Aggregasi Jurnal Online Civitas Akademika STIKOM Balikpapan

Fathur Rahman: Selamat Tahun Baru 2009

Glitter Words
[Glitterfy.com - *Glitter Words*]



New Year's Countdown



Waktu terus berlalu, lembaran demi lembaran telah dilalui. Coretan demi coretan telah memenuhi, kadang tak berarti, kadang tanpa makna, atau hanya sedikit makna. Semoga di tahun ini setiap lembaran memiliki makna, setiap lembaran bermanfaat. Selamat tahun baru 2009. Semoga lebih sukses.

Tahun ini ‘kan berlalu, laksana anak panah terlepas dari busurnya. Fajar baru di tahun yang akan datang, semoga menjadi lembaran baru yang lebih baik. Selamat tahun baru 2009 M, semoga lebih maju dan sukses.

Serpihan malam bulan separuh, jelang hari baru pertanda tiba. Kembang api membuncah ke angkasa sambut tahun muda 2009. Selamat tahun baru 2009 M, semoga lebih baik dibanding tahun sebelumnya.



Tahun ini hampir usai terlalui, belumlah tergores coretan berarti, belumlah setiap gagasan menjadi nyata, konsep masih terdokumenkan. Padahal telah berada dipenghujung, meski akan terlewati, semoga ada perubahan, dalam lembaran baru. Selamat tahun baru 2009 M.

Matahari menyelinap dibalik bukit, sembunyikan kenangan hidup, menyimpan lembaran usang, menyambut hari-hari muda, sebentar lagi ‘kan menjelang. Selamat datang tahun baru 2009 M, harapan baru dan perubahan.

Masa lalu adalah sejarah, hari ini adalah goresan, hari esok adalah harapan. Selamat datang tahun baru 2009 M. Seiring dengan perginya kenangan, menyambut harapan. Selamat tinggal kenangan, selamat datang harapan.

Senja indah, kirimkan ciprat keemasan, kirimkan pertanda keagungan, kekusaan, serta kemegahan. Meski itu hanya sekejap, hingga sirna ditepis malam, pertanda esok akan tiba. Selamat tahun baru 2009M. Semoga sukses selalu.

Malam ini ‘kan berlalu, minggu ini ‘kan beranjak, bulan ini akan pergi, tahun ini ‘kan meninggalkan. Sejarah kehidupan, catatan suka dan duka, menyongsong tahun baru. Selamat tahun baru 2009 M. Semoga selalu jaya dan sejahtera.

Rijal Fadilah: Indonesia dan Akhir Tahun 2008

Tak terasa perajalanan di tahun 2008 akan segera berakhir, kurang dari 24 jam lagi kita akan masuki tahun 2009. Seperti disetiap pergantian tahun selalu tak akan lepas dari telinga “tahun harapan”, dipenghujung tahun 2006, kita mendengar “songsong tahun 2007, tahun harapan”, demikian pula di penghujung tahun 2007, kita kembali disuguhkan “songsong tahun 2008, tahun harapan”, [...]

Mohamad Adriyanto: Kekuatan Dua Tahun Baru

Akhir tahun 2008 M ini memang unik, pada tanggal 29 Desember 2008 dimulailah tahun baru versi Hijriah, kalender Islam. Saat itu tepat tanggal 1 Muharam tahun 1430 H. Tahun baru yang insya Allah memiliki makna sangat berbeda bagi saya pribadi dibanding tahun-tahun baru Islam sebelumnya. Diakhir 1429 H saya mendapat undangan-Nya untuk hadir di tanah suci-Nya melaksanakan ibadah haji, rukun Islam kelima yang merupakan kewajiban bagi muslim seperti saya.

Berselang 2 hari datanglah tahun baru yang kedua, tahun baru Masehi tepat 1 Januari 2009. Seperti tahun-tahun sebelumnya momen ini saya usahakan semaksimal mungkin untuk melakukan refleksi atas apa yang sudah dilakukan selama 1 tahun yang akan lewat, kemudian mencoba membuat resolusi untuk diri saya di tahun selanjutnya. Tidak gampang memaksa diri melakukannya, perlu investasi waktu walau sejenak untuk memaksa diri kita merenung, mengevaluasi dan memeras otak dan hati untuk menyimpulkan dan menelurkan tekad baru. Alhamdulillah beberapa tahun ini saya berhasil melakukannya. Tahun ini? Saya sedang berusaha :-) Bagaimana dengan anda?

Beberapa SMS masuk ke ponsel saya mengucapkan selamat tahun baru Hijriah, sebagian besar ucapan-ucapan yang masuk sungguh penuh makna dan menggugah hati. Namun belum ada yang saya balas karena saya sedang berusaha untuk mencari ucapan yang baik untuk memberi selamat pada teman-teman sesama muslim dalam menyambut tahun baru yang semakin banyak "dirayakan" ini.

Kalau tahun baru Masehi secara tradisional menggunakan ucapan "happy new year" dan biasanya diikuti dengan iming-iming semoga sukses di tahun baru, maka untuk tahun baru Islam ini tampak nuansa berbeda. Ada ucapan yang mendoakan adanya peningkatan keimanan dan ketaqwaan, ada juga yang mendoakan rezeki yang lebih banyak, dll. Secara umum saya melihat adanya upaya menyeimbangkan persepsi glamour di penyambutan tahun baru Masehi dengan sesuatu yang lebih dalam maknanya di tahun baru Hijriah, yang lebih menyentuh kalbu dan aspek spiritualitas diri. Sesuatu yang tentu saja sangat positif, apalagi karena tahun ini, kedua tahun baru datang bersamaan. Sungguh unik dan harus kita syukuri.

Secara pribadi, saya sendiri berharap bahwa kedepan bisa lebih banyak memasukkan aspek-aspek yang berkaitan dengan syiar agama kedalam apapun yang saya lakukan di dunia ini, sesuatu yang hampir tidak saya lakukan sebelum ini. Ini oleh-oleh paling berharga dari ibadah haji yang baru saja saya laksanakan. Hampir 40 tahun hidup di dunia, namun kontribusi nyata saya untuk agama dan umat saya rasakan masih terlalu sedikit, insya Allah kedepan hal ini bisa berubah signifikan. Kalau menggunakan acuan umur Rasulullah, maka saya masih punya waktu 20an tahun untuk berbuat sesuatu, waktu yang sangat pendek :-(

Harusnya, kalau saya konsisten, 2 tahun baru dengan 2 resolusi dan tekad ini mustinya bisa jadi bahan bakar yang cukup untuk membuat diri saya "meluncur" lebih cepat setahun kedepan. Semoga Allah SWT memberi jalan, cahaya penerang dan kemudahan dalam mewujudkan tekad saya tersebut... Amin.
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Kembali ke “Circle of Life”

Setelah sekitar 40 hari menghilang dari dunia nyata dan hampir 2 bulan menghilang dari dunia online, akhirnya saya muncul kembali. Kemunculan ini saya tandai dengan tulisan blog ini. Waktunya unik, yaitu saat berakhirnya tahun 1429 H dan 2008 M. Mudah-mudahan bisa menjadi momentum bagus untuk terus berbagi melalui jaringan blog saya ini. Kalau menggunakan istilah cerita film The Lion King yang dibacakan anak saya Audrey, kembalinya saya ke dunia nyata ini disebut sebagai kembali ke "the circle of life".

Bagi teman-teman dan pembaca/pengunjung blog saya yang tetap setia walau blog ini tidak pernah di update sekian lama, saya mengucapkan terima kasih. Insya Allah, dengan dorongan anda semua, saya bisa meluangkan lebih banyak waktu dan pikiran untuk berbagi melalui media blog ini. Jaringan blog saya juga akan saya tambah dengan blog khusus yang saya dedikasikan untuk memuat pengalaman saya dalam melaksanakan ibadah haji tahun ini. "Catatan Haji 2008", demikian blog baru itu akan saya sebut. Beberapa tulisan dan foto sudah tersimpan di netbook saya, namun masih belum tertata rapi, mudah-mudahan bisa meluncur segera untuk melengkapi khasanah blog Islami di Indonesia serta juga bisa jadi bahan bacaan bagi siapapun yang ingin tahu tentang ibadah haji. Alamat dan saat peluncuran akan saya umumkan via jaringan blog ini juga.

Akhirul kalam (diakhir tulisan ini), saya ucapkan selamat tahun baru bagi siapapun yang membaca blog ini, semoga anda bisa lebih baik dalam segala hal (fisik, mental, spiritiual, finansial, keluarga, dll) di tahun baru 1430 H dan 2009 M yang akan datang. Amin...
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Subur Anugerah: Photoblog: Balikpapan Portrait


Balikpapan Portrait
Originally uploaded by suburanugerah

Minggu pagi di sudut Balikpapan

Alfa A Malik: Ngeblog bareng B! Blogger: photo abisss…

Alfa A Malik: Ngeblog bareng B! Blogger: photo abisss…

Satria Dharma: MENGISI JAM KOSONG DI SEKOLAH

aktivitas-kelasSalah satu masalah besar di sekolah kita adalah masih tingginya tingkat ketidakhadiran guru di kelas. Banyak kelas-kelas yang kosong karena ditinggal oleh gurunya entah karena sakit rutin, rapat ini dan itu, sedang ada jam mengajar di sekolah lain, ikut MGMP sambil arisan, mesti belanja di pasar, ikut pawai partai, melayat neneknya tetangga yang kena stroke dua tahun lalu, atau sekedar malas saja masuk ke kelas. Daftar alasan sangat variatif dan kreatif. Dan semua pihak nampaknya mafhum saja dengan situasi ini.

Sebuah penelitian pernah dilakukan dan ternyata tingkat absen guru di kelas cukup tinggi. Angkanya bahkan mencapai rata-rata 20%! Baru-baru ini dikabarkan bahwa banyak sekolah di Papua sana yang bukan hanya kelasnya yang kosong tapi bahkan sekolahnya kosong ‘rindu pendidikan’ karena para gurunya malas datang ke sekolah. Tingkat disiplin guru kita memang masih belum bisa dibanggakan dan masalah jam kosong masih belum merupakan masalah yang perlu mendapat perhatian yang serius baik oleh Depdiknas, pengawas, kepala sekolah, dan bahkan oleh para guru itu sendiri. Bahkan siswa menganggap ketidakhadiran guru ke kelas mereka merupakan sebuah ‘berkah’ tersendiri yang patut untuk disyukuri. (more…)

Subur Anugerah: Photoblog: Happy Holiday


Berenang di Kampung Nelayan
Originally uploaded by suburanugerah

Libur panjang akhir tahun sepertinya menjadi hari-hari panjang bersama keluarga kembali, mirip dengan libur lebaran selang bulan lalu. Trip, traveling, picnic, atau acara wisata bersama keluarga di bulan ini di banyak tempat aktivitasnya sangat tinggi. Tak heran, harga tiket perjalanan pun melonjak tinggi. Tiket masuk lokasi wisata sedikit naik dari hari biasa, sudah begitu, antrian panjang melelahkan dan pengunjung sangat padat mengurangi kenyamanan. Kalaupun ingin lebih nyaman dan lebih privasi, tentu harus berani merogoh kocek lebih dalam, dalam, dan dalam lagi.

Lingkungan sekitar sebenarnya juga lokasi wisata yang cukup menarik, selain murah meriah, bersama keluarga adalah inti dari acara liburan. Berenang di kampung nelayan di kala air pasang dan resik, rasanya sudah cukup nyaman dan privasi. ;-)

Subur Anugerah: Photoblog: Biarkan Alam yang Indah ini Tetap Indah


Pantai Dapoer Boenda Balikpapan
Originally uploaded by suburanugerah

Cuaca yang cerah di tengah terik pantai dapur bunda Balikpapan, seolah tak menyurutkan keceriaan mengisi libur akhir tahun. Tetapi, lihat, lihat di tengah lautan sana telah berdiri banyak bubungan, alam yang indah tak henti-hentinya dihisap, entah unuk siapa. Biarkan alam yang indah ini tetap indah.

Subur Anugerah: Generasi Instan

Kecut rasanya melihat beberapa blog yang berisi komentar minta dikirimi tutorial, kode program, atau bahkan minta dituntun langsung tahap demi tahap, padahal di artikel blog tersebut sudah dijelaskan secara ringkas dan sedikit membutuhkan aktivitas pembacanya. Sepertinya, pembaca tak mau repot dan ingin langsung cepat selesai secara instan. Secara singkat saya menggarisbawahi ada dua macam komentator generasi instan ini, yang satu sekedar basa-basi bertanya ala kadarnya tanpa berharap banyak atas respon penulis, mirip spammer yang melempar spam-nya begitu saja dan lari (hit and run), kemudian yang kedua memang bertanya demikian apa adanya karena ketidaktahuannya.

Bagi saya apabila sebagai penulis, ciri yang satu bisa ditebak pada jenis komentarnya yang tidak serius, bisa juga dibumbui pujian macam-macam seolah-olah mendukung dan serius, padahal intinya hanya “minta dikirimi” saja. Bahkan yang bersangkutan tak segan-segan menyisipkan taut yang mengarah pada iklan. Untuk itu, jawaban yang tepat adalah dengan basa-basi juga atau cukup diabaikan saja. Sedang komentator kedua, jawaban bisa bermacam-macam, biasanya yang bersangkutan bertanya karena memang “tersesat” pada pilihan informasi yang tidak tepat, sehingga jawabannya adalah menanyakan kembali apa yang sebenarnya dibutuhkan dan mengarahkan pada artikel yang dimaksud.

Tapi itu semua tergantung pada penulisnya, apabila ia suka dengan komentator generasi instan ini untuk alasan tertentu, sah-sah saja dan ditanggapi seperlunya. Dan bila berada di posisi komentator, sebaiknya biasakan dengan komentar yang relevan dengan artikel yang dimuat, lebih dulu baca selengkapnya, pelajari lebih dalam dan bertanya apabila menemui kesulitan, usahakan ada effort yang telah dikerjakan. Komentator hendaknya tidak terlalu menuntut jawaban yang tepat dan cepat dari penulis, karena bisa jadi perbedaan persepsi atas pertanyaan yang diajukan, atau dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk dijawab atau karena sebab lainnya. Hargai si penulis atas usaha yang telah dikeluarkan secara sukarela untuk menulis artikel tersebut.

Penyangkalan: Pendapat di atas ditulis berdasarkan pengamatan secara singkat pada berbagai blog terkait dan pengalaman sendiri. Penulis tidak bertanggung jawab atas penggunaan artikel ini yang dapat merugikan pihak tertentu.

Setyo Nugroho: Source code program deteksi wajah

Dengan semakin banyaknya permintaan dan pertanyaan mengenai source code program demo deteksi wajah (face detection), kadang-kadang saya tidak sempat membalasnya satu per satu. Untuk itu bagi yang menginginkan file source code program deteksi silakan langsung mendownload di:

http://rapidshare.com/files/175759341/facedet-src-2008.zip (7648 KB)

read more

Rijal Fadilah: Berharap Semoga Jangan..

Baru sempat menulis kembali hari ini. Ceritanya begini, hari Jumat kemarin saya menyempatkan untuk sholat Jumat di masjid komplek perumahan, karena biasanya sholat jumat saya laksanakan di masjid depan kantor saja. Karena datangnya sudah dekat time limit, dari belakang hanya ngeliat tempat yang kosong gak merhatiin siapa tetangga sebelah menyebelah. Baru sadar kalo disebelah saya [...]

Subur Anugerah: Merasakan OpenSolaris


Nggak salah memang, OpenSolaris ini sepertinya akan menjadi besar dengan filosofi open-source yang diadopsinya, apalagi beberapa waktu lalu melihat sendiri dari dekat back-end provider telekomunikasi nasional menggunakan Solaris. OpenSolaris adalah derivative Solaris, beda sama sekali dengan Linux, tampak mirip saja sedikit seperti menggunakan Gnome Desktop, belum ada pilihan KDE. Beberapa command-line di Linux kabarnya dinyatakan berbahaya bila digunakan di sini, alasan pastinya belum saya temukan, seperti cara singkat shutdown. Kalau di Linux, shutdown biasa menggunakan poweroff, reboot, dkk. Meski command tersebut bisa dijalankan di OpenSolaris, tapi khusus OpenSolaris dan Solaris, perintah yang lebih aman dan cocok adalah shutdown Command, misalnya: # shutdown -i5 -g0 -y

Yang menarik, repository-nya cukup lengkap dan update, penasaran?

Alfa A Malik: Horeee…. Bensin turun lagiii…!!!

Alfa A Malik: Horeee…. Bensin turun lagiii…!!!

Mohamad Adriyanto: Salam dari Jeddah

Malam ini saya tiba di kota Jeddah, kota tua yang relatif lebih modern dari 2 kota yang telah saya tinggali selama lebih dari 1 bulan, Mekkah dan Madinah. Kami menginap di semuah apartment hotel di tengah kota bernama Norcon. Kebetulan didepannya ada Internet Cafe. Ini adalah warnet kedua yang saya temui di Arab Saudi (yang pertama di Mekkah, sekitar 500 m diluar Masjidil Haram). Dengan layout yang hampir tidak ada bedanya dengan warnet di Indonesia, saya pun mencoba masuk dan surfing lagi setelah offline selama lebih dari 1 bulan. Kecepatan lumayan, tapi saya cukup terganggu dengan seorang anak muda Arab yang duduk disamping saya dan terus mengomel (budaya Arab yang sangat kental) karena ada masalah dengan PC yang dipakainya. Sang penjaga warnet yang orang India cuek saja mendengar namanya dipanggil terus, "Ahmed... Ahmed..."

Dengan biaya sangat mahal, SAR 4 per jam (sekitar Rp 12 ribu per jam), maka saya mencoba menyapa dunia kembali melalui blog ini. Selamat datang di dunia "nyata". Sedih sekaligus deg-degan menghadapi dunia ini setelah "bahinip" (bahasa Banjar yang kira-kira berarti "bersemedi") melaksanakan ibadah haji sejak tanggal 6 November 2008. Kisah haji yang penuh hikmah dan makna ini akan saya tulis dalam segmen khusus setelah kembali ke tanah air. Begitu banyak yang ingin dibagi, rasanya otak dan hati penuh untuk siap "ditumpahkan"...

Arab Saudi memang unik, disamping hotel saya ada KFC, Fedex, Pizza Hut, dan segala simbol-simbol medernisme ala Barat. Namun kalau kita lihat TV dan koran, beritanya mirip berita TVRI dan koran kita zaman Soeharto, fully cencorized. Sebenarnya saya ingin juga mencoba akses dari warnet ini ke situs-situs "terlarang", namun saya urungkan niat saya. Satu, karena saya baru pulang berhaji, kedua, saya tidak mau terlibat masalah di pukul 10 malam di kota yang tidak saya kenal ini... :-) dalam warnet penuh asap rokok dan anak-anak muda Arab yang kalau bicara seperti orang berkelahi saking kerasnya.

Bagi saya pribadi, saya ucapkan selamat datang di dunia nyata, insya Allah proses berhaji bisa merubah saya menjadi pribadi "berbeda" yang lebih positif. Amin...
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Subur Anugerah: Internet: Jangan Percaya Siapapun


Jangan percayai siapapun di Internet, begitu bilangnya detikinet.com, nah loh!

Penyangkalan: Gambar di atas ini diambil dari screenshot layar Detikinet.Com, dan tulisan merujuk ke sumbernya langsung. Penulis tidak bertanggung jawab atas penggunaan artikel ini dan itu apabila ada pihak yang merasa dirugikan, tersinggung atau tersungging dengan membaca atau merujuk artikel ini dan itu.

Subur Anugerah: Pikirkan Sekali lagi Sebelum Posting Blog

Blog itu bebas, cenderung subyektif, dan kadang membuat narsis pemiliknya, apalagi bila ada keinginan untuk menjadi populer. Hanya karena ingin menjadi populer, hal-hal yang tidak rasional atau cenderung negatif bisa berbuntut masalah, menjadi rumit, dan semakin rumit. Untuk menyampaikan pendapat yang diposting di blog, adakalanya tanpa konfirmasi, seperti pendapat pribadi yang berdasarkan pengalaman hidup. Namun apabila sudah menyangkut pernyataan atau opini tentang sesuatu apalagi menyerempet-rempet, sebaiknya juga menggunakan kaidah jurnalistik yang memadai dan berimbang, mengambil jalan tengah dan tak memvonis atau tidak merugikan pihak lain. Saya sendiri biasanya hanya menggunakan model bebas, namun tetap mengacu pada sumber-sumber yang relevan, diusahakan dapat dipercaya dan mudah-mudahan mudah diverifikasi. Penulisan yang mbeler akibat perujukan sumber yang tak jelas hanya akan menjadi sampah tak berarti yang membuat mata pedih, otak rupeg dan hati teriris, apalagi mengundang penyidik cyber-crime melirik terus.

Penyangkalan: pendapat di atas ini adalah pendapat pribadi, tak ada sumber rujukan, dan ditulis asal-asalan tanpa dasar yang jelas karena habis makan roti enak. Penulis tidak bertanggung jawab atas penggunaan artikel ini dan itu apabila ada pihak yang merasa dirugikan, tersinggung atau tersungging dengan membaca atau merujuk artikel ini dan itu.

Satria Dharma: DOA ANAK SHOLEH

Dalam agama Islam diajarkan bahwa ada tiga amalan yang akan terus mengalir pahalanya walau pemiliknya telah tinggalkan dunia fana yaitu ;

1.ilmu yang bermanfaat
2.amal jariyah dan
3.doa anak sholeh

Ini bermakna bahwa orang tua diminta untuk mendidik anaknya agar menjadi anak yang sholeh yang kelak diharapkan akan terus mendoakan orang tuanya. Pesan dari ajaran tersebut adalah pesan tentang pendidikan, pendidikan kepada anak, yang ganjarannya begitu menggiurkan karena pahalanya akan terus mengalir meski kita sudah meninggal.
(more…)

Next Page »