Aggregasi Jurnal Online Civitas Akademika STIKOM Balikpapan

Subur Anugerah: tasksel



Entahlah, awalnya saya hanya mau instalasi Netbeans 6 di Ubuntu 7.10 mengambil dari repository Ubuntu 8.04, ternyata space partisi sudah tak cukup, sehingga OpenJDK tak berhasil di-install. Solusinya harus resize partisi, cukup gawat, jadi hati-hati dan data di-backup dulu. Maka untuk partisi saya gunakan bantuan distro SystemRescueCD. Karena kapasitas hardisk hanya 40Gb yang terbagi 3 partisi, maka salah satu partisi harus 'rela' ditendang. Dan... pilihan jatuh pada space Windows XP yang banyak nganggur... hiks.

Setelah upgrade selesai, ternyata masih perlu tambal sulam sana-sini. Agar proses tambal lebih singkat, mudah, dan pas, maka tasksel bawaan Ubuntu 8.04 bisa langsung dicoba, sebelumnya arahkan ke repository utama (Main). Tapi, ternyata saya lebih suka konfigurasi sendiri, pingin bebas saja...

Sumardi: Sanggupkah Tak Memakai Teknologi Sehari Saja?


Sanggupkah kita untuk tidak bersentuhan dengan teknologi selama sehari penuh? Mungkin sulit. Terkait dengan hari tanpa teknologi atau yang dikenal dengan 'Shutdown Day', sekelompok orang Kanada yang menyebut dirinya Geek meminta warga untuk mematikan peralatan teknologi, seperti televisi, komputer dan sebagainya.Shutdown Day diperingati pada 3 Mei mendatang. Shutdown Day ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran orang-orang tentang dampak penggunaan teknologi secara tidak bijaksana.Dalam keterangan resminya, kelompok ini menyebutkan bahwa kehidupan anak-anak hingga orang dewasa telah dikuasai oleh teknologi modern, sehingga mereka menjadi asing dengan lingkungan sekitar. Bahkan banyak orang yang kecanduan sehingga sulit melepaskan diri dari teknologi. Shutdown Day ini ditetapkan pada tahun 2007. Disebutkan bahwa sekitar 1,6 juta orang dari seluruh dunia ikut berpartisipasi pada hari tersebut.

Fathur Rahman: Perbandingan Antivirus



Jaman sekarang antivirus itu diibaratkan obat buat komputer yang sedang "Sakit" karena terkena Virus.

Dengan semakin mudahnya akses internet dan media-media penyaluran data seperti : flashdisk, CD, DVD, email, dll. semakin mudah pula virus menyebar dari satu komputer ke komputer lainnya.

Banyak orang beranggapan “Komputer saya kan cuma dipakai dirumah saja, jadi.. gak perlu lah pake antivirus segala….!!”
itu anggapan yg salah, memang kalo anda seorang Pengguna Komputer yang Advance yang tau tentang virus dari A sampai Z bolehlah gak usah pakai Antivirus, tetapi bila kita pengguna awam apalagi komputer dirumah itu generasi lawas (P4…. P486 maksudnya… hhehe) yg gak akan dipake apapun selain DOS, Lotus, / WS!! ya enggak lah… pastinya
komputer jaman sekarang itu minimal dipake windows, office, multimedia, dll.



Apalagi jika dipakai anak sekolahan.. pastinya minimal ada copy-mengcopy data tugas2, dll. nah lewat itulah si virus komputer tersebut menyebar…

Jadi… masih berfikiran gak penting lagi pakai antivirus???



Setelah paradigma anda berubah, lalu pertanyaan yg muncul adalah : “anti virus manakah yg paling bagus??????”. Pada dasarnya semua antivirus itu bagus, asal…. anda rajin-rajin mengupdatenya !!!, ya kalau untuk komputer rumahan seeh sebaiknya minimum di update 1 bulan sekali, tapi kl ada koneksi internet seeh sebaiknya di setting automatic update saja.

Beberapa pilihan antivirus yg bisa dipake :

1. NOD32, orang bilang seeh ini yg paling bagus, tapi kelemahannya untuk fasilitas updatenya rada ribet, apalagi bagi yg tidak punya koneksi internet.

2. Bitdefender, Yang ini juga bagus, untuk updatenya bisa juga di donlot u/ fasilitas offline updating.(Kalo menurut Topten Review 2008 pada website dikatakan sih dia no 1, tetapi bisa aja itu strategi pemasaran biar cepat laku)

3. Kaspersky, Menurut beberapa situs perbandingan antivirus katanya si ini yg menjadi pemenangnya, tapi…. saya dah nyobain… ternyata kl spek komputer anda kurang bagus… antivirus ini banyak makan resource, so.. kayaknya anda musti beli ram tambahan supaya jalannya komputer anda tidak lemot, dan juga memang banyal settingan yang dipakai sehingga dikatakan penggunaan antivirus ini levelnya mid to advance user. Kalo saya sih prefer ke kaspersky, sampai sekarang saya pake karena komputer saya masih komputer yang lama maka saya pake Kaspersky versi 6, biarpun sudah ada yang versi 7)

4. Norton Antivirus,Katanya sih urutan dua setelah kaspersky, tapi lambatnya sama juga. beberapa waktu lalu saya paling lama pake antivirus ini, tapi akhir2 ini komputerku kebobolan jg sama virus.. padahal udh auto update lhoo…

5. AVG, Menyediakan free version, bisa juga dipake tapi tetap harus sering-sering di update yaa !!

6. AVAST merupakan antivirus yang mudah dipakai juga dan tidak terlalu ribet cuman memang masalah update virus definitionnya maupun update lainnya yang agak ribet.

7. Mcafee Merupakan pemain lama dalah dunia antivirus bersama norton, memang Mcafee bisa dikatakan sudah cukup lama dikenal karena kemudahan dalam settingan, cuman file virus definitionnya yang cukup gede sekitar 40 Megaan.

8. Antivir atau Avira antivirus, Merupakan antivirus yang mirip Kaspersky karena sama-sama ada gambar "payung"nya, saya tidak tau apakah memang satu perusahaan atau tidak, saya denger-denger sih si pembuat virus Sasser direkrut oleh Team antivir ini, Kekurangan dari antivir ini dalam segi update virus definitionnya yang ribet.

9. dll, masih banyak antivirus luar yang beredar dan itu tergantung dari anda sendiri sebagai pemakai untuk menentukan antivirus yang tepat bagi spek komputer anda dan sesuai kebutuhan anda sendiri.

Ada juga yg keluaran lokal, diantaranya :

1. PCMedia antivirus atau PCMAV
2. Ansav
3. OGAV
4. GUCUP Antivirus
5. dll

Apabila anda sudah mendownload salah satu antivirus dan masih bingug tentang mengupdate virus definition file-nya ada suatu website yang menyediakan hampir semua virus definition dari antivirus yang ada, wesbite nya dapat di klik disini mudah-mudahan dapat membantu.

So last word...intinya antivirus apapun itu, manjur... selama cara kita menggunakannya proper... misal update periodik, scan system periodik, tidak sembarangan copy file dan klik link yang ada di internet karena dikhawatirkan mengandung virus de el el.Jadi lebih kepada behavior dari pengguna komputer.

Alfa A Malik: Please ‘HELP’ my Blankon

Alfa A Malik: Please ‘HELP’ my Blankon

Fathur Rahman: Koneksi internet di Indonesia

Mungkin postingan saya ini cuman sebagai tambahan dari postingan postingan teman saya yang terdahulu yaitu Blog Pak Subur dan Blognya Pak Agung yang pada umumnya menceritakan bahwa speed test koneksi internet di Indonesia masih kecil. Memang kenyataannya koneksi internet di indonesia lebih kecil di banding negara-negara lain apalagi kalo kita melihat postingan dari Blognya Pak Agung dari Australia yang katanya koneksi internet rumahan disana kecepatan koneksi internetnya sangat mengagumkan, sehingga menimbulkan pertanyaan kapan di Indonesia?...

Saya kemudian mencoba kecepatan koneksi internet saya dengan speedtest yang saya tembak hotspotnya secara gratis dengan Wajanbolic yang saya bikin sendiri, dan hasilnya cukup mengejutkan juga, biarpun hotspot gratisan tetapi kecepatan koneksi internetnya tidak kalah dengan yang bayar.

Result speed test yang saya lakukan pada tanggal 19 April 2008 :







Dari hasil speed test tersebut dapat dilihat yaitu download speednya hampir mendekati 1 mb dan uploadnya itu yang bikin saya kaget yaitu bisa sampai 600 Kb/s wow bagi yang suka upload data mungkin itu hal yang menakjubkan, tetapi itulah indonesia yang dikatakan tidak memerlukan bandwith upload yang besar mereka kan hanya perlu bandwith download yang besar karena orang Indonesia kan suka download (hehehe termasuk saya).

Satu hal lagi yang dapat saya ulas di postingan ini yaitu provider penyedia koneksi internet yang saya dapatkan secara gratisan ini adalah punya Hotspot sekolahan yang disediakan oleh Departemen Pendidikan Nasional, jadi memang dunia pendidikan di Indonesia sudah mulai dibenahi terutama pengetahuan dan pendidikan tentang IT. Selanjutnya mudah-mudahan Pemerintah Indonesia tetap melanjutkan program ini serta menyediakan Koneksi Internet murah maupun gratis untuk kemajuan bangsa kita sendiri juga. Indonesia Raya. Amin....

Subur Anugerah: Open Source bukan Lisensi?


Hari gini masih ada saja yang menganggap Open Source tidak berlisensi, ada-ada saja.

Sumardi: 10 Virus Ponsel Baru Gentayangan di 2008


Perangkat bergerak (mobile) seperti ponsel makin hari makin terancam virus berbahaya. Menurut kepala pengembangan bisnis di perusahaan pengawas program jahat Adaptive Mobile, Simeon Coney, telah terjadi transisi yang nyata dari ranah online ke ranah mobile.Para pembuat program jahat membuat virus semacam trojan untuk mencari untung besar. perkembangan program jahat di ranah mobile semakin masif.Simon Heron, Managing Director Biro Keamanan Network Box, mengatakan sejauh ini sudah ada sekitar 10 trojan dan virus ponsel baru di tahun 2008. Program jahat untuk ponsel sendiri saat ini sudah ada sekitar 400 varian dan kebanyakan menyerang sistem operasi Symbian yang memang dominan di pasaran handset.Memang jumlah itu masih relatif kecil dibanding virus komputer, namun bukan berarti kerugiannya juga kecil. Vendor keamanan F-Secure pernah menemukan kasus di mana sebuah operator dengan 14 juta pelanggan, terdeteksi punya 8000 pelanggan yang handsetnya terkena virus.Akibatnya, 450.000 MMS pun terkirim percuma gara-gara insiden itu. Masih menurut F-Secure, operator yang punya sedikitnya 9 juta pelanggan, 5 persen dari trafk MMS-nya kemungkinan menghantarkan virus.Pertumbuhan virus Trojan memang terus meningkat saja, misalnya yang mengekploitasi ponsel untuk mengirimkan SMS terus menerus ke nomor premium. Hal ini tentu amat merugikan karena tagihan pulsa pemilik yang terinfeksi akan melonjak.Di samping itu, perkembangan pesan sampah atau spam di ponsel juga tak dapat diabaikan. Bahkan di negeri China, separuh pemakai ponsel dinyatakan menerima spam secara rutin setiap harinya.

Sumardi: Cracker Hantam Jaringan Kepresidenan



Seoul - Hantaman serangan penjahat cyber sering melanda target-target penting. Kali ini, jaringan komputer di kantor kepresidenan Korea Selatan yang dikenal dengan nama 'Blue House' pun berhasil dibobol cracker. pembobolan ini menurut laporan resmi pemerintah Korsel mengakibatkan sejumlah data penting berhasil diakses.Serangan cracker ini baru diketahui dua minggu setelah insiden, saat seluruh jaringan dicek. Beberapa file pun diketemukan sudah terinfeksi virus Worm.Pembobolan diklaim akibat kealpaan salah satu personel keamanan jaringan. Tak pelak, orang ini akan dikenai sanksi karena keamanan jaringan komputer negara memang sangat vital.Diduga, pelaku serangan bermukim di China atau Korea Utara, negara-negara yang boleh dikata adalah musuh Korsel. Tentu saja hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang adanya rahasia keamanan negara yang bocor.Belum lama ini, Korsel juga dikejutkan dengan dirampoknya data pribadi 10 juta orang secara online.

Mohamad Adriyanto: Merayakan Tulisan Blog Hikmah Teknologi Ke-100

Bagi saya, sungguh merupakan pencapaian pribadi yang fantastis, memaksa diri untuk menulis sampai 100 artikel khusus berisi materi yang berbau teknologi informasi. Walaupun yang membaca masih sangat sedikit, tapi saya yakin kedepan akan tetap bisa bermanfaat bagi siapapun yang menemukan blog ini. Mudah-mudahan blog ini dapat terus berjalan, Google Inc. masih terus konsisten menyimpan isi blog ini hingga ratusan tahun kedepan sehingga anak, cucu, buyut saya tetap bisa ikut membaca jejak kakeknya yang hidup di era saat ini. Amiin...

Insya Allah saya tidak akan berhenti sampai disini. Tulisan-tulisan saya saat ini masih jauh dari berkualitas, masih tidak menarik untuk dibaca, masih terlalu dangkal, dan masih terlalu banyak yang berbahasa Indonesia dibanding yang berbahasa Inggris. Tekad saya, di periode tulisan ke-101 hingga ke-200 nanti semua kelemahan tadi mulai bisa diperbaiki.

BTW, tulisan ini adalah blog entry ke-100 di blog Hikmah Teknologi. Di blog saya yang lain, The World Viewed From Samarinda, angka ke-100 sudah terlewati beberapa bulan lalu (lihat disini) dan saat ini sudah ada 146 tulisan. Bravo...!

Saya juga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang setia membaca blog saya. Saya merasa sangat bahagia dan terhormat bila ada yang masih mau membaca pandangan-pandangan saya, apalagi sampai memberi komentar baik langsung di blog maupun via email...

Salam dari Samarinda.
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Agung Prabowo: Aussie Become Republic with own head of state



2020 the big ideas, nich berita lagi panas banget di oz. Begini ceritanya, ternyata Australia yang makmur gemah ripah loh jinawi ini belum merdeka. Kalah jauh sama bangsa indonesia yang lagi susah dan menderita. Biar susah2 begini, bangsa indonesia sudah merdeka puluhan tahun. Sementara australia mencanangkan ide sebelum 2020 akan merdeka dari inggris. Maka inside of australia akan diadakan perombakan besar-besaran, diantaranya integrasi dengan asia. Salah satu point yang terpenting, adalah pemerintah australia akan mengImport pengajar bahasa asing asia ke negaranya. Nach, bahasa indonesia merupakan bahasa yang telah diajarkan meluas di berbagai sekolah di australia sini. Hal, ini mengingatkan saya, dengan salah satu rekan kerja di STIKOM balikpapan, Mr.Wahyudin. Yang kebetulan beliau mengajar bahasa inggris di stikom bpp dan sekarang hijrah ke sydney.
Kata teman saya, "hai mate" elo pilih mana merdeka tapi antri minyak, beras, gas, listrik byar pet & kurs mata uang hancur atau tetap dijajah inggris tapi Makmur gemah ripah loh jinawi. I dont know bro... mari kita pikirkan bersama.
Sekedar punya cerita, di aussie sini. Kesejajaran antara Citizen dengan Permanent Residence adalah sama. hanya beda di hak politik saja. Fasilitas yang didapat seperti, bila anda melahirkan maka di bayar pemerintah untuk satu orang bayi $6000,-, Bila anak anda 3 atau lebih anda dapat tunjangan mingguan ratusan dollar, Kesehatan free of charge, Kalau rumah masih kontrak dapat tunjangan, Sekolah Free & kalau bosen kerja segera aja ambil pensioner card di centre link dapat uang pensiun dech.. So, kata teman saya coba elo cari negara di seluruh dunia yang seperti ini, bahkan di USA aja gembel / homeless pada berkeliaran dimana-mana. Kesimpulannya sudahlah nggak usah merdeka, wong sudah enak begini.
(Photo : Puteri kami tercinta "Rara" & Gurunya "Mrs.Rebecca" di sekolah, Adelaide South Australia)

Mohamad Adriyanto: Terpaksa Pindah ke Wordpress

Sungguh tidak nyaman harus pindah rumah setelah sekian lama berada di rumah lama. Setelah beberapa tahun ngeblog di Blogger (beralamat di blogspot.com) dan menghasilkan lebih dari 200 artikel blog, saya terpaksa mempertimbangkan opsi untuk pindah. Alasannya? Baca tulisan saya "Repression 2.0". Pengunjung dari Indonesia kesulitan untuk dapat mengakses blogspot.com secara rutin. Walaupun untuk editing blog tidak masalah karena akses ke blogger.com lancar, namun display blog yang beralamat di blogspot.com yang tidak lancar (kemungkinan diblokir diam-diam oleh ISP dan pemerintah Indonesia).

Saya sudah punya account non-aktif di Wordpress sejak tahun 2006 lalu, namun tidak pernah di-update. Akhirnya saya mulai merubah theme kemarin dan memasukkan beberapa tulisan-tulisan lama saya yang berkenaan dengan dunia pendidikan berbasis teknologi komunikasi dan informasi di http://madriyanto.wordpress.com. Rencananya saya akan membuat beberapa blog lagi disana untuk menjadi mirror 2 blog terbesar saya The World Viewed from samarinda" dan "Hikmah Teknologi".

Sebenarnya seluruh blog saya di blogspot telah saya buat "mirror site" di http://madriyanto.multiply.com, namun saya tidak terlalu sreg dengan Multiply. Kebetulan di wordpress.com ada fasilitas "import" database dari wordpress.com lain serta juga bisa ambil dari blogspot. Belum saya coba, tapi saya yakin akan bisa dilakukan dengan mudah. Tapi bagaimana cara mengupdatenya apabila saya punya tulisan baru? Nanti saya cek lagi untuk mencari cara paling efisien.

Namun yang saya sesalkan adalah jika harus meninggalkan tingginya "rating" blog saya terdahulu di mata Google search. Ada banyak topik search yang menempatkan halaman-halaman blog saya dalam posisi cukup tinggi di hasil pencarian Google. Sekitar 80% dari kunjungan ke blog-blog saya dilakukan setelah mencari topik-topik tertentu di search engine terutama Google (data dari Google Analytics).

Dengan semakin kurangnya kunjungan dari pengunjung Indonesia, maka "rating" tadi bisa terus menurun. Ini terjadi karena Google memberikan rating semakin tinggi bagi situs yang banyak diklik dari hasil pencarian di Google Search. Dengan dibuatnya mirror di wordpress.com, maka pengunjung kemungkinan akan mulai juga terbagi 2 karena Google bot juga sangat rajing crawling di Wordpress.

Tapi tidak perlu dipikir panjang lah... yang penting tulisan-tulisan saya masih bisa terus diikuti oleh orang-orang melalui Internet. Cuma harus berusaha cepat mencari cara agar ketika posting tulisan baru, saya tidak harus memasukkannnya baik ke Blogger maupun ke Wordpress secara bersamaan. Redundancy pekerjaan dong... karena saya tetap berharap bahwa blog saya di blogspot.com tetap exist dan terus berkembang dan dapat terus diakses oleh siapapun dari seluruh dunia selamanya (selama Google Inc. ada). Saya yakin kekacauan akses dari Indonesia akan segera berakhir.
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Lay-out Laboratorium Komputer di Sekolah

Dalam menata lay-out laboratorium komputer di sekolah ataupun di lembaga pendidikan lain yang diarahkan untuk anak usia sekolah, diperlukan trik tersendiri agar efektif. Salah satu hal penting yang harus dijaga, terutama ketika lab tersebut terkoneksi ke Internet, adalah agar lab tersebut tidak dijadikan ajang memasuki situs-situs yang tidak baik.

Lab juga harus mampu memberikan suasana yang nyaman agar setiap siswa dapat saling berdiskusi dengan teman lainnya. Dapat saling melihat screen (layar komputer) seluruh teman lain dalam lab. Ini sangat positif dalam menumbuhkan suasana kompetitif namun tetap menumbuhkan kebiasaan saling bagi dan saling membantu.

"Wah, teman diujung sudah sampai tahap lanjut, saya masih jauh nih... musti ngebut."

"Kok bisa si X membuat itu ya? caranya gimana sih? Tanya ah..."

"Syukur, saya sudah jauh nih prakteknya, yang lain masih baru tahap awal, keliling dulu ah... sambil nanya-nanya ke pak guru..."

Guru pun akan dengan mudah mengamati perkembangan belajar semua siswa dalam kelas, "Si X sudah selesai, X kemari... bantu Y ya... dia belum selesai, tampaknya dia belum ngerti, kamu kan bapak lihat sudah jadi..."

Kira-kira begitulah suasana sinergis dalam lab yang terjadi apabila lay-out ruangan lab komputer ditata dengan susunan berbentuk huruf U. Hal ini saya terapkan di sekolah yang saya pimpin dan saat ini ada 4 ruangan lab komputer di SMK TI Airlangga Samarinda yang ditata demikian.

Dalam keadaan saling bisa melihat layar komputer satu sama lain dan guru bisa melihat seluruh layar, maka akan muncul suasana saling kontrol. Kecil kemungkinan dalam jam belajar yang normal dimana seluruh siswa hadir didampingi gurunya akan muncul penyalahgunaan komputer untuk mengerjakan hal negatif.

Namun tetntu saja ada trade off (pengorbanannya), yaitu luas ruangan tidak bisa dimaksimalkan pemanfaatannya. Penataan huruf U akan mengakibatkan jumlah total unit komputer yang masuk ke ruangan akan lebih sedikit dibanding lay-out tradisional berbaris. Namun saya yakin bahwa lebih banyak keuntungannya dibanding yang harus kita korbankan.

Hal lain, kebetulan lab komputer kami juga dipakai untuk "jam pemakaian bebas". Istilah yang kami pakai dimana siswa dapat masuk bebsa kedalam lab diluar jam pelajaran. Biasanya tanpa ada guru yang mengawasi didalamnya. Dengan adanya lay-out demikian, maka pengguna juga sungkan untuk melakukan tindakan "abnormal" karena dengan mudah terlihat oleh siswa lain (bandingkan dengan lay-out "super private" yang dipakai di warnet-warnet).

Disamping itu, mobilitas guru juga jadi jauh lebih mudah. Berjalan dari satu komputer ke yang lain bisa dilakukan tanpa ada halangan sama sekali ditengah ruangan. Guru juga dapat langsung memanggil beberapa siswa lain berkerumun didepan komputer salah satu siswa untuk memberikan demo pelajaran kepada beberapa siswa sekaligus tanpa terhalang oleh meja lainnya.

Konsep ini telah kami terapkan selama beberapa tahun (sekitar 4 tahun) dan berjalan cukup baik, mudah-mudahan dapat juga membawa manfaat bagi sekolah lain...

Written on: Asus Eee PC 4G Black
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Repression 2.0, Sudah Ada di Indonesia?

Sebuah tulisan menarik saya baca di Newsweek yang direkomendasikan oleh rekan saya Sandjaja Kosasih yang merupakan salah seorang pakar dunia Internet di kota saya. Tulisan ini berjudul "fresh" yaitu Repression 2.0. Sebagian besar bercerita tentang bergesernya praktek-prektek represif di negara-negara totalitarian seperti Cina, Mesir, Arab Saudi, vietnam dan Zimbabwe. Pergeseran terjadi dari cara atau metode yang diterapkan, dulu lebih banyak berupa kegiatan fisik, sekarang bergeser ke praktek-praktek yang menggunakan teknologi informasi canggih. Penggerak utamanya tentu saja Cina, negara yang termasuk paling totaliter di dunia yang didukung SDM canggih serta kekuatan finansial super besar.

Mereka sadar bahwa saat ini tidak mungkin memblokir arus informasi dari dunia luar melalui Internet untuk masuk ke negerinya, pun sebaliknya menahan arus dari dalam negeri keluar. Teknologi komunikasi yang semakin berkembang membuat tidak mungkinnya pemerintah mengekang warganya untuk tidak melakukan tindakan subversif dan melawan hukum secara menyeluruh. Jalan yang akhirnya ditempuh adalah membuat suatu sistem dimana rakyat selalu merasa "diawasi" ketika melakukan kegiatan komunikasi dan bertukar informasi (tidak hanya di Internet, tapi juga di ponsel dan jalur telepon fixed line).

Kegiatan seperti menutup warnet yang ketahuan penggunanya sering mengetikkan keyword "terlarang" di search engine, mengirim SMS "peringatan" ke nomor ponsel yang terdeteksi sering menelepon ke wilayah-wilayah "berbahaya", menghalangi akses ke situs-situs tertentu secara reguler tapi tidak transparan, dll. Itu adalah sebagian kegiatan Repression 2.0 yang telah dengan nyata dilakukan dan dipraktekkan secara langsung di negeri-negeri yang tersebut diatas. Belum lagi kegiatan lain yang menggabungkan represi gaya lama dengan baru, seperti mengirim banyak "intel" yang berkeliaran mengawasi warnet-warnet, memaksa operator telekomunikasi membuka data-data internal seperti data komunikasi pelanggannya, mewajibkan pengunjung warnet mendaftar lengkap dengan kartu pengenal, dsb.

Sulit membayangkan hal-hal semacam ini dilakukan di Indonesia, khususnya pasca runtuhnya Orde Baru. Namun dengan mulai semakin besarnya peran Depkominfo yang diarahkan untuk menghidupkan kembali "peran lama" Departemen Penerangan, maka kekuatiran saya ini cukup beralasan. Apalagi dengan beberapa "test case" sederhana yang dilakukan Depkominfo seperti memblokir situs yang menayangkan film Fitna, mulai mengumumkan bahwa 1 April 2008 dimulai program pemblokiran situs porno, dll.

Beberapa keadaan "aneh" juga mulai saya rasakan. sebagai pengguna berat dari layanan Blogger.com dimana saya memiliki banyak blog yang di hosting di blogspot.com, saya merasakan betapa seringnya blog-blog saya tersebut diakses hari-hari belakangan ini. Dari pengamatan sederhana saya, tampaknya domain blogspot.com itu memang on dan off secara random. Satu saat tidak bisa diakses (timed out), si satu waktu lain bisa, begitu terus dan terjadi berulang kali dalam kurun waktu 2-3 minggu ini. Dan ini hanya dirasakan di Indonesia, dengan menggunakan proxy site, blog-blog tersebut tetap bisa diakses. Artinya server blogspot.com aktif, hanya tidak bisa diakses dari Indonesia (paling tidak dari jalur Telkom Speedy yang saya pakai di rumah dan kantor).

Memang blogspot.com banyak sekali digunakan oleh para blogger Indonesia untuk melakukan kegiatan blogging, termasuk yang masuk kategori "meresahkan" pemerintah. Mungkin mulai banyak yang merasa gerah dengan keadaan ini dimana blogger demikian bebasnya mengekspresikan pendapatnya (jauh lebih besar volume informasinya dibanding masa-masa Soeharto dulu). Pasti ada yang mulai kuatir bahwa hal ini bisa "meledakkan" sesuatu dimasa datang. Sehingga seperti kodrat alamiahnya, pemerintah kemudian berusaha keras malakukan "kontrol".

Berikut kutipan asli dari dari Newsweek yang menggambarkan keadaan diatas, yang dianggap sebagai salah satu ciri-ciri Repression 2.0:
The researchers report e-mails that sometimes arrive and sometimes don't, search engines that suddenly stop accepting particular queries, words that are sometimes excised and Web sites that arbitrarily become unavailable (browsers report a failure to connect or time out).
Saya pikir, kalaupun Depkominfo atau bahkan BIN (Badan Intelijen Negara) sudah memiliki pimpinan yang punya pandangan jauh kedepan, mereka belum akan serta-merta meniru apa yang dilakukan Cina misalnya. Banyak perbedaan antara kedua negara sehingga sulit membayangkan Indonesia terjebak masuk ke era "Orde Baru 2" dengan mulai meniru Cina dalah hal ini misalnya.

Apapun yang terjadi, saya tetap "curiga" bahwa hal ini mulai akan terjadi di Indonesia, entah bagaimana mulainya... bisa jadi praktek "on/off" blogspot adalah salah satu cara percobaan menuju kesana.

Dengan semakin seringnya on/off blogspot.com, paling tidak akan terjadi dampak seperti berikut bagi blog-blog saya:
  • kunjungan ke blog saya akan berkurang, rating blog saya turun
  • saya mulai malas menulis karena yang membaca berkurang
  • pengunjung yang selama ini rajin mulai malas berkunjung karena sering off
  • akhirnya saya meninggalkan blogspot dan turun semangat untuk menulis
Inikah yang dicari para repressor di negera totalitarian terhadap rakyatnya yang senang menulis dan rajin berkespresi? Mudah-mudahan tidak terjadi di Indonesia.

Written on: Asus Eee PC 4G Black
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Subur Anugerah: Menjadi Konsumen Professional

Kata professional identik dengan seseorang atau pelaku usaha jasa suatu layanan ataupun produk yang memiliki tingkat layanan dengan tingkat kepuasan yang tinggi, dengan aturan main yang bersih dan sesuai, biasanya digunakan oleh para pelaku usaha itu sendiri. Sumber di Wikipedia menyebut:
A professional can be either a person in a profession (certain types of skilled work requiring formal training/education) or in sports (a sportsman/sportwoman doing sports) for payment.Sometimes it is also used to indicate a special level of quality of goods or tools, sometimes also called "commercial grade".

Sebagai contoh seorang sales atau penjual bisa dikatakan professional apabila ia telah menguasai seluk beluk layanan per-sales-an, mulai dari hal-hal yang kecil seperti persiapan hingga teknik-teknik negosiasi yang dapat mempengaruhi targetnya untuk terpikat dan akhirnya membelinya. Tidak hanya itu saja, sales tersebut setidaknya telah memiliki track-record atau catatan karirnya yang cemerlang dengan berbagai prestasi sebelumnya. Begitu juga suatu produk professional, masih segar diingatan adanya Windows XP Professional, sah-sah saja Microsoft menjual produknya dengan nama Professional, namun tentu Microsoft memiliki alasan sendiri mengapa memberi nama produknya dengan label atau seri Professional. Konon Windows XP muncul sebagai penyempurna dari berbagai sistem operasi sebelumnya, yang tentu saja disesuaikan dengan catatan-catatan yang dimilikinya.

Berkaitan dengan professional, setidaknya pengalaman saya menjadi konsumen produk telekomunikasi di Indonesia ini menjadi bekal yang lumayan bagi saya pribadi. Adanya iklan jar-jer-jor di media masa hingga di jalanan sering membuat saya geli, masalahnya kadang malah membuat perut mual, lho kok? Bagaimana tidak? Kawin sama monyet dan kambing apa malah nggak membuat perut mual? Atau pesan “kassiihdaaah...” yang dijewer telinganya makin menunjukkan kalau iklan tersebut cocok dengan model peloncoan, enak di awal mbendol belakangan hehehe... jangan dianggap serius, itukan cuman iklan.

Sebagai konsumen, adanya persaingan produk telekomunikasi ini bagi saya menjadi pilihan untuk dibuat riset sendiri. Sudah tak terhitung berapa kali simcard yang saya gunakan untuk masa sekali pakai. Hah? Don't try this at home! Teman saya malah menyebut saya sebagai penjual simcard! Tapi jangan berburuk sangka dulu, ini saya lakukan untuk riset kecil saya, yaitu mencari alternatif yang paling murah untuk biaya interlokal dengan keluarga atau sejawat di seberang lautan, serta untuk keperluan akses data yang paling murah tetapi memiliki kualitas yang baik. Tentunya, itu semua harus bisa disesuaikan dengan perangkat (hardware-software) yang saya miliki. Lalu melakukan kajian atau riset kecil tadi dengan membandingkan berbagai sumber (studi literatur) baik dari pengalaman seseorang, internet hingga buku-buku yang banyak beredar. Sehingga, hasilnya bisa diketahui sekiranya produk apa yang cocok yang dapat saya gunakan, sedangkan produk yang gagal cukup tendang keluar jendela, beres. Menjadi konsumen professional dan pengalaman yang cukup agaknya menjadi hal yang perlu dipertimbangkan siapa saja.

PS. Pelajaran berharga, pengalaman saya menjadi konsumen loyal produk telekomunikasi untuk saat ini tidak (belum) dianggap menguntungkan. Lega rasanya hari ini berhasil melepaskan jerat. :P

Agung Prabowo: Coto, Tahu Tek, Mie Ayam. I miss u so much..



Di negeri orang begini, nggak ada yang paling di rindukan selain makan makanan dari kampung tanah air tercinta. Beruntunglah kaum indonesia yang tinggal di melbourne & sydney, disana banyak makanan indonesia. Dari Rawon Genderuwo ( Lawannya Rawon Setan di malang ) sampai nasi padang dimana pelayan restaurant padang-nya sudah nggak bisa ngomong padang lagi, maklum sudah jadi oz.
Berhubung kota yang gua tinggali 2 tahun terakhir ini, balikpapan. So, semua aroma makanan disana mulai sering kambuh dalam otak gua. Coto makasar, waah.. nich makanan, first time gua makan di balikpapan sama teman2 kantor STIKOM. Selama 22 tahun tinggal di jakarta belum pernah makan Coto M ini, cuma dengar namanya aja. Yang bikin amazing, kalau makan nich coto, elo cukup bayar cotonya aja. Mau minumnya air putih sampai air zam-zam kalau yang punya warung coto pas pulang haji atau mau makan ketupatnya 2 or sekeranjang harganya sama. Awesome mate...
Mie Ayam, waah.. jangan sebut nama ini pas gua lagi di adelaide, bisa bikin gua kesurupan dech. Apalagi mie ayam pak sabar depan kantor telkom, Ooohh crazy mate. Tahu tek, yang ini makanan favorite pulang dari kantor. Maklum, kalau pulang malam, cuma yang jual makanan ini saja yang keliaran dekat rumah.
Anyway, setelah berada di benua kangguru begini... Baru tahu rasanya nikmat tinggal di Indonesia. Kata temen gua, elo jangan ingat makanannya aja, coba elo nonton TV SBS australia lihat tuch keadaan indonesia "Antri minyak tanah, gas, pengangguran, harga-harga menggila sampai harga mobil aja 3 sampai 5 kali lipat dari di australia". Dalam hati gua pantesan, waktu ke melbourne banyak ketemu orang indonesia, yang kabarnya di kota tersebut lebih dari 100.000 orang indonesia tinggal di sana. Pada takut susah kali di indonesia, apa pada nggak tahu ya... susahnya di dunia cuma sementara, yang penting jangan sampai susah di akhirat bisa selama-lamanya. To be Honest, dari lubuk hati gua yang paling dalam....yang paling gua rindukan dengar suara ADZAN berkumandang dimana-mana. Ini yang jarang gua rasakan di Adelaide, South Australia.

Subur Anugerah: Teror Debt Collector Telkomsel

Saya adalah pelanggan kartu Halo Telkomsel Corporate sejak awal tahun 2005 lalu, dan setidaknya hingga bulan Maret 2008 berniat untuk tidak menggunakan nomor langganan ini. Selain alasan mahal, saya sendiri tidak begitu sering menggunakan layanan voice ataupun sms dari nomor ini. Semenjak berangkat ke Yogyakarta, saya mencari alternatif menggunakan kemudahan berinternet secara mobile dan bisa tetap digunakan di kota-kota yang saya singgahi. Waktu itu. saya memperoleh informasi adanya promo TelkomselFlash di mall Balikpapan Plasa, kemudian tertarik promo 40 jam permakaian dengan biaya Rp 100.000,- perbulan. Akhirnya saya ke grapari Balikpapan untuk mengurus simcard mengganti simcard yang baru dengan nomor tetap. Setelah dicoba, saat itu lumayan bisa digunakan untuk daerah tempat tinggal saya, tetapi justru tidak bisa digunakan ketika di Babarsari, Yogyakarta, karena sinyal hilang, dan sering putus. Repot, ini mengharuskan saya mencari tempat yang dekat dengan BTS. (more...)

Agung Prabowo: Toilet WC Canggih di Adelaide Australia


Nich cerita nggak tahu dech, malu-maluin or gua yang lagi katro abis. Tapi namanya juga pengalaman di negeri orang harus di share dong.. sama saudara2 kita yang ada di seantero jagad. Suatu malam, pada saat bulan-bulan awal di adelaide pas lagi di rundlle mall. Biasa dech, datang sesuatu yang nggak bisa di kompromi yaitu kebelet abis..... pengen buang air kecil. Lihat kiri kanan takut ke tangkap police. Gua harus nemuiin yang namanya public toilet. Masa negeri kangguru yang terkenal gini nggak ada public toilet dalam benak gua. Saat itu juga muncul dalam ingatan gua ada toilet di dekat Monumen WW I, galipoli. Langsung ambil satu juta langkah, sampai depan tuch toilet keadaan remang2. Gua dorong tuch pintu toilet, nggak kebuka juga. Geser kali mas... dalam hati gua, Ok kita geser...Eeeh nggak kebuka juga. Kacau nich, apa buang air kecil depan toilet aja..?? Di saat terdesak begini, ada seberkas sorot lampu mobil, kemudian gua baca depan dinding "Push the Button", setelah ditekan baru dech tuch pintu kebuka ala lift-lift di kantor. Setelah masuk, langsung musicnya hidup otomatis. Waktu cari tisu nggak ketemu2, ternyata lihat instruksi yang penjelasannya seperti ini "Hey..Mate taruh aja tangan elo di bawah situ nanti tisunya keluar sendiri", Bener tuch tisu keluar setelah membaca sensor ada tangan gua. Belum Flushnya menyesuaikan dengan apa yang kita buang. Setelah selesai semua, pas keluar ada suara ucapan terima kasih, jangan lupa berkunjung lagi...Walaahh..WC / Toilet kok Cuanggih tenan ya.. Gratis lagi. Kalau di Indonesia, Toilet Public sudah darurat & Bayar lagi.
Nasib-nasib bangsaku tercinta....

Agung Prabowo: Speed Test Australian Internet with 3G Indosat .com

Internet secepat kilat, mimpi gua dari zaman purbakala. Mate...itu bukan cuma mimpi lo.. tapi mimpi semua orang. Kebetulan tadi ada temen yang posting di Blognya (Subur Anugerah) mengenai speed test menggunakan indosat 3G. Jadi bikin gua penasaran, berapa sich speed Internet ADSL+2 wireless yang kita pakai dirumah. Cuma pengen test, kan katanya Australia canggih... apa iya...? so hasilnya seperti ini :
Ternyata, Crazy mate... Rangkingnya No.1, paling atas. menurut Indosat 3G.com, gua bisa download 10.25 MB/Sec. Wuaah.. kapan ya di Indonesia, ada internet secepat ini. FYI, ADSL+2 ini sudah umum digunakan di rumah-rumah tangga di australia.
Menggunakan Speedtest.net :



Agung Prabowo: Beda Nasib Militer Australia


Karir di bidang militer, masih merupakan kerjaan yang masih menjadi idola dikalangan pemuda di indonesia. Bayangkan aja kesulitan ekonomi, berbagai krisis yang tanpa akhir sehingga berimpact sulitnya mencari lapangan kerja. Mungkin dengan berkarir di militer menjadi solusi instant bagi para pemuda indonesia, begitu juga menjadi PNS. Walaupun telah menjadi rahasia public bahwa untuk mencapai kesejahteraan dengan kedua pekerjaan diatas, secara umum masih sulit tercapai. Meskipun hanya untuk mencapai standard kehidupan normal. Gimana mau menang Perang, Wong Istri-istri kita aja lagi pada antri beras, minyak tanah, bensin dll.
Gua yakin, Niat baik pemerintah untuk menyejahterakan ada, tapi gimana ya...? Kas negara aja defisit terus, gali lobang tutup lobang. Nggak heran dech peralatan militer kita menjadi tua dan usang diantara negara-negara tetangga. Kata temen gua, Tenang aja bro...kita kan punya ratusan ribu pulau, jual aja satu tuker sama senjata nuklir selesai perkara.
Kebetulan, di Adelaide ada Royal Australia Air Show, di daerah edinburg. Ya udach, cabut dech kesana sama teman. Penasaran aja pengen lihat militernya Aussie. Namanya juga negara maju dan makmur, sudah pasti peralatan militernya canggih2. Belum personel2 militernya terlihat keren and elite-elite. Kata temen gua, terang aja nich tentara Aussie kalau ditanya atau Ngobrol terlihat ramah dan penuh senyuman, Gimana nggak... dari gajih dan kesejahteraanya satu orang tentara mungkin cukup ongkosin orang satu RT di Indonesia.
Walaupun begitu Pekerjaan militer di australia, ternyata iklannya gencar banget di TV, Bus-bus, trem & dimana-mana aja di public space. Sulit kali ya.. cari orang mau jadi tentara. Habis anak muda disini mungkin berpikir "susah-susah amat karir di bidang militer, habisin masa muda aja... mendingan Fun-fun aja trus".
Next Page »