Rijal Fadilah: Matador Taklukkan Panser!!
Satria Dharma: “Hidup Itu Perbuatan”, Katanya?
Hidup itu perbuatan! kata Sutrisno Bachir. Dan itu disampaikannya secara menyolok di baliho-baliho, papan-papan reklame, dan di layar-layar TV. Ia tidak hanya menuliskannya tapi juga membuat iklan tentang dirinya. Di layar TV saya dan istri saya terpaku melihat betapa ‘happy’nya kehidupan Sutrisno Bachir dan istrinya. Wajah mereka begitu sumringah. Senyum lebar begitu murah. Suasana terasa begitu damai. Sungguh sebuah keluarga impian setiap orang.
Pertamakali melihat iklan dirinya di papan reklame raksasa di Jakarta di tempat-tempat paling strategis, saya tertegun dan tercengang. Tanpa dapat saya cegah otak saya langsung mengeluarkan pertanyaan , :”Berapa duit yang harus dikeluarkan olehnya sekedar untuk mengatakan bahwa ‘Hidup itu Perbuatan’?” Dasar otak naif, umpat saya pada diri sendiri. Sutrisno Bachir adalah orang kaya raya dimana uangnya yang bekerja untuknya. Tak perlu bertanya berapa banyak uang yang dikucurkannya untuk menyatakan sesuatu yang begitu filosofis dan menggugah tersebut. Tapi sesuatu tetap mengganjal di otak saya.
Mohamad Adriyanto: Mengelola Perubahan Sosial & Budaya Masyarakat Menghadapi Serbuan Teknologi Informasi
Sebagian peserta biasanya terkejut dan tidak menyangka dengan apa yang mereka lihat. Saya mulai dengan gambar favorit saya, screen shot dari Popular Members di Friendster. Ini adalah halaman situs Friendster yang berisi foto-foto anggota Friendster yang paling populer. Memang semuanya wanita muda dengan pose-pose yang cukup panas plus nama serta statusnya. Sebagai info tambahan, saya sampaikan ke peserta bahwa Friendster adalah situs Internet yang saat ini menduduki posisi nomor 1 di Indonesia, Malaysia dan negara Asia Tenggara lain sebagai situs yang paling banyak dikunjungi.
Artinya, itu adalah situs yang kemungkinan besar dikunjungi oleh anak-anak kita setiap mereka berkesempatan masuk ke Internet. Tentu saja Friendster bukan situs "terlarang". Friendster adalah situs positif yang sangat baik untuk mengembangkan kemampuan komunikasi anak-anak kita di dunia global. Namun setiap orang bisa "terpeleset" di Internet dan menggunakannya untuk melakukan aktivitas negatif seperti mengunjungi situs-situs porno, dan Friendster bisa jadi pintu gerbang dari semua itu.
Setelah audiens tersadar, saya baru kemudian masuk ke konsep Web 2.0 (Internet Masa Kini), mengenalkan ke mereka betapa mudahnya pemanfaatan Internet saat ini serta betapa besarnya dampak yang diakibatkan bagi dunia kehidupan kita. Saya tetap selalu berusaha menyeimbangkan aspek positif dan negatifnya, jangan sampai malah akhirnya presentasi saya menjadi pemicu mereka untuk menjauhkan anak-anaknya dari duni Internet.
Ada banyak kasus dimana para pimpinan atau orangtua mengambil keputusan yang berlebihan dan tidak berdasar berkenaan dengan Internet dan juga dunia seluler. Sebagian besar karena ketakutan mereka akan bahayanya serta "gapteknya" mereka dalam mengikuti perkembangan. Sebuah SMA unggul di daerah saya yang berasrama melarang seluruh siswanya membawa ponsel ke lingkungan sekolah. Seorang Kepala Dinas Pendidikan melarang siswa di daerahnya untuk membawa HP berkamera ke sekolah. Banyak ibu-ibu yang menolak usulan suaminya untuk berlangganan sambungan Internet di rumahnya. Semua karena alasan diatas. Takut aspek negatifnya, kemudian terpaksa melepaskan potensi dampak positifnya.
Disinilah inti opini saya ini berada. Jangan hindari teknologi, tapi kelolalah dengan baik. Bukan hanya pengelolaan teknisnya, tapi juga kelola perubahan sosial dan budayanya. Mengelola perubahan ini tidak bisa dilakukan pelan-pelan karena teknologi dan penyebarannya ke masyarakat berjalan dengan sangat cepat. Kunci suksesnya ada pada pemilikan pengetahuan yang memadai atas perkembangan teknologi. Terlalu banyak orangtua serta para pimpinan gaptek yang tidak ingin melepaskan status "gapteknya". Entah karena malas atau memang sudah merasa tidak memiliki lagi cukup kekuatan untuk mengikuti teknologi.
Kalau para orangtua terus memelihara "gapteknya", maka mustahil mereka bisa membuat suatu konsep atau bahkan sistem yang baik untuk mengelolanya. Namun bila para pengambil keputusan lebih mau membuka diri terhadap perkembangan teknologi, maka besar kemungkinan mereka akan punya cukup "amunisi" untuk untuk mampu melakukan kontrol dan pengendalian anak-anaknya secara baik dan bijak namun tetap ketat sesuai norma agama dan tata nilai ketimuran kita.
Lihat juga tulisan saya sebelumnya yang bisa memberi info lebih jauh berkenaan dengan diksusi diatas:
- Melindungi Generasi Muda dari Pornografi Online
- Kajian Internet Masa Depan
Mohamad Adriyanto: Liburan Keluarga 2008
Namun anak-anak sangat menikmati suasana kebersamaan begini. Tinggal orangtuanya yang mengatur jadwal sebaik-baiknya agar tidak mengganggu hal-hal wajib seperti ujian sekolah dan kerja. Saya dan Arif berangkat 21 Juni dari Samarinda dan USA, Arif mampir di Bandung untuk kumpul dengan keluarga mertuanya, saya di Surabaya. Tanggal 25 Juni, bila tidak ada halangan kami akan berkumpul di Jogja.
Hari ini di Surabaya, baru babak pertama liburan di Surabaya, tapi anak-anak sudah mulai teler walau semangat tetap membara untuk berlibur. Kebetulan Audrey dan Irfan datang dalam keadaan sakit dari Samarinda. Namun berangsur-angsur mereka membaik. Besok rencana mau menginap 1 malam di Batu setelah mengunjungi Jatim Park. Kemudian langsung ke Jogja, tapi Abi masih harus stay di Surabaya hingga pembagian rapor Tiara.
Insya Allah libur tahun ini akan membawa makna yang sangat mendalam. Arif karena berkenaan dengan persyaratan memperoleh "green card" di USA baru bisa kembali ke tanah air tahun ini. Saya bertemu dia terakhir tahun 2002 di Seattle. Jadi lumayan lama kami tidak berjumpa, begitu juga dengan keluarganya. Semua tidak sabar untuk masuk d-day kumpul. Di Jogja ibu saya tinggal sendirian, namun banyak keluarga almarhum bapak saya di Jogja. Abi adik saya di Surabaya yang paling sering mengunjungi ibu saya.
Walau cukup banyak yang terpaksa saya "korbankan" untuk liburan kali ini, namun pertemuan penting ini wajib didahulukan. Saya minta maaf pada banyak rekan kerja yang terpaksa harus "terganggu" karena liburan saya kali ini menabrak banyak schedule kerja yang sudah dijadwalkan lama, termasuk keterlibatan membantu kegiatan PON (Pekan Olahraga Nasional) 2008 tanggal 5-17 Juli 2008. Olimpiade kecilnya Indonesia ini dilaksanakan besar-besaran di kota kecil saya di Samarinda. Bisa dibayangkan "hebohnya" persiapan hingga pelaksanaannya nanti.
Namun untuk masalah pekerjaan, saya tidak terlalu kuatir karena 90% pekerjaan saya bisa diselesaikan secara remote (jarak jauh) dengan bantuan Internet. Yang jadi masalah, justru mencari koneksi Internet yang reliable dan murah.
Saya berdoa agar kegiatan liburan keluarga saya tahun ini bisa sukses dan membawa makna mendalam bagi semuanya. Juga bagi kelancaran PON di Kaltim, serta juga bagi kegiatan-kegiatan kerja yang melibatkan saya lainnya. Amin...
Ditulis saat lunch time di Food Court terbesar di Jawa Timur yang "WiFi Zone" nya macet menggunakan Asus Eee PC 4G Black sambil menikmati Mie Hokkian
Update 24 Juni 2008
Siang ini jam 12 siang kita semua tiba di kota dingin Batu setelah naik mobil sejak jam 7 pagi dari Surabaya, mau ke Jatim Park tapi tampaknya sangat ramai dan panas terik. Diputuskan untuk kesana besok pagi dan langsung check-in di Kartika Wiyata Heritage Hotel. Cottagenya bagus sekali, asri, bersih dan dingin... Anak-anak langsung dengan semangat 45 nyebur ke kolam renang, tapi dalam waktu sangat singkat Audrey dan Alda langsung menggigil kedinginan. Irfan sudah sejak awal saat menyentuhkan kakinya ke air langsung tidak jadi berenang, dingin sekali, padahal itu jam 13 siang bolong. Internet sedang putus di hotel ini, padahal hotspotnya jalan. Cerita hebat mengenai Malang cybercity langsung lenyap... :-( Padahal saya harus email file yang sudah saya buat tadi malam, terpaksa sore ini harus cari warnet atau hotspot lain. Mudah-mudahan dapat.
Pada saat bersamaan, Arif katanya sudah mendekati Jogja dari Bandung. Mungkin lusa baru bisa gabung di Jogja.
Subur Anugerah: Produktifitas Menggunakan PLBOS
Bukan hanya itu, Linux kini sudah hampir selalu digunakan di komputer kantor-kantor, perpustakaan, bagian tata usaha, administrasi keuangan, beberapa divisi dalam perusahaan, yang digunakan untuk operasioal sehari-hari menunjang proses produktifitas perusahaan dan sebagainya. Jadi, bisa dikatakan “ndeso” kalau kini belum tahu Linux. ;-)
Salah satu hal mengapa kini Linux banyak digunakan oleh masyarakat luas adalah kemudahan mengoperasikan dan dukungan pengembangannya yang sangat luas. Hampir segala perangkat keras komputer dapat menjalankannya, dan apabila kesulitan pun hampir selalu ditemukan solusinya di Internet atau teman terdekat. Ya, walaupun tidak tertutup kemungkinan banyak juga yang stress gara-gara gagal sini gagal sana... ;-)
Kalau begitu, kalau memang mudah menggunakan Linux dan OSS, contohnya apa?
Hmm... iya ya, kadang lebih suka omong doang, omdo gitu, nggak cocok dengan kenyataan sebenarnya. Hmm... gimana ya, ya... maafinlah, namanya juga manusia, oiya, berikut saya tuliskan tutorial Mudahnya Membuat Animasi dengan GIMP di Linux, yang saya posting di situsnya KPLI Balikpapan, mudah-mudahan bermanfaat. ;-)
Ditulis disela-sela mengerjakan PR, lagi bete... :P
Agung Prabowo: Islam Amerika Dakwah Di Australia “Yusuf Estes”
Beberapa hari terakhir ini, kalau kita ke masjid sekitar adelaide seperti adelaide city Masjid, wandana Masjid or khalil Masjid maka akan terlihat pamflet-pamflet mengenai beberapa acara yang akan berlangsung di community centre. Siapa Da'i nya...?? ialah yusuf estes. Seorang mualaf (mantan pendeta asal Amerika Serikat (AS) yang memeluk Islam sejak 1991) dan sekarang menjadi imam tetap markas militer AS di Texas serta juga sebagai and Director of "the Islamic Mission Foundation International" , an Islamic research group dedicated to presenting the message of Islam in English according to the Quran and Sunnah.Berikut laporan dari teman yang di Brisbane, tentang kegiatan dakwah yusuf estes disana :
Media Banyak Mendistorsi Islam
Yusuf Estes, mantan pendeta asal Amerika Serikat (AS) yang memeluk Islam sejak 1991, mengatakan distorsi informasi tentang Islam masih dijumpai dalam pemberitaan surat kabar dan televisi dunia. Dalam tampilan informasi mereka, masih banyak ditemukan kebohongan tentang agama samawi ini.
''Yang tepat dilakukan adalah mendapat pengetahuan yang benar tentang Islam dengan cara belajar langsung dari Alquran dan hadits. Untuk itu, diperlukan pemahaman bahasa Arab yang akan sangat membantu bagi mereka yang ingin mengetahui Islam dengan benar,'' kata pria kelahiran Ohio (1944) itu, di depan ratusan warga berbagai bangsa dan agama yang menghadiri ceramahnya tentang Islam di auditorium Universitas Griffith (GU) Kampus Nathan, Brisbane, Australia, Selasa (10/6).
Salah paham dan ketakutan (fobia) terhadap Islam juga masih terus terjadi di masyarakat Australia. Ini akibat dari rendahnya pemahaman mereka terhadap Islam serta pemberitaan media setempat yang keliru dan tidak proporsional tentang Islam serta umat Islam.
Kesimpulan itu diperkuat dengan hasil penelitian pakar studi-studi keislaman dari Universitas Griffith, Halim Rane, bertajuk Knowing One Another: An Antidote for Mass Media Islam. Penelitian ini menegaskan besarnya kontribusi media Australia terhadap penciptaan kesalahpahaman publik terhadap Islam.
Membangun pengertian
Yusuf Estes memperkenalkan Islam kepada masyarakat Australia di Brisbane mulai Senin (9/6) hingga 22 Juni 2008. Ini untuk membangun pengertian yang benar dan lebih proporsional tentang Islam dan pemeluknya (Muslim).
Kehadiran Yusuf Estes atas dukungan Discover Islam Australia (Temukan Islam Australia), salah satu organisasi keislaman di Brisbane. Organisasi ini memiliki komitmen tinggi untuk mewujudkan perdamaian dan harmoni melalui pengenalan Islam yang benar kepada masyarakat Australia. Yusuf Estes, pendakwah yang lahir dan besar dalam keluarga kristiani asal daerah Midwest AS, memulai kegiatan dakwahnya pada Senin (9/6) malam di Masjid Lutwyche. Mantan delegasi KTT Perdamaian PBB untuk Para Pemimpin Agama itu berbicara tentang konflik dan koherensi.
Selama di Brisbane, Yusuf Estes juga mengupas kilas balik perjalanan spiritualitasnya, bagaimana kehidupan Muslim di Dunia Barat, serta memberikan lokakarya tentang dakwah Islam di Masjid Kuraby, Holland Park, Darul Uloom, dan Gold Coast. Puncak kegiatan dakwah Yusuf Estes di Brisbane adalah ceramah umum tentang Islam kepada masyarakat non-Muslim Queensland di Aula Kota Brisbane, 22 Juni mendatang.
Yusuf Estes memberikan tips bagi mereka yang ingin mengetahui lebih banyak tentang Islam yang sebenarnya kini terbantu oleh kehadiran berbagai situs Islam di internet. Beberapa yang direkomendasikannya adalah http:shareislam.com/ , http:www.hearislam. com/, dan http:chatislam.com/ . ''Anda bisa mendapatkan informasi yang benar tentang Islam dari situs-situs ini,'' kata imam tetap markas militer AS di Texas dan dai di penjara sejak 1994 itu.
Mohamad Adriyanto: Guus Hiddink, Pelatih Terbaik di Euro 2008
Karena tim favorit saya tidak ikut akibat gugur di babak penyisihan, maka saya tidak terlalu antusias berbicara mengenai tim. Saya lebih tertarik bicara tentang para pelatihnya. Seperti kita ikuti bersama, pencarian pelatih berkualitas saat ini sungguh merupakan tugas berat dan mahal bagi para pemilik klub ataupun pengurus sepakbola suatu negara. Siapa pelatih terbaik di Euro 2008 ini? Saya jawab Guus Hiddink.
Hingga babak perempat final ini, dimana 4 tim sudah masuk yaitu Jerman, Turki, Rusia dan Spanyol, pelatih yang terus membuat saya terheran-heran adalah orang Belanda yang satu itu. Apa saja keunggulannya? Saya coba bahas dari sisi ilmu "pengembangan SDM" dan bukan dari sudut pandang "sepakbola jalanan". He3...
Pelatih ini adalah pelatih yang sangat lengkap pengalamannya dan sangat gemar "berpetualang". Saya tidak punya data lengkap atas CVnya, namun yang saya ingat, Hiddink adalah pelatih tim nasional Belanda yang sukses di Piala Eropa tahun 1990an. Kemudian sukses lagi ketika membawa Korea Selatan masuk ke semifinal Piala Dunia 200X, dan terakhir membawa Australia di Piala Dunia 200X. Semuanya tergolong sukses, terutama mengingat dia mengelola suatu tim tidak terkenal yang memiliki stock pemain pas-pasan, baik dari sisi kulaitas maupun kuantitas.
Memimpin suatu tim sepakbola memiliki banyak persamaan aspek dengan pengelolaan suatu organisasi. Diperlukan visi dan strategi yang kuat, ada kegiatan operasional implementasi dari rencana yang telah disusun, dan melibatkan juga aspek-aspek efisiensi dan efektifitas keuangan.
Kehebatan Guus Hidding yang saya rasakan luar biasa adalah kemampuannya merubah mentalitas "klub kecil" yang menghinggapi Korea Selatan, Australia dan Rusia menjadi self confidence yang luar biasa tinggi. Mereka menjadi merasa "sejajar" dengan siapapun. Dalam perang, keyakinan diri seperti itu sudah merupakan 1 langkah kemenangan. Rusia beberapa hari lalu tampil dominan dan sangat percaya diri menghadapi belanda yang jauh lebih favorit dan memiliki banyak pemain lebih terkenal. Bagaimana Hiddink melakukannya? Saya tidak tahu...
Yang berikutnya adalah kemampuan taktik Hiddink yang diatas rata-rata. Entah apa yang dilakukannya dalam menyusun timnya serta taktik yang diterapkannya, namun tampak bahwa kebanyakan taktik yang diterapkannya jitu dan mampu membuat permainan lawan menjadi tidak berkembang. Hikmahnya? Seorang jenderal haruslah memiliki kemampuan teknis taktis-strategis yang baik apabila ingin sukses. Biar bagaimana hebatnya para pemain, bila pemimpinnya tidak memiliki kemampuan, ya lupakanlah...
Apa lagi ya? (to be continued)
Ditulis di Magnet Zone, the best hangout place in Surabaya di jaringan Telkom Hotspot iVas dengan menggunakan Asus Eee PC 4G Black
Subur Anugerah: Italia Kalah
Jadi, jago siapa lagi nich?
Ah... enggak ada, si jago sudah kalah, sulit berpaling ke yang lain... ;-)
Lalu, siapa kira-kira yang menang?
Dilihat saja akhirnya, secara strategi-teknik-fisik itu bisa dilihat tim mana yang kira-kira bakal menang, tetapi dari kemampuan tim yang rata-rata bermain sangat baik serta adanya keberuntungan --kalo orang tua menyebut: wis dadi qodare--, hampir semua prediksi kebanyakan orang tak ada yang benar, ya begitulah, bola itu bundar... ;-)
Mohamad Adriyanto: Menulis Blog, Gampang atau Susah?
Mobile blogging? Sudah saya coba tahun lalu dengan menggunakan ponsel Nokia 6600 candybar saya, namun susah lah... micro blogging mungkin bisa... tapi kalau blogging serius dengan tulisan yang panjang dan sering perlu cari referensi untuk melengkapi tulisan, tampaknya ponsel bukan solusinya. Beberapa tulisan di blog ini saya buat dengan pola mobile. Praktis tapi tidak nyaman. Micro blogging adalah suatu kegiatan blog kategori mini, isinya biasanya tergolong "shout", bisa dilihat contohnya seperti di Twitter. Jadi ketika anda sedang ada di suatu tempat... tiba-tiba ada materi atau info bagus yang ingin anda bagi ke dunia... tulislah langsung di ponsel anda, kirim langsung dan akan masuk ke blog anda atau situs aggregasi micro blogging seperti Twitter.
Namun, saya amati, kegiatan blog di Indonesia sudah semakin berkembang. Semakin banyak blogger yang mulai aktif dan juga semakin serius. Beberapa perguruan tinggi mulai mewajibkan mahasiswanya untuk memiliki blog, termasuk dosennya. Termasuk di mata kuliah yang saya asuh di Program Pasca Sarjana Kependidikan Universitas Mulawarman. Walaupun 70-an persen dari blog yang dibuat mahasiswa masih masuk kategori "blog pemula", namun paling tidak "wabah blog" mulai bisa semakin menyebar di masyarakat. Komunitas blogger juga semakin menjamur. Di daerah saya, ada Balikpapan Blogger Community, ada agregasi blogger Kaltim Bloggers United. Rame lah pokoknya...
Kalau tidak ada aral melintang, akan ada juga kegiatan blog menarik yang dilakukan blogger Kalimantan Timur untuk mendukung kegiatan olahraga besar Indonesia, yakni PON VII 2008. Jadi akan ada situs blog komunitas yang disponsori oleh Telkom, isinya mengenai hal-hal seputar PON 2008 di wilayah kami. Jadi, mimpinya disamping ada situs-situs resmi PON serta liputan resmi dari para jurnalis beneran, akan ada "liputan" khusus juga dari para blogger di seputar Kaltim mengenai jalannya event besar ini. Tentu saja akan menampilkan info berupa tulisan, foto, video dari perspektif berbeda yang disumbangkan secara sukarela oleh para blogger yang tersebar di seluruh wilayah Kaltim. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa sukses terselenggara.
Dikirim dari WiFi Zone ITC Surabaya menggunakan Asus Eee PC 4G Black sambil menikmati sepiring Tahu Campur
Rijal Fadilah: PON XVII dan Ambisi Daerah
Fathur Rahman: Yahoo Memperkenalkan Email Domain Baru: YMail.com dan RocketMail.com

Yahoo telah memperkenalkan nama email domain baru pada Rabu (18-06-2008) kemarin, hal ini bertujuan untuk memudahkan user untuk memilih nama user pada yahoo yang sudah banyak di pakai orang lain pada Yahoo.com nama email adress yang baru itu adalah Ymail.com dan Rocketmail.com.
Menurut Yahoo pada nama email Yahoo.com sudah meiliki kurang lebih 260 juta user di seluruh dunia, sehingga banyak user yang ingin menggunakan namanya sendiri pada email yahoo.com sudah terpakai atau diambil oleh orang lain.
Email account pada Ymail.com maupun Rocketmail.com mempunyai fitur-fitur yang sama pada Yahoo.com seperti Unlimite storage, Instan Message, Spam dan Virus Protection.
Dengan adanya Ymail.com dan Rocketmail.com ini anda bisa buat email address atau alamat email dengan nama yang diinginkan apabila anda cepet-cepat mendaftar di Yahoo. Nama yang anda inginkan spserti "namaanda@ymail.com atau namaanda@rocketmail.com".
Menurut informasi dari Yahoo nama email domain yang baru ini bisa juga dipakai di Yahoo Messenger seperti kita memakai Yahoo.com ID biasa. Jadi Tunggu apa lagi buruan daftar ke ymail.com atau rocketmail.com dan pastikan nama yang anda inginkan bisa di buat sebelum terpakai atau diambil oleh orang lain.
Subur Anugerah: Perpustakaan, Kini dan Akan Datang
Menariknya, seperti Jogja sini, toko buku tiap hari hampir tidak pernah sepi, apalagi bila menjelang petang, malam minggu atau hari libur. Ini tak berbeda dengan kota tempat tinggal saya, Balikpapan. Tengok saja beberapa toko buku di tengah kota, hampir setiap hari orang masuk lalu lalang sekedar baca buku atau hanya melihat-lihat saja, walaupun tak disediakan meja untuk membaca layaknya perpustakaan, tapi pengunjung tetap puas membaca sambil berdiri. Suasananya pun ramai, berisik, kadang ada musiknya keras-keras. Saya pun biasanya bila sekedar jalan-jalan, tak segan-segan menjadikan toko buku sebagai prioritas untuk dikunjungi, bukan mall.
Bila melihat kondisi yang berbeda di atas, salah satu kelemahan perpustakaan ini banyak sekali dan nampaknya cukup kompleks. Mungkin ada yang menganggap bahwa perpustakaan kini hanya mirip gudang buku dan jurnal usang, buku tebal kertas coklat, berisi penuh filosofi berat, teoritis, numerical dan tak ada hal yang baru. Didukung dengan wajah petugas yang lesu, kurang simpatik, ruangan kusam, gelap, komputer jadul dan hanya bisa dipakai main solitaer, apalagi kartu anggota yang berbayar dan mudah lecek, denda keterlambatan yang muahal, manajemen amburadul, semakin membuat perpustakaan sebagai gedung besar yang berhantu.
Hm... perpustakaan? Bagaimana sebaiknya?
Subur Anugerah: Italia, Menyebalkan tapi Menang
Mari ditunggu saja babak selanjutnya. ;-)
Fathur Rahman: Rapidshare Dengan Logo Baru dan Sering Happy Hours

Mungkin sudah banyak yang kenal dengan Rapidshare kan, nah apabila Anda biasa berkunjung ke Rapidshare baik untuk sekedar download sebagi free user maupun yang mempunyai premium account, mungkin Anda telah mendapati jika tampilan website dan logo yang biasa dilihat melalui website kini telah berubah. Logo Rapidshare yang baru tersebut adalah seperti pada image di samping. Perubahan-perubahan pada rapidshare yaitu telah menaikan jatah maksimum download untuk premium account menjadi 50GB dalam waktu 5 hari dari sebelumnya 25GB. Sedang untuk siapa pun yang dapat melaporkan bug-bug yang mungkin ditemui ketika mengakses tampilan website barunya ini akan mendapatkan hadiah point sebanyak 1000 point. Kemudian ada keuntungan kedua yang didapat yaitu Rapidshare sering Happy Hours, lho kenapa??? saya juga tidak tau tetapi hal itu sering saya dapatkan yaitu waktu Happy hours tadi, untuk di indonesia sering terjadi pada siang hari, perlu di informasikan bahwa Rapidshare Happy Hours sendiri merupakan saat-saat dimana pengguna non premium akan mendapat fasilitas untuk mendownload file-file dari Rapidshare layaknya pengguna Premium: tanpa perlu memasukkan kode Captcha dan dapat menggunakan download manager.
Mungkin untuk mengetahui waktu Happy Hours dapat menggunakan program Happy checker yang merupakan Add-On untuk Mozilla Firefox yang dapat di download di HappyChecker. Kalau ingin program yang berjalan sendiri (bukan add-on) dapat juga mendowload di RS Happy Hour Checker.Cuman ada satu yang sering bikin saya agak kecewa yaitu apabila kita mendownload pada waktu Happy Hours rupanya IP kita dibatasi cuman bisa sampai 3x download saja kemudian kita disuruh menunggu atau di haruskan register account premium, apakah ini terjadi pada anda atau cuman saya saja......????
