Aggregasi Jurnal Online Civitas Akademika STIKOM Balikpapan

Ati Satya: Belajar di luar Yuu..uuuuuuk

Agung Prabowo: Makassar, Australia, Asia “Festival Oz Asia”

Di tahun 1949, ada orang indonesia yang telah merantau ke melbourne, namanya pak ahmad. Saya bertemu beliau di melbourne, tepatnya di sebuah masjid di daerah fawkner. Beliau berkata, ketika tiba di melbourne di tahun 1949, amat jarang bertemu dengan orang asia, apalagi sekedar bercakap melayu. karena lamanya tidak berbahasa indonesia, sampai-sampai beliau lupa bahasa indonesia. ini hanya sekilas, cerita salah satu orang asia yang ada di australia. Sebetulnya sentuhan orang-orang australia dengan asia telah terjadi ratusan tahun yang lampau. Diantaranya dikenang menjadi sebuah cerita yang dibuat menjadi sebuah opera panggung di adelaide dimana dipentaskan dalam rangka festival Oz Asia yaitu kisah Pelaut-pelaut Makasar berdakwah ISLAM dan berdagang dengan penduduk asli Australia. Photo berikut ini ketika rara dan nadia (Puteri sahabat kami "Setyo Nugroho"), ketika berada di Festival Oz ASIA di Adelaide, South Australia.

Agung Prabowo: Harga Bensin Gila “Australian Version”

Today, surprise abis.... pagi-pagi jalan, menikmati suhu 7 derajat Celcius, mendadak jadi panas. Kenapa...?? Udaranya sich tetap dingin, tapi kantong warga aussie lagi naik tensinya. Gimana nggak, bensin (Unleaded) sudah mencapai $168 AUD/100 liter. Padahal waktu gua datang, paling tinggi $115. Memang di aussie sini harga BBM sudah dilepas mengikuti harga pasar, jadi bisa turun naik setiap hari. Ternyata Krisis BBM bukan hanya special untuk indonesia, tapi dirasakan oleh semua warga negara bumi. adapun, bagi negara-negara berkembang atau negara dunia ketiga lebih terasa beratnya, karena di iringi income yang rendah. But Insya Allah, pasti ada hikmahnya untuk kita semua. Yang perlu di ingat adalah setiap Kesulitan pasti ada kemudahan, setiap ada kemungkaran pasti ada kebenaran. Wahai para penimbun BBM dan para spekulan, ingatlah dunia sementara dan Takutlah akan azab dari ALLAH .

Mohamad Adriyanto: Peranan Game Dalam Memacu Kecerdasan Anak

Beberapa tahun lalu saya sempat menulis pandangan saya mengenai game komputer yang saya anggap bisa meningkatkan kemampuan logika berpikir anak-anak serta berdampak positif dalam mengembangkan kecerdasan mereka. Silahkan baca posting tersebut disini.

Kemudian beberapa hari lalu saya sempat membaca artikel berita "Peranan Game Dalam Memacu Kecerdasan Anak" di Detikinet dan saya copy and save. Judulnya mirp dengan tulisan saya, namun point yang dibahas berbeda. Saya fokus pada pengembangan logika berpikir, sementara penelitian ini berbicara mengenai tingkat kegembiraan secara fisik (arousal) yang ditemukan bisa meningkatkan kreatifitas. Sesuatu yang dampaknya adalah jenis dampak sesaat dari bermain game. Namun bagus juga untuk referensi kita semua yang masih terus dilanda persepsi sangat negatif terhadap game komputer bagi anak-anak.

Peranan Game Dalam Memacu Kecerdasan Anak
Sumber: Detikinet.com

Dalam sebuah penelitian, video game ternyata bisa membawa banyak dampak positif seperti meningkatkan kecerdasan, kreativitas, serta kemampuan dalam mengambil keputusan.

Hal ini diungkapkan oleh peneliti dari Penn State, Thailand. Disebutkan bahwa video game yang mampu memicu energi dan mood positif bagi gamer akan meningkatkan kreativitas.

"Video game bukan sekadar hiburan. Kami mencoba untuk mengungkap bahwa video game dapat digunakan untuk pendidikan," ujar S. Shyam Sundar, sang peneliti, seperti dikutip detikINET dari Thaindian, Minggu (25/5/2008).

Dalam penelitian itu, 98 responden diminta memainkan video game populer macam Dance Dance Revolution, dengan berbagai tingkat kesulitan. Setelah itu mereka menjalani tes.

"Kami menggunakan dua variabel emosional, yakni tingkat kegembiraan secara fisik (arousal) dan perasaan negatif atau positif (valence)," tambah Elizabeth Hutton, rekan Sundar.

Terlihat bahwa gamer yang memiliki tingkat arousal yang tinggi dan mood positif lebih berpotensi mencetuskan ide baru untuk mengatasi masalah. Begitu pula gamer yang memiliki arousal rendah dan mood yang negatif.

Gamer yang memiliki suasana hati gembira atau sedih memiliki kreativitas yang paling tinggi, sebaliknya gamer yang marah atau santai cenderung kurang kreatif. Jadi kunci kreativitas adalah arousal yang tinggi atau rendah. Arousal yang sedang-sedang saja tidak memicu kreativitas.

"Kami melihat bahwa elemen emosional dalam game dapat berperan sebagai mesin pemicu kreativitas dan kemampuan mengatasi masalah," tandas Sundar.

Ia juga menambahkan bahwa video game dapat digunakan di kelas untuk meningkatkan kreativitas siswa dan di perusahaan untuk meningkatkan kemampuan mengambil keputusan.


Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Subur Anugerah: Pengalaman Transaksi Online Ticketing


Membaca pengalaman Pak Adriyanto membeli tiket pesawat Mandala Air di mandalaair.com, saya jadi teringat pengalaman yang sama yang sudah saya lakukan hingga kini. Tak beda jauh dengan pengalaman beliau, pembelian tiket secara online saya lakukan sudah berjalan beberapa waktu yang lalu, juga termasuk rekan-rekan lainnya yang 'senasib' dengan saya.

Saya sendiri menjadi member untuk beberapa maskapai penerbangan yang menyediakan pembelian tiket secara online. Untuk menjadi member pun cukup mudah dan gratis. Dari beberapa maskapai tersebut, yang sering saya gunakan adalah Mandala Air dan Lion Air, sedang Batavia Air agak sulit, karena setahu saya hanya menyediakan pembayaran via kartu kredit Visa atau Mastercard. Pernah ketika mencoba memasukkan data Visa ATM Mandiri ternyata tidak bisa diproses oleh sistem, ya sudah akhirnya batal dan cari yang lebih mudah. Bagaimana dengan Garuda? Belum pernah dicoba, sejak penghapusan rute penerbangan Balikpapan-Jogjakarta, saya tidak tahu lagi kabarnya.

Sekedar menambahkan informasi yang sudah ada, dengan adanya pembelian tiket online ini kadang membuat saya menjadi agak selenge'an. Betapa tidak, tiket pesawat yang saya gunakan cukup berupa print-out ATM saja, kertas faksimili kecil, lusuh, dilipat dan disimpan di dompet, kelihatan remeh temeh dan tidak berguna. Bisa juga berupa print-out pembayaran dari Internet Banking atau cetak kode pemesanan pada ½ halaman folio atau lebih kecil lagi untuk diselipkan ke dompet bercampur dengan karcis-karcis lainnya. Kok begitu? Bagaimana bila melewati petugas penjaga bandara ketika hendak masuk pemeriksaan bagasi atau ketika check-in? Syukurlah, selama ini saya lancar-lancar saja. Tetapi ini bukan saran yang baik bila sewaktu-waktu ada masalah nantinya, jadi jangan hanya bergantung penuh pada print-out pembayaran dari bank saja. Sangat disarankan juga mencetak tiket yang dikeluarkan oleh sistem pembelian tiket maskapai penerbangan tersebut. Sehingga bila ada masalah ketika melewati pemeriksaan diharapkan akan lebih mudah dan membantu.

Selain itu, kemudahan yang saya dapatkan adalah pengiriman berita melalui email, kemudian bisa membandingkan harga tiket antar maskapai penerbangan dan memilih harga tiket yang paling murah, juga memilih waktu keberangkatan (seperti tiket lebaran tahun ini oleh Air Asia) yang jauh hari sudah disediakan dan mulai diserbu masyarakat, dan beberapa kemudahan lainnya.

Sayang sekali, hampir semua sistem pembelian tiket online yang saya gunakan saat ini tidak menyediakan aplikasi pembatalan atau perubahan jadwal keberangkatan untuk umum, hanya disediakan untuk kantor cabang atau agen resmi saja. Sehingga bila melakukan pembatalan atau perubahan jadwal keberangkatan harus melalui kantor cabang terdekat, plus biaya administrasi dan pembatalan yang disesuaikan dengan perubahan harga. Saya tidak tahu bila seandainya ada perubahan jadwal, taruhlah mundur beberapa hari dari jadwal sebelumnya, apakah dengan demikian harga bisa jadi lebih murah? Sepertinya tidak ada penurunan harga, coba lihat kembali fare-rules.

Saya berpendapat bahwa untuk membuat aplikasi pembatalan atau perubahan jadwal tersebut sebenarnya mudah saja dibuat, tetapi ini mungkin berkaitan dengan faktor lainnya yang harus dipertimbangkan, seperti faktor sosial dan keamanan. Bila awareness masyarakat tentang fungsi Internet dan e-commerce terus tumbuh dan membaik, tak pelak agen-agen penjualan tiket suatu saat akan banyak yang tutup. Seperti halnya banyak wartel (warung telekomunikasi) yang saya temui akhir-akhir ini sudah banyak yang tidak beroperasi, mengingat biaya telekomunikasi saat ini juga sudah semakin murah dan mudah.

Lalu, bagaimana dengan harga melalui pembelian tiket online ini? Setahu saya lebih murah bila dibandingkan dengan harga dari agen, selisih beberapa puluh ribu saja, jadi kalau Anda berminat membuka jasa penjualan tiket penerbangan saat ini masih terbuka kesempatan lebar... ;-)

Alfa A Malik: Mengapa harus Blog?

Setyo Nugroho: Instalasi TinyMCE di Drupal

Untuk menginstal TinyMCE 3.0.5 di Drupal 5.7 ternyata tidak terlalu mudah.
Setelah TinyMCE bisa jalan, muncul problem yaitu tidak bisa toggle antara mode editing plain text dengan TinyMCE.
Setelah searching akhirnya ketemu solusi di:
http://drupal.org/node/234380
Akhirnya harus turun juga ke level source code untuk menambahkan script.

Setyo Nugroho: mencoba posting kode php

Hari ini adalah tanggal

July 5, 2008, 6:24 am

Mohamad Adriyanto: Terobosan Kreatif Transaksi Online Mandala Air

Beberapa tahun terakhir ini saya sangat sedikit melakukan travelling atau perjalanan keluar dari kota tempat tinggal saya. Saat harus terpaksa melakukannya lagi, saya mendapati bahwa banyak hal telah berubah di Indonesia. Hal yang sempat saya alami sewaktu kuliah di USA tahun 2000-2002 lalu, dimana segala sesuatu yang berhubungan dengan perjalanan dilakukan secara online, saat ini pelan namun pasti mulai terjadi juga di negeri saya.

Yang paling nyata terlihat adalah online ticketing. Dirintis oleh Air Asia dan kemudian diikuti oleh banyak airline lokal lain terutama yang saya lihat paling baik adalah Mandala Air di www.mandalaair.com dan Lion Air di www.lionair.co.id, maka mulai terlihat bahwa sistem pembelian tiket online ala Indonesia sudah mulai menjadi hal biasa.

Ala Indonesia? Ya, hal utama yang menyebabkan online transaction di negeri kita terlambat jauh dibanding negeri lain adalah masalah kartu kredit. Di negara maju lain, terutama di USA yang saya alami sendiri, kartu kredit sudah menjadi salah satu alat utama pembayaran, hampir semua orang memilikinya. Transaksi online memakai kartu kredit adalah salah satu killer application yang menjadikan layanan online seperti Amazon, eBay, Yahoo bisa menjadi sangat besar.

Di dunia travel, yang paling sukses adalah layanan pembelian tiket teragregasi seperi Expedia dan Orbitz. Jadi mereka tidak hanya menjual tiket 1 airline saja, tapi banyak airline. Pengguna betul-betul dimanjakan dengan pilihan yang begitu banyak ketika ingin membeli tiket atau merencanakan perjalanannya. Herannya... kok mau para airline dijejer head-to-head seperti itu? Tapi kalau dipikir, apa bedanya dengan saat kita pergi ke biro perjalanan tradisional biasa dimana kita juga bisa membeli tiket dari banyak airline di satu tempat?

OK, kembali ke Indonesia... Pilihan saya untuk layanan online pembelian tiket yang terbaik jatuh ke Mandala Air.

Secara umum, layanan Mandala sudah sangat memadai. Pencarian penerbangan mudah sekali dan cepat. Kita dapat secara sangat mudah dan cepat melakukan berbagai query pencarian berdasar tanggal dan rute. Sangat menyenangkan karena harganya bisa berbeda-beda dari satu tanggal/jam satu ke lainnya dan perubahan harga bisa terjadi secara cepat. Ini menjadikan proses "berbelanja tiket" menjadi sangat menarik terutama bagi para bargain hunter yang memiliki cukup waktu untuk "bermain-main" dengan query disana.

Begitu kita telah menentukan pilihan rute dan waktunya, maka pembelian bisa dilakukan seketika itu juga. Pilihannya 3, bayar dengan kartu kredit, bayar dengan ATM di bank tertentu (saat tulisan ini dibuat hanya bisa di Bank Mandiri, BRI, BNI dan satu lagi lupa, tidak ada BCA) atau bayar dengan langsung datang ke kantor Mandala.

Biasa saja? Ya, benar... Namun yang menarik adalah di pembayaran pakai ATM.

Di beberapa perintis layanan belanja online di Indonesia seperti Bhinneka.com misalnya, transaksi ATM dilakukan dengan mentransfer uang ke rekening ATM tertentu milik penjual. Jadi setelah pembeli melakukan "pembelian" di Internet, mereka harus pergi secara fisik ke ATM atau kalau mau tetap didepan komputer mungkin bisa dilakukan dengan Internet banking atau mobile banking via ponsel. Setelah transfer dilakukan, maka pembeli harus melakukan satu langkah proses lagi yaitu "offline confirmation" ke penjual, memberitahu penjual bahwa uang telah dipindahkan. Ini dilakukan dengan mengirim fax kertas bukti transaksi, scan kertas tadi kemudian di email, konfirmasi melalui telepon atau SMS. Prinsipnya, penjual harus "diyakinkan" bahwa uang pembayaran telah diterima, baru penjual akan mengirim barang ke pembeli.

Ribet? Pasti... Inilah yang membuat bisnis jual-beli online di Indonesia maju dengan kecepatan "merayap". Padahal jika masalah ini bisa dicarikan solusi "khas" Indonesia, yang paling sesuai dengan kondisi kita, maka kemungkinan akan bisa mendorong kemajuan bisnis online di Indonesia.

Disinilah faktor inovatif Mandala dalam mencari solusinya yang harus saya acungkan jempol. Dengan bekerja sama mengintegrasikan sistem penjualan tiket online miliknya dengan sistem perbankan di beberapa bank pionir, maka kode konfirmasi booking yang dikeluarkan oleh sistem online ticketing Mandala langsung connect dengan sistem ATM di bank. ATM akan menyediakan 1 jalur khusus untuk Mandala dimana pembeli bisa langsung masuk dan mengetikkan kode tadi di ATM, maka sistem di ATM akan mengenali kode tersebut, menampilkan nilai rupiah yang harus dibayar persis dengan angka yang anda dapatkan di www.mandalaair.com yang telah anda "beli" terdahulu. Pembeli bisa langsung bayar dan status pesanan/booking anda di www.mandalaair.com akan berubah status secara realtime dari "hold" ke "OK".

Luar biasa...! Dari sisi teknis sistem informasi, hal ini adalah hal yang sangat sederhana untuk dibuat. Namun point penting yang dilakukan Mandala adalah inovasinya untuk mengintegrasikan sistem miliknya dengan milik bank. Namun siapa yang inovatif? Bisa jadi bank... Karena bank sangat dikenal sebagai lembaga yang ekstra hati-hati dalam "membuka" sistemnya untuk diintegrasikan seperti itu. Jadi komitmen mereka untuk membuka layanan seperti ini dengan Mandala juga patut diacungi jempol. Uniknya, tidak ada BCA dalam list bank yang melayani transaksi Mandala ini. Kenapa? Saya pikir mungkin karena prinsip kehati-hatian tadi...

Walaupun alur proses inovatif ini belum bisa memperpendek proses transaksi online ala Indonesia sependek menggunakan kartu kredit, namun paling tidak sudah bisa memotong 1 langkah "ribet" untuk melakukan konfirmasi ke penjual setelah transfer di ATM dilakukan.

Selamat menikmati belanja tiket yang lebih menyenangkan di Mandala Air. Ceritakan juga pengalaman anda yang lain untuk memperkaya tulisan ini baik di Mandala atau mungkin di layanan lain yang lebih inovatif.

namun, masih ada beberapa hal kecil yang cukup mengganggu, saya share saja sekalian.

User interface masih kurang user friendly dan sistem masih banyak menyimpan bug kecil-kecil yang memang tidak berpengaruh signifikan ke transaksi kita, namun cukup mengganggu. Contohnya ketika fasilitas pop-up printing dari transaksi kita tiba-tiba tidak bisa dicetak. Bagi orang yang awam komputer pasti akan kalang kabut... Pas dapat harga murah, kemudian di booking, eehh... tidak bisa dicetak, kesal kan? Ini terjadi beberapa kali di transaksi yang saya lakukan.

Kemudian ketika kita masuk ke personal page dimana kita bisa melihat daftar sejarah transaksi yang kita lakukan, tidak terlihat sama sekali di layar Firefox saya data dari masing-masing transaksi misalnya tanggal atau rute. Kita harus klik langsung ke masing-masing untuk melihat detail dari transaski.

Terakhir, masuk ke halaman depan yang penuh promosi berbasis Java betul-betul membuat konsentrasi terganggu. Bahkan Firefox saya dipaksa untuk melalkukan klik ke situs sponsor sebelum bisa masuk ke situs Mandala sendiri. Aneh... tapi mungkin Mandala ingin mendapatkan tambahan uang dari iklan online? Siapa tahu?

Ditulis menggunakan Asus Eee PC di Bandara Sepinggan yang tidak memiliki hotspot gratis...
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Debat Publik Calon Gubernur Kaltim 2008-2013

Debat publik ini dilakukan di Samarinda tanggal 22 Mei 2008, diselenggarakan dan disiarkan secara langsung oleh Metro TV. Debat disponsori oleh KPU Kaltim, jadi ini adalah debat versi resmi yang sekaligus menandai ditutupnya masa kampanye dan dilanjutkan ke hari pencoblosan 25 Mei 2008.

Seluruh calon hadir lengkap, nomor 1 Awang-Farid, 2 Nusyirwan-Heru Bambang, 3 Amins-Hadi, 4 Jusuf-Luther. Proses debat juga lumayan lancar dan bisa memberi gambaran pada masyarakat untuk menilai secara lebih jernih. Dari banyak teman di Kaltim yang saya hubungi, sebagian besar menonton acara ini dengan antusias, termasuk saya dan istri saya walau hanya sempat menonton sekitar 30 menit terakhir.

Sebagian besar teman-teman yang saya ajak diskusi sepakat bahwa debat ini dimenangkan oleh Jusuf-Luther yang menunjukkan kecerdasan dan pengalamannya serta juga dibarengi kedewasaan dalam bersikap. Saya dan Aidha istri saya juga sepakat 100% bahwa Jusuf memang jauh unggul dibanding pesaing lainnya. Harusnya debat semacam ini dilakukan lebih dari 1 kali, seperti bisa kita lihat di USA misalnya. Kalau hanya berdasar debat 1 kali, penilaian pasti bisa bias.

Apalagi bagi peserta nomor 1 yang langsung dihujam pertanyaan moderator yang tampaknya membuatnya down, mood turun dan kecewa mengenai pemeriksaan KPK atas dirinya. Namun nomor 1 jelas tidak perform bagus di ajang ini. Awang tidang memberikan sedikitpun kesempatan kepada wakilnya Farid untuk ikut bicara. Tipikal arogansi gaya kepemimpinan ybs yang sudah saya tulis sebelumnya. Awang juga selalu melebihi jatah waktu 2 menit yang disediakan padanya untuk mejawab. Awang juga terlihat tendensius dan bernada "desperate" ketika diberi kesempatan mengajukan pertanyaan ke calon lain.

Nomor 2? Well, saya menganggap bahwa mereka berhasil menjadi nomor 2 dalam debat ini. Jelas terlihat bahwa Nusyirwan dan wakilnya Heru Bambang adalah tipikal pemimpin muda yang lebih terbuka, serius dan cerdas. Namun tampak sangat kental sekali keduanya tidak berpengalaman dalam berpolitik, terlihat dari jawabannya yang terlalu "straight to the point". Jelas juga terlihat jiwa birokratnya yang tercermin dari jawabannya yang "melepas" tanggung jawab dan hanya terfokus pada tupoksi jabatannya sebagai Assisten II Provinsi Kaltim dan Sekda Kota Balikpapan. Ditanya soal jalan Kaltim yang hancur, Nusyirwan mengatakan bahwa sebagai Assiten II, ybs tidak memiliki wewenang soal jalan, itu adalah tanggung jawab bidang lain. Bagi saya, ini adalah jawaban tipikal birokrat kita yang sangat sempit cara pandangnya.

Nomor 3? Ini adalah duet pelawak yang hobinya guyon tapi sama sekali tidak menguasai masalah. Amins sama sekali tidak memiliki kemampuan berbicara didepan publik. Pengetahuannya juga terlihat sangat sempit. Istilah "pendidikan gratis" diartikannya secara sempit dengan akan diturunkannya dana Rp 40 milyar untuk mengganti biaya uang partisipasi siswa baru yang akan masuk sekolah di Samarinda. Hal yang baru akan dilaksanakannya di Kota Samarinda itu dijanjikannya akan dilakukan di seluruh provinsi bila dia menang. Amins juga selalu menjawab pertanyaan dalam waktu kurang dari 1 menit, padahal waktu yang disediakan 2 menit. Bagi saya, ini adalah tanda bahwa dia tidak bisa menjawab. Dan jawabannya pun selalu guyon saja...

Wakilnya? Hadi adalah seorang da'i PKS yang mumpuni. Sebelum ini dalam sebuah khutbah Jumat di mesjid dekat rumah saya, Hadi berhasil membuat saya dan banyak orang menitikkan air mata haru ketika dia bercerita tentang kisah-kisah Rasulullah. Harus diakui ybs adalah penceramah yang sangat handal. Hadi banyak mengambil alih untuk mejawab pertanyaan yang tidak bisa dengan baik dijawab Amins. Namun dari caranya berbicara dan melontarkan singgungan-singgungan ke peserta lain, saya merasa bahwa sebagai calon gubernur, Hadi masih harus lebih banyak belajar...

Akhirnya, Jusuf-Luther... Jusuf jelas memperlihatkan kecerdasan, penguasaan masalah serta kepekaannya terhadap masalah-masalah riil masyarakat di lapangan. Jawaban selalu tepat sasaran, kritikan juga dijawab bijak dan tidak "menohok" lawan. Overall, Jusuf menang dalam depat ini. sayang saya sama sekali tidak menyaksikan saat Luther berbicara, jadi no comment atas hal ini.

Saya ingatkan bahwa pendapat saya diatas didasarkan atas pada pengamatan sempit didalam acara debat saja. Mudah-mudahan bermanfaat.

Baca juga tulisan saya sebelumnya:

Ditulis menggunakan Asus Eee PC 4G Black sebagian di Bandara Sepinggan Balikpapan dan dituntaskan di hotspot The Coffee Bean Senayan City


Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Agung Prabowo: Truck Sampah Australia Pakai Tangan Robot

Implementasi teknologi untuk memudahkan pekerjaan, benar-benar diterapkan di australia. tapi teknologi yang mengurangi tenaga kerja begini, sangat nggak cocok di indoenesia. Rakyat kita di indonesia butuh lapangan kerja, jadi proyek padat karya inilah yang paling pas. Canggih nggak canggih soal nomor seribu. Yang penting rakyat luas dapat kerja. Beda sama australia, wong total penduduknya aja satu negara jumlahnya masih lebih sedikit dibanding penduduk jakarta. Pertama, melihat tempat sampahnya orang australia bikin gua heran, kok nich tempat sampah (Bin) sama semua bentuk dan warnanya. Bisa aja nich penduduk kompak satu kota. Terbayang dech di indonesia, tempat sampah beraneka warna dan ragam. First time, gua pikir cuma agar kompak aja kali ye... Eeeh, pas pagi-pagi, bangun ke luar rumah. Lihat truk sampah datang, langsung ke pikiran pengen lihat orang australia ambil sampah. Jangan2 mirip di indonesia, yang kesannya kalau jadi tukang sampah menderita banget...Ternyata Truck sampahnya australia di lengkapi tangan robot, jadi si supir tinggal kontrol panel di dashboard truck, langsung keluar tangan robot yang mengambil tempat sampah satu persatu, dan meletakannya kembali. Dalam hati gua, busyet dech.. nich negara oz, sudah tinggal 25 tahun di jakarta yang metropolitan aja belum pernah gua lihat macam seperti ini. Di jakarta aja tukang sampah masih keliaran bawa gerobak yang ditarik tenaga manusia dimana tenaganya ya dari tukang sampah itu sendiri.

Ibeny Ilyas: Membuat Virus dengan TeraBIT Virus Maker

Ibeny Ilyas: Cara Mudah Melindungi Wifi disusupi orang tak dikenal

Ibeny Ilyas: Kehebatan Glass Liquid

Mohamad Adriyanto: 2008, Tahun Emas Manchester United

Manchester United are the Champions of Europe and the Champions of England too (ESPN). Sungguh merupakan malam yang spektakuler, Manchester United, tim favorit abadi saya mencetak prestasi double win, juara Liga Premiere Inggris 2007/2008, dan kemudian dituntaskan dengan menjadi UEFA Champions 2007/2008. Amazing squad, amazing manager, it is truly the golden year for Manchester United. Selamat...
Walau menonton final yang sangat panjang melawan Chelsea, namun rasa lelah dan ngantuk bisa ditutup dengan senyum lebar menyaksikan pasukan campuran tua muda ini mengangkat piala Champions. Van der Sar memblok penalti terakhir dari Anelka setelah Ronaldo gagal dan nyaris membuat MU kalah, maka meledaklah stadion Luzhniki di Moscow. Luar biasa. What a year to remember...

Melihat mereka, saya melihat kerja keras, profesionalisme, spirit super tinggi, stndar pengelolaan klub kelas dunia dan tentu saja diimbangi gelimangan kemewahan dan kehidupan glamour.

Berikut beberapa statement asli dari para pelatih dan pemain yang saya copy dari ESPN.

Ronaldo: 'I feel very proud for the lads. They believe all the time. The lads deserve the Champions League. I looked forward to winning this competition -and we won the Premier League. It's a magnificent season for me.' Ronaldo shrugged off missing his penalty in the shoot-out, adding: 'This is football. I don't know what to say. 'I think we're going to lose. I score the goal and miss the penalty. The worst day of my life. 'But the lads did the proper job and I feel very proud for them. It means everything for me.'

Ferguson: 'It's a fantastic achievement. I'm delighted for my players. I think this has the making of my best team. That's the first penalty shoot-out I've ever won. When we missed the penalty kick (from Ronaldo) we thought we were in trouble but I thought we deserved the win.'


Ditulis menggunakan Asus Eee PC 4G Black
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Alfa A Malik: Semangat kebangkitan nasional

Alfa A Malik: Hari-hari sibuk atau minggu-minggu sibuk nih?

Alfa A Malik: Hari-hari sibuk atau minggu-minggu sibuk nih?

Mohamad Adriyanto: Asus Eee PC 900, Hampir Sempurna

Baru beberapa bulan beli Asus Eee PC 4G, ternyata Asus langsung mengeluarkan versi barunya, versi yang memang langsung meng-upgrade aspek yang paling lemah dari versi pertama yang saya miliki. Apa yang diperbaiki? Persis seperti keinginan ribuan pengguna versi awal: layar lebih besar dan SSD drive lebih besar. Dengan tambahan 2 hal tersebut, Eee PC menurut saya sudah sampai pada tahap hampir sempurna untuk masa saat ini. Apa lagi yang dibutuhkan?

Saya adalah pengguna Asus Eee PC 4G yang sangat puas dengan produk ini. Yang saya cari adalah sebuah PC dengan ukuran ultra kecil yang benar-benar berlaku sebagai PC, bukan komputer "mainan". Baca tulisan saya sebelumnya "Akhirnya, Asus Eee PC".

Bagi saya, 1 hal utama yang membuat Eee PC versi awal menjadi agar berbau "mainan anak kecil" adalah ukuran layar yang hanya 7-inch. Dengan layar baru 9-inch, maka tampilan Eee menjadi sempurna sebagai "laptop sungguhan". Seluruh layar menutupi permukaannya, sulit dibedakan dengan laptop ultra portabel lain seperti Fujitsu yang super mahal.

Yang berikut adalah kapasitas hardisk yang memakai SSD drive (solid state disk). Yang lama hanya 4 GB...! Sangat kecil sekali walaupun CUKUP. Dengan Windows XP SP2 dan Office 2003 yang saya pakai, ukuran sebesar 4 GB sudah sangat cukup bagi saya karena memang Eee PC ini hanya saya pakai untuk basic office application yang mendukung pekerjaan saya yang memang sederhana, dan dengan catatan tidak menyimpan file di My Document di drive C. Namun, seiring waktu... mulai terasa bahwa 4 GB untuk system disk akan semakin tidak cukup, mulai muncul pesan warning space yang semakin sedikit.

Nah, dengan kapasitas baru 16 GB, rasanya sudah tidak perlu ada yang dikuatirkan lagi. Kecuali bila anda mau pakai Vista... :-) PLUS... yang sebenarnya tidak saya harapkan diperbaiki di versi baru ini adalah RAM 1 GB. Ngapain? Yang ada saat ini 500 MB sudah sangat cukup, sekali lagi sangat cukup. Yang mungkin perlu diperbaiki di versi berikut adalah prosesor. Celeron 900 MHz pasti suatu saat perlu ditinggikan lagi... Teknologinya sudah menunggu: Intel Atom prosesor, tapi tampaknya akan meningkatkan harga jual Eee menjadi tidak kompetitif lagi, mungkin...

Semua jadi sempurna bagi saya...

Terus, kenapa saya bilang "hampir" sempurna? Problem utama di versi baru ini adalah HARGA. Dengan harga USD 550, maka ada peningkatan sekitar USD 150 dari harga versi awal 4G yang hanya USD 400. Titik penarik utama Asus Eee PC adalah harga yang luar biasa menggoda tadi. Dengan harga baru ini, maka Eee PC ada di level yang sama dengan low-end laptop biasa. Kalau saya diminta memilih, kemungkinan saya lebih memilih beli versi low-end itu, kecuali saya punya kebutuhan khusus dari sisi ukuran kecilnya. Menurut saya, angka wajar harganya tidak boleh lebih dari USD 450... Ini baru the real Eee PC yang diharapkan dunia :-)

Diketik bukan menggunakan Eee PC 4G Black
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Komputer Diatas Apa Saja

Susah cari istilah tepatnya :-) Prinsipnya apapun bisa jadi komputer. Lah, tambah bingung... Yang ngomong adalah Bill Gates, bahasa Inggrisnya "every surface to be a computer". Lihat foto demonya berikut ini. Yang terlihat adalah Gates mendemokan suatu komputer di sebuah dinding yang diberi nama TouchWall. TouchWall menggunakan infrared and laser technology untuk mengidentifikasi input berupa sentuhan, seperti touch screen di tablet PC, ponsel ataupun PDA, tapi di permukaan lebih luas. Bill Gates menambahkan bahwa prediksinya, kedepan akan semakin banyak komputer jenis ini dimana-mana, di kantor, rumah, tempat umum, dll.

Saya membayangkan bahwa komputer jenis ini bila bisa semakin murah bisa menggantikan banyak hal. Tapi mungkin saking majunya, saya malah bingung aplikasinya kira-kira bisa untuk apa ya?

Kalau saya tidak salah, Microsoft telah menjual ke publik jenis komputer seperti ini tetap berbentuk meja yang bisa dipakai di restoran, pub, dll. Jadi pemesanan makanan dan minuman bisa langsung dilakukan di meja touch screen, mejanya juga dilengkapi sensor-sensor tertentu sehingga bisa tahu macam-macam... (imagine yourself). Harganya? $10,000 (sekitar Rp 90 jutaan). Namanya Microsoft Surface.

Mudah-mudahan ada manfaatnya info ini...

Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id
Next Page »