Aggregasi Jurnal Online Civitas Akademika STIKOM Balikpapan

Subur Anugerah: Google Maps dan Peta Kuliner

Beberapa waktu yang lalu, saya mendownload perangkat lunak Google Maps for Mobile versi 2.0.3(#2035) platform Nokia-N70. Saat pertama mencoba gagal, ya sudah lain kali saja. Kalau tidak salah, saat itu juga saya membaca blogger Yogyakarta yang menceritakan pengalamannya ada Culinary Maps Jogja yang dijual pedagang asongan, hmm... ini dia. Secara tidak sengaja, sore sepulang kuliah saya menjumpai ada pedagang ini di perempatan Mataram Kaliurang. Setelah tawar menawar akhirnya saya dapatkan seharga 10 lembar uang seribuan.

Kenapa beli peta? Apa belum hapal jalanan Jogja?

Ya. Saya belum begitu familiar jalan-jalan di Jogja, sebenarnya tahu saja, hanya beberapa lokasi yang menyebutkan tempat tanpa alamat saja yang kadang bikin sebel. Selain itu, kadang saya butuh relaks, biasanya balas dendam soal makananan, dengan mencari tempat-tempat warung makan yang nyaman sekaligus enak. Maklum, hari-hari makan tidak teratur, apa adanya, kadang disebut 4 sehat saja sudah syukur, apalagi 5 sempurna. Ini yang kadang istri saya tak bosan-bosannya mengingatkan agar kondisi badan dan kesehatan dijaga. Sempat bulan lalu saya dibawakan tepung bubuk temulawak dan jahe bikinannya sendiri, agar rutin dan mudah saya minum.

Dengan adanya peta kuliner, saya berharap dapat menjumpai sekaligus menjajal segala macam makanan sesuai peta tersebut. Tentu tidak semuanya dan sekaligus, setidaknya sesuai lingkar perut dan lidah serta ukuran kantong mahasiswa saja. ;-)

Lalu, bagaimana dengan Google Maps?

Google Maps sudah terinstalasi dan sudah bisa diakses, hanya saja membutuhkan resource dan biaya yang tidak sedikit. Setidaknya area tercover pada jaringan 3G atau Internet broadband, serta mobile device yang mendukung. Sebagai misal, saya berada di posisi perempatan Mataram Kaliurang, sedang ingin menuju Keraton Jogja. Dengan Google Maps, saya akan melihat jalur-jalur jalan yang menuju ke arah Keraton. Dari handset diperoleh besaran data terkirim 50 kilo byte (KB) dan data diterima 800 KB. Dengan demikian, bila dikalikan biaya rata-rata akses Internet dengan volume based taruhlah Rp 1,-/KB, maka akan dikenakan biaya Rp 850,- saja. Setelah dari Keraton, mau melanjutkan perjalanan lagi ke Prambanan atau mencari tempat makan misalnya, maka tinggal dihitung berapa biaya yang dibutuhkan. Kalau hanya untuk itu, saya kira peta kuliner sudah cukup membantu dan hemat.

Google Maps yang diakses secara mobile melalui handset akan lebih membantu, apabila saya adalah seorang ibnu-sabil yang sering melakukan perjalanan jauh dan berpindah-pindah kota, propinsi, bahkan antar negara. Dalam waktu tidak terlalu lama, saya kira Google Maps akan melengkapinya dengan disertai beberapa penunjuk jalan, tentu beberapa area harus didukung infrastruktur jaringan Internet yang memadai.

Bagaimana dengan yang di lokasi pengeboran minyak di lepas pantai atau rig, lalu penambangan di hutan, pekerjaan proyek infrastruktur hingga nelayan di laut misalnya, apakah bisa dengan Google Maps? Lebih dari itu, GPS berbasis satelit biasanya yang dipakai dan lebih memadai.

Ibeny Ilyas: Belajar Menjadi Blogger…

Mohamad Adriyanto: Minimnya Musholla di Mal & Hotel Mewah

Hingga saat ini saya suka heran dengan kenyataan minimnya fasilitas untuk melakukan ibadah sholat di gedung-gedung besar nan mewah di negeri ini. Paling tidak yang paling sering saya datangi di kota saya. Dari 2 mal besar yang ada, tidak satupun yang memiliki musholla dedicated dan memadai. Keduanya hanya menggunakan ruang kecil darurat yang juga tidak diurus dengan serius. Pada jam-jam masuk waktu sholat, tempat-tempat itu penuh sesak dan berantakan.

Namun syukur alhamdulillah, di daerah saya dimana pemerintah bergelimang anggaran keuangan yang berlimpah, rata-rata saya lihat instansi pemerintah selalu memprioritaskan pembangunan musholla di lingkungan kantornya masing-masing. Jadi, kontras dengan mal-mal, justru di kantor-kantor pemerintah, kita akan berhadapan dengan musholla yang full AC, bersih dan memang didesain khusus untuk sholat.

Hal ini juga terjadi di semakin banyak sekolah-sekolah negeri yang juga mendapat dana semakin banyak, baik dari anggaran pemerintah maupun sumbangan orangtua siswa. Musholla menjadi salah satu prioritas, walaupun bukan full AC dan tidak besar, serta relatif tidak terurus.

Hotel mewah, fifty-fifty lah... Beberapa yang saya tahu di Samarinda (gak tahu di kota lain), musholla nya relatif baik bahkan bagus sekali. Tetapi di beberapa yang lain sangat memoprihatinkan.

Kanapa bisa begitu ya?

Ada beberapa hal terlintas di kepala saya sebagai penyebabnya. Satu, mungkin karena sedikitnya orang yang peduli (semakin banyak orang muslim tidak sholat?), walau kalau lihat ramainya musholla di jam-jam masuk waktu sholat pendapat ini agak meragukan. Kedua, pemilik gedung yang tidak peduli, tanpa bermaksud SARA, saya lihat yang tidak memiliki musholla memadai adalah gedung-gedung yang dimiliki orang non-muslim. Wajar saja... tapi seharusnya ada gerakan lebih kuat dari para karyawan misalnya untuk menekan pemilik memenuhi kebutuhan paling dasar yang satu ini. Ketiga, mungkin gara-gara para arsitek juga yang tidak punya desain baku yang bagus pada saat menyodorkan desain gambarnya diawal pembangunan gedung-gedung mewah tersebut. Kalau para arsitek sudah punya gambar standard yang memang memasukkan fasilitas ini, mustinya besar kemungkinan pemilik gedung akan ikut saja...

Wallahualam...

Written on: Asus Eee PC 4G Black

Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

fara's Blog: Belajar Membuat Blog


B e l a j a r B logger



fara's Blog: Selamat Datang Di My Blog’s

Kepada seluruh temen-temen saya ucapkan selamat bergabung dengan blog saya, mohon beri komentar pada blog saya ini ..... supaya blog saya bisa tambah bagus...Thank's

Satria Dharma: “Terima Kasih Kakak, Sudah Menggorengkan Aku Kentang.”

Sore itu Yufi, anak kedua saya, sedang sibuk di dapur bersama Tara, adiknya. Mereka rupanya sedang menggoreng potato nuggets untuk makan sore. Yufi memang diminta oleh ibunya untuk mengubah jam makan malamnya menjadi makan sore saja. Menurut ibunya hal tersebut akan membantu dietnya. Yufi memang kelebihan berat badan sejak lahir dan sungguh sulit untuk membuatnya melakukan diet. Sebaliknya, Tara selalu sulit makan dan harus ditunggui agar dapat menyelesaikan makannya. Jika tidak ia hanya akan makan setengah dari porsinya yang kecil tersebut dan meninggalkan sisanya di piring. Mereka berdua adalah kebalikan satu sama lain. Yufi bertubuh tambun, kelebihan berat bedan, sedangkan Tara bertubuh kurus kecil dan kekurangan berat badan. Kami sering bergurau agar Yufi memberikan kelebihan berat badannya tersebut pada Tara.

(more…)

Fathur Rahman: Bikin Antenna Wajanbolic Bisa Internetan Gratis


INTERNATAN GRATIS PAKE ANTENA KALENG atau WAJAN BOLIC+USB/EKSTERNAL WIRELESS
Biaya internet memang mahal apalagi pake gprs bisa-bisa bikin kere total, zaman udah kian berubah+global warming hihihihii let's go safety global indonesia. tak ada yang murah di negara kita ini, tapi ada yang gratis bila kita mau berusaha, main internetan gratis pake antena kaleng atau wajan bolic merupakan alternatif yang ideal untuk memangkas pengeluaran. jika ada yang udah pake antena kaleng wireless angkat tangan atau sharing ya? yang belum pake antena kaleng belajar cara membuat antena kaleng. jika ada di antara kalian yang rumahnya berdekatan sama kantor, mall, hotel, kampus dan warnet dan lain-lain tolong mengadah kepalanya ke atap bangunan yang di maksud jika ada tower yang terpasang mengcakar langit berarti anda orang yang beruntung karna di bangunan tersebut terdapat sinyal wireless tunggu apalagi buruan pasang wireless.
semoga pengeluaran anda terpangkas dan semoga sukses.

CATATAN PENTING :

Antenna Wireless Wajan Bolic ini hanya berjalan di frekwensi 2.4 Ghz
Fungsi dari Antenna Wireless Wajan Bolic ini adalah sebagai peralatan komunikasi Internet
di sisi Client (CPE = Customer Premises Equipment) yg murah meriah.
Dalam penggunannya Antenna Wireless Wajan Bolic ini harus di arah kan ke Access Point (AP).
Biasanya yg memiliki peralatan Access Point (AP) adalah penyelengara jasa koneksi internet seperti:
WISP (Wireless Internet Service Provider) atau
RTRWNet (Wireless Internet di lingkungan RT/RW sekitar tempat tinggal anda) atau
HOTSPOT di Kampus, Mall, Sekolah, Bandara dll.
Ingat sebelum anda membeli perangkat Antenna Wireless Wajan Bolic ini,
pastikan di tempat anda harus sudah ada penyelengara jasa koneksi internet (WISP/RTRWnet/HOTSPOT).
Dan dengan Antenna Wireless Wajan Bolic ini
"TIDAK MENJAMIN ANDA DAPAT MENIKMATI KONEKSI INTERNET SECARA GRATIS!".
Jadi anda harus mengeluarkan biaya extra untuk dapat ber Internet dengan Antenna Wireless Wajan Bolic ini.
Biaya Internet sangat berfariasi tergantung dari penyelengara jasa koneksi internet seperti tersebut di atas.
Kisaran biaya internet adalah antara Rp. 150.000,- s/d Rp. 350.000,- per bulan.
Untuk mencari informasi apakah di tempat anda sudah terdapat WISP atau RTRWNet,
silahkan tengok URL ini http://forum.rtrw.net/viewforum.php?f=8

USB Wireless D-Link AirPlus G DWL-G122 dengan menggunakan Kabel USB Extender Panjang 10 Meter


Kabel USB Extender Panjang 10 Meter (Kabel UTP Merk BELDEN)

Subur Anugerah: Ribut Membangun Bangsa

Ribut membangun bangsa?

Beda pendapat itu biasa. Walaupun merasa benar, tak perlu gontok-gontokan, bersitegang, emosional, apalagi mendiskreditkan orang lain, biasa sajalah, ikuti pelan-pelan, tak perlu semuanya, tak perlu serius banget, itu menguras tenaga, produktifitas otak dan energi positif jadi hilang, jobs dan tasks jadi tertunda, rugi kan?

Membangun bangsa caranya gampang. Salah satunya bisa melalui blog, diawali dengan menulisnya, berisi hal-hal mulai dari yang kecil, mulai dari lingkungan terdekat, mulai dari hal-hal sepele, hal-hal yang remeh, beri kesan positif apa yang pernah dilakukan atau pengalaman positif, kadang bagi saya ini baik untuk instropeksi diri. Bila pesan untuk orang lain, beri pesan membangun dan tidak bertele-tele, jelas, tidak basa-basi, tidak menggurui, dan mudah dimengerti. Sekali menulis bercanda tidaklah mengapa, yang penting candaan itu bisa berfaedah, menghibur dan toleran, itu juga baik dan sehat.

So, menulislah dengan sehat, jangan manyun mulu.

Mohamad Adriyanto: Asus Eee PC dan Perubahan Gaya Hidup

Terpaksa saya harus mengakui, setelah sekitar 3 x 24 jam menggunakan makhluk ini, saya merasa produktivitas saya dalam nge-blog meningkat tajam. Sudah sekitar 5 blog entry yang saya tulis, bukan tulisan yang pendek, tapi yang lumayan panjang dibanding panjang rata-rata tulisan blog saya sebelumnya.

Kenapa enak? Tulisan-tulisan itu saya tulis menggunakan Eee PC saya di lokasi-lokasi yang sangat tidak mungkin saya lakukan dengan laptop ECS 14' dan Compaq 15' saya sebelumnya, they simply too bulky to work in a non-working environment. Dengan Eee, saya bisa menulis saat saya punya waktu 5-10 menit menjemput anak saya pulang sekolah, saat saya nongkrong makan siang di warung, saat nungguin anak saya makan di sebuah fastfood restaurant.

Loading sangat cepat, kerja tanpa terlalu kelihatan publik di sekitar saya, batere lumayan panjang. Dimatikan juga cepat sekali, jadi ketika harus cabut mendadak, saya bisa matikan dalam hitungan detik saja. Cool... mirip dengan buku biasa, buka tutup cepat kapan saja. And it's so small, so light...

Dampak negatifnya? Biasanya saya ngobrol akrab dengan anak saya sambil makan, saat ini saya diam 1000 bahasa ngetik sementara dia makan. Saat menunggu anak sekolah biasanya saya manfaatkan untuk bersosialisasi dengan orangtua lain yang sedang menunggu, saat ini saya malah mojok di bangku sudut, sibuk ngetik dan berpikir sendiri.

Tapi OK lah, this is just a trial. Percobaan untuk melihat sampai sejauh mana Eee bisa membawa saya ke pola hidup yang sama sekali berbeda. Kalau terlalu jauh, mustinya bisa direm atau bahkan dihentikan. Istri saya akan jadi indikator paling baik untuk melihat sampai sejauh mana Eee sudah mempengaruhi hidup saya.

Written on: Asus Eee PC 4G Black
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Roy Suryo vs Blogger & Hacker

Saya secara pribadi respek dengan pak Roy Suryo. Pada satu sisi, ada banyak hal positif yang telah dia lakukan untuk peningkatan awareness masyarakat terhadap hal-hal berkenaan dengan teknologi informasi. Dengan gaya selebriti-nya, ybs telah mampu memperkenalkan wajah IT yang lebih user-friendly, lebih mudah dicerna dan bisa secara efektif memasukkan paham-paham ke-IT-an serta urgensi penanganannya ke masyarakat. Acara yang dia host di MetroTV misalnya telah terbukti menarik minat banyak elemen masyarakat yang masuk area abu-abu, area bagi orang-orang yang punya minat terhadap IT, namun tidak memiliki pengetahuan teknis yang memadai. Roy bisa jadi jembatan yang baik.

Sedih juga kadang-kadang melihat seorang Roy Suryo seperti yang saya deskripsikan diatas kemudian dihujat dan "dicincang" habis-habisan di berbagai forum di Internet. Saya perhatikan, yang melakukannya kebanyakan justru adalah orang-orang IT hardcore yang memang punya pengetahuan teknis tinggi yang mungkin agak terluka menyaksikan aksi Roy yang cenderung "arogan" dan menyederhanakan masalah.

Saya pun termasuk orang yang kadang-kadang risih melihat aksi Roy yang kadang-kadang overacting dan suka salah buat statement secara teknis. Kalau sudah melihat sisi-sisi negatif ybs, memang kadang-kadang saya kesal juga. Lihat ulah dia yang datang ke lokasi di laut tempat jatuhnya pesawat Adam Air dengan membawa peralatan yang entah dia pinjam dari mana, kemudian dia mulai berbicara teknis yang saya yakin baru beberapa jam yang lalu dia baca di Internet. Pengetahuannya jelas tidak deep dan bisa salah interpretasi, apalagi dia bicara secara publik, mempengaruhi para pengambil keputusan dan juga berpengaruh terhadap opini masyarakat.

Terakhir adalah statement nya tentang para blogger dan hacker yang akan men-sabotase UU ITE (Informasi & Transaksi Elektronik). Dia menciptakan opini seakan-akan para blogger dan hacker adalah "musuh" yang harus diwaspadai dan bahkan diberantas. Betul begitu atau hanya persepsi saya saja, tolong betulkan...

Bagi saya, blogger dan hacker, in general, adalah para pahlawan bangsa. Terutama dimasa-masa saat ini ketika peran pemerintah sangat kecil dalam keterlibatannya memperkaya content berbahasa Indonesia di Internet (peran blogger), dan dalam memperlihatkan ke dunia luar bahwa bangsa kita adalah bangsa yang sudah amat canggih penguasaan teknologi informasinya (peran para hacker).

Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa, orang-orang yang sebagian besar secara sukarela menulis, membagi pengetahuan, dan memperkaya khasanah ilmu pengetahuan berbasis IT di Indonesia. Search lah di Google, cari keyword mengenai pelajaran Fisika misalnya. Akan muncul di deretan atas situs-situs blog para blogger yang tidak pernah minta dana ke pemerintah, tidak pernah minta bayaran, tapi dengan tulus membagi ilmu yang dipunyainya untuk masyarakat. Situs-situs Depdiknas? Ada sih... tapi dalam volume yang sangat kecil dan growth yang sangat pelan.

Hacker? Tahukan Roy bahwa hacker adalah orang-orang pintar dan kreatif yang memiliki ilmu esensial dan sangat penting dalam pengembangan IT di Indonesia. Bahkan pakar seperti Onno Purbo pun adalah seorang hacker. Hacking adalah salah satu bidang ilmu sains komputer yang sangat penting dan yang menguasainya akan dengan mudah menguasai bidang ilmu turunan IT lainnya. Atau bisa dibalik, seorang yang sudah bisa hacking dengan baik adalah seseorang yang pasti memiliki banyak ilmu secara lengkap di bidang IT. Silahkan betulkan saya bila salah, saya bukan ahli bidang ini.

Para hacker Indonesia malang melintang di forum-forum diskusi Internet dan disegani oleh kalangan IT seluruh dunia. Tahukah Roy? Atau dia menutup mata dan telinganya? Tahukah dia bahwa hacking adalah ilmu "putih", bisa jadi "hitam" apabila "intent" nya beda atau salah. So, jangan generalisir istilah "hacker".

Roy sedang melakukan pembodohan masyarakat. Bukan karena dia ingin melakukannya, maybe..., tapi karena ketidakmengertiannya. Lagi-lagi mungkin...

Rakyat yang kemudian kadung mempersepsikan blogger dan hacker sebagai hal yang buruk akan sangat memukul perkembangan IT di Indonesia. Bangsa kita masih terkebelakang, masih sangat memerlukan lebih banyak lagi blogger dan hacker untuk mengangkat bangsa yang terpuruk ini, untuk menjaga jarak ketertinggalan kita dari negara-negara maju lainnya seperti Cina dan India. Mustinya orang sekualitas Roy Suryo sadar hal itu. Dia punya power luar biasa besar dalam kemampuannya untuk menentukan persepsi publik, mustinya ybs tahu apa yang harus dilakukannya untuk kemajuan bangsa ini...

Written on: Asus Eee PC 4G Black
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Memblokir Situs Porno, Mungkinkah?

Saya masih ingat beberapa waktu lalu ketika negara super kaya seperti Saudi Arabia dan China yang menghamburkan jutaan dollar untuk melakukan filtering, blocking atas content-content tertentu (porno, subversif, dll), ternyata akhirnya frustasi sendiri. Terlalu banyak celah baik secara teknis maupun non-teknis yang bisa ditembus oleh masyarakat.

Walaupun hingga kini kedua negara itu tetap saja menerapkan sistem untuk memblokir content Internet tertentu tadi, tapi saya melihat mereka (maksudnya pemerintah kedua negeri itu) malah tampak jadi seperti orang bodoh yang "dikentutin" seenaknya oleh masyarakat.

Mau di filter pakai apa content pornografi di Internet? Pakai text-based filtering? Kata seks/sex/sexy/sexual diblokir oleh ISP seluruh Indonesia misalnya, apakah menjamin anak-anak kita tidak bisa akses situs porno? "Orang-orang jahat" diluar sana terlalu pintar dan terlalu banyak populasinya untuk diblokir dengan cara sederhana seperti itu.

Belum para anak mudah amatir di Friendster yang bisa dengan seenaknya mem-publish foto dirinya atau foto siapun berbau porno di Friendster tanpa bisa dicegah sedikitpun. Ingat juga bahwa buanyak sekali situs porno yang dibuat dengan bahasa Rusia, Jepang, Korea, Portugis. Artinya kalau pemerintah Indonesia mau serius, tim Depkominfo harus mencurahkan dana banyak sekali untuk merekrut ahli bahasa utntuk melengkapi database text berbau porno dari berbagai bahasa di dunia... :-(

Mau diblokir pakai image recognition? Belum sampai teknologi yang ada saat ini. Mau diblokir manual? Artinya ada tim khusus yang menyambangi situs-situs Internet dan memberi tanda pada situs-situs yang dianggap porno? He3... Google manghabiskan jutaan dollar untuk menjalankan GoogleBot yang melakukan crawling 24 jam sehari untuk mengumpulkan data situs seluruh Internet? Sudah bertahun-tahun tapi tidak pernah bisa dicover semuanya? Terus Depkominfo mau melakukan hal sama, tapi manual? Yah, saya sebagai pembayar pajak keberatan, masih terlalu banyak tugas urgent lain yang harus diselesaikan.

Perlu diketahui juga, pornografi di Internet tidak hanya gambar porno saja, masih banyak format lain di Internet, ada video, podcast, audio, text, dan masih banyak kemungkinan lainnya. Termasuk melakukan kegiatan seperti video chatting dimana mitra chatting diseberang sana dengan mudah bisa mempertontonkan adegan-adegan yang berbau porno juga. Saya melihat banyak sekali anak-anak kita terlibat video chatting dengan orang-orang tidak dikenal diluar sana.

Huahhh... terlalu kompleks dimensinya. Mau dimulai dari mana baiknya? Baca juga tulisan saya sebelum ini, "Melindungi Anak-Anak Kita di Warnet".

Terus terang saya memberi apresiasi yang tinggi pada Menkominfo yang memulai menggulirkan isu ini, artinya ada perhatian akan urgensi masalah ini di level tinggi di negeri ini. Namun memang perjalanannya masih teramat panjang. Tapi jangan kuatir pak, banyak komunitas IT negeri ini yang ikut mendukung dan prihatin, tinggal bagaimana menggerakkannya saja.
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Firefox 3, Revolusioner?

Saat ini saya memakai Mozilla Firefox 3 Beta 3. Katanya security lebih baik dibanding sebelumnya, ada anti-phising dan anti-malware sudah terintegrasi didalamnya. Dari sisi tampilan dan fitur kemudahan lain, ada beberap yang cukup menarik dan sesuai dengan apa yang saya harapkan diperbaiki dari Firefox 2. Tapi apakah Firefox 3 revolusioner? Biasanya angka versi yang loncat dari 1 ke 2 atau dari 2 ke 3 mengandung banyak perubahan yang signifikan.

Beberapa perbaikan kecil...

Auto complete di address bar dilengkapi dan jadi sangat memudahkan. Kita tidak hanya diberi info URL saja, tapi lengkap dengan judul halamannya. Terus terang saya jarang menggunakan bookmark, paling banyak justru menggunakan auto complete texting di address bar. Jadi yang penting ingat beberapa huruf didepan URL situs yang ingin kita tuju, ketik di address bar, maka Firefox 2 biasanya akan langsung memberikan pilihan address yang telah kita kunjungi sebelumnya yang didahului dengan text yang kita ketik tadi. Di Firefox 3, itu dilengkapi dengan info judul halaman.

Kemudian ada fitur save tabs sebelum kita keluar/exit. Dulu di Firefox 2, jika kita exit by accident :-) atau keluar tanpa prosedur exit normal, maka pada saat kita buka kembali Firefox, akan ada pertanyaan apakah kita mau kembali ke keadaan persis seperti saat Firefox tertutup dulu. Firefox 3 menyempurnakannya dengan fitur save tab tadi. Ini mirip dengan yang ada di Opera 9, namun Opera membuatnya automatic, artinya ketika kita buka maka Opera akan langsung membuka tab persis seperti tab yang terbuka terakhir saat kita tutup.

Tapi apakah jadi revolusioner? Saya pikir tidak. Perubahan yang ada sifatnya incremental, tidak ada perubahan besar. Anti-malware? Tanpa Firefox 3 pun kita dengan mudah pakai aplikasi kecil yang banyak bertebaran diluar sana. Anti-phising? Sudah ada di versi 2.

Kita tunggu saja, hingga hari ini sudah ada versi Beta 4, mungkin masih akan ada perbaikan lain, tapi kemungkinan besar hanya kecil-kecil...

O ya 1 lagi, Firefox 3 Beta 4 katanya sudah tersedia dalam 40 bahasa, OK juga... tapi saya bukan penggemar pakai aplikasi berbahasa Indonesia, biasanya malah bikin bingung. Persis seperti yang saya alami di Windows versi Indonesia, Blogger versi Indonesia, dll...
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Fathur Rahman:

Technorati Profile

Fathur Rahman: Nulis lagi deh!!!! Cape deh……

At Last, setelah sekian lama ngangur blog ini , saya sempatin deh nulis di blog yg baru ini. Jujur saja bukannya saya malas, tp waktunya terasa sempit . Tapi mau ndak mau saya harus juga mulai aktif ngisi blog ini. Oleh karena kesibukan dan aktifitas yang tinggi ditambah lagi harus pulang pergi banjarmasin surabaya untuk menimba ilmu magister komputer di surabaya maka baru kesempatan inilah saya bisa menulis aktif blog lagi setelah ada waktu luang disaat saya lagi mengerjakan Tesis. Maka doakanlah mudah-mudahan tesis saya selesai dan bisa wisuda bulan November nanti Amin….Buat temen-temen silahkan berkenalan ama saya disini. Kirim aja semua komentar,biar dapat support tuh buat menulis lagi. Thank You.

Ibeny Ilyas: Penutupan Pengisian KRS

Ibeny Ilyas: Antri MinyAk TanAh…..Udah BiasA..

Alfa A Malik: Laskar Pelangi

Mohamad Adriyanto: Akhirnya, ASUS Eee PC 4G

Setelah berpikir cukup lama, akhirnya saya memutuskan untuk membeli makhluk kecil yang unik ini. Kebetulan ada promosi dari sebuah toko komputer baru di kota saya. Lumayan, dapat dengan harga sekitar USD 470. Tampaknya, ini harga normal saat ini untuk pasar Indonesia. Mahal juga ya? Saya lihat di beberapa online store luar Indonesia, harga patokan berkisar USD 399. Tadinya mau beli yang versi 2G Surf, namun setelah lihat beberapa review, tampaknya ada masalah performance terutama karena ternyata prosesornya di strip down tanpa fitur L2 cache.

Kenapa beli ini? Murni karena kebutuhan, bukan ikut-ikutan.

Kebetulan nature pekerjaan saya akhir-akhir ini menuntut saya untuk banyak melakukan pergerakan diluar kantor. Kedua laptop tua saya terlambat di-upgrade (terutama memori dan baterenya) sehingga semakin tidak mendukung pekerjaan-pekerjaan saya yang sebenarnya sangat sederhana. Mau cari spare part nya susah minta ampun. Disamping itu juga semakin terasa terlalu besar untuk dibawa kemana-mana.

Mau beli laptop baru, sayang juga kalau harus menghabiskan uang hingga Rp 8-10 juta hanya untuk membeli barang yang kapasitas dan fiturnya terlalu berlebihan. Untuk high-end tasks, mending pakai PC desktop saya di rumah yang sudah sangat powerful. Dan selama ini juga saya tidak pernah memakai laptop untuk pekerjaan-pekerjaan berat, terbanyak adalah untuk browsing Internet dan aplikasi office dasar. Dan yang terpenting, bisa dipakai untuk presentasi di LCD projector manapun.

Jadi, setelah menimbang kebutuhan versus kemampuan finansial, saya jatuhkan pilihan pada Asus Eee PC 4G. Secara teknis (kemampuan vs harga), jelas terasa mahal. Bayangkan laptop dengan "hardisk" hanya 4 GB seharga Rp 4 juta? Laptop lain seharga segitu bisa dapat hardisk beneran hingga 80 GB. Sebagai catatan, unit ini menggunakan "hardisk" SSD (solid state disk) berbasis flash memory yang tidak memiliki moving parts seperti hardisk biasa, kapasitas sangat kecil tapi hemat tempat dan hemat power. Belum prosesornya, hanya Intel Celeron 900 MHz, bandingkan dengan laptop lain seharga lebih mahal sedikit bisa dapat Intel Dual Core 1.5 GHz.

Tapi, saya harus kembali ke basic pertimbangan dalam membeli yaitu kebutuhan. Lah, yang saya butuhkan hanya sedikit, ngapain beli yang berlebihan? Ini juga pesan bagi siapapun yang ingin melakukan investasi IT.

Kesan saya setelah menggunakannya hampir 2 jam (batere masih sisa 30%)? Very cool... Susah sedikit menggunakan keyboardnya yang kecil di 20-30 menit pertama, namun setelah itu no problem, saya bisa mengetik cepat dengan kecepatan normal seperti menggunakan keyboard biasa setelah latihan sedikit. Touchpad yang banyak dikeluhkan user lain juga tidak ada masalah sedikitpun dengan saya. Kemudian, dengan bantuan flashdisk stick 2 GB lama saya, Eee PC ini rasanya saya tidak akan pernah kekurangan storage bagi saya. Internet pakai modem ADSL saya via Speedy juga langsung ON. AVG antivirus langsung ter-update. Multitasking Firefox 3 Beta, Opera 9.2, MS Excel, sambil dengar lagu, no problem, sangat cepat.

Mungkin yang akan perlu penyesuaian adalah ukuran screen yang aneh, 800 x 480, yang normal rasionya adalah 800 x 600. Untuk melihat tampilan XP kadang-kadang ada bagian tak terlihat dibagian bawah karena terpotong. Untuk melihat email saya di Gmail jadi agak aneh karena terpotong judul-judul emailnya. Pada sebagian website kita terpaksa menggunakan scroll horizontal yang sangat mengganggu. Tapi, so for gak ada masalah... tinggal membiasakan diri.

Terus terang yang membuat saya tertarik diawal saat melihat produk ini pertama kali adalah ukuran fisiknya. Sama dengan ukuran buku agenda yang saya bawa kemana-mana. Saya pikir ini akan sangat berguna dan pasti akan banyak dipakai dibanding laptop biasa.

Terakhir, OS :-) He3... yang ini harus hati-hati ngomongnya. Saya beli unit ini sudah dengan OS Windows XP SP2 installed (bajakan). Yang jual malah dengan bangga bilang bahwa semua unit yang dia jual telah diganti dari Linux (legal) jadi XP (bajakan). Saya malah nanya sama yang beli, loh... Linux asli bawaannya mana? Ooo... ada di CD nya pak... OK lah, nanti kalau ada waktu pasti akan saya coba konfigurasi awalnya yang menggunakan Xandros.

Hingga batere sisa 20% ini, saya akhiri tulisan ini dengan ekspresi rasa puas atas produk ini, mudah-mudahan bisa membawa berkah memakainya, amiiin...

Catatan:
Kenapa ultra mobile PC (UMPC) yang sangat kecil dan berkapasitas kecil begini bisa laku dan dibutuhkan banyak orang saat ini? Ini karena adanya kecenderungan pemanfaatan teknologi masa depan yang disebut "cloud computing". Maksudnya adalah bahwa PC yang kita pakai hanyalah sebagai "alat komunikasi" atau media penghubung saja, bukan sebagai host dari berbagai aplikasi berat seperti zaman dahulu. Aplikasi masa depan lebih banyak berbasis Internet, contoh email, dulu kita perlu aplikasi seperti MS Outlook untuk mengelola seluruh email kita yang disimpan di hardisk PC kita sendiri. Sekarang? Ngapain? Mending disimpan di Yahoo atau Gmail yang menyediakan storage sangat besar dan memiliki fasilitas search yang sangat bagus. Kedepan, akan semakin banyak aplikasi online yang tersedia seperti office apps yang saat ini sudah dirintis Google.
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Alfa A Malik: Situs porno diblokir pemerintah

Alfa A Malik: Logonya Balikpapan Blogger Community

Next Page »