengenai PON, terutama diraihnya emas pertama dari catur putri yang direbut Jabar di Tarakan. Berita utama lain adalah akan dibukanya PON secara resmi di Samarinda malam ini di stadion baru nan megah di Palaran Samarinda yang akan dibuka oleh Presiden RI, SBY.

Di Tarakan sendiri, kecuali masalah sulitnya mencari kamar hotel, rasanya kehadiran PON dan 6 cabang olahraga yang dipertandingkan disini tidak banyak membawa perubahan ritme kehidupan masyarakat. Tidak seperti di Samarinda yang jadi berubah dan kotanya jadi padat sekali keadaannya. Spanduk disini banyak, namun masyarakat tenang-tenang saja, mungkin karena pertandingan disini adalah cabang yang tidak populer seperti catur, bridge, aeromodelling dan lainnya yang saya lupa. Satu yang mungkin akan cukup ramai ditonton adalah billiard karena banyaknya preman di kota ini yang mustinya akan sangat tertarik melihat jago-jago billiard se tanah air bermain.

Di hotel tempat saya menginap, Barito Timur, dipakai sebagai markas tim DKI Jakarta. Keadaannya juga santai saja. Para staf tim DKI yang juga sangat sederhana dalam peralatan sibuk mengumpulkan info dan menuliskannya diatas karton dan ditempel di dinding ruang mereka. Ada juga disitu tim aeromodelling dari Kepulauan Riau.

Karena kebetulan saya punya minat besar di bidang aeromodelling waktu kecil, jadi saya sempatkan diri menghampiri venue di apron bandara dan melihat-lihat pesawat model mereka. Asyik juga...

Setelah itu di bagian lain bandara agak jauh dari ruang tunggu keberangkatan terdapat venue lain yaitu untuk perlombaan terjun payung. Namun baru akan dimulai 6 Juli besok, namun tampaknya kesibukan lebih kelihatan disitu. Kemungkinan juga akan dapat menarik minat masyarakat tarakan untuk menonton.

Sayangnya saya tidak dapat langsung memasukkan tulisan blog saya ini karena Telkom Hotspot pakai iVas yang ada di ruang bandara Juata ternyata macet tidak bisa dipakai. Padahal saya sudah senang sekali karena ada fasilitas ini di kota kecil Tarakan, di Balikpapan justru tidak ada. Terpaksa menunggu koneksi lain ke Internet untuk posting ke blog saya.

Venue perlombaan terjun payung


Jaring pembatas yang rubuh antara terminal bandara dengan venue aeromodelling





Suasana di pagi hari venue aeromodelling


Landmark bandara Juata Tarakan, pompa minyak bumi kuno

Tower kontrol lalu-lintas penerbangan (ATC) bandara Juata Tarakan

Hotel posko tim DKI Jakarta yang sederhana

Tulisan ini juga di posting di Blog PON 2008 http://pon2008.web.id
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Karanganyar yang Dipimpin Bupati Cantik

Saya dapat kesempatan untuk menelusuri sebagian kecil dari Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah dalam waktu singkat kemarin. Kota ini dipimpin oleh seorang wanita, muda, cantik, atraktif dan tampak cukup agresif. Ini pertama kalinya bagi saya masuk ke suatu daerah yang dipimpin oleh wanita. Ada yang terasa beda, walau tidak banyak, apalagi saya hanya melihat kulit luarnya saja. Beda pertama tentu saja dari sisi kerapian dan kebersihannya. Dibanding kota saya di Kalimantan, kota ini jauh lebih rapi dan bersih. Kotanya bagus, walaupun hampir tidak ada bangunan besar nan mewah di daerah ini, namun karena rapi, bersih dan hijau, siapapun yang datang akan merasa nyaman.

Kemudian, dari soal kekuatan keuangan, tampak sekali bahwa kota ini tergolong pas-pasan, terutama bila dibanding daerah kaya seperti Kaltim. Pembangunan fisik tidak banyak, dinamika ekonomi juga biasa saja, namun penduduknya tampak riang dan santai. Dengan sedikitnya anggaran, mereka mampu secara tepat guna dan efisien mengelolanya. Di daerah saya, anggaran super berlimpah, tapi malah banyak salah urus dan malah tidak mampu mengangkat ekonomi secara keseluruhan. Inilah mungkin keunggulan daerah-daerah terpencil di Jawa. Efisien dan tentu saja less stress...

Saya kemudian masuk ke daerah pinggiran Karanganyar, menelusuri jalan berkelok-kelok menuju suatu desa kecil bernama XXX (lupa). Indah sekali, topografinya yang berbukit-bukit, terdapat banyak sawah bertingkat-tingkat diselingi hutan-hutan kecil berwarna-warni hijau, coklat, oranye (karena pas masuk "musim semi"). Uniknya, masuk hingga cukup jauh, jalanan aspal masih tetap bagus dan rapi. Disana-sini banyak dipasang baliho/poster besar bergammbar bupati cantik mereka yang "jualan" akte kelahiran gratis dan macam-macam layanan lain pemerintah daerah.

Enak juga punya bupati yang "enak dilihat" seperti itu. Saya tidak sampai mencari tahu sampai seberapa jauh masyarakat menyenangi pemimpinnya, tapi saya yakin pasti tingkat keberterimaan masyarakat terhadap bupati yang satu ini cukup tinggi, paling tidak bisa dilihat dari kemenangannya di Pilkada yang baru lalu.

Ini fenomena baru. Di sebuah kabupaten lain di Jawa Tengah, Kebumen, juga dipimpin oleh bupati wanita yang cantik. Bahkan bupati Kebumen ini baru saja melaju lebih jauh memenangi pemilihan gubernur Jawa Tengah sebagai wakil gubernur.

Mungkin masyarakat mulai bosan juga dengan permainan politik yang didominasi kaum pria. Dengan adanya teknologi digital printing yang sangat murah seperti saat ini, sungguh mudah menjual "kecantikan" seorang calon pimpinan wanita ke masyarakat luas yang "lugu" seperti di Karanganyar dan Kebumen.

Seperti yang saya alami di Karanganyar. Berjalan menelusuri jalan berkelok-kelok di pedalamannya, bosan melihat sawah, hutan dan rumah pedesaan, tiba-tiba di pengkolan jalan tersembul poster super besar bergambar bupati cantik yang tersenyum menawarkan layanan pemerintahan...

Siapa mau ikut Karanganyar?

Catatan:
Perjalanan ini saya lakukan dalam rangka mengantar saudara sepupu saya Anjar yang melakukan akad nikah di Karanganyar.
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id
« Previous PageNext Page »