Aggregasi Jurnal Online Civitas Akademika STIKOM Balikpapan

Subur Anugerah: Mana Ada Mahasiswa S2 Tidak Pintar?

Menjelang libur lebaran ini, banyak keluarga yang mengagendakan berkumpul bersama keluarganya dan menghabiskan waktu untuk rekreasi, atau nonton film bareng di rumah, dan setelah itu menjadi bahan perbincangan di kalangan keluarga, acara kumpul-kumpul jadi gayeng. Nah, ada yang sudah menonton film Ayat-ayat Cinta? Konon film ini mengundang kecemburuan bagi banyak wanita terutama yang sensitif dengan poligami. Salah satu adegan dalam film tersebut, Fahri, sangat kebingungan ketika dokumentasi thesisnya di komputer terserang virus, dan ia meminta bantuan pada tetangganya yang perempuan, Maria. Rupanya, adegan ini mengundang tanggapan yang berbeda bagi banyak kalangan, salah satunya di milis cbe ini, berikut kutipan komentarnya:

Mana ada mahasiswa S2 tidak pintar? File tesisnya terkena virus tapi tak mampu atasi, dalam arti antisipasi sebelumnya, buat back up, dsb. sebab tesis menyangkut kelanjutan hidup sebagai mahasiswa di ujung penyelesaian studi, lha kok dodol. Mahasiswa S1 saja sudah canggih, mahasiswa S2 kok ribet.


Mungkin yang mengetahui fakta sehari-hari dan tidak setuju pernyataan di atas akan menimpali, "Pintar apa dulu? Kan Fahri bisa saja belum mengetahui asal muasal virus itu baru atau bukan, lagian belum sempat membackup karena masih baru, jadi ya wajar dong kalau kejadian itu sudah biasa, jangankan yang S2, yang profesor aja terkena virus nyantai aja kok... ayo, pingin bukti?". Tentu, perdebatan akan semakin panjang dan masing-masing orang akan mempertahankan pendapatnya. Jadi, cerita di atas saya tutup sampai di sini. ;-)

Bicara mengenai virus, saya sudah menulis postingan yang barusan sempat saya publikasi di sini, yang saya tulis dalam liputan khusus mudik Yogyakarta-Surabaya-Balikpapan beberapa hari lalu. Kemudian saya sempurnakan kembali setelah mendapatkan lagi keluhan masalah virus dari seorang rekan pada malam 27 Ramadhan kemarin ketika i'tikaf di masjid.

Sila menuju ke artikel Virus dan Perilaku Pengguna Teknologi Informasi

Subur Anugerah: Virus dan Perilaku Pengguna Teknologi Informasi

Entah sudah berapa kali saya setiap bertemu dan ditanya rekan sejawat, kolega, saudara, hingga seseorang yang -- saya tidak mengenalnya secara khusus -- bertanya tentang virus Windows yang menular melalui flashdisk. Secara pribadi saya jarang berurusan dengan virus Windows itu, dan kata kunci yang biasa saya gunakan untuk mengajaknya lari dari masalahnya adalah: "Gunakan Linux, aman, nyaman dan bebas virus, titik!". Meski demikian, saya sendiri masih menggunakan Windows untuk keperluan belajar, testing dan pekerjaan yang saya tekuni saat ini, namun tanpa semacam anti virus, kecuali firewall bawaan Windows itu sendiri dan CCleaner, masih rentan virus bukan? Windows ini pun saya instalasi ke dalam VirtualBox -- bukan dual boot -- dan digunakan sedikit paranoid untuk keperluan sehat saja, sedangkan untuk keseharian cukup menggunakan Linux Ubuntu yang handal ini.

Hal yang sering ditanyakan adalah banyaknya virus yang kini beredar di masyarakat, yang menular akibat pertukaran data melalui USB external disk. Virus yang menular ini pun tidak berhasil dideteksi, dikarantina, atau dihapus oleh anti virus yang ada. Kalaupun bisa, maka virusnya datang kembali, terus berulang dan menular menjadi endemik. Usaha mendapatkan anti virus yang baik pun bukan perkara mudah dan murah. Akhirnya, pengguna ini sering frustasi sendiri, dan membiarkan virus itu hidup dan bersemayam di dalam komputernya berhari-hari, hingga berbulan-bulan mengganggu aktifitasnya, tanpa disadari menyebar dan menulari komputer anak-istrinya, tetangganya, temannya dan semuanya yang memiliki gaya berkomputer sembarangan. Bila dilihat dari latar belakang pendidikan dan keahliannya, para pengguna teknologi informasi ini tak bisa dianggap enteng. Malahan, saya pun kadang meminta bantuan teknis kepada mereka bila saya sedang mengalami kesulitan dalam bidang lain.

Dalam posisi saya kali ini, kadang saya harus "berdakwah" menyadarkan mereka agar kembali ke jalan yang bebas merdeka, sembari memperbaiki komputernya yang penyakitan. Karena saya tidak memiliki perangkat lunak anti virus high-end, maka pertolongan pertama untuk mengobatinya adalah mendiagnosa perangkat lunak komputernya dengan Clamav di Linux. Dari sini, tingkat infeksi bisa sedikit diketahui, ada yang ringan, ada pula yang terlalu akut, sehingga bisa dipastikan sulit untuk disembuhkan seperti sedia kala. Jalan satu-satunya adalah format ulang dan ganti perangkat lunak baru. Lucunya, kadang oleh Clamav, flashdisk saya pun terdeteksi virus Windows juga, ini disebabkan adanya pertukaran data dengan komputer yang terserang virus tersebut, bukan dari Linux. Hikmahnya, hampir bisa dipastikan siapapun di jaman sekarang ini, tidak peduli latar belakang pendidikan dan keahliannya, atau meski mengaku kebal dengan virus, jangan mudah percaya sebelum membuktikannya sendiri. :-)

Mohamad Adriyanto: F1 Singapore Grand Prix

Tanggal 26 September ini, balapan bersejarah ini akan dimulai. Balapan Formula Satu yang untuk pertama kalinya diadakan malam hari. Singapore yang telah bersiap sekian lama dengan sangat serius akhirnya akan menyaksikan salah satu pertunjukan paling spektakuler di dunia. Balap mobil berteknologi jet didalam sirkuit kota tropis dibawah balutan langit malam. Rasanya memang tidak akan ada kota lain yang mampu menyelenggarakannya kecuali Singapore. Kota ini telah berusaha luar biasa keras untuk mewujudkan impian kelas dunia ini, 60% dari biaya penyelenggaraan ditanggung pemerintah Singapore. Singapore berusaha mati-matian untuk mencari event berskala dunia yang mampu membuat mata dunia menoleh kepadanya walau sejenak. Saya yakin untuk saat ini, tidak ada event lebih spektakuler dari "F1 Night Race" yang akan mampu membawa dampak luar biasa bagi ekonomi kota kecil berpenduduk 4 juta jiwa ini.



Balapan akan diadakan di area Marina Bay, dipinggir kawasan wisata super modern di kota tercanggih di ASEAN ini. Salah satu sudut sirkuit yang paling menawan adalah diatas Anderson Bridge melewati Singapore River dan kemudian belok ke kiri tajam menyusuri Esplanade Drive persis diatas muara Singapore River didepan Marina Bay. Sebagian besar siskuit menggunakan jalanan kota dan beberapa bagian dibuat khusus untuk kepentingan balapan ini. Akan ada floating patform yang mengapung diatas air didepan Ritz Carlton Hotel, lokasi ini dipakai untuk penonton. Lihat gambar track sirkuit (klik gambar untuk memperbesar) dan download peta sirkuit lengkap dalam high resolution PDF file disini.

Terus terang, bagi saya balapannya sendiri tidak akan menjadi pemandangan yang paling menarik. Yang paling saya tunggu justru adalah bagaimana Singapore berusaha menjual event ini sebesar-besarnya untuk kepentingan pariwisata, ekonomi dan untuk memperkokoh posisi kota dagang ini sebagai salah satu kota paling top di dunia. Lihat saja situs pariwisata Singapore yang tampak sangat siap menyambut event ini dan yang terpenting bagaimana menjualnya untuk mendapat keuntungan finansial sebesar-besarnya. Kunjungi situs resmi F1 Singapore GP untuk merasakan apa yang sebenarnya mereka cari dengan menyelenggarakan event ini...

Kita dari Indonesia? Bangga jadi penonton. Seperti kalau anda merasakan begitu banyak orang Indonesia lalu-lalang di jalanan Singapore di hari normal, maka hampir pasti pesawat dari Jakarta akan dipenuhi para penonton kaya dari negeri kita yang akan siap memeriahkan dan ikut menyumbang devisa bagi negara pulau ini...

Lihat juga halaman Wikipedia tentang F1 Singapore GP.





Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Cari Info Online Persiapan Ibadah Haji


Persiapan menunaikan ibadah haji bagi sebagian besar calon haji Indonesia tampaknya hanya terbatas pada mengikuti berbagai program manasik yang dilakukan secara formal oleh Departemen Agama dan beberapa yayasan swasta serta cerita dari mulut ke mulut dari para jamaah haji terdahulu. Saat ini saya berada dalam situasi yang sama dimana informasi yang tersedia sangat sedikit. Buku juga tidak banyak, kalaupun ada lebih banyak bercerita "satu sisi" tentang aturan proses ibadah haji. Buku tuntunan yang diterbitkan oleh Depag juga "kering". Cari online yang berbahasa Indonesia? Lebih sulit lagi. Bahkan Depag yang mengelola uang triliunan rupiah selama puluhan tahun untuk urusan haji saja tidak memiliki situs. Namun ada beberapa blog pribadi dari para jamaah haji Indonesia yang memiliki isi sangat bagus. Cerita mereka tidak "sekering" buku-buku resmi dari Depag. Masuk ke blog mereka seakan-akan kita diajak melakukan napak tilas yang "live". Informasinya menarik walau tidak sangat lengkap. Yang saya rekomendasikan adalah blog Multazam (blog dari H. Sigit Sigalayan ini terus berkembang dan saya yakin akan jadi acuan banyak orang di kemudian hari) dan Cerita Haji (tidak ada update lagi).

Cari situs berbahasa selain Indonesia? Cukup banyak, gunakan kata kunci "hajj". Yang cukup lengkap ada di Wikipedia. Namun jangan harap ada situs resmi yang bagus dari penyelenggara haji Arab Saudi. Situs mereka seperti situ kuno abad 20 yang dibuat statis dan seadanya saja. Namun membaca cerita haji dari luar Indonesia bagi saya serasa kurang sreg karena agak berbeda "aura" dengan suasana haji di negeri kita. Jadi ibarat nasi vs roti, sebagai orang pribumi saya lebih sreg makan nasi :-)

Yang menarik, bahkan peta kota Mekkah dan Madinah pun sangat sulit dicari. Untuk ini, saya sarankan menggunakan Google Earth atau Google Maps. Sungguh mengherankan bahwa jemaah haji Indonesia tidak diberikan peta Mekkah dan Madinah. Padahal senjata utama modern traveler adalah peta. Peta akan sangat penting tampaknya karena jika anda ingin menjadi "haji yang mandiri", peta akan jadi acuan yang sangat baik. Untuk peta Mekkah dan Madinah yang bagus namun dengan kualitas gambar pas-pasan, silahkan masuk ke blog Multazam.

Mengingat sedikitnya info haji yangtersedia online di Internet, saya pun juga memiliki cita-cita untuk berbagi pengalaman saya selama berhaji nanti, insya Allah. Ibadah ini, semakin saya pelajari, merupakan suatu ibadah yang luar biasa. Ibadah paripurna yang menyempurnakan diri kita sebagai seorang muslim. Mudah-mudahan semakin banyak pihak yang mau berbagi mengenai hal ini secara online di kemudian hari.

Anda tahu situs atau blog lain yang bagus? Bagi disini...
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Lift Luar Angkasa, Terwujud Segera?



Anda mungkin sudah pernah dengar atau baca sebelumnya mengenai ide untuk membuat elevator atau lift raksasa untuk membawa antariksawan dan barang dari bumi ke stasiun angkasa atau bahkan membuat "jembatan" berbetuk elevator dari bumi ke bulan (bahkan ke planet lain). Ide ini konon muncul karena ribetnya meluncurkan roket dari bumi ke luar angkasa, mahal, resiko tinggi, tidak bisa berulang dan berbagai kesulitan teknis lain. Bikin elevator panjang 22 ribu mil (lebih dari 35 ribu km) dari bumi ke sebuah space station? Gila. Tapi ternyata ide ini tampaknya cukup layak dikerjakan secara teknis. Jika jadi, keuntungannya luar biasa banyak. Manusia bisa dengan sangat nyaman pulang-balik ke luar angkasa dengan biaya murah, metode gampang dan bisa berulang-ulang dipakai tanpa resiko tinggi.

Menurut berita NASA sudah 2 kali melakukan usaha untuk membuatnya, namun gagal. Saat ini mereka sedang berusaha membuatnya untuk ketiga kalinya melalui proyek bernama "Space Elevator Challenge" (lihat gambar). Namun usaha itu berusaha untuk didahului oleh Jepang yang baru saja mengumumkan rencana anggaran USD 7,3 miliar (sekitar Rp 73 triliun) untuk mengembangkan proyek yang sama. Problem terbesar ada pada penyediaan kabel yang harus 180 kali lebih kuat dari pada baja dan bobotnya harus lebih ringan. Kabarnya Jepang akan menggunakan bahan "carbon nanotube" yang sudah cukup kuat, namun masih harus dikembangkan 4 kali lebih kuat lagi untuk dapat memenuhi kebutuhan space elevator ini.

Hebatnya carbon nanotube, menurut laporan Engadget, adalah material ini bersifat konduktif bisa mengalirkan listrik. Jadi kabel itu nantinya tidak hanya berperan sebagai pegangan untuk mengangkat lift, namun juga sekaligus sebagai kabel power/listrik. Artinya kebutuhan listrik dalam lift bisa dipenuhi sekalian. Antariksawan yang naik ke stasiun angkasa diperkirakan bisa memakan waktu beberapa hari hingga beberapa minggu, jadi pasokan listrik ke kabin lift pasti krusial.

Proyek ini sungguh gila, namun kalau memang bisa diwujudkan, saya yakin akan membawa banyak manfaat signifikan bagi usaha manusia untuk menaklukkan angkasa.

BTW, anggaran Rp 73 triluin tidak ada apa-apanya dibanding Rp 224 triliun per tahun yang dihabiskan Indonesia untuk pendidikan anak bangsanya per tahun mulai 2009 :-)
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Telkom Flexi Combo Semakin Mudah

Lupa mengaktifkan fitur Combo di ponsel Flexi anda ketika keluar kota? Ini adalah keluhan paling sering muncul dari pelanggan Telkom Flexi yang harus keluar kota. Lupa, proses aktivasi yang ribet dan tidak stabil, itu adalah sebagian dari kelemahan fitur combo yang awalnya menimbulkan banyak kontroversi ini. Namun, malam ini saya mendapati bahwa Telkom telah melakukan improvement yang sangat berguna bagi pelanggannya, terutama bagi para traveler yang banyak bergerak dari satu tempat ketempat lainnya selama lebaran. Jadi saat ini anda bisa tetap mengaktifkan sendiri fitur combo anda walau anda telah berada di kota tujuan. Dulu hal ini tetap bisa dilakukan dengan menelepon 147 di kota tujuan, namun apa gunanya bila ponsel anda tidak bisa menelepon 147?

Perbaikannya, anda cukup call dari tempat tujuan ke *777*kode area# (contoh *777*022# untuk combo ke Bandung misalnya). Atau call saja ke *777 untuk mendapatkan bantuan via operator. Bagi saya, ini sangat berguna. Anda juga bisa langsung menon-aktifkan combo anda dari kota mana saja dengan call ke nomor yang sama. Ini untuk menjaga agar anda tetap bisa menggunakan fitur combo yang membatasi hanya 3 kota yang aktif bersamaan. Dengan begini, pengaturan per-combo-an jadi sangat mudah. Kalau begini, siapa yang tidak mau pakai Flexi? Rp 49 per menit ke seluruh Indonesia. Jangan lupa ketik prefix 01017. Kalau lupa pulsa anda jebol...

BTW, fitur layanan fixed wireless phone ala Flexi ini juga sudah diberlakukan oleh Indosat StarOne dan Esia. Kalau Telkom saja bisa, mengapa yang lain tidak ikut? Walau jelas terkesan main kucing-kucingan dengan aturan. Saya tidak tahu sejauh mana kemudahan penggunaannya di StarOne dan Esia karena tidak memakainya. Anda punya cerita?

Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Subur Anugerah: Membingungkan, Penggunaan Kata dalam Berita di KaltimPost

Sebagai orang yang sementara waktu ini tinggal di luar Balikpapan, saya sangat terbantu dengan adanya situs KaltimPost yang menampilkan berita-berita terkini seputar Balikpapan dan Kalimantan Timur. Meski demikian, sejak beberapa tahun lalu (2006?) ketika membaca edisi cetaknya, saya sering menemui penggunaan kata berbahasa Indonesia yang tidak lazim -- setidaknya menurut kebiasaan saya selama ini. Contoh penggunaan kata "dimulakan" pada judul berita ini: "Kontraktor Sudah Ditetapkan, Pembangunan Siap Dimulakan". Mungkin di sini maksud "dimulakan" adalah "mulai dikerjakan" atau kalau tidak salah konon menggantikan kata "dimulai" yang juga dianggap tidak tepat. Ketika merujuk KBBI, kata "dimulakan" -- dari kata "mula" -- malah sulit saya temukan, begitu juga kata "dimulai" -- dari kata "mulai". Ada yang bisa menjelaskan?

Ada juga penggunaan kata "sekira" pada contoh kalimat ini: "Di ruang tamu, ada sekira enam plakat berwarna hitam yang terpajang rapi di dinding". Biasanya, untuk kalimat tersebut saya lebih memilih kata "sekitar" sebagai adverb -- kata keterangan -- yang menyatakan "lebih kurang; kira-kira (untuk bilangan)" daripada kata "sekira". Mulanya saya kira penggunaan kata "sekira" ini hanya salah ketik, tetapi setelah membaca tuntas, dan membaca lagi beberapa topik berita yang berbeda, tampaknya kata "sekira" lebih cenderung dipilih redaksi Kaltimpost untuk menyebut kira-kira suatu bilangan, daripada menggunakan kata "sekitar". Sesekali tengok KBBI, saya kira gaya menulis berita di media massa komersial sangat berbeda dengan gaya tulisan blog pribadi. Bukan begitu?

Mohamad Adriyanto: Belajar dari Pembobolan Email Yahoo! Milik Sarah Palin

Kenal Sarah Palin? Belum? Kalau begitu, anda bukan pengamat politik luar negeri. Sarah Palin adalah salah satu figur politik baru di Amerika Serikat yang sedang naik daun. Politikus muda, cantik, modern... Gubernur negara bagian Alaska ini baru saja dicalonkan menjadi calon Wakil Presiden dari Partai Republik. Pilihan yang mengejutkan dari calon Presiden Mcain, tapi ternyata pilihannya sangat tepat. Sekarang Partai Republik boleh lega karena keterpurukan popularitas gara-gara kegagalan Presiden Bush di pemeritahan serta popularitas Obama, musuh dari Partai Demokrat pelan-pelan bisa diperbaiki. Sarah Palin adalah faktor utamanya.

Nah, tulisan ini tidak akan menyentuh aspek politiknya. Anda bisa cari sumber lain jika ingin tahu. Tapi saya akan membahas tentang bobolnya email account Sarah Palin di Yahoo! Mail. Setelah dibobol, hacker nya menyebarkan username dan password itu di forum /b/ board. Uniknya, email account tersebut tidak dibobol menggunakan teknologi canggih. Bahkan tidak perlu keahlian teknis apapun untuk melakukannya. Pembobol melakukannya menggunakan proses standar password recovery di Yahoo!. Ini adalah fitur standar di hampir seluruh layanan Internet. Jika anda lupa password, maka anda akan ditanya beberapa pertanyaan yag harus anda jawab sesuai dengan isian yang anda isi saat mendaftar di Yahoo! dulu. Nah, menggunakan teknik searching info sederhana melalui Internet, pembobol berhasil menjawab 3 pertanyaan yang diajukan Yahoo! saat pembobol ingin mendapat password baru atas account Sarah Palin. Pertanyaan Yahoo! adalah "birthday?", "ZIP code?" dan "where did you meet your spouse?" (dimana anda bertemu pasangan anda?).

Untuk selebriti sepopuler Sarah Palin, informasi tentang pribadi dirinya begitu banyak tersedia di Internet. Jadi sang pembobol hanya perlu teliti sedikit dan sabar mencoba beberapa kombinasi. Akhirnya berhasil...

Pelajaran yang harus dipetik? Bisa dua sisi. Satu sisi dari pihak penyedia layanan seperti Yahoo! yang harus mulai lebih canggih membuat sistem security nya. Sisi lain adalah dari pengguna sendiri. Saya yakin banyak sekali orang yang memiliki account (apapun) di Internet pasti tidak peduli dengan hal-hal remeh semacam itu. Contohnya adalah pemakaian password yang sama di semua account yang dimiliki di Internet. Ketahuan satu, bobol lah account yang lain.

BTW, satu info lagi soal Sarah Palin... Tahukah anda bahwa calon Wakil Presiden USA ini dulu pernah jadi Miss Alaska? Tampaknya memang publik Amerika pun mulai bosan dengan politik yang didominasi wajah-wajah membosankan. Mereka mulai mencari figur fresh yang enak dilihat... Bagaimana Indonesia?

Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Foto, Trailer & Situs Resmi Film Laskar Pelangi

Tanggal 25 September ini, salah satu film yang paling ditunggu di Indonesia ini akan segera muncul dan diputar di bioskop-bioskop, Tanggal tayang menjelang hari raya Idul Fitri ini tampaknya akan dijadikan titik tolak baru pola pemutaran perdana movie di Indonesia. Ingat masa jaya film komedi Warkop yang selalu premiere di hari lebaran? Itu adalah masa film Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan berhasil menjadikan lebaran sebagai hari menonton bersama keluarga di bioskop. Dengan antusiasme yang begitu tinggi dari berbagai pihak, termasuk anak dan istri saya untuk menonton film ini, tampaknya kecil kemungkinan film ini tidak meledak. Anda sudah siap mengantri tiket?

Berikut beberapa foto-foto dari film ini yang dikeluarkan resmi oleh produser film, serta trailer dari film Laskar Pelangi The Movie yang bisa langsung anda saksikan di YouTube. Situs resmi yang canggih juga telah disiapkan dengan format ala film Hollywood di www.laskarpelangithemovie.com. Juga sudah ada halaman khusus di Wikipedia Indonesia. Mau menunggu versi bajakan? Tampaknya tidak saya sarankan untuk melakukannya. Belajar dari film Ayat-Ayat Cinta yang juga ditunggu banyak orang, hingga beberapa minggu setelah pemutarannya di bioskop, tidak muncul sama sekali versi film bajakan yang "bersih". Banyak yang beredar, namun semua versi handycam yang diambil dalam bioskop. Besar kemungkinan produser berhasil menjaga ketat versi digital aslinya untuk tidak keluar ke masyarakat hingga versi DVD dikeluarkan nanti. Saya yakin inilah yang akan terjadi dengan film Laskar Pelangi. Jadi, bersiaplah berangkat ke bioskop bersama keluarga di hari lebaran nanti, jadikan antri tiket sebagai kegiatan yang bisa dinikmati dan nikmati filmnya yang kalau lihat dari trailernya, bakalan bagus sekali dan dijamin menguras air mata...

















Info lain, film ini didukung oleh Pertamina Foundation? Maksudnya disokong dana? Bagus juga... Kemudian produser salah satunya adalah Mizan Production? Wah, Mizan terjun dari dunia buku ke film? Pertanda positif nih... Sutradara Riri Reza, ini juga jaminan film bagus ya?
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Satria Dharma: Tahukah Anda bahwa Pendidikan Gratis dan Bermutu adalah Hak setiap Anak

lessonYa, benar! Pendidikan gratis yang bermutu adalah hak setiap anak di dunia.
Dimana dikatakan demikian?

Universal Declaration of Human Rights (1948)
“Education shall be free, at least in the elementary and fundamental stages. Elementary education shall be compulsory.”

European Convention on Human Rights (1952)
“No person shall be denied the right to education.”

UNESCO Convention against Discrimination in Education (1960)
“ The State Parties to this convention undertake to formulate, develop and apply a national policy which … will tend to promote equality of opportunity and of treatment… and in particular (a) to make primary education free and coimpulsory.”

International Covenant on Economic, Social dan Cultural Rights (1966)
“Primary Education shall be compulsory and available free for all.”

Convention on the Rights of the Child (1989)
“State Parties recognize the right of the child to education and with a view to achieving this right progressively and on the basis of equal opportunity, they shall in particular (a) make primary education compulsory and available free for all.”

Charter on the Rights and Welfare of the African Child (1990)
“State Parties to the present Charter shall take all appropriate measures with a view to achieving the full realization of (the right to education) and shall in particular: a) provide free and compulsory basic education”

UUD 1945 Amandemen dan UU Sisdiknas 2003
UU Sidiknas 2003 Pasal 34 Ayat (2) berbunyi :
“Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjamin terselenggaranya wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar TANPA MEMUNGUT BIAYA.”

Ketentuan Umum Pasal 1 Ayat 18
“18.  Wajib belajar adalah program pendidikan minimal yang harus diikuti oleh warga negara Indonesia atas tanggung jawab Pemerintah dan pemerintah daerah.”

(more…)

Subur Anugerah: Lipsus Mudik: Go to Balikpapan

Dalam liputan khusus mudik kali ini, pukul 14:55 wib ini saya sedang berada di bandara internasional Juanda Surabaya, menunggu penerbangan ke Balikpapan dengan menggunakan pesawat Mandala Air. Menurut rencana, pesawat akan take off mulai pukul 16:00 wib. Pemirsa, seperti yang Anda saksikan dibelakang saya nampak suasana bandara didominasi ruang kosong melompong, tempat duduk ruang tunggu yang lenggang bisa buat tiduran bagi yang pegel-pegel ataupun pingin bobok siang sembari menunggu buka puasa. Tentu saja, bila Anda melakukan itu, Anda akan ditemani polisi keamanan untuk membangunkan Anda untuk makan sahur. Weks... Error, DoS attack! Adapun tiket yang saya peroleh sejak awal bulan ini dikenakan harga Rp 0,- dan hanya membayar pajak sebesar Rp 289.500,- saja. Tentu, itu belum termasuk ongkos becak, taxi, dan boarding pass yang harus dibayarkan. Apalagi kalau ingin beli 10 biji Dunkin Donat, lumayan kan. Demikian liputan khusus kali ini, yang disiarkan secara langsung dalam perjalanan Yogyakarta-Surabaya-Balikpapan, dengan menggunakan sinyal kuat 3G, N71, dan Gmail Application. Dengan menggunakan perangkat kecil itu, pembelian tiket pesawat bisa juga dilakukan, mudah kan? Jadi, mudik kemana Anda lebaran kali ini? -- Sent from Gmail for mobile | mobile.google.com

Subur Anugerah: Lipsus Mudik: Potret Kemiskinan dan Hikmah

Salah satu keunikan dalam melakukan perjalanan jauh seperti mudik ini adalah dengan melihat kondisi dan keadaan lingkungan di sekitarnya secara lebih dekat. Sembari mengambil hikmah apa yang dilihat dari setiap laku dan perbuatan masyarakat maupun diri sendiri terhadap lingkungan sekitarnya. Mirip seperti seorang journalist ataupun photographer yang mengambil materi berita ataupun potret dari sudut pandang yang berbeda, sebagai blogger pun sebenarnya bisa mengambil pelajaran yang teramat berharga, menelisik kehidupan masyarakat dan mencatatkannya untuk sesuatu yang mungkin terlihat tidak berharga. Kebanyakan dari manusia memiliki sifat dasar lemah dalam mengambil pelajaran, tetapi lebih suka mengeluh atau membanggakan diri sendiri dengan menunjukkan kemapanan materi. Siapapun mudah menerkanya, kebanyakan materi yang dibanggakannya hanyalah sekedar kulitnya saja, sesuatu yang nampak dari luar dan gemerlap dilihat mata, tetapi lucunya tidak banyak yang benar-benar tahu apa yang dibanggakannya itu. Bila taraf kebosanan mulai menghinggapinya, materi yang dibanggakannya itu bisa jadi akan menjadi sampah yang tidak berarti sebagaimana sampah-sampah lain yang dibuangnya, dan terus berulang kembali.

Sulit bagi saya membuat liputan khusus mengenai mudik yang saya lakukan secara live dengan perangkat teknologi informasi dan telekomunikasi ala kadarnya yang saya miliki ini setelah membaca, mendengar, dan melihat kenyataan, bahwa potret kemiskinan sangat mempengaruhi pola kehidupan bangsa ini. Sejenak tertegun melihat lebih dekat dari sisi kemanusiaan, ternyata ada sesuatu yang lebih penting yang dapat diambil hikmahnya, atau setidaknya ikut merasakan bahwa ada kepelikan dan kerumitan hidup yang cukup berat yang dialami sebagian masyarakat di sebagian wilayah Indonesia tercinta ini. Mengoplos daging dengan daging tidak layak untuk memperoleh keuntungan berlipat, mengolah daging rusak dan makanan sampah untuk dikonsumsi kembali, mudah memuncaknya ketidaksabaran, ketidaklegowoan dan emosional sehingga timbul kerusuhan, hingga matinya puluhan nyawa akibat berebut zakat dari seorang dermawan, cukuplah menambah catatan buram potret kemiskinan dan kerusuhan di negeri ini.

Uniknya, justru kerumitan dan cobaan duniawi itu terlihat nyata dan dapat dirasakan pada bulan Ramadhan, bulan suci dimana pahala dan dosa dilipatgandakan melalui ujian hawa napsu, kerumitan, konflik kepentingan dan cobaan duniawi lainnya. Sepuluh hari di akhir bulan Ramadhan, adalah kesempatan bagi sesama umat muslim untuk lebih berlomba-lomba lagi dalam kebaikan. Namun kebanyakan dari hari-hari itu adalah puncak dimana segala persiapan menyambut lebaran begitu tinggi, yang begitu menguras biaya dan tenaga yang tidak sedikit. Seolah-olah ujian untuk beribadah menjadi semakin sulit dan lebih halus menghalang-halangi diri untuk berkontemplasi sejenak, agar lebih mendekatkan diri kepadaNya secara ikhlas.

Mari kita jalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan ini dengan baik.

Surabaya, 16 September 2008.

Rijal Fadilah: Bulan Terbelah : Antara Mukjizat dan Ilmu Pengetahuan

Tujuan pendaratan Astronot AS di bulan tidak semata menancapkan ilmu pengetahuan AS di bulan, akan tetapi juga mempelajari kandungan yang ada di dalam bulan itu sendiri, maka mereka pun telah mendapat hakikat tentang bulan itu. Jika dana lebih dari 100 juta dollar untuk ke bulan diberikan hanya untuk kesenangan manusia, maka tentu saja AS tidak akan [...]

Subur Anugerah: Lipsus Mudik: Now, Stay in Surabaya

Alhamdulillah, akhirnya sampai di Surabaya waktu subuh. Tak salah
memang Surabaya disebut kota metropolis, karena sejak subuh pun
aktifitas warga kota sudah mulai hiruk pikuk, motor mobil para pekerja
luar kota masuk menyesaki arus lalu lintas, media informasi dan
telekomunikasi mulai menyala bergerak cepat, kebanyakan informasi yang
beredar seputar Surabaya dan Jawa Timur. Sangat beda dengan Yogyakarta
yang feminim, atau Balikpapan yang hedonis dengan pusat media
informasi dari Jakarta. Surabaya menjadi trend setter bagi kota-kota
di Jawa Timur, bila dibandingkan dengan kota lain di Indonesia bisa
jadi levelnya setara Jakarta, begitu juga kerasnya kehidupan seperti
tak ada kompromi.
Kembali ke topik, dalam perjalanan dari Solo sekitar jam 11.30 wib
malam hari arah menuju kota Ngawi, ternyata arus lalu lintas cukup
padat. Ini karena sepanjang jalan banyak rombongan mirip konvoi
pengguna motor berpelat Solo, perkiraan saya ribuan jumlahnya.
Sebagian besar tak menggunakan helm, juga tak terlihat kawalan polisi,
tapi cukup tertib. Lewat dari Ngawi nampaknya sopir mengantuk, ini
sangat berbahaya, saya yang duduk di dekatnya sesekali membuatnya
sadar. Syukurlah setiba di Saradan Madiun mampir di rumah makan,
sekalian makan sahur sambil menghilangkan rasa kantuk. Tetap ingin
menjalankan puasa? Ya iyalah. Perjalanan kan malam hari dan tidak
sedang berpuasa, lagian jaman sekarang ada kemudahan transportasi,
sehingga fisik tidak terlalu lelah. Bila perjalanan jauh --dengan
jarak tertentu -- di waktu puasa sangat melelahkan atau kondisi berat
seperti perjalanan jauhnya orang-orang dahulu naik onta atau kuda di
waktu terik bisa menyebabkan puasa jadi berat juga, maka terdapat
rukshoh atau kemurahan membatalkan puasa -- mokel -- dan wajib diganti
di hari lainnya. Tetapi tunggu, kalimat terakhir itu pendapat dan
pemahaman saya. CMIIW.

--
Sent from Gmail for mobile | mobile.google.com

Subur Anugerah: Lipsus Mudik: Yogya Solo Lancar

Perjalanan darat Yogya Solo malam hari ini bebas lancar tak ada macet.
Hanya sering jalan bareng travel lain, bis maupun truk expedisi. Sopir
malah sering menerobos lampu merah, mudah-mudahan perjalanan aman
selamat lancar sampai tujuan. Sempat baru ingat, berhubung tadi
berangkat buru-buru, kran air kamar mandi lupa ditutup, walah! Malahan
tadinya kunci kamar ketinggal menggantung di pintu, beuh! Akhirnya sms
mbak Wiwik minta ditutupin krannya dari lantai atas, sembari maaf
maaf... Pasalnya, gara-gara sopir jemput masih jam 7 lewat, kirain jam
8, lah jam segitu lagi terawih, akhirnya gak jadi terawih deh. Makanya
dong, jangan buru-buru, penting banget persiapan dan bekal.

--
Sent from Gmail for mobile | mobile.google.com

Subur Anugerah: Lipsus Mudik: Go to Surabaya

Malam ini saya sedang dalam perjalanan mudik dari Yogyakarta ke
Surabaya, naik travel Racmalia mulai pukul 8 malam. Arus mudik
diperkirakan meningkat tajam mulai H-10, ini terlihat sore tadi saya
lihat di travel agent banyak kursi sudah dibooking penumpang. Ikuti
laporan perkembangan mudik Yogya - Balikpapan selanjutnya langsung di
perjalanan.

--
Sent from Gmail for mobile | mobile.google.com

Rijal Fadilah: Absolutly Perfect Team

Kalau anda tinggal di negara 4 musim, maka pada musim gugur, akan terlihat rombongan angsa terbang ke arah selatan untuk menghindari musim dingin. Angsa² tersebut terbang dengan formasi berbentuk huruf “V” , Kita akan melihat beberapa fakta ilmiah tentang mengapa rombongan angsa tersebut terbang dengan formasi “V” Fakta: Saat setiap burung mengepakkan sayapnya, hal itu memberikan “daya dukung” [...]

Setyo Nugroho: Tips: cara membuka file PDF yang diproteksi (tidak bisa diprint dan dicopy-paste)

Beberapa waktu lalu saya mendapatkan sebuah file PDF yang diproteksi, yaitu isinya tidak dapat di-print atau di copy-paste dengan menggunakan Adobe (Acrobat) Reader. Setelah cari sana-sini ternyata ada cara untuk membuka proteksi tersebut.

Cara mencetak file PDF yang diproteksi:

read more

Mohamad Adriyanto: Pilih Zune atau iPod?

Berikut perbandingan head to head dari Wired Gadget Lab yang membandingkan Apple iPod Nano vs Microsoft Zune 16 GB, serta Apple iPod Classic vs Microsoft Zune 120 GB. Setelah dianggap anak bawang selama beberapa tahun sejak peluncuran perdananya, Microsoft Zune, di generasi ketiga ini, mulai dilirik sebagai pesaing yang cukup kuat untuk melawan rajanya media player iPod. Setelah beberapa hari lalu kedua pesaing ini meluncurkan produk terbarunya, maka muncullah tabel perbandingan berikut ini untuk membantu anda menentukan pilihan terbaik sesuai kebutuhan.

Dari tabel terlihat bahwa hampir semua aspek dari kedua produk ini hampir sama. Rincian keunggulan dan kelemahan masing-masing, silahkan lihat tabel secara rinci (klik tabel untuk memperbesar gambar). Namun mohon maaf, tabel perbandingan buatan Wired Gadget Lab ini hanya mengandung aspek hardware saja, padahal justru menurut saya pertarungan tersengit justru ada di software. Sampai sejauh mana software Zune buatan Microsoft bisa melawan software iPod yang telah terbukti bertahun-tahun mampu memenuhi standar kebutuhan konsumen atas pengoperasian media player yang mudah tapi tetap canggih? Jika berkaca dari persaingan software antara Apple iPhone melawan Microsoft Windows Mobile di ponsel smartphone, maka banyak yang bilang bahwa "kemudahan" software Apple sangat sulit untuk dilawan, padahal iPhone datang belakangan sementara Windows Mobile sudah exist bertahun-tahun sebelumnya.



Sementara dalam kasus iPod melawan Zune, Microsoft justru pendatang baru setelah iPod hadir dan menjadi raja bertahun-tahun sebelumnya. Silahkan rasakan sendiri... post komentar anda disini.

Baca juga tulisan saya sebelumnya mengenai pertarungan kapasitas storage dari kedua rival ini.



Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: AMD Athlon UVC Tantang Intel Atom

Ini berita baik, sekali lagi... jika dalam dunia bisnis hanya ada satu pemain yang sangat kuat, maka yang akan rugi adalah customer. Namun bila ada dua atau lebih pemain yang kekuatannya bersaing, maka kemungkinan sangat besar akan terjadi persaingan sengit yang pada akhirnya akan menguntungkan bagi para pengguna seperti kita ini. Baca liputan perkembangan netbook/UMPC di blog ini.

Setelah merajalela dalam waktu sekitar 6 bulan ini, maka Intel Atom, prosesor low power untuk alat-alat kecil, akan mendapat saingan yang relatif kuat. Rencananya AMD (pesaing abadi Intel) akan meluncurkan seri prosesor Athlon Ultra-Value Client (UVC). AMD akan menantang Intel Atom 230 dengan Athlon UVC 2650e, pada segmen single core 1.6 GHz chip, dan AMD akan bersaing dengan Intel Atom 330 dengan Athlon UVC 3250e, dual core 1.5 GHz processor. Keduanya memiliki 512KB of cache per core. Namun konsumsi listrik mencapai 15 watt untuk single core dan 22 watt yang dual core, jauh lebih tinggi dari Atom yang berhasil menekan konsumsi listrik hingga 4 watt. Namun belum jelas apakah konsumsi listrik itu hanya untuk prosesornya atau termasuk gabungan dengan chipset 740 nya.

Belum ada kabar kapan akan diluncurkan untuk netbook. Namun bila harganya cukup murah, banyak yang berharap bahwa produk ini akan bisa menekan Intel Atom. Kita tunggu... Baca terus perkembangan netbook/UMPC (ultra mobile PC) di blog ini.
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id
Next Page »