Aggregasi Jurnal Online Civitas Akademika STIKOM Balikpapan

Subur Anugerah: Rokok, Antara Kesehatan dan Penerimaan Negara

Rendahnya harga rokok, pertumbuhan penduduk, kenaikan pendapatan rumah tangga, dan mekanisasi industri rokok kretek ikut menyumbang meningkatnya konsumsi tembakau yang signifikan di Indonesia sejak tahun 1970-an. Sebagian besar perokok di Indonesia (88 persen) mengkonsumsi rokok kretek yaitu rokok yang terdiri dari tembakau yang dicampur cengkeh.

Akibat informasi yang tidak sempurna, sebanyak 78 persen dari perokok Indonesia mulai merokok sebelum usia 19 tahun. Nikotin bersifat sangat adiktif (mencandu), hal ini ditunjukkan oleh perokok usia di bawah 15 tahun, dimana 8 dari 10 diantaranya gagal dalam usahanya untuk berhenti merokok. Konsumen rokok secara terus menerus dihadapkan pada gencarnya iklan yang mempromosikan rokok sebagai sesuatu yang umum diterima di lingkungan sosial.

Merokok menyebabkan timbulnya biaya bagi mereka yang tidak merokok dan masyarakat pada umumnya. Biaya yang harus dikeluarkan untuk menyembuhkan penyakit yang terkait dengan konsumsi rokok mencapai Rp 2,9 triliun sampai Rp11 triliun per tahun (US$ 319 juta – US$ 1,2 milyar). Selain itu, asap rokok bersifat karsinogenik (penyebab kanker). Lebih dari 97 juta penduduk Indonesia yang tidak merokok terpapar asap rokok orang lain.

Rumah tangga perokok menghabiskan 11,5 persen dari total pengeluaran bulanan untuk membeli rokok. Tingginya pengeluaran tersebut memiliki dampak serius terhadap kesejahteraan. Hasil studi pada masyarakat miskin perkotaan menyimpulkan bahwa rumah tangga yang kepala keluarganya merokok akan mengalihkan pengeluarannya dari makanan ke rokok dan meningkatkan prevalensi kurang gizi pada anak-anaknya.

Separuh dari 57 juta perokok di Indonesia saat ini akan meninggal akibat penyakit yang berhubungan dengan rokok. Ironisnya, dari sisi penerimaan negara, cukai tembakau lebih mudah dikelola, karena enam perusahaan rokok besar berkontribusi sekitar 88 persen pada total penerimaan cukai tembakau, dan sekitar 71 persen pangsa pasar dikuasai oleh tiga perusahaan [1].

Indonesia hingga per tanggal 22 Mei 2009, adalah satu-satunya negara di Asia Tenggara yang belum menjadi anggota Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) [2]. Masa kalah sama Timor Leste?

* Dengan sedikit penyuntingan dan tambahan, sebagian besar artikel dikutip dari ringkasan eksekutif laporan penelitian Ekonomi Tembakau di Indonesia - Lembaga Demografi, FE, UI - 2008. http://www.fctc.org
** Untuk memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia, 31 Mei 2009.

Taut terkait:
[1] http://www.fctc.org/index.php?option=com_content&view=section&layout=blog&id=5&Itemid=183
[2] http://www.fctc.org/index.php?option=com_docman&task=doc_details&gid=131&Itemid=159

Subur Anugerah: Kapan Waktu yang Tepat Mengucapkan Selamat Pagi, Siang, dan Malam?

Hari itu terlihat lalu lalang orang pergi bekerja melewati jalanan, saat jam dinding menunjukkan pukul 9.10, dan saya pun menelpon sebuah kantor "Selamat Siang...", begitu sapaan dari seberang kantor itu. Saya pun membalas "Selamat Pagi..." Perbedaan sapaan ini saya sengaja, dan ini bukan yang pertama kali. Saya katakan bahwa hari itu masih pagi, masih pukul 9 pagi lebih sedikit, dan itu sebuah kantor! Tapi, apa jawaban di sana, "Oh... not bad, itu karena Bapak bangunnya kesiangan... " Wahaha...

Memang, ada yang menyebutkan batas pagi dan siang, tidak dapat ditentukan secara tegas. Namun demikian saya sepakat dengan artikel pak Gunawan Munsyi, yang menyebutkan kita lazim mengucapkan selamat siang antara pukul 10.00 dan pukul 14.00. Selamat sore lazim diucapkan antara pukul 14.00 dan pukul 18.30. Pada pukul 16.30 sampai pukul 18.30, pada situasi yang formal, lazim diucapkan selamat petang. Selamat malam lazim diucapkan antara pukul 18.30 dan 04.00. Kita tidak lazim mengucapkan selamat subuh atau selamat dini hari. Antara pukul 04.00 dan pukul 10.00 lazim diucapkan selamat pagi.

Semoga bermanfaat.

Ika Safitri Windiarti, ST: KEBIASAAN “KECIL” PEMICU DIABETES

dari sebuah milis, nggak tau juga sumber aslinya dari mana.

KEBIASAAN "KECIL" PEMICU DIABETES

Dalam hidup ini berlaku hukum "tabungan". Apa yang kita lakukan menjadi tabungan di masa mendatang. Apa yang kita tabung sedikit demi sedikit akan terasa hasilnya bertahun-tahun kemudian. Begitu pun dengan penyakit. Mulai dari segelas minuman favorit hingga suka menonton TV hingga larut. Siapa nyana kalau itu bisa meningkatkan risiko diabetes ? mengingat diabetes adalah penyakit yg sangat jahat krn dapat membuat beberapa organ tubuh menjadi tidak berfungsi. Berikut ini adalah kebiasaan kecil sebagai pemicu nya :

1. Teh manis
Penjelasannya sederhana. Tingginya asupan gula menyebabkan kadar gula darah melonjak tinggi. Belum risiko kelebihan kalori. Segelas teh manis kira-kira mengandung 250-300 kalori (tergantung kepekatan). Kebutuhan kalori wanita dewasa rata-rata adalah 1.900 kalori per hari (tergantung aktivitas). Dari teh manis saja kita sudah
dapat 1.000-1.200 kalori. Belum ditambah tiga kali makan nasi beserta lauk pauk. Patut diduga kalau setiap hari kita kelebihan kalori. Ujungnya: obesitas dan diabetes.

Pengganti:
Air putih, teh tanpa gula, atau batasi konsumsi gula tidak lebih dari dua sendok teh sehari.

2. Gorengan
Karena bentuknya kecil, satu gorengan tidak cukup buat kita. Padahal gorengan adalah
salah satu faktor risiko tinggi pemicu penyakit degeneratif, seperti kardiovaskular, diabetes melitus, dan stroke. Penyebab utama penyakit kardiovaskular (PKV) adalah adanya penyumbatan pembuluh darah koroner, dengan salah satu faktor risiko utamanya adalah dislipidemia. Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total, LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida, serta penurunan kadar HDL (kolesterol baik) dalam darah. Meningkatnya proporsi dislipidemia di masyarakat disebabkan kebiasaan mengonsumsi berbagai makanan rendah serat dan tinggi lemak, termasuk gorengan.

Pengganti: Kacang Jepang, atau pie buah.

3. Suka ngemil
Kita mengira dengan membatasi makan siang atau malam bisa menghindarkan diri dari
obesitas dan diabetes. Karena belum kenyang, perut diisi dengan sepotong atau dua potong camilan seperti biskuit dan keripik kentang. Padahal, biskuit, keripik kentang, dan kue-kue manis lainnya mengandung hidrat arang tinggi tanpa kandungan serta pangan yang memadai. Semua makanan itu digolongkan dalam makanan dengan glikemik indeks tinggi. Sementara itu, gula dan tepung yang terkandung di dalamnya mempunyai peranan dalam menaikkan kadar gula dalam darah.

Pengganti: Buah potong segar.

4. Kurang tidur.
Jika kualitas tidur tidak didapat, metabolisme jadi terganggu. Hasil riset para ahli dari University of Chicago mengungkapkan, kurang tidur selama 3 hari mengakibatkan kemampuan tubuh memproses glukosa menurun drastis. Artinya, risiko diabetes meningkat. Kurang tidur juga dapat merangsang sejenis hormon dalam darah yang memicu nafsu makan. Didorong rasa lapar, penderita gangguan tidur terpicu menyantap makanan berkalori tinggi yang membuat kadar gula darah naik.

Solusi: Tidur tidak kurang dari 6 jam sehari, atau sebaiknya 8 jam sehari.

5. Malas beraktivitas fisik
Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, kasus diabetes di negara-negara Asia akan naik hingga 90 persen dalam 20 tahun ke depan. "Dalam 10 tahun belakangan, jumlah penderita diabetes di Hanoi ,Vietnam berlipat ganda. Sebabnya? Di kota ini, masyarakatnya lebih memilih naik motor dibanding bersepeda," kata Dr Gauden Galea, Penasihat WHO untuk Penyakit Tidak Menular di Kawasan Pasifik Barat.

Kesimpulannya, mereka yang sedikit aktivitas fisik memiliki risiko obesitas lebih tinggi
dibanding mereka yang rajin bersepeda, jalan kaki, atau aktivitas lainnya.

Solusi: Bersepeda ke kantor.

6. Sering stres
Stres sama seperti banjir, harus dialirkan agar tidak terjadi banjir besar. Saat stres datang, tubuh akan meningkatkan produksi hormon epinephrine dan kortisol supaya gula darah naik dan ada cadangan energi untuk beraktivitas. Tubuh kita memang dirancang sedemikian rupa untuk maksud yang baik. Namun, kalau gula darah terus
dipicu tinggi karena stres berkepanjangan tanpa jalan keluar, sama saja dengan bunuh diri pelan-pelan.

Solusi: Bicaralah pada orang yang dianggap bermasalah, atau ceritakan pada sahabat
terdekat.

7. Kecanduan rokok
Sebuah penelitian di Amerika yang melibatkan 4.572 relawan pria dan wanita menemukan bahwa risiko perokok aktif terhadap diabetes naik sebesar 22 persen. Disebutkan pula bahwa naiknya risiko tidak cuma disebabkan oleh rokok, tetapi kombinasi berbagai gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan dan olahraga.

Pengganti: Permen bebas gula. Cara yang lebih progresif adalah mengikuti hipnoterapi.
Pilihlah ahli hipnoterapi yang sudah berpengalaman dan bersertifikat resmi.

8. Menggunakan pil kontrasepsi
Kebanyakan pil kontrasepsi terbuat dari kombinasi hormon estrogen dan progestin, atau progestin saja. Pil kombinasi sering menyebabkan perubahan kadar gula darah.
Menurut dr Dyah Purnamasari S, Sp PD, dari Divisi Metabolik Endokrinologi RSCM,
kerja hormon pil kontrasepsi berlawanan dengan kerja insulin. Karena kerja insulin dilawan, pankreas dipaksa bekerja lebih keras untuk memproduksi insulin. Jika terlalu lama dibiarkan, pankreas menjadi letih dan tidak berfungsi dengan baik.

Solusi: Batasi waktu penggunaan pil-pil hormonal, jangan lebih dari 5 tahun.

9. Takut kulit jadi hitam
Menurut jurnal Diabetes Care, wanita dengan asupan tinggi vitamin D dan kalsium berisiko paling rendah terkena diabetes tipe 2. Selain dari makanan, sumber vitamin D terbaik ada di sinar matahari. Dua puluh menit paparan sinar matahari pagi sudah mencukupi kebutuhan vitamin D selama tiga hari. Beberapa penelitian terbaru, di antaranya yang diterbitkan oleh American Journal of Epidemiology , menyebutkan bahwa vitamin D juga membantu keteraturan metabolisme tubuh, termasuk gula darah.

Solusi: Gunakan krim tabir surya sebelum "berjemur" di bawah sinar
matahari pagi selama 10-15 menit.

10. Keranjingan soda
Dari Penelitian yang dilakukan oleh The Nurses' Health Study II terhadap 51.603 wanita usia 22-44 tahun, ditemukan bahwa peningkatan konsumsi minuman bersoda membuat berat badan dan risiko diabetes melambung tinggi. Para peneliti mengatakan, kenaikan risiko itu terjadi karena kandungan pemanis yang ada dalam minuman bersoda. Selain itu, asupan kalori cair tidak membuat kita kenyang sehingga terdorong untuk minum lebih banyak.

Pengganti: Jus dingin tanpa gula.*

Subur Anugerah: Apaan sih ERP itu?


Sebagai gambaran, Enterprise Resource Planning atau ERP itu bisa diibaratkan seperti gedung bertingkat tinggi, taruhlah Menara Petronas di Malaysia. Di dalamnya terdiri atas berbagai ruang yang berbeda bentuk maupun ukurannya, namun di antara ruang-ruang tersebut saling terhubung satu sama lain sehingga membentuk struktur yang kokoh nan tinggi menjulang. Tiap ruang telah disesuaikan struktur kerangka dan arsitekturnya agar dapat mengakomodasi kebutuhan penggunanya, dan pengguna bisa berupa perseorangan atau beberapa organisasi, akan tetapi lebih efektif dan efisien bila yang menggunakan gedung tersebut adalah organisasi besar (enterprise) nan kompleks.

ERP itu sendiri terdiri atas berbagai macam sistem informasi multi-disiplin yang saling berhubungan satu sama lain, dengan resource database yang terintegrasi, dapat dioperasikan dan diakses dengan mudah, lintas platform, dan yang terpenting arsitektur informasi pada sistem sesuai dengan kebutuhan pengguna korporat untuk mendukung strategi bisnis dalam mencapai tujuan bisnisnya. ERP sangat fleksibel, berbagai sistem yang tersedia tidak harus digunakan bersamaan, dan biasanya bisa dikustomisasi sesuai dengan kebutuhan organisasi maupun perseorangan, mengingat gerak kultur tiap organisasi di dunia industri yang berbeda-beda. Jadi tidak semua organisasi besar maupun kecil cocok dengan ERP tertentu meskipun paling populer dan banyak digunakan perusahaan besar.

Nah, salah satu ERP yang populer saat ini adalah SAP R/3 dari SAP. Meski tidak murah, produk SAP banyak digunakan organisasi atau perusahaan besar di Indonesia, seperti perusahaan migas, perbankan, hingga perguruan tinggi yang memiliki manajemen tinggi dan kompleks. Selain SAP masih ada banyak lagi, salah satunya adalah OpenERP (dulunya dikenal dengan TinyERP), bersifat kode terbuka, lintas-platform, bahkan tersedia web-services yang dapat melayani pengguna yang tidak mau repot-repot menyediakan infrastruktur sendiri dan sistem yang diinginkan pun dapat dipilih menyesuaikan kebutuhan (On-Demand). OpenERP lebih cocok untuk skala enterprise kecil dan menengah, dapat diinstalasi sendiri baik dari sisi server hingga client. Saya coba instalasi di Linux Ubuntu 8.04 berjalan normal tanpa masalah berarti seperti tampak dalam tangkapan layar, hanya saja beberapa fungsi pada modul sistem sengaja dibatasi oleh pengembang sebagai salah satu bentuk layanan komersil.

Selamat mencoba.

Subur Anugerah: CD Ubuntu 9.04, Backup dan Sebarkan



Sekitar 2 minggu yang lalu 5 CD paket Ubuntu 9.04 atau Jaunty Jackalope edisi Desktop yang saya pesan dari shipit Canonical sudah saya terima, termasuk paket-paket sebelumnya, untuk itu saya ucapkan terima kasih pada Mark Shutterlworth melalui Canonical atas kirimannya. Jumlah CD sengaja saya tidak mengambil banyak, bahkan versi sebelumnya saya hanya memesan 1 buah saja. Tujuannya untuk membantu hemat Canonical, halah, padahal ongkos kirim mungkin sama dengan jumlah CD yang lebih banyak ya... :-)

Saya sendiri malah hingga saat saya tulis ini belum sempat menjajal Jaunty, bahkan Intrepid Ibex pun juga belum, maklum, masih nyaman dengan Hardy Heron yang -- rasanya -- lebih stabil untuk development.

Bagi yang sudah menerima namun dalam jumlah sedikit, sedangkan jumlah peminat cukup banyak, apalagi bandwidth mahal tak mampu download file iso, tak perlu khawatir untuk berbagi merasakan manisnya Ubuntu bersama orang-orang terdekat, tetangga kiri kanan, atau bahkan mau dijual pun boleh-boleh saja asal ada yang mau beli. Gunakan disk-dump untuk meng-iso-kan CD dengan perintah:
$ sudo dd if=/dev/cdrom of=/home/path/anda/cdimage.iso

Semoga bermanfaat.

Alfa A Malik: SAP ERP Business Process

Alfa A Malik: SAP ERP Business Process

Ika Safitri Windiarti, ST: Autumn Trip 2009, Sydney&Canberra - part 5

Ya ampyunnn...kok belom selesai2 juga ya sambungan ceritanya? Maklum, lagi banyak due date nich..
Ini masih di hari kedua Sydney ya... Ceritanya hbs jalan2 di Hyde Park, Sydney Tower,Makan di Nandos, Apple Center, QVB, truss tujuan kita berikutnya adalah...
Darling Harbour dan seisi-isinya, heheh... plus perjalanan ke Canberra.
Baru nyampe jembatannya aja kita udah foto2an... Habis pemandangannya keren abiss sich... Diatas kepala kita melintas monorail, grudug-grudug, gitu bunyinya, hehehe, garing yach?



Sangking banyaknya yang kepingin didatengin, kita jadi bingung mo pilih yang mana ya? Apa jangan2 ada korelasi antara kekenyangan makan Nandos ama bingung pilih yang mana? heheh... Mo ke Sydney Aquarium, ahh garing ahhh.. Raranya juga udah kecapekan, ntar malah nggak excited lagi.. Lagian kan di KL juga, di Jakarta juga ada Sea World, yo wiss Sydney Aquarium lewatin ajah. *padahal katanya keren lho Aquariumnya!* Trus mo ke Powerhouse museum, hmmm..mikir2, bakalan lihat apa ya? nggak ada reserch ttg itu. lewatt..



Mo ke Chinesse Garden of Friendship, duhh, lihat di Civic Guidenya kok jauh ya? Mana gerimis lagi, soo.. akhirnya pilihannya jatuh ke Australian National Maritime Museum. Pengen naik kapal perangnya kata ayah. But unfortunately, we are too late, buat naik ke kapal perangnya butuh waktu minimum 1jam katanya, soalnya kan kita bayar, $30 gitu, jadi petugasnya bilang nggak bisa lagi. Yahhh,ga papa dech, masuk museumnya aja kalo gitu.Waaaa, ternyata menarik juga tuh isi museumnya. Tentang kisah2 perjalanan laut para soldier jaman world war, trus foto2 darling harbour dll jaman dulu, ada juga cerita para imigran dari berbagai negara.

Habis itu... kitanya udah kecapekan, lagian udah sore juga, jam 5, kan ntar malem mo naik bis ke Canberra jam 8. So, kita putusin naik Sydney Light Rail, ya..mirip2 tram kalo di Adelaide mah. Sampe Central station, trus naik bus ke Randwick. Istirahat, Sholat, Makan, beres2, trus pamit2 sama keluarga pak Rasyid, kita berangkat lagi ke pool bis Greyhoundnya Sydney yang di depan Central Station.



Rupanya kita penumpang pertama yang datang, langsung aja masuk2in barang di bagasi, trus kita masih sempat2 lihat2 souvenir yang ada di toko china deket situ.
Trus mo beli cemil2an ehh, gw dipalak anak muda bule, "do u have 25 cents?", kaget euy, gw kasih aja 50cents, ehh, ketemu di 711 (seven eleven, minimarket) dianya beli softdrink juga, same ame kite.. hahhaaa..


Pak Wahyudin temen ayah yang udah nemenin kita selama di Sydney datang, kami dioleh2in roti lebanese yang bujubuneeeeng, gedenya sebetis ayah, hihih..maap ya Ayah, betisnya dipinjem buat ukuran roti, kkkekkkekkkekkk.. satu rasa herbs, satu lagi rasa keju, dicocol ama susu nyam-nyam banget..
Bus Greyhound yang kita tumpangi sistem harga ticketingnya rada2 aneh dech, kita beli ticket via internet sejak di Adelaide, pertama2 coba beli 3 adult 1 children, kenanya 140 an, jadi 1 orang kena @ 35an, mahal dunks, padahal ada tiket promo yang 15. Akhirnya diakalin, beli satu for Ayah @15, satu lagi for Dila @15juga, trus beli Bunda and Rara, kenanya $69, lumayan dech penghematan dikit..
Jam 8 teng berangkat..Perjalanan yang cukup menyenangkan, coz badan capek, jadi tidurrr aja, Rara juga nggak rewel.
Sampai di Jolimont Centre jam 11.45 malam lebih2 dikit,kitanya rada2 jetlag, bingung musti ngapain, coz mata udah ngantuk banget. Akhirnya jalan ke tepi jalan, trus tunggu taxi, ke YHA tempat kita nginep, ya ampun deket yach, di maps google cuma 700 meter, tapi kalo jalan tengah malam gitu kan jauh juga.
Jadinya kita bayar taksi cuma 6.80 dollar, kasihan juga mas2 supir taxi yang bule itu, dibayar segitu tapi ngangkat barang seabreg2. Hihihi.. Dapet kamar, bersih2, sholat Isya, coz tadi di Sydney gak sempet Isya, untung masih keburu, trus bobo...
.............mimpi ini....mimpi itu...............

Ceritanya di lanjut ntar lagi ya....

Setyo Nugroho: Peta Internet Global 2009

Peta Internet Global

Global Internet Map 2009

Coba lihat sekilas Global Internet Map 2009 dari TeleGeography di sini:

read more

Subur Anugerah: Facebook Desktop for AIR: Boros Memori dan Bikin Cepat Panas?


Sudah beberapa kali kejadian laptop tiba-tiba mati shutdown sendiri tanpa ada pemberitahuan, atau minimal notifikasi lebih dulu dari sistem memberitahukan bahwa sistem operasi akan shutdown 5 menit lagi. Dengan begitu saya bisa siap-siap mematikan sendiri secara prosedur, tapi anehnya notifikasi itu tidak ada. Selidik punya selidik, dari informasi sistem saat proses shutdown memberitahukan CPU kepanasan, nah loh!

Memang, dari letak laptop di atas meja, di sudut ruangan yang sirkulasi udaranya kurang tepat, ditambah lapisan meja beralaskan kertas koran menjadi kurang baik untuk pendingin dan sirkulasi udara di bawah laptop, plus hawa udara yang juga panas. Selain itu, proses sistem bekerja ternyata juga mempengaruhi, misalnya, saya coba bandingkan dua aktivitas yang berbeda. Pertama, mengetik saja menggunakan OpenOffice, hasilnya tidak atau jarang menyebabkan laptop tiba-tiba mati. Kedua, berinternet menggunakan Firefox dan Facebook Desktop for AIR. Yang terakhir ini yang paling dominan bikin panas dan shutdown mendadak. Dari System Monitor terlihat, woo... pantas saja... nomor satu penggunaan memori paling tinggi adalah Facebook Desktop for AIR, CPU usage malah 30% lebih dan makin lama makin naik! Herannya, mau di-uninstall kok sayang... hehehe...

Source Donwload: Facebook Desktop for AIR, Adobe AIR