Aggregasi Jurnal Online Civitas Akademika STIKOM Balikpapan

Satria Dharma: PAK TJANDRA HERUAWAN DI ACARA KICK ANDY

Tjandra dan AndySaya kaget ketika membaca judul posting Kang Muzi dari Dian Ilma (http://www.cakrawala-ilma.com/) dengan judul “Ternyata Pak Tjandra tidak istimewa”. Ia tentu menunjuk ke Pak Tjandra Heruawan seorang guru Fisika SMAN 10 Malang yang mampu membuat puluhan alat peraga Fisika dari barang bekas yang telah dibukukan dan divideokan oleh Yayasan Medco dan kini dibagikan secara gratis tersebut. Ia juga tampil dalam acara Kick Andy di Metro TV tadi malam dan membuat orang kagum dengan hasil karyanya. Tidak mungkin Pak Tjandra tidak istimewa, kata saya memprotes dalam hati. Tapi setelah membaca postingnya saya lalu tertawa ngakak. Kang muzi memang bilang bahwa “Ternyata Pak Tjandra tidak istimewa” tapi setelah itu disambung dengan kalimat “Tapi Amat Sangat Istimewa!.” Ya. Pak Tjandra memang sangat istimewa.

(more…)

Subur Anugerah: Nggak Puas dengan Hasil Foto, Gunakan saja Gimp!


Beberapa hari yang lalu, saya menyanggupi jalan-jalan bersama anak-anak dan istri yang lebaran lalu tidak sempat ke kampung neneknya di Surabaya, setelah itu dilanjutkan ke Yogyakarta menemani saya, ya ... buat pengalaman untuk anak-anak menjadi si bolang he he he ...

Biasanya, acara foto-foto menjadi bagian yang membuat acara jadi lebih menarik selain sebagai kenang-kenangan. Nah, hasilnya setelah dilihat-lihat, kok ada saja foto-foto yang dirasa masih kurang pas, seperti pada dua kali memotret di Candi Prambanan ini. Gambar pertama, saya memegang payung sewaan, pakai topi sehingga menutupi wajah, lalu aksi anak-anak tidak fokus pada kamera, hmm ... kurang sip dech.

Akhirnya memotret lagi, eh ... begitu siap, payung yang awalnya saya sembunyikan ternyata nggelundung diterpa angin, akibatnya anak-anak melihat ulah payung nggelundung itu, duh ... mau memotret lagi? Wah, sudah nggak sempat, karena banyak orang lewat.
Satu-satunya cara adalah memaksa 'saya' mengalah untuk berpindah posisi, dan membuang payung dengan bantuan tools gratis dari Gimp, dengan sedikit menaikkan saturasinya dan menurunkan pencahayaannya agar tidak terlalu terang. Walaupun anak-anak terlihat sibuk sendiri, tapi hasilnya cukup puaslah ... ;-)

Mohamad Adriyanto: Tips Blogger: Membuat “Baca Selengkapnya…”

Dengan semakin banyaknya blogger, maka semakin banyak pertanyaan dari para pemilik blog untuk dapat mempercantik blognya masing-masing. Pertanyaan terbanyak dari pengguna Blogger.com adalah bagaimana memotong tampilan tulisan agar tidak muncul semuanya di halaman depan. Bayangkan saja, apabila tulisannya panjang, maka tampilan depan akan jadi sangat jelek karena seakan-akan hanya berisi satu tulisan saja. Di Wordpress, hal ini tersedia secara default. Aneh juga bahwa Blogger.com (milik raksasa Google ini) tidak memiliki fasilitas ini.

Dengan dipotong, maka tulisan di halaman muka akan hanya menampilkan 1-2 paragraf awal, selanjutnya muncul tulisan "Read more..." atau "Baca selengkapnya...". Mahasiswa saya banyak sekali yang menanyakan hal ini. Berikut saya sampaikan link tutorialnya dalam bahasa Indonesia. Silahkan klik "Read more..." dibawah ini :-)

Tutorial petunjuknya dibuat oleh Isnaini.com, salah satu blog Indonesia yang sangat banyak pengunjungnya. Dia juga adalah salah satu pionir "internet marketing" di Indonesia. Silahkan juga baca tulisan-tulisan ybs lainnya. Klik disini untuk belajar membuat "Read more...".

Saya peringatkan, bahwa petunjuk ini memerlukan ketelitian untuk mengikutinya, namun pada dasarnya tidak memerlukan keterampilan programming apapun. Ikuti petunjuknya secara seksama, backup dulu template anda.

Semoga bermanfaat.

Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Wikipedia untuk Pendidikan

Wikipedia adalah teknologi Web 2.0 yang sangat bagus dan berkembang sangat pesat. Terbukti juga bahwa Wikipedia sangat beranfaat bagi dunia pendidikan termasuk di Indonesia. Namun memang masih banyak hal yang harus kita perhatikan agar kita dapat memanfaatkan Wikipedia semaksimal mungkin serta meminimalkan dampak negatifnya, silahkan baca posting saya sebelumnya berjudul Kuatir tentang Wikipedia.

Berikut saya share PowerPoint slides mengenai berbagai kemungkinan pemanfaatan Wikipedia utk pendidikan, terutama pada cara-cara melakukan hal dasar di Wikipedia. Bayangkan apabila bisa banyak orang Indonesia ikut menyumbang materi, wah sip... Silahkan download juga file aslinya melalui SlideShare.net berikut ini.



Semoga bermanfaat, apabila ada masukan tentu saja akan sangat bermanfaat bagi saya.

Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Alfa A Malik: 26 Things That A Perfect Guy Would Do

Mohamad Adriyanto: Pemanfaatan ICT untuk Pendidikan

Beberapa contoh pemanfaatan ICT bagi pendidikan yang saya kumpulkan dari kunjungan, diskusi dan masukan-masukan dari para kolega serta mahasiswa saya di Program Pasca Sarjana Kependidikan, Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur. Saya buat dalam file PowerPoint yang bisa juga didownload langsung aslinya dibawah ini.




Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: CIO untuk Sekolah (Fakta Pendukung)

Mendukung tulisan saya sebelumnya mengenai CIO untuk Sekolah yang sempat saya lempar ke beberapa milis dan mendapat tanggapan cukup baik di milis Dikmenjur, saya sampaikan beberapa cerita fakta di lapangan dari para penjuang IT kita yang bekerja keras dengan semangat tinggi di pelosok-pelosok nusantara. Kalau ada tambahan?
arman puspa

ini kenyataan, ketika belum otda dan ketika waktu masih mengajar di smk saya pernah merasakan hal itu, baru masuk jadi guru honorer ternyata puluhan unit komputer di smk tsb gak bisa dipakai, selama kurang lebih 15 hari instal komputer selesai 23 unit, dan hampir didemo siswa. yg lebih parah anggaran perawatan gak ada, mungkin ada tapi gak dikasih. akhirnya ngutang jaminannya ya saya, eee ... setelah ada tagihan katanya gak ada dana, "dari situlah saya disorot korup oleh guru2 lama" akhirnya hampir 2 tahun baru bisa bayar, itupun sama ka. kurikulum saya disuruh buka kursus di bawah unit produksi, setelah bayar gaji saya sisa angsuran siswa untuk bayar utang pengadaan komponen hardware, akhirnya mati lah saya gak dipercaya lagi sama teman dan jalan buntu kalau ada perlu.

Disitulah pemerintah pinternya ngadain sarana prasarana namun sdm belum disiapkan. yang bener sdm disiapkan dulu baru sarana dan prasarana didatangkan (nah kamu ketahuan..... hanya kejar proyek) tidak hanya itu kalau mau ada sidak dari pusat guru2 dikondisikan dulu yang baik-baik, borok atau kukurangannya disembunyikan, tapi yang namanya bangkai yang bau busuk juga. (ini cerita pengalaman lho ya), mudahan sekarang sudah baik, dan jujur-jujur.

wss arman puspa
Cerita pak Arman ini jelas memperlihatkan betapa jauhnya jarak komunikasi antar pucuk pimpinan (Kepsek) dengan staf/teknisi operasional ICT di lapangan. Harapannya, jika ada jembatan antara keduanya berupa posisi cukup tinggi yg didedikasikan utk mengurusi pemanfaatan ICT, maka gap komunikasi tadi bisa dipersempit.

Kepsek dapat update yg baik mengenai ICT dari orang terpercaya (CIO). Para teknisi operasional bisa selalu berkomunikasi intensif melalui CIO ini. Jadi komunikasi tdk putus, baik dalam perencanan, implementasi dan tindakan perbaikan.
"ram_kolo"

tak ada kata menyerah sudah menjadi bagian dari emosi pejuang it atau ict di indonesia..........

tak ada kata show of force untuk tujuan belajar dan praktek ict di indonesia...........tak perlu khawatir dengan nilai mubazir........

yang saya khawatirkan adalah guliran bantuan berupa dana segar ke kantong yang salah ........... apalagi klo ditambah pengetahuan pemegang kantong klo it atw ict adalah komputer apalagi klo cuman ngerti kalkulator...........

alhasil banyak pejuang ict yang merana di lapangan......

usul nih buat pak khalid mustafa ........... sering seringlah TOURDA turun ke daerah yang rawan salah faham........ saya sendiri sangat terselamatkan karena pak khalid ke lab.ict kami di timur papua ini ......... Sang Upper termangu dengan ketertinggalan ict kami......

wassalam
ramli said , st
ict center smkn3 kota jayapura...
085254358343
Cerita pak Ramli ini sekali lagi memperlihatkan problem utama pembangunan ICT di sekolah2 kita...

Berikut adalah pandangan yang juga sangat menarik karena berisi cerita pak Bambang Riadi mengenai keadaan atau pengalamannya di lapangan.
Dalam hal program IT Depdiknas, tepatnya PSMK sudah cukup bagus walaupun keterlaksanaannya masih belum optimal. Kita lihat mulai dari JIS, Schomap, Jardiknas, Program D3 TKJ (atau sejenisnya, seperti Tenaga MRIT) belum dirasakan oleh semua sekolah.

Bagi sekolah yang Kepseknya (atau minimal Wakilnya) melek IT memang berhasil atau setidaknya bisa mengikuti kebijakan PSMK. Menurut saya solusinya adalah memberdayakan guru-guru IT yang ada di sekolah dengan mengupgrade kompetensi mereka melalui penataran mulai dari Teknisi, Jaringan/Networking, sampai Bahasa Pemograman dan program-program lain yang dianggap perlu. Alasannya yaitu, umumnya guru IT adalah mereka yang berlatar belakang bukan komputer (tapi pernah kursus komputer, itupun sebatas operator MS-Office) jadi penguasaan masih kurang. Ketika komputer di sekolah rusak, atau mau membuat jaringan atau membuat program tertentu sekolah mengalami kesulitan. Kalau menerima tenaga baru/tenaga honorer banyak umumnya sekolah keberatan karena akan menambah biaya operasional. Untuk jangka panjang mungkin ini lebih baik daripada program-program yang pernah dilakukan selama ini, walaupun dibutuhkan waktu yang lama.

"bambang_riadi"
Pejuang ICT di level operasional semangatnya luar biasa tinggi (sampai hutang dari kantong pribadi utk kepentingan lab sekolah). Namun pucuk pimpinan sangat rendah awareness/wawasan/kepeduliannya. Terjadilah "gap komunikasi" yg parah. Kalau ini tdk dibereskan, sulit sekali bisa "take off".

CIO (terjemahan: Wakasek Bidang Pemanfaatan ICT) mungkin adalah salah satu cara yg bisa memperbaiki.

Yang berikut ini "unek-unek" pak Arman yang saya pikir adalah karena "leadership" yang belum punya perhatian cukup untuk pengembangan ICT.
Begini Bapak2 dan ibu saya menyampaikan fakta di tahun 1997 s.d 2000 an lah, yang saat itu smk banyak menerima bantuan komputer, dan saya pernah di tahun 1997 di smk yang saya tempati ada kurang labih 60 unit komputer dari dari 386 dx s.d P1, namun waktu saya masuk pertama kali di th tsb, Kompnya tidak dapat beroperasi semua, nah kenapa? Karena kesalahan pemerintah yg langsung menerima masukan dan menetapkan anggaran terus dilaksanakan tidak survai kelapangan dulu tentang SDM, sehingga banyak peralatan yang mubadzir, (maaf sekolah tersebut hampir di demo setiap tahunnya, tetapi ketika saya di sana gak pernah terlaksana karena mereka selalu minta pertimbangan dengan saya dan mau merima saran saya, setelah saya ga disana langsung di demo ketika mulai otda walaupun ada mata2 sekolah yg selalu menyelidi saya dikiranya saya yg ngompori " pakai intel lah")

Menurut sya jangan dilaksanakan dulu proyek 1 T ini, tapi dalam 6 bulan atau 1 th ini siapkan sdm-nya dulu, dan cukup bagus masukan 'CIO" itu kenapa gak kita kaji kemudian kita laksanakan kalau kajian itu meningkatkan efisiensi segalanya dari dana dan tenga. Mungkin akan timbul pertanyaan nah bagaiman 6 bln s.d 1 th sdm dapat disiapkan?
1. sudah ada D3TKJ dan pembimbingnya dapat dimanfaatkan siswanya bisa diberdayakan kan sudah masuk semester 5.
2. Ada perusahaan yg banyak sdm TI, ajukan proposal kerja sama untuk melatih gurunya
3. Guru honorer komputer di sekolah diperhatikan, jangan seperti saya dulu, seorang kepala sekolah tidak bisa menghargai skil seseorang karena cuma honorer, sudah jadi tukang sapu, teknisi merangkap mengajar, tunjangan teknisinya di berikan kepada TU yang dilatih teknisi di bandung tapi gak bisa apa2.

Mungkin timbul pertanyaan, kenapa tahun 1998 pelatihan di bandung bukan bapak yg dikirim?, ya itu tadi "guru honorer" bagi sekolah kan gak masuk hitungan, yang masuk hitungannnya sekolah tenaganya saja dimanfaatkan kalau perlu di peras, gmn gak diperas, wong saya waktu itu kalau pulang dari sekolah paling cepat jam 21.00, kadang jan 24.00 kl ada komputer yang rusak. (Kalau honor jangan tanya, sama dengan mereka bukan jam murni, cukup untuk beli bensin 1 bulan)

arman puspa
Akhirnya, berikut adalah cerita nyata dari rekan Khoir dari Malang yang bahkan telah menerapkan konsep CIO di sekolahnya. Mungkin bisa dijadikan acuan kedepan dalam menerapkannya.
Sebenarnya konsep pak CIO itu bagus sekali dan kalo diterapkan bisa menghemat beaya yang lumayan.

Sekedar sharing di sekolah saya konsep tersebut sudah kami terapkan dan hasilnya lumayan efektif dan efisien. Karena sekolah saya adalah sekolah swasta maka kami harus sehemat dan se-efisien mungkin dalam mengelola sekolah.

Struktur organisasi sekolah kami susun sedemikian rupa dan tidak mengikuti PAKEM pada umumnya. Sekolah2 pada umumnya memiliki kepala sekolah, wakasek, kajur, kabeng dll, sedangkan ditempat saya satu level kami pangkas sehingga menjadi Kepsek, Kepala Bidang Keahlian (MESIN, OTOMOTIF, Elektro &TIK), Kabid. Kesiswaan, dan Kabid Bursa Kerja), dan dibawahnya ada Kabeng dll. Kabid Kurikulum tidak ada. Karena 1 orang waka kurikulum pasti tidak faham kurikulum semua jurusan sehingga masih dibutuhkan KAJUR (dan ini tidak efisien). Kabid memiliki tugas dan tanggung jawab sepenuhnya mengelola Bidang keahlian masing2. Misalnya Kabid TI, dia berkewajiban mengelola dari kurikulum TI, PBM TI, monitoring guru dan lain lain, semuanya sampai maju-mundurnya bidang keahlian menjadi tanggung jawab kabid tersebut. Dan akan terjadi persaingan sportif antar kabid keahlian untuk memajukan bidang keahlian masing-masing. Struktur seperti diatas sudah kami jalankan 10 tahun terakhir dan memang efisien dan efektif.

Jam 'Iyatul Khoir
Chief Of Electric and ICT Departments
VOCATIONAL SCHOOL PGRI 3 Malang
Jl. Raya Tlogomas Gg. IX No. 29 Malang

Phone : 0341-554383
Mobile : +628123312325
Keywords: sekolah berbasis ICT, sekolah berbasis IT, sekolah berbasis teknologi informasi, pembelajaran berbasis IT, pembelajaran berbasis teknologi, pembelajaran berbasis ICT, belajar berbasis IT, belajar berbasis ICT, belajar berbasis teknologi
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Alfa A Malik: Ternyata [Blocked!] juga.. :(

Ati Satya: TERSENYUMLAH SAUDARAKU????.. ^_^

Subur Anugerah: SongBird, It’s My Favorite Sound and Audio Application


If you often hearing music from your computer, I recommend you to installing SongBird media player, it's running on operating system multiplatform, so just on my Ubuntu Gutsy Gibbon. SongBird is all of sound and audio application system like iTunes, it's beautiful and free software, I like it. So, you can enjoying with SongBird like me in my trip, playing “Kupu-kupu Malam” from Peterpan. SongBird never make me sad ... ;-)

Alfa A Malik: All about Blog

Alfa A Malik: Pahlawan devisa??

Subur Anugerah: Perwakilan KPLI Balikpapan mengikuti Indonesia Linux Conference (ILC) 2007 di Yogyakarta


Beberapa hari ke depan, ILC 2007 atau pertemuan para aktivis Linux se-Indonesia tahun 2007 ini akan diadakan di Yogyakarta. Dua rekan saya dari KPLI Balikpapan, Wahyu Budi dan Rizqi Arijono, dijadwalkan akan menghadiri perhelatan akbar ini. Walaupun saya telah terdaftar baik sebagai anggota biasa di KPLI Balikpapan, dan telah mendaftarkan diri secara personal dan didaftarkan sebagai peserta ILC, apalagi jauh hari sudah standby di Yogyakarta, mungkin tidak bisa menghadiri dan menemani rekan-rekan yang sudah menyediakan waktu dan tenaga untuk hadir. Hal ini dikarenakan ada janji yang saya sendiri cukup sulit untuk menghindarinya.

Saya hanya bisa berpesan pada keduanya, agar event ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya sebagai modal untuk membangun komitmen awal, dalam memasyarakatkan GNU/Linux khususnya dan Open Source Software secara umum, serta penegakan HaKI dalam mendukung pembangunan kota Balikpapan untuk lebih percaya diri ... ;-)

Akhirnya, selamat berkonferensi!

Subur Anugerah: Memasang Fusion Icon Tray pada Ubuntu Gutsy Gibbon


Saat saya pertama kali menginstalasi Gutsy Gibbon pada Acer Travelmate 2428, compiz fusion langsung aktif, namun Compiz Config Manager harus diinstall sendiri bila ingin mengatur konfigurasi Compiz Fusion agar berjalan sesuai yang diharapkan. Setelah Compiz Config Manager terinstall dan melakukan konfigurasi sana-sini, rasanya masih ada yang kurang, ini jelas terlihat apabila sedang menjalankan Netbeans IDE 5.5.1 yang mengalami blind, sehingga tampilan hanya berwarna putih kosong tanpa menu atau fungsi lainnya. Hal ini karena pengaruh Compiz yang ternyata tidak ramah dengan Netbeans. Maka satu-satunya cara adalah mengganti modus Compiz dengan Metacity, dengan mengetikkan pada Terminal:
    $ metacity --replace &&

Tentu saja Terminal harus dalam keadaan aktif bila menginginkan Metacity tetap bekerja, jadi masih kurang nyaman. Untuk itu agar modus Compiz maupun Metacity bisa dengan mudah dipilih, gunakan Fusion Icon Tray, yang tidak disertakan pada repository standard Gutsy Gibbon. Mudah-mudahan sudah tersedia lengkap pada masa yang akan datang.

Berikut tips instalasi Fusion Icon Tray:
  • Install build essential, masukkan Live CD Gutsy Gibbon, ketik pada Terminal:
    $ sudo apt-get install build-essential
  • Donwload fusion-icon di sini
  • Extract ke direktori home/user/
  • Ketik pada terminal:
    $ cd /home/user/fusion-icon
  • Lakukan kompilasi dan installasi
    $ make
    $ sudo make install
  • Atur sessions agar fusion-icon selalu aktif setiap kali Startup, klik System > Preferences > Sessions, dan masukkan pada Command nilai fusion-icon.
  • Reboot.

Selamat mencoba!

Subur Anugerah: Dial-up Internet pada Ubuntu, N70 dan Telkomsel Flash atau 3G

Berikut adalah catatan saya yang sudah cukup lama, barangkali ada manfaatnya bagi pembaca. Koneksi Internet menggunakan Ubuntu Gutsy Gibbon, Nokia N70 sebagai modem, dan kabel data serta Telkomsel Flash. Ada dua cara dial-up yang saya gunakan yaitu dengan wvdial atau dengan KPPP, tetapi yang lebih sering adalah dengan menggunakan KPPP, it's simple.
Berikut tips menggunakan KPPP, dengan catatan Ubuntu telah terinstall KPPP:

  • Hubungkan usb kabel data N70 dengan komputer, periksa apakah device sudah dikenali atau belum, ketik Terminal:
    $ dmesg | tail
    ...
    [ 2395.704000] cdc_acm 1-1:1.8: ttyACM0: USB ACM device
    ...
  • Buka konfigurasi KPPP, pilih tab Modem, pilih New, dan set Device dengan nilai Modem device seperti point 1 di atas:

  • Kemudian masuk ke tab Account, pilih New, Create New Account, pilih tombol Manual Setup, dan pilih tab Dial, masukkan nilai seperti berikut:

  • Lakukan uji coba koneksi, buka aplikasi KPPP, pilih Connect to flash, Login ID: wap, Password: wap123, lalu kilik Connect, voila!


Sedangkan bila menggunakan wvdial, langkahnya sebagai berikut:

  • Hubungkan usb kabel data N70 dengan komputer, periksa seperti apakah device sudah dikenali atau belum, ketik pada Terminal:
    $ dmesg | tail
    ...
    [ 2395.704000] cdc_acm 1-1:1.8: ttyACM0: USB ACM device
    ...
  • Edit konfigurasi wvdial.conf menggunakan text editor, ketik:
    $ sudo nano /etc/wvdial.conf
  • Masukkan paramater sebagai berikut:
    Init1 = ATZ
    Init2 = ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
    Init3 = AT+CGDCONT=1,"IP","flash"
    Modem Type = USB Modem
    Baud = 460800
    New PPPD = yes
    Modem = /dev/ttyACM0
    ISDN = 0
    Phone = *99#
    Password = ''
    Username = ''
    Stupid Mode = 1
  • Simpan, dan lakukan uji coba koneksi Internet dengan mengetikkan:
    $ wvdial

Kemudian enter, tunggu proses koneksi. Voila!

Selamat mencoba!