Aggregasi Jurnal Online Civitas Akademika STIKOM Balikpapan

Mohamad Adriyanto: Kesibukan Menjelang Pembukaan PON VII 2008

Walau tidak terlibat secara langsung, namun saya beruntung bisa ada di tempat-tempat "unik" yang mungkin tidak dialami oleh orang lain dan berkesempatan "merekamnya" dalam blog saya. Hari ini tanggal 5 Juli 2008, hari penting dalam sejarah Kaltim, upacara pembukaan PON VII. Dari Tarakan jam 7.30 pagi saya berangkat ke Balikpapan, namun bandara Sepinggan ditutup karena hujan lebat sehingga pesawat saya dialihkan ke Banjarmasin. Untung hanya sebentar sudah bisa take off lagi. Jam 11 siang saya tiba di bandara Sepinggan. Wah... luar biasa sibuk. Flight Batavia saya sampai mutar-mutar diatas kota Balikpapan sekitar 10-15 menit menunggu antrian landing dalam cuaca buruk. Beberapa atlit Kalsel ada dalam pesawat yang sama.


Tiba di Sepinggan hujan lebat, atlit PON yang sebelumnya langsung dialihkan ke tenda raksasa di samping ruang kedatangan terpaksa dimasukkan semuanya ke alur kedatangan normal bersama ratusan penumpang masa liburan yang sudah crowded. Rasanya inilah masa dimana saya melihat Balikpapan jadi "hidup" dan ramai sekali seperti ini. Setelah berdesak-desakkan mengambil bagasi bersama rombongan atlit Banten, Jabar dan sedikit DKI Jakarta dan Kalbar, saya akhirnya lolos keluar. Diluar pun ramainya luar biasa karena begitu banyaknya flight yang delay. Ramai campuran muka-muka segar atlit PON dan muka-muka kuyu keluarga yang mau liburan.

Sore ini ada acara pembukaan PON yang diperkirakan bakal spektakuler yang dibuka Presiden SBY. Acara seharga Rp 22 milyar ini tidak bisa saya nikmati karena harus langsung ke Surabaya. Untunglah istri saya akan ikut hadir sebagai reporter TVRI. Dia akan membawa kamera video pribadi juga untuk mengabadikan acara super langka ini untuk saya dan anak-anak yang tidak bisa berada disana. I'll share it with you someday...

Hari ini juga unik keadaannya karena ada 2 panser diparkir persis disamping kedatangan VIP lengkap dengan tentaranya. Polisi pun sliwar-sliwer dimana-mana karena RI 1 akan datang. Tapi untungnya tidak ada security yang berlebihan. Saya bisa jalan kesana kemari motret suasana.

Asyik juga... Namun saya jadi teringat rekan-rekan seperjuangan saya yang saat ini lagi sibuk-sibuknya menjadi panitia pelaksana PON. Saya yakin sebagian dari mereka yang terlibat di tim IT pasti sedang keringat dingin saat ini. Kompas hari ini menurunkan laporan halaman depan tentang kacaunya koordinasi dan minimnya informasi PON. Sedih juga... Cerita itu sudah saya duga akan terjadi dari awal, tapi tidak menduga akan sedemikian parahnya. Hingga hari h-0, website tidak menunjukkan tanda-tanda "kehidupan". Dua emas yang sudah keluar di Tarakan tidak muncul di sistem informasi PON yang direpresentasikan melalui website PON di http://ponkaltim-vii.com. Jadwal pertandingan di web tidak muncul, di lapangan apalagi, baik di Samarinda maupun di lokasi lain seperti Tarakan (baca posting saya sebelumnya).

Akan gagal kah sistem IT PON? Tampaknya ya... kalau hari-0 masih seperti ini, rasanya akan sangat sulit ada recovery dalam keadaan yang tambah sibuk, koordinasi tampah kompleks dan semua orang yang terlibat tambah capek dan stress. Mudah-mudahan teman-teman panitia masih tegar dan bisa berbuat sesuatu untuk rebound.

Saya sertakan beberapa jepretan saya akan suasana meriah ini... selamat berjuang teman-teman...





Update:
Ternyata MetroTV juga punya segmen kecil mengenai PON di beritanya. Kemudian Kompas juga mendedikasikan 2-3 halaman per hari untuk liputan khusus PON. TV swasta lain? Tampaknya sangat sedikit liputannya. Yang paling banyak tentu saja TVRI termasuk TVRI Kaltim. Ikuti terus TVRI Kaltim, dijamin lengkap liputannya :-)

Update:
Saya sempat lihat juga bahwa RCTI sudah memberi spot khusus di berita sorenya. Bagus sekali... semakin banyak peliputan, semakin baik bagi promosi POn keluar Kaltim.

Tulisan ini juga di posting di Blog PON 2008 http://pon2008.web.id
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: PON 2008 di Tarakan

Pagi ini saya menyaksikan persiapan pertandingan aeromodelling PON (Pekan Olahraga Nasional) VII 2008 di kota Tarakan, Kalimantan Timur. Kebetulan harus berangkat dengan pesawat terpagi setelah beberapa hari di kota ini. Perlombaan aeromodelling dilaksanakan di apron baru bandar udara Juwata. Setelah disiram hujan tadi malam, jalan akses menuju apron yang masih berupa tanah telanjang menjadi becek total dan harus diberi titian darurat dari papan kayu. Jala jaring pembatas yang kemarin dipasang membatasi wilayah lomba dengan bandara ternyata rubuh tadi malam karena hujan dan angin.

Keadaan sepi, hanya ada 2 tim yang ada di lokasi yaitu tim Banten dan Riau yang masih sibuk merakit pesawat mereka. Juga ada beberapa panitia dari TNI yang mulai memasang sound system di tengah apron yang diberi 3 tenda tempur hijau serta sebuah tarub kecil untuk bernaung. Tampak sangat sederhana dan sepi sekali untuk ukuran suatu pesta olahraga terbesar di tanah air. Tidak ada sedikitpun info baik berupa tempelan kertasa atau papan atau banner yang menunjukkan bahwa lokasi itu adalah lokasi lomba PON untuk aeromodelling. Apalagi jika mau mencari jadwal lomba, peserta atau info detail lain. Entahlah, mungkin pada saat lomba benar-benar sudah berlangsung nanti akan lebih ramai suasananya.

Sementara TV di ruang tunggu bandara Juata yang menayangkan siaran TV nasional justru sibuk memberitakan Wimbledon, F1, dan berita olahraga luar negeri lainnya. Tak satupun menyinggung PON. Namun masih beruntung di koran lokal Radar Tarakan pagi ini memberitakan banyak hal mengenai PON, terutama diraihnya emas pertama dari catur putri yang direbut Jabar di Tarakan. Berita utama lain adalah akan dibukanya PON secara resmi di Samarinda malam ini di stadion baru nan megah di Palaran Samarinda yang akan dibuka oleh Presiden RI, SBY.

Di Tarakan sendiri, kecuali masalah sulitnya mencari kamar hotel, rasanya kehadiran PON dan 6 cabang olahraga yang dipertandingkan disini tidak banyak membawa perubahan ritme kehidupan masyarakat. Tidak seperti di Samarinda yang jadi berubah dan kotanya jadi padat sekali keadaannya. Spanduk disini banyak, namun masyarakat tenang-tenang saja, mungkin karena pertandingan disini adalah cabang yang tidak populer seperti catur, bridge, aeromodelling dan lainnya yang saya lupa. Satu yang mungkin akan cukup ramai ditonton adalah billiard karena banyaknya preman di kota ini yang mustinya akan sangat tertarik melihat jago-jago billiard se tanah air bermain.

Di hotel tempat saya menginap, Barito Timur, dipakai sebagai markas tim DKI Jakarta. Keadaannya juga santai saja. Para staf tim DKI yang juga sangat sederhana dalam peralatan sibuk mengumpulkan info dan menuliskannya diatas karton dan ditempel di dinding ruang mereka. Ada juga disitu tim aeromodelling dari Kepulauan Riau.

Karena kebetulan saya punya minat besar di bidang aeromodelling waktu kecil, jadi saya sempatkan diri menghampiri venue di apron bandara dan melihat-lihat pesawat model mereka. Asyik juga...

Setelah itu di bagian lain bandara agak jauh dari ruang tunggu keberangkatan terdapat venue lain yaitu untuk perlombaan terjun payung. Namun baru akan dimulai 6 Juli besok, namun tampaknya kesibukan lebih kelihatan disitu. Kemungkinan juga akan dapat menarik minat masyarakat tarakan untuk menonton.

Sayangnya saya tidak dapat langsung memasukkan tulisan blog saya ini karena Telkom Hotspot pakai iVas yang ada di ruang bandara Juata ternyata macet tidak bisa dipakai. Padahal saya sudah senang sekali karena ada fasilitas ini di kota kecil Tarakan, di Balikpapan justru tidak ada. Terpaksa menunggu koneksi lain ke Internet untuk posting ke blog saya.

Venue perlombaan terjun payung


Jaring pembatas yang rubuh antara terminal bandara dengan venue aeromodelling





Suasana di pagi hari venue aeromodelling


Landmark bandara Juata Tarakan, pompa minyak bumi kuno

Tower kontrol lalu-lintas penerbangan (ATC) bandara Juata Tarakan

Hotel posko tim DKI Jakarta yang sederhana

Tulisan ini juga di posting di Blog PON 2008 http://pon2008.web.id
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Karanganyar yang Dipimpin Bupati Cantik

Saya dapat kesempatan untuk menelusuri sebagian kecil dari Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah dalam waktu singkat kemarin. Kota ini dipimpin oleh seorang wanita, muda, cantik, atraktif dan tampak cukup agresif. Ini pertama kalinya bagi saya masuk ke suatu daerah yang dipimpin oleh wanita. Ada yang terasa beda, walau tidak banyak, apalagi saya hanya melihat kulit luarnya saja. Beda pertama tentu saja dari sisi kerapian dan kebersihannya. Dibanding kota saya di Kalimantan, kota ini jauh lebih rapi dan bersih. Kotanya bagus, walaupun hampir tidak ada bangunan besar nan mewah di daerah ini, namun karena rapi, bersih dan hijau, siapapun yang datang akan merasa nyaman.

Kemudian, dari soal kekuatan keuangan, tampak sekali bahwa kota ini tergolong pas-pasan, terutama bila dibanding daerah kaya seperti Kaltim. Pembangunan fisik tidak banyak, dinamika ekonomi juga biasa saja, namun penduduknya tampak riang dan santai. Dengan sedikitnya anggaran, mereka mampu secara tepat guna dan efisien mengelolanya. Di daerah saya, anggaran super berlimpah, tapi malah banyak salah urus dan malah tidak mampu mengangkat ekonomi secara keseluruhan. Inilah mungkin keunggulan daerah-daerah terpencil di Jawa. Efisien dan tentu saja less stress...

Saya kemudian masuk ke daerah pinggiran Karanganyar, menelusuri jalan berkelok-kelok menuju suatu desa kecil bernama XXX (lupa). Indah sekali, topografinya yang berbukit-bukit, terdapat banyak sawah bertingkat-tingkat diselingi hutan-hutan kecil berwarna-warni hijau, coklat, oranye (karena pas masuk "musim semi"). Uniknya, masuk hingga cukup jauh, jalanan aspal masih tetap bagus dan rapi. Disana-sini banyak dipasang baliho/poster besar bergammbar bupati cantik mereka yang "jualan" akte kelahiran gratis dan macam-macam layanan lain pemerintah daerah.

Enak juga punya bupati yang "enak dilihat" seperti itu. Saya tidak sampai mencari tahu sampai seberapa jauh masyarakat menyenangi pemimpinnya, tapi saya yakin pasti tingkat keberterimaan masyarakat terhadap bupati yang satu ini cukup tinggi, paling tidak bisa dilihat dari kemenangannya di Pilkada yang baru lalu.

Ini fenomena baru. Di sebuah kabupaten lain di Jawa Tengah, Kebumen, juga dipimpin oleh bupati wanita yang cantik. Bahkan bupati Kebumen ini baru saja melaju lebih jauh memenangi pemilihan gubernur Jawa Tengah sebagai wakil gubernur.

Mungkin masyarakat mulai bosan juga dengan permainan politik yang didominasi kaum pria. Dengan adanya teknologi digital printing yang sangat murah seperti saat ini, sungguh mudah menjual "kecantikan" seorang calon pimpinan wanita ke masyarakat luas yang "lugu" seperti di Karanganyar dan Kebumen.

Seperti yang saya alami di Karanganyar. Berjalan menelusuri jalan berkelok-kelok di pedalamannya, bosan melihat sawah, hutan dan rumah pedesaan, tiba-tiba di pengkolan jalan tersembul poster super besar bergambar bupati cantik yang tersenyum menawarkan layanan pemerintahan...

Siapa mau ikut Karanganyar?

Catatan:
Perjalanan ini saya lakukan dalam rangka mengantar saudara sepupu saya Anjar yang melakukan akad nikah di Karanganyar.
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Mengelola Perubahan Sosial & Budaya Masyarakat Menghadapi Serbuan Teknologi Informasi

Beberapa bulan belakangan saya sering diundang untuk memberikan presentasi mengenai pemanfaatan teknologi komunikasi & informasi untuk dunia pendidikan. Biasanya saya selalu mulai dengan memperkenalkan audiens yang sebagian besar kaum "tua" dengan fakta-fakta visual yang didapatkan dan dilihat oleh anak-anak kita setiap hari melalui ponselnya serta ketika mereka "main Internet".

Sebagian peserta biasanya terkejut dan tidak menyangka dengan apa yang mereka lihat. Saya mulai dengan gambar favorit saya, screen shot dari Popular Members di Friendster. Ini adalah halaman situs Friendster yang berisi foto-foto anggota Friendster yang paling populer. Memang semuanya wanita muda dengan pose-pose yang cukup panas plus nama serta statusnya. Sebagai info tambahan, saya sampaikan ke peserta bahwa Friendster adalah situs Internet yang saat ini menduduki posisi nomor 1 di Indonesia, Malaysia dan negara Asia Tenggara lain sebagai situs yang paling banyak dikunjungi.

Artinya, itu adalah situs yang kemungkinan besar dikunjungi oleh anak-anak kita setiap mereka berkesempatan masuk ke Internet. Tentu saja Friendster bukan situs "terlarang". Friendster adalah situs positif yang sangat baik untuk mengembangkan kemampuan komunikasi anak-anak kita di dunia global. Namun setiap orang bisa "terpeleset" di Internet dan menggunakannya untuk melakukan aktivitas negatif seperti mengunjungi situs-situs porno, dan Friendster bisa jadi pintu gerbang dari semua itu.

Setelah audiens tersadar, saya baru kemudian masuk ke konsep Web 2.0 (Internet Masa Kini), mengenalkan ke mereka betapa mudahnya pemanfaatan Internet saat ini serta betapa besarnya dampak yang diakibatkan bagi dunia kehidupan kita. Saya tetap selalu berusaha menyeimbangkan aspek positif dan negatifnya, jangan sampai malah akhirnya presentasi saya menjadi pemicu mereka untuk menjauhkan anak-anaknya dari duni Internet.

Ada banyak kasus dimana para pimpinan atau orangtua mengambil keputusan yang berlebihan dan tidak berdasar berkenaan dengan Internet dan juga dunia seluler. Sebagian besar karena ketakutan mereka akan bahayanya serta "gapteknya" mereka dalam mengikuti perkembangan. Sebuah SMA unggul di daerah saya yang berasrama melarang seluruh siswanya membawa ponsel ke lingkungan sekolah. Seorang Kepala Dinas Pendidikan melarang siswa di daerahnya untuk membawa HP berkamera ke sekolah. Banyak ibu-ibu yang menolak usulan suaminya untuk berlangganan sambungan Internet di rumahnya. Semua karena alasan diatas. Takut aspek negatifnya, kemudian terpaksa melepaskan potensi dampak positifnya.

Disinilah inti opini saya ini berada. Jangan hindari teknologi, tapi kelolalah dengan baik. Bukan hanya pengelolaan teknisnya, tapi juga kelola perubahan sosial dan budayanya. Mengelola perubahan ini tidak bisa dilakukan pelan-pelan karena teknologi dan penyebarannya ke masyarakat berjalan dengan sangat cepat. Kunci suksesnya ada pada pemilikan pengetahuan yang memadai atas perkembangan teknologi. Terlalu banyak orangtua serta para pimpinan gaptek yang tidak ingin melepaskan status "gapteknya". Entah karena malas atau memang sudah merasa tidak memiliki lagi cukup kekuatan untuk mengikuti teknologi.

Kalau para orangtua terus memelihara "gapteknya", maka mustahil mereka bisa membuat suatu konsep atau bahkan sistem yang baik untuk mengelolanya. Namun bila para pengambil keputusan lebih mau membuka diri terhadap perkembangan teknologi, maka besar kemungkinan mereka akan punya cukup "amunisi" untuk untuk mampu melakukan kontrol dan pengendalian anak-anaknya secara baik dan bijak namun tetap ketat sesuai norma agama dan tata nilai ketimuran kita.

Lihat juga tulisan saya sebelumnya yang bisa memberi info lebih jauh berkenaan dengan diksusi diatas:
- Melindungi Generasi Muda dari Pornografi Online
- Kajian Internet Masa Depan

Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Liburan Keluarga 2008

Tahun ini rencananya seluruh keluarga saya akan berkumpul di Jogja. Abi dari Surabaya, Arif dari USA dan saya dari Samarinda. Total keponakan saya (cucu ibu saya) yang akan berkumpul ada 7 anak. Kalau tidak salah keluarga kami berkumpul bersama sekitar 8 tahun lalu dan anak yang lahir baru 3 orang. Tanggal 14 Juni lalu Rizka sudah libur sekolah, Audrey dan Fadel yang di USA baru libur 21 Juni, namun Tiara yang di Surabaya baru bisa libur 28 Juni. Jadi agak sulit juga mengatur jadwal yang pas.

Namun anak-anak sangat menikmati suasana kebersamaan begini. Tinggal orangtuanya yang mengatur jadwal sebaik-baiknya agar tidak mengganggu hal-hal wajib seperti ujian sekolah dan kerja. Saya dan Arif berangkat 21 Juni dari Samarinda dan USA, Arif mampir di Bandung untuk kumpul dengan keluarga mertuanya, saya di Surabaya. Tanggal 25 Juni, bila tidak ada halangan kami akan berkumpul di Jogja.

Hari ini di Surabaya, baru babak pertama liburan di Surabaya, tapi anak-anak sudah mulai teler walau semangat tetap membara untuk berlibur. Kebetulan Audrey dan Irfan datang dalam keadaan sakit dari Samarinda. Namun berangsur-angsur mereka membaik. Besok rencana mau menginap 1 malam di Batu setelah mengunjungi Jatim Park. Kemudian langsung ke Jogja, tapi Abi masih harus stay di Surabaya hingga pembagian rapor Tiara.

Insya Allah libur tahun ini akan membawa makna yang sangat mendalam. Arif karena berkenaan dengan persyaratan memperoleh "green card" di USA baru bisa kembali ke tanah air tahun ini. Saya bertemu dia terakhir tahun 2002 di Seattle. Jadi lumayan lama kami tidak berjumpa, begitu juga dengan keluarganya. Semua tidak sabar untuk masuk d-day kumpul. Di Jogja ibu saya tinggal sendirian, namun banyak keluarga almarhum bapak saya di Jogja. Abi adik saya di Surabaya yang paling sering mengunjungi ibu saya.

Walau cukup banyak yang terpaksa saya "korbankan" untuk liburan kali ini, namun pertemuan penting ini wajib didahulukan. Saya minta maaf pada banyak rekan kerja yang terpaksa harus "terganggu" karena liburan saya kali ini menabrak banyak schedule kerja yang sudah dijadwalkan lama, termasuk keterlibatan membantu kegiatan PON (Pekan Olahraga Nasional) 2008 tanggal 5-17 Juli 2008. Olimpiade kecilnya Indonesia ini dilaksanakan besar-besaran di kota kecil saya di Samarinda. Bisa dibayangkan "hebohnya" persiapan hingga pelaksanaannya nanti.

Namun untuk masalah pekerjaan, saya tidak terlalu kuatir karena 90% pekerjaan saya bisa diselesaikan secara remote (jarak jauh) dengan bantuan Internet. Yang jadi masalah, justru mencari koneksi Internet yang reliable dan murah.

Saya berdoa agar kegiatan liburan keluarga saya tahun ini bisa sukses dan membawa makna mendalam bagi semuanya. Juga bagi kelancaran PON di Kaltim, serta juga bagi kegiatan-kegiatan kerja yang melibatkan saya lainnya. Amin...

Ditulis saat lunch time di Food Court terbesar di Jawa Timur yang "WiFi Zone" nya macet menggunakan Asus Eee PC 4G Black sambil menikmati Mie Hokkian

Update 24 Juni 2008
Siang ini jam 12 siang kita semua tiba di kota dingin Batu setelah naik mobil sejak jam 7 pagi dari Surabaya, mau ke Jatim Park tapi tampaknya sangat ramai dan panas terik. Diputuskan untuk kesana besok pagi dan langsung check-in di Kartika Wiyata Heritage Hotel. Cottagenya bagus sekali, asri, bersih dan dingin... Anak-anak langsung dengan semangat 45 nyebur ke kolam renang, tapi dalam waktu sangat singkat Audrey dan Alda langsung menggigil kedinginan. Irfan sudah sejak awal saat menyentuhkan kakinya ke air langsung tidak jadi berenang, dingin sekali, padahal itu jam 13 siang bolong. Internet sedang putus di hotel ini, padahal hotspotnya jalan. Cerita hebat mengenai Malang cybercity langsung lenyap... :-( Padahal saya harus email file yang sudah saya buat tadi malam, terpaksa sore ini harus cari warnet atau hotspot lain. Mudah-mudahan dapat.

Pada saat bersamaan, Arif katanya sudah mendekati Jogja dari Bandung. Mungkin lusa baru bisa gabung di Jogja.
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Guus Hiddink, Pelatih Terbaik di Euro 2008

Ajang kompetisi Piala Eropa tahun ini memang luar biasa ramai. Komunikasi massa yang dijalankan panitia, UEFA dan sponsor pendukung sudah sampai pada tahap "sangat canggih" sehingga seluruh dunia bisa mengikutinya dengan sangat nyaman, sistematis dan lengkap. Seakan-akan Euro 2008 ini ada dimana-mana, padahal penyelenggaraannya sangat jauh secara geografis dari Indonesia.

Karena tim favorit saya tidak ikut akibat gugur di babak penyisihan, maka saya tidak terlalu antusias berbicara mengenai tim. Saya lebih tertarik bicara tentang para pelatihnya. Seperti kita ikuti bersama, pencarian pelatih berkualitas saat ini sungguh merupakan tugas berat dan mahal bagi para pemilik klub ataupun pengurus sepakbola suatu negara. Siapa pelatih terbaik di Euro 2008 ini? Saya jawab Guus Hiddink.

Hingga babak perempat final ini, dimana 4 tim sudah masuk yaitu Jerman, Turki, Rusia dan Spanyol, pelatih yang terus membuat saya terheran-heran adalah orang Belanda yang satu itu. Apa saja keunggulannya? Saya coba bahas dari sisi ilmu "pengembangan SDM" dan bukan dari sudut pandang "sepakbola jalanan". He3...

Pelatih ini adalah pelatih yang sangat lengkap pengalamannya dan sangat gemar "berpetualang". Saya tidak punya data lengkap atas CVnya, namun yang saya ingat, Hiddink adalah pelatih tim nasional Belanda yang sukses di Piala Eropa tahun 1990an. Kemudian sukses lagi ketika membawa Korea Selatan masuk ke semifinal Piala Dunia 200X, dan terakhir membawa Australia di Piala Dunia 200X. Semuanya tergolong sukses, terutama mengingat dia mengelola suatu tim tidak terkenal yang memiliki stock pemain pas-pasan, baik dari sisi kulaitas maupun kuantitas.

Memimpin suatu tim sepakbola memiliki banyak persamaan aspek dengan pengelolaan suatu organisasi. Diperlukan visi dan strategi yang kuat, ada kegiatan operasional implementasi dari rencana yang telah disusun, dan melibatkan juga aspek-aspek efisiensi dan efektifitas keuangan.

Kehebatan Guus Hidding yang saya rasakan luar biasa adalah kemampuannya merubah mentalitas "klub kecil" yang menghinggapi Korea Selatan, Australia dan Rusia menjadi self confidence yang luar biasa tinggi. Mereka menjadi merasa "sejajar" dengan siapapun. Dalam perang, keyakinan diri seperti itu sudah merupakan 1 langkah kemenangan. Rusia beberapa hari lalu tampil dominan dan sangat percaya diri menghadapi belanda yang jauh lebih favorit dan memiliki banyak pemain lebih terkenal. Bagaimana Hiddink melakukannya? Saya tidak tahu...

Yang berikutnya adalah kemampuan taktik Hiddink yang diatas rata-rata. Entah apa yang dilakukannya dalam menyusun timnya serta taktik yang diterapkannya, namun tampak bahwa kebanyakan taktik yang diterapkannya jitu dan mampu membuat permainan lawan menjadi tidak berkembang. Hikmahnya? Seorang jenderal haruslah memiliki kemampuan teknis taktis-strategis yang baik apabila ingin sukses. Biar bagaimana hebatnya para pemain, bila pemimpinnya tidak memiliki kemampuan, ya lupakanlah...

Apa lagi ya? (to be continued)

Ditulis di Magnet Zone, the best hangout place in Surabaya di jaringan Telkom Hotspot iVas dengan menggunakan Asus Eee PC 4G Black

Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Menulis Blog, Gampang atau Susah?

Lama sekali tidak menulis di blog saya ini. Karena profesi saya bukan blogger murni maka terpaksa kegiatan blogging masih selalu dikalahkan dengan kegiatan lain yang dianggap lebih penting. Kecuali memang suatu saat kegiatan ini bisa menghasilkan manfaat yang signifikan sehingga bisa jadi profesi utama saya :-) Beberapa blogger Indonesia sudah sampai pada taraf itu, kalau saya tampaknya masih jauh sekali. Target untuk menulis 3 kali per minggu saja sulit sekali tercapai, padahal saya sudah "investasi" sebuah Eee PC agar bisa menulis dimana saja dengan gampang. Tapi ternyata yang sulit adalah meluangkan waktu yang cukup pada saat ide atau inspirasi menulisnya datang. Sering terjadi waktunya ada, tapi idenya macet, tidak jadi juga :-(

Mobile blogging? Sudah saya coba tahun lalu dengan menggunakan ponsel Nokia 6600 candybar saya, namun susah lah... micro blogging mungkin bisa... tapi kalau blogging serius dengan tulisan yang panjang dan sering perlu cari referensi untuk melengkapi tulisan, tampaknya ponsel bukan solusinya. Beberapa tulisan di blog ini saya buat dengan pola mobile. Praktis tapi tidak nyaman. Micro blogging adalah suatu kegiatan blog kategori mini, isinya biasanya tergolong "shout", bisa dilihat contohnya seperti di Twitter. Jadi ketika anda sedang ada di suatu tempat... tiba-tiba ada materi atau info bagus yang ingin anda bagi ke dunia... tulislah langsung di ponsel anda, kirim langsung dan akan masuk ke blog anda atau situs aggregasi micro blogging seperti Twitter.

Namun, saya amati, kegiatan blog di Indonesia sudah semakin berkembang. Semakin banyak blogger yang mulai aktif dan juga semakin serius. Beberapa perguruan tinggi mulai mewajibkan mahasiswanya untuk memiliki blog, termasuk dosennya. Termasuk di mata kuliah yang saya asuh di Program Pasca Sarjana Kependidikan Universitas Mulawarman. Walaupun 70-an persen dari blog yang dibuat mahasiswa masih masuk kategori "blog pemula", namun paling tidak "wabah blog" mulai bisa semakin menyebar di masyarakat. Komunitas blogger juga semakin menjamur. Di daerah saya, ada Balikpapan Blogger Community, ada agregasi blogger Kaltim Bloggers United. Rame lah pokoknya...

Kalau tidak ada aral melintang, akan ada juga kegiatan blog menarik yang dilakukan blogger Kalimantan Timur untuk mendukung kegiatan olahraga besar Indonesia, yakni PON VII 2008. Jadi akan ada situs blog komunitas yang disponsori oleh Telkom, isinya mengenai hal-hal seputar PON 2008 di wilayah kami. Jadi, mimpinya disamping ada situs-situs resmi PON serta liputan resmi dari para jurnalis beneran, akan ada "liputan" khusus juga dari para blogger di seputar Kaltim mengenai jalannya event besar ini. Tentu saja akan menampilkan info berupa tulisan, foto, video dari perspektif berbeda yang disumbangkan secara sukarela oleh para blogger yang tersebar di seluruh wilayah Kaltim. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa sukses terselenggara.

Dikirim dari WiFi Zone ITC Surabaya menggunakan Asus Eee PC 4G Black sambil menikmati sepiring Tahu Campur
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: iPhone 3G Meluncur Mid Juli, Harga USD 199

Bagi yang mimpi mau punya Apple iPhone dengan harga terjangkau, tampaknya mimpi anda akan pelan-pelan terwujud. Steve Jobs dalam pemunculan opening speech di WWDC 2008 beberapa hari lalu jelas menyatakan bahwa masalah penurunan harga sehingga iPhone bisa masuk kategori terjangkau adalah salah satu prioritasnya. Ponsel revolusioner yang banyak disebut "merubah ponsel selamanya" ini memang sungguh luar biasa, dalam waktu singkat sudah terjual 6 juta unit sejak diluncurkan tahun lalu. Hasil survey customer menyatakan bahwa 90% penggunanya puas. Suatu angka yang tentu saja hebat, dan ini memang keunggulan tak terkalahkan produk-produk Apple (baca Steve Jobs sebagai otaknya).


OK, back to business. Jobs bilang bahwa launching iPhone 3G akan dilakukan paling cepat 11 Juli 2008 di 2o-an negara secara serentak. Ada apa saja yang baru di versi 3G ini? Tentu saja kemampuan memakai jaringan 3G yang diklaim oleh Jobs 36% lebih cepat dalam browsing Internet dibanding Nokia N95 dan Treo 750. Kemudian ada GPS presisi tinggi, batere baru yang tahan 300 jam stand-by, dan akhirnya OS versi 2.0 yang memungkinkan masuknya aplikasi-aplikasi pihak ketiga (ini yang bakal membuat iPhone semakin meledak hebohnya).

Heboh berikutnya adalah harga... Dengan harga peluncuran iPhone pertama USD 599, kemudian diturunkan ke USD 399, maka harga versi 3G ini malah terbalik dan semakin dibanting. Versi 8GB dibanting ke USD 199 (kurang dari Rp 2 juta), versi 16 GB USD 299. Gimana? Kalau masuk Indonesia resmi, saya sarankan langsung beli. Ini produk premium... Revolusi ponsel dan computing yang luar biasa bagus. Mudah-mudahan Indonesia masuk kedalam 20-an negara yang secara resmi akan dijadikan negara pertama peluncuran iPhone 3G ini. Sebagai info saja, Cina pasti tidak masuk... Heran juga, produsen lain ramai-ramai masuk Cina, Apple malah mengulur waktu, mungkin ada strategi khusus...

Info lain, silahkan cek via Google, infonya banyak sekali, saya hanya menyampaikan poin-poin menarik dari pandangan saya.

Diketik menggunakan Asus Eee PC 4G Black
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Samsung i900 Omnia, Dijual Perdana di Asia Tenggara

Saat sedang hangat-hangatnya masyarakat menanti peluncuran Apple iPhone 3G, Samsung mencoba mencuri momentum. Keluarlah i900 Omnia. Spesifikasi bahkan jauh lebih tinggi dari iPhone yang gosipnya hanya akan muncul dengan 3G, Omnia bisa 3.5G. Tapi apakah bisa menjadi "iPhone killer"? Itu cerita lain...

Uniknya, Samsung akan meluncurkan produk ini di Communicasia Singapore minggu depan dan akan langsung dijual perdana di wilayah Asia Tenggara, wilayah yang hingga kini belum tersentuh penjualan iPhone resmi (yang ada adalah iPhone cracked version). Samsung membidik ke wilayah pasar terlemah dari iPhone, boleh juga... Di Eropa baru akan muncul Juli, dan di USA (sarangnya iPhone dengan pasar terkuat) justru belum ada kabar kapan akan diluncurkannya.

The i900 is a quad-band phone that will operate on both W-CDMA and GSM, and will support 7.2 Mbps HSDPA data speeds. It also comes equipped with a five-megapixel camera, GPS, WiFi, Bluetooth and a choice of either 8GB or 16GB of internal storage.


Yang selalu jadi kendala terbesar dari calon pesaing iPhone atau produk Apple lainnya adalah kecanggihan software. Terlalu sulit menghadapi kejeniusan Steve Jobs dalam menciptakan software canggih yang tetap bisa sangat "membumi" dan mudah digunakan dan diatas segalanya memang diperlukan (tanpa fitur-fitur aneh tapi mubazir).

Mau beli? Tapi harganya belum ada kabar hingga kini. Prediksi saya akan berada di angka USD 500-600. Ini tradisi Samsung, meluncur dengan harga selangit, tapi kemudian setelah tidak laku akan turun drastis...

Yang masih misteri juga adalah OS yg dipakai. Kalau saya jadi Samsung, pakai Windows Mobile saja, jadi langsung menghadapkan Microsoft dengan Apple. Jadi akan bisa memanfaatkan tekanan promosi Microsoft juga. Kalau Symbian, rasanya kecil kemungkinan, paling jelek Samsung muncul dengan OS buatan sendiri yang sangat sederhana, berharap pasar menyerap dengan mengesampingkan OS/software. Kalau dilihat dari foto-foto bocoran diatas, tampaknya OS adalah buatan Samsung sendiri... Kalau demikian saya jamin akan mustahil melawan kehebatan software Apple.
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Dari Euro 2008, Belajar Menghadapi PON 2008

Walau saya ogah-ogahan mengikuti ajang turnamen sepakbola Eropa Euro 2008 ini (karena tidak lolosnya tim favorit saya Inggris) namun kita semua tidak bisa terlepas dari kepungan informasi disekitar kita tentang event ini. Salah satu yang menarik tentu saja adalah hal-hal non-pertandingan yang begitu banyak diliput wartawan Indonesia yang datang langsung ke lokasi di Swiss dan Austria seperti soal penginapan, pengaturan keamanan, ulah suporter, usaha-usaha promosi, bangkitnya industri hospitality (hotel, restoran, suvenir, dll).

Melihat info yang begitu bagus tentang bagaimana panitia Euro 2008 menyiapkan segala sesuatunya agar event ini berjalan lancar, maka sebagai warga Kaltim yang daerahnya akan menjadi lokasi penyelenggaraan PON (Pekan Olahraga Nasional) ke-17 tanggal 5 Juli 2008 ini, saya jadi deg-degan apakah PON bisa terselenggara dengan baik?

Tempat-tempat pertandingan belum lengkap terselesaikan pembuatan dan perbaikannya. Rumah-rumah penampungan atlet lebih parah lagi. Manajemen kepanitiaan jangan ditanya... teman-teman yang terlibat langsung bercerita bagaimana kacaunya koordinasi antar bagian, tender-tender pengadaan yang belum dilaksanakan, dll. Infrastruktur jalan, jembatan, dll masih belum selesai semuanya, yang sudah ada pun tidak terawat. Belum lagi ancaman musim hujan ala Kalimantan yang tidak terduga waktunya. Kegiatan-kegiatan "last minute" saya lihat tidak terkoordinasi baik, pengaspalan jalan, perbaikan taman, dilakukan sporadis. Bagaimana bisa terlaksana bila semuanya belum siap seperti ini?

Apa yang bisa dipelajari dari Euro 2008?

Sudah terlambat untuk belajar. Tampaknya panitia PON pakai jurus tabrak terus, masalah bisa dihadapi sambil jalan... Bagus juga mottonya... Tapi apakah PON akan membawa dampak positif bagi masyarakat? Melihat gelagatnya, akan sangat sedikit dampak positif yang mungkin akan didapat... Paling tidak dibanding triliunan rupiah yang telah ditumpahkan dalam 12 tahun belakangan ini untuk mendukung PON.

Namun, memang zaman gini, semua terpulang kepada kita sendiri. Mau dapat dampak positif? Usahakan sendiri... Mau dapat dampak negatif? Ya diam saja gak perlu mikir atau bergerak...

Beberapa teman sedang mengusahakan inisiatif membuka warung makan pakai tenda. Kabarnya waktu PON terakhir di Palembang, warung makan adalah sesuatu yang sangat dicari-cari karena terbatasnya warung yang ada sementara permintaan makan diluar mencapai puncaknya. Hitung-hitungannya, kalau sehari saja bisa dapat sekitar 100-200 porsi terjual @ Rp 10 ribuan, maka omzet 1 hari mencapai Rp 1-2 jutaan. Kalau PON berlangsung dari tanggal 5-17 Juli, maka akan ada sekitar 12 hari bisnis efektif. Bisa dapat sekitar Rp 12-24 juta total. Kalaulah profit bisa didapat 10% saja, maka ada keuntungan bersih diatas Rp 1 juta, kerja 2 minggu. Kalau angka itu dianggap tidak menarik, paling tidak kita bisa berpikir kerjaan tersebut sebagai bagian dari ikut ramai-ramai memeriahkan PON dan menjadi tuan rumah yang baik.

Betul???
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Menggugat Celana Dalam Anti-Bacteria

Di sebuah department store di kota saya, terpampang di satu sudut sebuah promosi yang lumayan mencolok, promo suatu merek pakaian dalam terkenal dengan produk terbarunya: Celana Dalam Anti-Bacteria. Yang ada dibenak saya saat pertama kali melihatnya adalah bagaiamana spesifikasi teknis dari produk ini. Bagaimana caranya suatu celana dalam bisa secara aktif menghalau bakteri yang ingin menempel dipermukaannya? Atau ini hanyalah suatu trik promosi yang "membodohi" masyarakat?

Saya ambil waktu sedikit untuk mengamati informasi spesifikasi produk di bungkusnya. Dari situ saya mengambil kesimpulan bahwa produk ini tidak memiliki sesuatu yang baru dan sama sekali tidak bisa mendukung "janji iklan" yang diinformasikan kepada masyarakat. Istilah "anti-bacteria" haruslah memiliki suatu mekanisme aktif untuk melindungi produk tersebut dari serangan hama dari luar. Namun ternyata produk ini hanya menyebutkan bahwa proses pembuatannya menggunakan "sanitized process" (proses produksi yang suci hama). Pertanyaan saya, apakah produk sebelumnya atau yang lain tidak dibuat dalam proses yang steril juga?

Kemudian dalam info yang diberikan di bungkusnya, tertulis bahwa celana dalam ini memiliki "built-in deodorant". Wah... ini lebih parah lagi ngawurnya... Kalaupun pabrikan "mengoleskan" deodoran keseluruh permukaan produk, akankah deodoran ini akan bertahan lama? Saat dicuci, saya pastikan deodoran ini akan ikut hilang atau berkurang. Istilah "built-in" maknanya jauh lebih dalam dari sekedar hanya mengoleskan dan hanya efektif satu kali pakai saja. Built-in biasanya dipakai pada sesuatu yang secara permanen ikut dalam suatu benda, misalnya build-in VGA card dalam mainboard komputer. Tidak mungkin VGA card itu kemudian tidak bisa terpakai lagi setelah 1 kali penggunaan.

Kesimpulan saya, Celana Dalam Anti-Bacteria harus dilarang karena menyesatkan dan memberi informasi salah kepada masyarakat. Tapi siapa yang bertanggung jawab melindungi masyarakat dari kesewenang-wenangan produsen seperti ini? BP POM? Mereka hanya mengendalikan makanan dan obat... YLKI? Tampaknya mereka terlalu sibuk mengurusi hal-hal lain...

Anyway, saya bukan ahli celana dalam dan permasalahan bakteri. Bisa saja pendapat saya diatas banyak salahnya. Mohon maaf dan mohon koreksi...

Melalui blog ini, saya hanya bisa memberi informasi kepada siapapun yang membaca bahwa hidup di Indonesia, kita hidup bak dalam hutan belantara. Tidak ada yang melindungi kita, survive atau tidak akan sangat tergantung pada diri kita sendiri serta mungkin dengan keberuntungan.

Ditulis menggunakan Asus Eee PC 4G Black (bukan sambil nongkrong didepan stand celana dalam ini...)
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Memanfaatkan Tarif Super Hemat dari XL dan Flexi

Tarifnya? Rp 50 Nelpon Sepuasnya, Rp 49/menit Se-Indonesia. Bulan ini adalah bulan dimana saya bisa nelpon jauh lebih murah dibanding sebelumnya. Promo dari masing-masing operator berubah-ubah terus, jika di suatu waktu yang sedang promo adalah operator yang bukan saya pakai, maka saya "tiarap" dulu. Pemakaian dibatasi, susah juga kalau harus ganti-ganti nomor dan SIM card terus. Bulan ini 2 operator yang saya pakai, XL dan Flexi tiba-tiba meluncurkan promo yang cukup menggiurkan. Walau promo XL hanya untuk Bebas dan milik saya adalah Xplor, namun kebetulan ibu saya di Jogja pakai Bebas, jadi kalau nelpon antara jam 00.00 hingga 07.00 pagi, bisa dapat tarif luar biasa murah Rp 50 sepuasnya. Demikian juga beberapa teman lain diluar Kalimantan yang juga pakai Bebas.

Yang satu lagi adalah Flexi, tiba-tiba tanggal 28 Mei lalu muncul dengan tarif Rp 49/menit ke seluruh Indonesia. Ini juga luar biasa membantu karena beberapa rekan bisnis saya menggunakan Flexi dan ada diluar Kalimantan. Artinya bisa nelpon seharga sekitar Rp 3000/jam. Dulu saya sempat kecewa karena promo Rp 49/menit se-Kalimantan tiba-tiba dihilangkan, namun dengan promo kali ini cukup mengobati kekecewaan saya. hebatnya Flexi, promo sepetti ini tidak pakai batas-batasan. Prabayar, pasca bayar masuk semua. Mau malam, siang, sore bisa semua. Bravo Flexi... Tapi di selebarannya hanya menyebutkan bahwa promo berlaku sampai 31 Agustus 2008. Tapi seorang teman di Telkom bilang bahwa kemungkinan besar akan terus diperpanjang. Mudah-mudahan...

Sebenarnya, masing-masing XL dan Flexi ini juga meluncurkan promo murah untuk SMS. Namun saya terpaksa mengabaikannya karena harus pakai daftar/reg segala, agak alergi dengan yang begituan. Lagian ngapain SMS kalau call saja sudah super murah begitu...

Yang jadi perhatian saya adalah pada persaingan yang luar biasa ketat antar operator saat ini. Dengan begitu banyaknya operator seluler baru, maka persaingan menjadi sangat ketat dan cenderung tidak terkendali. Kalau perang rendah-rendahan tarif sih OK sekali, tapi konon perangnya tidak hanya disisi itu saja, tapi juga di masalah teknis.

Banyak gosip yang sampai ke telinga saya bahwa beberapa operator besar yang memiliki pelanggan mayoritas memberlakukan "pembatasan" akses dari/ke operator lain, terutama di voice line dan data/SMS line. Artinya call yang dilakukan baik dari luar maupun dalam operator tersebut ke/dari nomor operator lain akan "diganggu". Gangguannya biasanya berupa penolakan sehingga muncul pesan saluran sibuk atau hal-hal lain. Begitu juga SMS, pesan yang muncul di pelanggan operator lain bisa seperti pesan tidak sampai, dll.

Benarkah demikian, saya tidak tahu... Mungkin anda tahu?

Tapi yang jelas, pengalaman menggunakan XL sekian lama, ada banyak sekali gangguan baik ketika saya call keluar atau rekan-rekan saya yang kesulitan menghubungi saya pada jam sibuk. Kemungkinan terbesar karena tarif promo super murah yang diterapkan XL membawa dampak pada kapasitas jaringan yang overload.

Hal lain, memang gebrakan operator-operator baru atau yang masih memiliki pelanggan sedikit sangat agresif. Tampak sekali sangat sulit bagi operator incumbent seperti Telkomsel tidak bisa mengikutinya. Pada saat persaingan sengit seperti ini, Telkomsel hanya mampu muncul dengan tarif Rp 13/detik (alasannya karena ulang tahun ke-13) dan SMS Rp 88. Simpati juga tiba-tiba menghentikan tarif Rp 0,5/detik karena (konon) alasan macetnya jaringan mereka. Tapi barusan saya baca tarih heboh Simpati ini muncul lagi dengan aturan kapan saja hingga menit ke-13. Mungkin Telkomsel tertekan juga...

Mau pakai pilihan operator mana? Silahkan pilih sendiri...
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Guru Kita & Implementasi Komputer Sederhana

Selasa 3 Juni 2008 lalu saya mendapat kesempatan cukup berharga memberikan pelatihan kepada sekitar 60 orang guru SD dan SMP Kota Bontang, Kalimantan Timur. Training yang diselenggarakan selama 4 hari itu berjudul "Pembuatan Materi Belajar Berbasis Multimedia". Training digagas dan dijalankan oleh Bp. Nanang Rijono (Dosen Pasca Sarjana unmul) dan Dinas Pendidikan Kota Bontang.

Saya dijatah untuk mengarahkan sesi hari ke-2 tentang Internet untuk Pendidikan. Hari ke-3 diisi dengan pelatihan untuk menggunakan MS PowerPoint dan hari ke-3 sedikit praktek Macromedia Flash. Di hari terakhirnya setiap peserta diwajibkan untuk memberikan presentasi materi belajar berbasis multimedia di hari terakhir. Sangat menarik... Kenapa? Training ini dirancang dengan muatan sangat sederhana namun dimaksudkan untuk mampu memberikan bekal praktis bagi para guru untuk kembali ke sekolah masing-masing dan memprtaktekkannya di dunia nyata. Ditengah banyaknya konsep dan tawaran implementasi teknologi informasi untuk pendidikan yang serba canggih, training ini muncul dengan kesederhanaan yang membumi.

Di tempat lain mungkin akan banyak pihak mencemooh... PowerPoint? Kuno...

Namun saya menyaksikan dengan mata kepala sendiri betapa sederhananya para guru kita. Sederhana dalam hampir segala hal. Wawasan, pengalaman, gaya hidup, kemampuan finansial, dst... Sulit membayangkan bahwa komunitas seperti ini harus "diguyur" dengan materi-materi belajar canggih yang kemudian malah terlalu sulit bahkan tidak mungkin dibawa pulang ke sekolah mereka untuk diterapkan.

MS PowerPoint adalah aplikasi favorit andalan saya selama hampir 15 tahun bergelut di bidang pelatihan dan pendidikan. Ini adalah aplikasi "silver bullet" saya. Aplikasi yang bisa menjawab hampir 80-90% dan segala kebutuhan pembuatan materi belajar yang saya buat. Aplikasi yang sangat "straight forward", bisa dipakai bagi orang yang betul-betul pemula hingga yang sangat advance. Sangat "bersahabat" dengan komputer jenis apapun, sangat mudah digandengkan dengan LCD projector apapun, kalau tidak ada projector juga sangat mudah dicetak dengan printer apapun dengan hasil yang sangat baik. Bisa "ditempel" apapun (teks, audio, image, video, animasi, dll). Learning curve yang sangat landai, artinya sangat mudah dipelajari. Seorang pemula dalam beberapa jam saja sudah bisa memakai berbagai fitur basic nya. Amazing bukan?

Sebuah sekolah favorit di kota saya menolak untuk diberikan pelatihan MS PowerPoint karena bilang bahwa ini sudah pernah dilaksanakan sebelumnya dan saya menangkap kesan "merendahkan" aplikasi hebat ini. Ya sudahlah...

Bp. Nanang Rijono yang merancang pelatihan ini adalah juga orang sederhana dari sisi teknologi, bukan ahli teknologi, beliau setiap saat selalu bilang kepada orang lain bahwa ybs punya kemampuan komputer terbatas, bahkan blog ybs pun dibuatkan oleh anaknya :-) Dibalik kesederhanaan cara pandang ybs, lahirlah pelatihan sederhana tapi membumi ini. Saya yakin bahwa akan banyak hal praktis yang akan bisa langsung dipraktekkan para peserta saat kembali ke tempat kerjanya masing-masing.

Saya pun berusaha keras mendukung "pathway" training yang dibuat ybs dengan memberikan materi-materi dan latihan-latihan yang membumi di sesi saya. Saya fokus pada pengenalan mendasar Internet dan memberikan bukti langsung kepada para peserta betapa powerful nya Internet.

Didepan PC dan laptopnya yang terkoneksi ke Internet, peserta saya berikan lomba cepat-cepatan mencari jawaban pertanyaan saya seperti:

"Tanggal berapa Olimpiade Beijing 2008 dilaksanakan?"
"Dimanakah kota kelahiran Barack Obama?"
"Apakah ibukota negara Mauritius?"

Pertanyaan-pertanyaan yang bisa mereka jawab secara akurat dalam waktu kurang dari 1 menit. Bahkan mereka sendiri tampak kaget tapi excited menghadapi kenyataan itu ...

Mereka juga selanjutnya merasakan langsung betapa hebatnya Internet yang bisa memberikan jawaban atas "apapun" yang mereka butuhkan... Terutama yang berhubungan dengan tugas pembuatan materi ajar digital yang akan mereka kerjakan.

Saya pribadi puas bisa memberikan sesuatu yang mudah-mudahan bisa bermanfaat, tidak hanya bagi para peserta, tetapi juga bagi orang lain yang akan mendapat dampak ikutan dari mereka yang ikut kali ini...
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Guru Kita & Implementasi Komputer Sederhana

Selasa 3 Juni 2008 lalu saya mendapat kesempatan cukup berharga memberikan pelatihan kepada sekitar 60 orang guru SD dan SMP Kota Bontang, Kalimantan Timur. Training yang diselenggarakan selama 4 hari itu berjudul "Pembuatan Materi Belajar Berbasis Multimedia". Training digagas dan dijalankan oleh Bp. Nanang Rijono (Dosen Pasca Sarjana unmul) dan Dinas Pendidikan Kota Bontang.

Saya dijatah untuk mengarahkan sesi hari ke-2 tentang Internet untuk Pendidikan. Hari ke-3 diisi dengan pelatihan untuk menggunakan MS PowerPoint dan hari ke-3 sedikit praktek Macromedia Flash. Di hari terakhirnya setiap peserta diwajibkan untuk memberikan presentasi materi belajar berbasis multimedia di hari terakhir. Sangat menarik... Kenapa? Training ini dirancang dengan muatan sangat sederhana namun dimaksudkan untuk mampu memberikan bekal praktis bagi para guru untuk kembali ke sekolah masing-masing dan memprtaktekkannya di dunia nyata. Ditengah banyaknya konsep dan tawaran implementasi teknologi informasi untuk pendidikan yang serba canggih, training ini muncul dengan kesederhanaan yang membumi.

Di tempat lain mungkin akan banyak pihak mencemooh... PowerPoint? Kuno...

Namun saya menyaksikan dengan mata kepala sendiri betapa sederhananya para guru kita. Sederhana dalam hampir segala hal. Wawasan, pengalaman, gaya hidup, kemampuan finansial, dst... Sulit membayangkan bahwa komunitas seperti ini harus "diguyur" dengan materi-materi belajar canggih yang kemudian malah terlalu sulit bahkan tidak mungkin dibawa pulang ke sekolah mereka untuk diterapkan.

MS PowerPoint adalah aplikasi favorit andalan saya selama hampir 15 tahun bergelut di bidang pelatihan dan pendidikan. Ini adalah aplikasi "silver bullet" saya. Aplikasi yang bisa menjawab hampir 80-90% dan segala kebutuhan pembuatan materi belajar yang saya buat. Aplikasi yang sangat "straight forward", bisa dipakai bagi orang yang betul-betul pemula hingga yang sangat advance. Sangat "bersahabat" dengan komputer jenis apapun, sangat mudah digandengkan dengan LCD projector apapun, kalau tidak ada projector juga sangat mudah dicetak dengan printer apapun dengan hasil yang sangat baik. Bisa "ditempel" apapun (teks, audio, image, video, animasi, dll). Learning curve yang sangat landai, artinya sangat mudah dipelajari. Seorang pemula dalam beberapa jam saja sudah bisa memakai berbagai fitur basic nya. Amazing bukan?

Sebuah sekolah favorit di kota saya menolak untuk diberikan pelatihan MS PowerPoint karena bilang bahwa ini sudah pernah dilaksanakan sebelumnya dan saya menangkap kesan "merendahkan" aplikasi hebat ini. Ya sudahlah...

Bp. Nanang Rijono yang merancang pelatihan ini adalah juga orang sederhana dari sisi teknologi, bukan ahli teknologi, beliau setiap saat selalu bilang kepada orang lain bahwa ybs punya kemampuan komputer terbatas, bahkan blog ybs pun dibuatkan oleh anaknya :-) Dibalik kesederhanaan cara pandang ybs, lahirlah pelatihan sederhana tapi membumi ini. Saya yakin bahwa akan banyak hal praktis yang akan bisa langsung dipraktekkan para peserta saat kembali ke tempat kerjanya masing-masing.

Saya pun berusaha keras mendukung "pathway" training yang dibuat ybs dengan memberikan materi-materi dan latihan-latihan yang membumi di sesi saya. Saya fokus pada pengenalan mendasar Internet dan memberikan bukti langsung kepada para peserta betapa powerful nya Internet.

Didepan PC dan laptopnya yang terkoneksi ke Internet, peserta saya berikan lomba cepat-cepatan mencari jawaban pertanyaan saya seperti:

"Tanggal berapa Olimpiade Beijing 2008 dilaksanakan?"
"Dimanakah kota kelahiran Barack Obama?"
"Apakah ibukota negara Mauritius?"

Pertanyaan-pertanyaan yang bisa mereka jawab secara akurat dalam waktu kurang dari 1 menit. Bahkan mereka sendiri tampak kaget tapi excited menghadapi kenyataan itu ...

Mereka juga selanjutnya merasakan langsung betapa hebatnya Internet yang bisa memberikan jawaban atas "apapun" yang mereka butuhkan... Terutama yang berhubungan dengan tugas pembuatan materi ajar digital yang akan mereka kerjakan.

Saya pribadi puas bisa memberikan sesuatu yang mudah-mudahan bisa bermanfaat, tidak hanya bagi para peserta, tetapi juga bagi orang lain yang akan mendapat dampak ikutan dari mereka yang ikut kali ini...
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Peranan Game Dalam Memacu Kecerdasan Anak

Beberapa tahun lalu saya sempat menulis pandangan saya mengenai game komputer yang saya anggap bisa meningkatkan kemampuan logika berpikir anak-anak serta berdampak positif dalam mengembangkan kecerdasan mereka. Silahkan baca posting tersebut disini.

Kemudian beberapa hari lalu saya sempat membaca artikel berita "Peranan Game Dalam Memacu Kecerdasan Anak" di Detikinet dan saya copy and save. Judulnya mirp dengan tulisan saya, namun point yang dibahas berbeda. Saya fokus pada pengembangan logika berpikir, sementara penelitian ini berbicara mengenai tingkat kegembiraan secara fisik (arousal) yang ditemukan bisa meningkatkan kreatifitas. Sesuatu yang dampaknya adalah jenis dampak sesaat dari bermain game. Namun bagus juga untuk referensi kita semua yang masih terus dilanda persepsi sangat negatif terhadap game komputer bagi anak-anak.

Peranan Game Dalam Memacu Kecerdasan Anak
Sumber: Detikinet.com

Dalam sebuah penelitian, video game ternyata bisa membawa banyak dampak positif seperti meningkatkan kecerdasan, kreativitas, serta kemampuan dalam mengambil keputusan.

Hal ini diungkapkan oleh peneliti dari Penn State, Thailand. Disebutkan bahwa video game yang mampu memicu energi dan mood positif bagi gamer akan meningkatkan kreativitas.

"Video game bukan sekadar hiburan. Kami mencoba untuk mengungkap bahwa video game dapat digunakan untuk pendidikan," ujar S. Shyam Sundar, sang peneliti, seperti dikutip detikINET dari Thaindian, Minggu (25/5/2008).

Dalam penelitian itu, 98 responden diminta memainkan video game populer macam Dance Dance Revolution, dengan berbagai tingkat kesulitan. Setelah itu mereka menjalani tes.

"Kami menggunakan dua variabel emosional, yakni tingkat kegembiraan secara fisik (arousal) dan perasaan negatif atau positif (valence)," tambah Elizabeth Hutton, rekan Sundar.

Terlihat bahwa gamer yang memiliki tingkat arousal yang tinggi dan mood positif lebih berpotensi mencetuskan ide baru untuk mengatasi masalah. Begitu pula gamer yang memiliki arousal rendah dan mood yang negatif.

Gamer yang memiliki suasana hati gembira atau sedih memiliki kreativitas yang paling tinggi, sebaliknya gamer yang marah atau santai cenderung kurang kreatif. Jadi kunci kreativitas adalah arousal yang tinggi atau rendah. Arousal yang sedang-sedang saja tidak memicu kreativitas.

"Kami melihat bahwa elemen emosional dalam game dapat berperan sebagai mesin pemicu kreativitas dan kemampuan mengatasi masalah," tandas Sundar.

Ia juga menambahkan bahwa video game dapat digunakan di kelas untuk meningkatkan kreativitas siswa dan di perusahaan untuk meningkatkan kemampuan mengambil keputusan.


Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Terobosan Kreatif Transaksi Online Mandala Air

Beberapa tahun terakhir ini saya sangat sedikit melakukan travelling atau perjalanan keluar dari kota tempat tinggal saya. Saat harus terpaksa melakukannya lagi, saya mendapati bahwa banyak hal telah berubah di Indonesia. Hal yang sempat saya alami sewaktu kuliah di USA tahun 2000-2002 lalu, dimana segala sesuatu yang berhubungan dengan perjalanan dilakukan secara online, saat ini pelan namun pasti mulai terjadi juga di negeri saya.

Yang paling nyata terlihat adalah online ticketing. Dirintis oleh Air Asia dan kemudian diikuti oleh banyak airline lokal lain terutama yang saya lihat paling baik adalah Mandala Air di www.mandalaair.com dan Lion Air di www.lionair.co.id, maka mulai terlihat bahwa sistem pembelian tiket online ala Indonesia sudah mulai menjadi hal biasa.

Ala Indonesia? Ya, hal utama yang menyebabkan online transaction di negeri kita terlambat jauh dibanding negeri lain adalah masalah kartu kredit. Di negara maju lain, terutama di USA yang saya alami sendiri, kartu kredit sudah menjadi salah satu alat utama pembayaran, hampir semua orang memilikinya. Transaksi online memakai kartu kredit adalah salah satu killer application yang menjadikan layanan online seperti Amazon, eBay, Yahoo bisa menjadi sangat besar.

Di dunia travel, yang paling sukses adalah layanan pembelian tiket teragregasi seperi Expedia dan Orbitz. Jadi mereka tidak hanya menjual tiket 1 airline saja, tapi banyak airline. Pengguna betul-betul dimanjakan dengan pilihan yang begitu banyak ketika ingin membeli tiket atau merencanakan perjalanannya. Herannya... kok mau para airline dijejer head-to-head seperti itu? Tapi kalau dipikir, apa bedanya dengan saat kita pergi ke biro perjalanan tradisional biasa dimana kita juga bisa membeli tiket dari banyak airline di satu tempat?

OK, kembali ke Indonesia... Pilihan saya untuk layanan online pembelian tiket yang terbaik jatuh ke Mandala Air.

Secara umum, layanan Mandala sudah sangat memadai. Pencarian penerbangan mudah sekali dan cepat. Kita dapat secara sangat mudah dan cepat melakukan berbagai query pencarian berdasar tanggal dan rute. Sangat menyenangkan karena harganya bisa berbeda-beda dari satu tanggal/jam satu ke lainnya dan perubahan harga bisa terjadi secara cepat. Ini menjadikan proses "berbelanja tiket" menjadi sangat menarik terutama bagi para bargain hunter yang memiliki cukup waktu untuk "bermain-main" dengan query disana.

Begitu kita telah menentukan pilihan rute dan waktunya, maka pembelian bisa dilakukan seketika itu juga. Pilihannya 3, bayar dengan kartu kredit, bayar dengan ATM di bank tertentu (saat tulisan ini dibuat hanya bisa di Bank Mandiri, BRI, BNI dan satu lagi lupa, tidak ada BCA) atau bayar dengan langsung datang ke kantor Mandala.

Biasa saja? Ya, benar... Namun yang menarik adalah di pembayaran pakai ATM.

Di beberapa perintis layanan belanja online di Indonesia seperti Bhinneka.com misalnya, transaksi ATM dilakukan dengan mentransfer uang ke rekening ATM tertentu milik penjual. Jadi setelah pembeli melakukan "pembelian" di Internet, mereka harus pergi secara fisik ke ATM atau kalau mau tetap didepan komputer mungkin bisa dilakukan dengan Internet banking atau mobile banking via ponsel. Setelah transfer dilakukan, maka pembeli harus melakukan satu langkah proses lagi yaitu "offline confirmation" ke penjual, memberitahu penjual bahwa uang telah dipindahkan. Ini dilakukan dengan mengirim fax kertas bukti transaksi, scan kertas tadi kemudian di email, konfirmasi melalui telepon atau SMS. Prinsipnya, penjual harus "diyakinkan" bahwa uang pembayaran telah diterima, baru penjual akan mengirim barang ke pembeli.

Ribet? Pasti... Inilah yang membuat bisnis jual-beli online di Indonesia maju dengan kecepatan "merayap". Padahal jika masalah ini bisa dicarikan solusi "khas" Indonesia, yang paling sesuai dengan kondisi kita, maka kemungkinan akan bisa mendorong kemajuan bisnis online di Indonesia.

Disinilah faktor inovatif Mandala dalam mencari solusinya yang harus saya acungkan jempol. Dengan bekerja sama mengintegrasikan sistem penjualan tiket online miliknya dengan sistem perbankan di beberapa bank pionir, maka kode konfirmasi booking yang dikeluarkan oleh sistem online ticketing Mandala langsung connect dengan sistem ATM di bank. ATM akan menyediakan 1 jalur khusus untuk Mandala dimana pembeli bisa langsung masuk dan mengetikkan kode tadi di ATM, maka sistem di ATM akan mengenali kode tersebut, menampilkan nilai rupiah yang harus dibayar persis dengan angka yang anda dapatkan di www.mandalaair.com yang telah anda "beli" terdahulu. Pembeli bisa langsung bayar dan status pesanan/booking anda di www.mandalaair.com akan berubah status secara realtime dari "hold" ke "OK".

Luar biasa...! Dari sisi teknis sistem informasi, hal ini adalah hal yang sangat sederhana untuk dibuat. Namun point penting yang dilakukan Mandala adalah inovasinya untuk mengintegrasikan sistem miliknya dengan milik bank. Namun siapa yang inovatif? Bisa jadi bank... Karena bank sangat dikenal sebagai lembaga yang ekstra hati-hati dalam "membuka" sistemnya untuk diintegrasikan seperti itu. Jadi komitmen mereka untuk membuka layanan seperti ini dengan Mandala juga patut diacungi jempol. Uniknya, tidak ada BCA dalam list bank yang melayani transaksi Mandala ini. Kenapa? Saya pikir mungkin karena prinsip kehati-hatian tadi...

Walaupun alur proses inovatif ini belum bisa memperpendek proses transaksi online ala Indonesia sependek menggunakan kartu kredit, namun paling tidak sudah bisa memotong 1 langkah "ribet" untuk melakukan konfirmasi ke penjual setelah transfer di ATM dilakukan.

Selamat menikmati belanja tiket yang lebih menyenangkan di Mandala Air. Ceritakan juga pengalaman anda yang lain untuk memperkaya tulisan ini baik di Mandala atau mungkin di layanan lain yang lebih inovatif.

namun, masih ada beberapa hal kecil yang cukup mengganggu, saya share saja sekalian.

User interface masih kurang user friendly dan sistem masih banyak menyimpan bug kecil-kecil yang memang tidak berpengaruh signifikan ke transaksi kita, namun cukup mengganggu. Contohnya ketika fasilitas pop-up printing dari transaksi kita tiba-tiba tidak bisa dicetak. Bagi orang yang awam komputer pasti akan kalang kabut... Pas dapat harga murah, kemudian di booking, eehh... tidak bisa dicetak, kesal kan? Ini terjadi beberapa kali di transaksi yang saya lakukan.

Kemudian ketika kita masuk ke personal page dimana kita bisa melihat daftar sejarah transaksi yang kita lakukan, tidak terlihat sama sekali di layar Firefox saya data dari masing-masing transaksi misalnya tanggal atau rute. Kita harus klik langsung ke masing-masing untuk melihat detail dari transaski.

Terakhir, masuk ke halaman depan yang penuh promosi berbasis Java betul-betul membuat konsentrasi terganggu. Bahkan Firefox saya dipaksa untuk melalkukan klik ke situs sponsor sebelum bisa masuk ke situs Mandala sendiri. Aneh... tapi mungkin Mandala ingin mendapatkan tambahan uang dari iklan online? Siapa tahu?

Ditulis menggunakan Asus Eee PC di Bandara Sepinggan yang tidak memiliki hotspot gratis...
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Debat Publik Calon Gubernur Kaltim 2008-2013

Debat publik ini dilakukan di Samarinda tanggal 22 Mei 2008, diselenggarakan dan disiarkan secara langsung oleh Metro TV. Debat disponsori oleh KPU Kaltim, jadi ini adalah debat versi resmi yang sekaligus menandai ditutupnya masa kampanye dan dilanjutkan ke hari pencoblosan 25 Mei 2008.

Seluruh calon hadir lengkap, nomor 1 Awang-Farid, 2 Nusyirwan-Heru Bambang, 3 Amins-Hadi, 4 Jusuf-Luther. Proses debat juga lumayan lancar dan bisa memberi gambaran pada masyarakat untuk menilai secara lebih jernih. Dari banyak teman di Kaltim yang saya hubungi, sebagian besar menonton acara ini dengan antusias, termasuk saya dan istri saya walau hanya sempat menonton sekitar 30 menit terakhir.

Sebagian besar teman-teman yang saya ajak diskusi sepakat bahwa debat ini dimenangkan oleh Jusuf-Luther yang menunjukkan kecerdasan dan pengalamannya serta juga dibarengi kedewasaan dalam bersikap. Saya dan Aidha istri saya juga sepakat 100% bahwa Jusuf memang jauh unggul dibanding pesaing lainnya. Harusnya debat semacam ini dilakukan lebih dari 1 kali, seperti bisa kita lihat di USA misalnya. Kalau hanya berdasar debat 1 kali, penilaian pasti bisa bias.

Apalagi bagi peserta nomor 1 yang langsung dihujam pertanyaan moderator yang tampaknya membuatnya down, mood turun dan kecewa mengenai pemeriksaan KPK atas dirinya. Namun nomor 1 jelas tidak perform bagus di ajang ini. Awang tidang memberikan sedikitpun kesempatan kepada wakilnya Farid untuk ikut bicara. Tipikal arogansi gaya kepemimpinan ybs yang sudah saya tulis sebelumnya. Awang juga selalu melebihi jatah waktu 2 menit yang disediakan padanya untuk mejawab. Awang juga terlihat tendensius dan bernada "desperate" ketika diberi kesempatan mengajukan pertanyaan ke calon lain.

Nomor 2? Well, saya menganggap bahwa mereka berhasil menjadi nomor 2 dalam debat ini. Jelas terlihat bahwa Nusyirwan dan wakilnya Heru Bambang adalah tipikal pemimpin muda yang lebih terbuka, serius dan cerdas. Namun tampak sangat kental sekali keduanya tidak berpengalaman dalam berpolitik, terlihat dari jawabannya yang terlalu "straight to the point". Jelas juga terlihat jiwa birokratnya yang tercermin dari jawabannya yang "melepas" tanggung jawab dan hanya terfokus pada tupoksi jabatannya sebagai Assisten II Provinsi Kaltim dan Sekda Kota Balikpapan. Ditanya soal jalan Kaltim yang hancur, Nusyirwan mengatakan bahwa sebagai Assiten II, ybs tidak memiliki wewenang soal jalan, itu adalah tanggung jawab bidang lain. Bagi saya, ini adalah jawaban tipikal birokrat kita yang sangat sempit cara pandangnya.

Nomor 3? Ini adalah duet pelawak yang hobinya guyon tapi sama sekali tidak menguasai masalah. Amins sama sekali tidak memiliki kemampuan berbicara didepan publik. Pengetahuannya juga terlihat sangat sempit. Istilah "pendidikan gratis" diartikannya secara sempit dengan akan diturunkannya dana Rp 40 milyar untuk mengganti biaya uang partisipasi siswa baru yang akan masuk sekolah di Samarinda. Hal yang baru akan dilaksanakannya di Kota Samarinda itu dijanjikannya akan dilakukan di seluruh provinsi bila dia menang. Amins juga selalu menjawab pertanyaan dalam waktu kurang dari 1 menit, padahal waktu yang disediakan 2 menit. Bagi saya, ini adalah tanda bahwa dia tidak bisa menjawab. Dan jawabannya pun selalu guyon saja...

Wakilnya? Hadi adalah seorang da'i PKS yang mumpuni. Sebelum ini dalam sebuah khutbah Jumat di mesjid dekat rumah saya, Hadi berhasil membuat saya dan banyak orang menitikkan air mata haru ketika dia bercerita tentang kisah-kisah Rasulullah. Harus diakui ybs adalah penceramah yang sangat handal. Hadi banyak mengambil alih untuk mejawab pertanyaan yang tidak bisa dengan baik dijawab Amins. Namun dari caranya berbicara dan melontarkan singgungan-singgungan ke peserta lain, saya merasa bahwa sebagai calon gubernur, Hadi masih harus lebih banyak belajar...

Akhirnya, Jusuf-Luther... Jusuf jelas memperlihatkan kecerdasan, penguasaan masalah serta kepekaannya terhadap masalah-masalah riil masyarakat di lapangan. Jawaban selalu tepat sasaran, kritikan juga dijawab bijak dan tidak "menohok" lawan. Overall, Jusuf menang dalam depat ini. sayang saya sama sekali tidak menyaksikan saat Luther berbicara, jadi no comment atas hal ini.

Saya ingatkan bahwa pendapat saya diatas didasarkan atas pada pengamatan sempit didalam acara debat saja. Mudah-mudahan bermanfaat.

Baca juga tulisan saya sebelumnya:

Ditulis menggunakan Asus Eee PC 4G Black sebagian di Bandara Sepinggan Balikpapan dan dituntaskan di hotspot The Coffee Bean Senayan City


Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: 2008, Tahun Emas Manchester United

Manchester United are the Champions of Europe and the Champions of England too (ESPN). Sungguh merupakan malam yang spektakuler, Manchester United, tim favorit abadi saya mencetak prestasi double win, juara Liga Premiere Inggris 2007/2008, dan kemudian dituntaskan dengan menjadi UEFA Champions 2007/2008. Amazing squad, amazing manager, it is truly the golden year for Manchester United. Selamat...
Walau menonton final yang sangat panjang melawan Chelsea, namun rasa lelah dan ngantuk bisa ditutup dengan senyum lebar menyaksikan pasukan campuran tua muda ini mengangkat piala Champions. Van der Sar memblok penalti terakhir dari Anelka setelah Ronaldo gagal dan nyaris membuat MU kalah, maka meledaklah stadion Luzhniki di Moscow. Luar biasa. What a year to remember...

Melihat mereka, saya melihat kerja keras, profesionalisme, spirit super tinggi, stndar pengelolaan klub kelas dunia dan tentu saja diimbangi gelimangan kemewahan dan kehidupan glamour.

Berikut beberapa statement asli dari para pelatih dan pemain yang saya copy dari ESPN.

Ronaldo: 'I feel very proud for the lads. They believe all the time. The lads deserve the Champions League. I looked forward to winning this competition -and we won the Premier League. It's a magnificent season for me.' Ronaldo shrugged off missing his penalty in the shoot-out, adding: 'This is football. I don't know what to say. 'I think we're going to lose. I score the goal and miss the penalty. The worst day of my life. 'But the lads did the proper job and I feel very proud for them. It means everything for me.'

Ferguson: 'It's a fantastic achievement. I'm delighted for my players. I think this has the making of my best team. That's the first penalty shoot-out I've ever won. When we missed the penalty kick (from Ronaldo) we thought we were in trouble but I thought we deserved the win.'


Ditulis menggunakan Asus Eee PC 4G Black
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Asus Eee PC 900, Hampir Sempurna

Baru beberapa bulan beli Asus Eee PC 4G, ternyata Asus langsung mengeluarkan versi barunya, versi yang memang langsung meng-upgrade aspek yang paling lemah dari versi pertama yang saya miliki. Apa yang diperbaiki? Persis seperti keinginan ribuan pengguna versi awal: layar lebih besar dan SSD drive lebih besar. Dengan tambahan 2 hal tersebut, Eee PC menurut saya sudah sampai pada tahap hampir sempurna untuk masa saat ini. Apa lagi yang dibutuhkan?

Saya adalah pengguna Asus Eee PC 4G yang sangat puas dengan produk ini. Yang saya cari adalah sebuah PC dengan ukuran ultra kecil yang benar-benar berlaku sebagai PC, bukan komputer "mainan". Baca tulisan saya sebelumnya "Akhirnya, Asus Eee PC".

Bagi saya, 1 hal utama yang membuat Eee PC versi awal menjadi agar berbau "mainan anak kecil" adalah ukuran layar yang hanya 7-inch. Dengan layar baru 9-inch, maka tampilan Eee menjadi sempurna sebagai "laptop sungguhan". Seluruh layar menutupi permukaannya, sulit dibedakan dengan laptop ultra portabel lain seperti Fujitsu yang super mahal.

Yang berikut adalah kapasitas hardisk yang memakai SSD drive (solid state disk). Yang lama hanya 4 GB...! Sangat kecil sekali walaupun CUKUP. Dengan Windows XP SP2 dan Office 2003 yang saya pakai, ukuran sebesar 4 GB sudah sangat cukup bagi saya karena memang Eee PC ini hanya saya pakai untuk basic office application yang mendukung pekerjaan saya yang memang sederhana, dan dengan catatan tidak menyimpan file di My Document di drive C. Namun, seiring waktu... mulai terasa bahwa 4 GB untuk system disk akan semakin tidak cukup, mulai muncul pesan warning space yang semakin sedikit.

Nah, dengan kapasitas baru 16 GB, rasanya sudah tidak perlu ada yang dikuatirkan lagi. Kecuali bila anda mau pakai Vista... :-) PLUS... yang sebenarnya tidak saya harapkan diperbaiki di versi baru ini adalah RAM 1 GB. Ngapain? Yang ada saat ini 500 MB sudah sangat cukup, sekali lagi sangat cukup. Yang mungkin perlu diperbaiki di versi berikut adalah prosesor. Celeron 900 MHz pasti suatu saat perlu ditinggikan lagi... Teknologinya sudah menunggu: Intel Atom prosesor, tapi tampaknya akan meningkatkan harga jual Eee menjadi tidak kompetitif lagi, mungkin...

Semua jadi sempurna bagi saya...

Terus, kenapa saya bilang "hampir" sempurna? Problem utama di versi baru ini adalah HARGA. Dengan harga USD 550, maka ada peningkatan sekitar USD 150 dari harga versi awal 4G yang hanya USD 400. Titik penarik utama Asus Eee PC adalah harga yang luar biasa menggoda tadi. Dengan harga baru ini, maka Eee PC ada di level yang sama dengan low-end laptop biasa. Kalau saya diminta memilih, kemungkinan saya lebih memilih beli versi low-end itu, kecuali saya punya kebutuhan khusus dari sisi ukuran kecilnya. Menurut saya, angka wajar harganya tidak boleh lebih dari USD 450... Ini baru the real Eee PC yang diharapkan dunia :-)

Diketik bukan menggunakan Eee PC 4G Black
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Komputer Diatas Apa Saja

Susah cari istilah tepatnya :-) Prinsipnya apapun bisa jadi komputer. Lah, tambah bingung... Yang ngomong adalah Bill Gates, bahasa Inggrisnya "every surface to be a computer". Lihat foto demonya berikut ini. Yang terlihat adalah Gates mendemokan suatu komputer di sebuah dinding yang diberi nama TouchWall. TouchWall menggunakan infrared and laser technology untuk mengidentifikasi input berupa sentuhan, seperti touch screen di tablet PC, ponsel ataupun PDA, tapi di permukaan lebih luas. Bill Gates menambahkan bahwa prediksinya, kedepan akan semakin banyak komputer jenis ini dimana-mana, di kantor, rumah, tempat umum, dll.

Saya membayangkan bahwa komputer jenis ini bila bisa semakin murah bisa menggantikan banyak hal. Tapi mungkin saking majunya, saya malah bingung aplikasinya kira-kira bisa untuk apa ya?

Kalau saya tidak salah, Microsoft telah menjual ke publik jenis komputer seperti ini tetap berbentuk meja yang bisa dipakai di restoran, pub, dll. Jadi pemesanan makanan dan minuman bisa langsung dilakukan di meja touch screen, mejanya juga dilengkapi sensor-sensor tertentu sehingga bisa tahu macam-macam... (imagine yourself). Harganya? $10,000 (sekitar Rp 90 jutaan). Namanya Microsoft Surface.

Mudah-mudahan ada manfaatnya info ini...

Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id
« Previous PageNext Page »