Setelah berpikir cukup lama, akhirnya saya memutuskan untuk membeli makhluk kecil yang unik ini. Kebetulan ada promosi dari sebuah toko komputer baru di kota saya. Lumayan, dapat dengan harga sekitar USD 470. Tampaknya, ini harga normal saat ini untuk pasar Indonesia. Mahal juga ya? Saya lihat di beberapa online store luar Indonesia, harga patokan berkisar USD 399. Tadinya mau beli yang versi 2G Surf, namun setelah lihat beberapa review, tampaknya ada masalah performance terutama karena ternyata prosesornya di strip down tanpa fitur L2 cache.
Kenapa beli ini? Murni karena kebutuhan, bukan ikut-ikutan.
Kebetulan nature pekerjaan saya akhir-akhir ini menuntut saya untuk banyak melakukan pergerakan diluar kantor. Kedua laptop tua saya terlambat di-upgrade (terutama memori dan baterenya) sehingga semakin tidak mendukung pekerjaan-pekerjaan saya yang sebenarnya sangat sederhana. Mau cari spare part nya susah minta ampun. Disamping itu juga semakin terasa terlalu besar untuk dibawa kemana-mana.
Mau beli laptop baru, sayang juga kalau harus menghabiskan uang hingga Rp 8-10 juta hanya untuk membeli barang yang kapasitas dan fiturnya terlalu berlebihan. Untuk high-end tasks, mending pakai PC desktop saya di rumah yang sudah sangat powerful. Dan selama ini juga saya tidak pernah memakai laptop untuk pekerjaan-pekerjaan berat, terbanyak adalah untuk browsing Internet dan aplikasi office dasar. Dan yang terpenting, bisa dipakai untuk presentasi di LCD projector manapun.
Jadi, setelah menimbang kebutuhan versus kemampuan finansial, saya jatuhkan pilihan pada Asus Eee PC 4G. Secara teknis (kemampuan vs harga), jelas terasa mahal. Bayangkan laptop dengan "hardisk" hanya 4 GB seharga Rp 4 juta? Laptop lain seharga segitu bisa dapat hardisk beneran hingga 80 GB. Sebagai catatan, unit ini menggunakan "hardisk" SSD (solid state disk) berbasis flash memory yang tidak memiliki moving parts seperti hardisk biasa, kapasitas sangat kecil tapi hemat tempat dan hemat power. Belum prosesornya, hanya Intel Celeron 900 MHz, bandingkan dengan laptop lain seharga lebih mahal sedikit bisa dapat Intel Dual Core 1.5 GHz.
Tapi, saya harus kembali ke basic pertimbangan dalam membeli yaitu kebutuhan. Lah, yang saya butuhkan hanya sedikit, ngapain beli yang berlebihan? Ini juga pesan bagi siapapun yang ingin melakukan investasi IT.
Kesan saya setelah menggunakannya hampir 2 jam (batere masih sisa 30%)? Very cool... Susah sedikit menggunakan keyboardnya yang kecil di 20-30 menit pertama, namun setelah itu no problem, saya bisa mengetik cepat dengan kecepatan normal seperti menggunakan keyboard biasa setelah latihan sedikit. Touchpad yang banyak dikeluhkan user lain juga tidak ada masalah sedikitpun dengan saya. Kemudian, dengan bantuan flashdisk stick 2 GB lama saya, Eee PC ini rasanya saya tidak akan pernah kekurangan storage bagi saya. Internet pakai modem ADSL saya via Speedy juga langsung ON. AVG antivirus langsung ter-update. Multitasking Firefox 3 Beta, Opera 9.2, MS Excel, sambil dengar lagu, no problem, sangat cepat.
Mungkin yang akan perlu penyesuaian adalah ukuran screen yang aneh, 800 x 480, yang normal rasionya adalah 800 x 600. Untuk melihat tampilan XP kadang-kadang ada bagian tak terlihat dibagian bawah karena terpotong. Untuk melihat email saya di Gmail jadi agak aneh karena terpotong judul-judul emailnya. Pada sebagian website kita terpaksa menggunakan scroll horizontal yang sangat mengganggu. Tapi, so for gak ada masalah... tinggal membiasakan diri.
Terus terang yang membuat saya tertarik diawal saat melihat produk ini pertama kali adalah ukuran fisiknya. Sama dengan ukuran buku agenda yang saya bawa kemana-mana. Saya pikir ini akan sangat berguna dan pasti akan banyak dipakai dibanding laptop biasa.
Terakhir, OS :-) He3... yang ini harus hati-hati ngomongnya. Saya beli unit ini sudah dengan OS Windows XP SP2 installed (bajakan). Yang jual malah dengan bangga bilang bahwa semua unit yang dia jual telah diganti dari Linux (legal) jadi XP (bajakan). Saya malah nanya sama yang beli, loh... Linux asli bawaannya mana? Ooo... ada di CD nya pak... OK lah, nanti kalau ada waktu pasti akan saya coba konfigurasi awalnya yang menggunakan Xandros.
Hingga batere sisa 20% ini, saya akhiri tulisan ini dengan ekspresi rasa puas atas produk ini, mudah-mudahan bisa membawa berkah memakainya, amiiin...
Catatan:
Kenapa ultra mobile PC (UMPC) yang sangat kecil dan berkapasitas kecil begini bisa laku dan dibutuhkan banyak orang saat ini? Ini karena adanya kecenderungan pemanfaatan teknologi masa depan yang disebut "cloud computing". Maksudnya adalah bahwa PC yang kita pakai hanyalah sebagai "alat komunikasi" atau media penghubung saja, bukan sebagai host dari berbagai aplikasi berat seperti zaman dahulu. Aplikasi masa depan lebih banyak berbasis Internet, contoh email, dulu kita perlu aplikasi seperti MS Outlook untuk mengelola seluruh email kita yang disimpan di hardisk PC kita sendiri. Sekarang? Ngapain? Mending disimpan di Yahoo atau Gmail yang menyediakan storage sangat besar dan memiliki fasilitas search yang sangat bagus. Kedepan, akan semakin banyak aplikasi online yang tersedia seperti office apps yang saat ini sudah dirintis Google.
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id