Aggregasi Jurnal Online Civitas Akademika STIKOM Balikpapan

Alfa A Malik: Selamat datang Harddisk 1 Terabyte di Balikpapan

Setyo Nugroho: Menjalankan Linux Ubuntu dan Windows XP bersamaan di satu komputer (dengan VirtualBox)

Setelah berhasil mencoba menjalankan Linux Ubuntu 7.04 di Virtual PC, saya mencoba menggunakan software virtual machine lainnya, yaitu xVM VirtualBox dari Sun Microsystems. Sun adalah salah satu raksasa IT yang terkenal dengan produknya Java dan Solaris.

read more

Mohamad Adriyanto: Kompas.com yang Semakin Vulgar

Beberapa hari ini saya sangat sering mengunjungi Kompas.com karena beberapa alasan. Saya sendiri adalah pembaca fanatik koran Kompas (versi klasik) sejak kecil, sejak mulai bisa membaca. Terus terang ada banyak kekecewaan dalam hati saya melihat perkembangan Kompas.com yang didorong penuh untuk menjadi salah satu motor perkembangan dunia berita digital di tanah air. Kenapa demikian?

Lihatlah judul berita-berita di halaman mukanya: "Truk Lindas Taksi, Sopir Tewas Terjepit", "Ditemukan Dua Mayat Bayi Membusuk", "Kencan Tanpa Kondom, Jangan-jangan...", "Pakai Celana Dalam, Kemana Penis...", "Polisi Pemerkosa Tahanan Ditahan...". Sungguh vulgar dan cenderung seperti "koran kuning". Itu semua adalah list berita terkini dalam edisi satu hari. Foto utama yang ditampilkan pun ikut-ikutan vulgar. Foto pria dan wanita samar-samar berbaring mesra berselimut diatas tempat tidur, kemudian ada foto tangan diikat tali didepan jeruji besi. Itu adalah pemandangan utama di halaman depan ketika anda mengunjungi Kompas.com.

Lebih parah lagi, kunjungi juga layanan terbaru mereka yang disebut KOKI (Kompas Kita, Komunitas Kita), koran komunitas "citizen journalism", salah satu show window perkembangan web 2.0 dalam dunia digital Indonesia. Anda akan langsung disambut foto tanpa busana seorang wanita cantik yang diambil dari belakang (tapi masih bercelana). Kemudian ada foto pemuda tewas terkapar basah di sungai dimana wajahnya dikaburkan. Beritanya? "Foreplay, Please", "Janda Kembang (Bacaan Khusus Orang Dewasa)", dst.

sedih... Mana Kompas klasik yang mampu bertahan menjadi koran paling elegan di Indonesia selama puluhan tahun? Kompas yang rela saya beli berapapun harganya karena ingin mendapat berita yang "berkualitas".

Sadarkah Kompas.com bahwa situs online mereka telah menjadi barometer perkembangan dunia maya Indonesia? Kalau Kompas saja begini? Mau dibawa kemana yang lain? Kompas.com, seperti Kompas cetak klasik, dituntut untuk mampu membuat dan menciptakan standar baru media online di Indonesia. Media yang elegan, intelektual dan bersifat membangun karakter bangsa. Sekali lagi, seperti yang telah mereka perankan puluhan tahun dengan Kompas cetak klasik. Bukannya malah ikut-ikutan trend pornografi dan kekerasan yang sering masih jadi persepsi umum publik kita terhadap media Internet.

Sebagai insan yang bergelut di dunia pendidikan berbasis teknologi informasi, saya berkeliling mempromosikan media online ke berbagai pelosok tanah air. semata-mata karena keyakinan bahwa teknologi yang satu ini akan bisa membawa bangsa Indonesia keluar dari keterpurukan. Mengajak mereka meng-exlopre dunia baru yang selalu saya gembar-gemborkan sebagai "dunia intelektual". Saya selalu tunjukkan Kompas.com sebagai salah satu link perkenalan mereka terhadap dunia Internet, link pembuka yang saya yakin akan membawa persepsi positif masyarakat terhadap media di Internet.

Namun sekarang? Saya pasti akan hindari memperkenalkan link ini ke para pelajar Indonesia. Saya masih sedang mencari tautan lain yang lebih layak jadi simbol media Internet Indonesia.

Dalam hati kecil saya, saya tetap yakin Kompas.com bisa kembali ke hati saya, tapi entah kapan. Apalagi ditengah dunia kapitalis Indonesia yang semuanya berorientasi pada kehendak pasar dan profit finansial semata.

Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Rijal Fadilah: Makanan Terkutuk

Catatan: Harap teruskan cerita ini kepada setiap orang demi menghindari penyebarluasan kebiasaan yang tak berperikemanusiaan tersebut. Sebagai manusia beragama dan berpikiran sehat, kita berkewajiban untuk menghentikan tindakan kanibalisme dalam bentuk dan alasan apapun. Bangsa manusia adalah bangsa yang derajatnya paling tinggi dari mahluk apapun di bumi ini, dan tindakan tersebut adalah tindakan yang sesungguhnya bukan berasal [...]

Alfa A Malik: Jangan rusak hutanku!

Ibeny Ilyas: Agenda Perkuliahan Semester GENAP 2008/2009..

Ati Satya: SMK Airlangga ( Kompetensi RPL )

Setyo Nugroho: Menjalankan Linux Ubuntu dan Windows XP bersamaan di satu komputer

Salah satu cara menjalankan lebih dari satu sistem operasi dalam satu komputer secara bersamaan adalah dengan menggunakan software Virtual PC dari Microsoft. Kali ini saya akan sharing pengalaman menginstal Linux Ubuntu versi 7.04 di Virtual PC 2007.

read more

LABKOMP STMIK: AGENDA PERKULIAHAN SEMESTER GANJIL……!!!


1. Daftar Ulang / HerRegistrasi : 28 Juli - 30 Agustus 2008.

2. Pengisian KRS & Perwalian : 04 - 30 Agustus 2008.

3. Awal Perkuliahan Semester GANJIL : 08 September 2008.

Ingat Jangan Sampai Lupa... Tidak Ada Kata Terlambat.......!!!!!

Berikut Kalender Akademik selengkapnya dapat di Download disini.

Mohamad Adriyanto: Google Knol Akhirnya Diluncurkan

Akhir 2007 lalu, saya menulis tentang "Google Knol, Initial Review", produk terbaru Google Inc. yang terbaru saat itu, status masih belum exist. Silahkan baca untuk melihat lebih jauh apa yang dimaksud dengan Knol milik Google itu. Malam ini saya dapat email bahwa layanan ini sudah resmi di-launch. Silahkan masuk ke versi Beta di http://knol.google.com. Tampilannya sangat sederhana, tidak ada tanda apa-apa bahwa situs ini baru diluncurkan. Atau info tanggal launching yang saya dapat salah?

Saat saya review akhir tahun 2007 itu, situsnya belum ada, baru sekilas info tentang layanannya serta beberapa ahli yang sudah ikut menulis untuk edisi perdananya. Di situs resmi edisi terakhir ini, muncul statement bahwa layanan ini lebih luas dari hanya sekedar sebuah "ensiklopedia online yang terbuka". Ada nuansa kolaborasi online yang sangat kuat disana. Tentu saja belum ada versi Bahasa Indonesia. Selamat menikmati dan selamat ikut berkontribusi.

Mudah-mudahan saya segera punya cukup waktu untuk memberikan review lebih lanjut atas layanan ini... bakal heboh dan hebat.

Sekilas apa itu Knol dari situsnya:
Knol offers:
* Ease of use
All you need is an account, a name and a desire to write and we'll take care of the rest.
* Control
You specify the level of collaboration you want with the community. Your knol, your voice.
* Community
You can connect with other experts in your area of interest to share and grow knowledge.
* Visibility
We value and promote authorship. Great content will be visible on any search engine.
* Growth
Sharing your knowledge with the world is rewarding for everyone.

Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Download Kurikulum SMK Teknologi Informasi 2004

Tidak gampang mencari informasi mengenai kurikulum sekolah di Indonesia. Ada banyak website, ada banyak proyek Diknas yang menyediakannya secara online. Tapi pada saat kita membutuhkannya, sangat sulit dilacak, terutama via Google. Hingga hari ini masih banyak rekan-rekan yang meminta kepada saya dokumen kurikulum SMK teknologi informasi (SMK TI). Bersama ini saya share saja file yang saya miliki, kebetulan yang saya miliki adalah file kurikulum SMK versi tahun 2004.

Saat tulisan ini dibuat, sekolah diwajibkan membuat sendiri kurikulum SMK berbentuk KTSP. Prinsipnya pada saat anda ingin membuat KTSP untuk sekolah anda, gunakan Kurikulum 2004 sebagai dasar, kembangkan atau kurangi sesuai kebutuhan anda. Bersama ini saya sampaikan juga contoh KTSM SMK program keahlian Multimedia dari SMKN 4 Malang yang sering dijadikan acuan (terima kasih pada pak Kwarta Adiprama yang membaginya). Anda tinggal menggunakan format contoh tersebut, dan memasukkan kebutuhan sesuai daerah anda mengacu pada kurikulum 2004. Saya sertakan juga file presentasi lengkap bagaimana membuat KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) SMK yang saya lupa didapat dari sumber mana (mohon maaf bagi pembuatnya).

Kemudian saya sertakan juga overview dari kurikulum SMK TI yang terdiri dari 3 program keahlian yaitu multimedia (MM), rekayasa perangkat lunak (RPL) dan teknik komputer jaringan (TKJ). File-file ini kami gunakan di SMK Teknologi Informasi (SMK TI) Airlangga Samarinda sebagai dasar bekerja. Silahkan langsung download dibawah ini.
Semua file saya kompresi kedalam bentuk RAR dan berukuran cukup besar, masing-masing 400an KB, kecuali contoh SMKN 4 Malang yang berukuran 3,5 MB. Jadi bersabarlah saat men-download-nya.

File-file ini saya simpan di Google Pages dan tulisan blog ini ada di Google Blogspot. Mudah-mudahan tetap exist selamanya kecuali Google bankrut. Semoga bermanfaat untuk yang memerlukannya.

Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Setyo Nugroho: Virustotal.com: mendeteksi virus komputer dengan 34 program antivirus sekaligus

Kalau anda pernah menggunakan program antivirus, mungkin anda pernah menemukan virus yang bisa dideteksi oleh antivirus A, tapi tidak terdeteksi oleh antivirus B. Atau sebaliknya. Memang sulit untuk mendapatkan program antivirus yang sanggup mendeteksi 100% semua jenis virus atau pun malware lainnya seperti trojan, worm, spyware, dan sebagainya.

read more

Satria Dharma: MALAS ADALAH MUSUH UTAMA SAYA

MalasDua puluh lima tahun yang lalu ketika saya masih memimpin bimbingan belajar Airlangga Student Group (ASG) saya memperhatikan bahwa kegagalan utama siswa dalam memperoleh nilai tinggi agar bisa diterima di SMA atau Perti pilihan mereka adalah karena mereka malas untuk berlatih soal-soal. Padahal kalau mereka mau rajin melatih diri dalam mengerjakan soal-soal ujian apa pun maka boleh dikata bahwa mereka pasti akan dapat lolos dalam ujian. Saya seringkali melihat anak-anak pintar yang gagal karena malas dan anak-anak yang tergolong rendah prestasinya di sekolah justru berhasil karena mau menerapkan strategi berlatih…berlatih… dan berlatih….! Saya katakan pada mereka bahwa seorang atlit tinju yang akan bertanding di ring tinju selama 10 ronde minimal harus telah berlatih 100 ronde. Itu belum termasuk latihan lari, skipping, punching, dll. Nah, bayangkan jika kita mesti menyelesaikan 40 soal matematika, misalnya. Berapa ratus soal matematika yang harus kita lahap sebelumnya, termasuk membaca teori dan menghafal penggunaan rumusnya? Saya bahkan wajibkan mereka untuk menyelesaikan minimal 1000 soal bahasa Inggris (karena saya mengajar bahasa Inggris) dan kalau bisa ya 2000 soal. Lahap semua soal dan rasakan betapa mudahnya soal-soal tersebut jika kita telah berlatih sebanyak mungkin soal. Saya tidak sekedar berteori tapi sekaligus membuktikannya.
(more…)

Agung Prabowo: Salju Pada Pandangan Pertama

Akhirnya setelah menempuh 3,5 jam dari melbourne sampai juga yang namanya mt.buller. Terus terang ini pengalaman gua and keluarga for the first time ketemu yang namanya salju. Kalau soal salju bagi gua sich udah kenal lama, dari SD... bahkan pas belum sekolah. Maksudnya salju sirop, es sirop. Sorry, error. maklum terkena suhu minus derajat celcius. Back to mt.buller, ketika keluar kendaraan langsung dech nggak sabaran pengen touch apa yang namanya salju. Dalam pikiran kayak apa ya.. rasanya. Pas udach disentuh Eeeehhh... ternyata seperti Es Sirop abang2 yang dijual di indonesia. Ternyata benar dugaan gua selama ini, ternyata kalau ketemu salju tinggal dituang sirup, dipotongin nangka, dan aneka buah jadi dech namanya Es teler. Dari pada makan Es teler 77 di melbourne mendingan bikin sendiri Es teler ala mt.buller. Ya udach dech... Main salju dulu nich.... kasihan rara main sendirian...

Subur Anugerah: Gempa dan Tujuh Belasan

Seakan sudah biasa, gempa yang dirasakan Yogyakarta minggu siang ini sekitar pukul 13:10 WIB lewat begitu saja, mudah-mudahan tak ada apa-apa. Saya sendiri mengakui sudah cukup sering merasakan gempa dalam skala kecil, syukurlah semuanya masih dalam keadaan aman dan selamat. Ketika merasakan gempa, posisi saya sedang duduk di kursi, asyik dengan laptop di meja, berada di kamar lantai atas. Tiba-tiba meja dan kursi terasa ada yang menggoyang keras, lalu melihat pintu kamar dan kuncinya yang menggantung juga tergoyang-goyang, seketika itu saya langsung keluar kamar, masya Allah, di luar sepi... tak terlihat ada orang panik. Apa hanya saya saja yang merasakan gempa? Atau ini gara-gara efek goyang dangdut semalam? Ah, nggak tahu lah. Tapi setelah jalan keluar rumah, memang ada yang mengakui terjadi gempa barusan.

Dua jam setelah itu, aktifitas warga Pogung Kidul area Selokan Mataram mulai kembali giat, acara tujuh belasan tetap dilaksanakan seperti pengumuman sebelumnya. Lomba tangkap bebek dan gebuk bantal adalah andalan untuk hari minggu ini.


Mohamad Adriyanto: Ayo Buat Email di Ymail

Yahoo Mail membuat beberapa kejutan baru. Saat ini, disamping menyediakan domain yahoo.com, yahoo.co.id dan berbagai domain Yahoo dalam domain banyak negara, mereka juga menyediakan domain baru ymail.com dan rocketmail.com. Karena masih sangat sedikit penggunanya, anda bisa punya banyak kesempatan untuk mendapatkan nama email yang pas sesuai keinginan anda. Kalau di yahoo.com atau yahoo.co.id sudah terlalu sulit untuk mencari nama yang pas karena ratusan juta pengguna lain sudah mengambil nama anda sebelumnya.

Saya masih bisa dapat user adr1 di ymail, hebat kan? Istri saya dapat aidha, padahal di email lain seperti Gmail sudah tidak mungkin bisa dapat, apalagi dengan 4 karakter seperti itu. Gmail minimal 6 karakter, ymail hanya 4 karakter. Dan yang terpenting, ymail adalah Yahoo, raksasa yang sangat kuat dalam hal pengelolaan email gratis. Dijamin email anda tidak akan hilang atau ketinggalan zaman. Nama domain nya pun unik: ymail... Ada nuansa ingin menyaingi gmail. Tapi sangat simpel.

Dalam membuat email address, nama yang pendek dan domain yang pendek serta mudah diingat adalah salah satu faktor yang membuat email address kita tergolong email "cantik".

So, bergegaslah... jangan sampai keduluan orang lain. Langsung masuk ke www.yahoo.com untuk signup.

Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Keberhasilan Penyelenggaraan IT PON XVII 2008 di Kalimantan Timur

PON ke-17 (XVII) 2008 di Kalimantan Timur menyisakan banyak kenangan bagi rakyat Kaltim yang menjadi tuan rumah. Pesimisme saat persiapan yang digempur berbagai masalah, akhirnya berbuah manis diakhir event. Walaupun jauh dari sempurna, namun secara keseluruhan angka 70 masih layak diberikan kepada penyelenggaraan yang menggunakan APBD Kaltim mencapai Rp 4 trilun ini. Saya pun sebagai orang daerah ini ingin ikut menyumbang melalui tulisan mengenai bidang yang saya kenal yaitu teknologi informasi. Mudah-mudahan bisa jadi dokumen sejarah yang bisa dipakai, paling tidak bagi tuan rumah PON XVIII 2012 di Riau nanti.

Tulisan saya "Belajar dari Pengelolaan Data Medali di PON XVII 2008 di Kalimantan Timur" menyorot tentang adanya dualisme data "resmi" yang justru membingungkan masyarakat. Silahkan simak langsung. Namun secara keseluruhan, bidang IT PON 2008 telah bekerja maksimal dan hasilnya jauh dari ekspektasi awal yang diperkirakan akan menghadapi banyak masalah.

Beberapa info mengenai acara pembukaan, jalannya PON hingga penutupan juga saya tulis walau tidak banyak. Ini karena saat penyelenggaraan PON saya tidak berada di bumi Kaltim. Selamat membaca di blog saya "The World Viewed from Samarinda".

Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Subur Anugerah: KPK dan Mendadak Dangdutan


Menurut informasi di milis kampus, ada banyak acara di Jogja, salah satunya malam minggu ini ada pameran budaya di benteng Vredeburg, Malioboro. Tanpa pikir panjang, habis sholat isya' saya langsung menuju lokasi. Begitu tiba di sana, beuh... kok sepi? Di halaman ada mobil KPK pasang layar tancap, ow... ternyata KPK ikutan kampanye juga tho, sebentar, lihat dulu nonton filmnya KPK, hmm... dibintangi Dedy Mizwar dan para pemain sinetron “Kiamat Sudah Dekat”. Hey! Bukan film ini yang kucari, tapi mau lihat pameran. “Pak, dimana pameran budayanya?” tanya saya pada tukang parkir. “Itu di sana!” sambil ia menunjuk ke arah Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949. Loh, kok di sana? Curiga, jangan-jangan informasi di milis itu salah, hmm... orang sekarang asal comot dan forward informasi nggak jelas, dasar! Tapi coba dululah, masuk ke benteng, benar, sepi gelap... akhirnya nggak jadi masuk, dan belok kanan menuju ke monumen.




Eee ladalah... yang ditunjuk tukang parkir tadi mendadak dangdutan, ada lomba joget, malah jadi ikutan nongkrong jadi penonton. Anehnya jadi kerasan, nonton acara apa saja di Jogja rasanya suasana juga ikut mendukung. Pasalnya, yang nonton bukan saja anak muda, tapi campur aduk, ada tua muda, kaya nggak kaya, yang ada hanya goyang joget dangdutan, suasananya pun jadi guyub, pantas saja di tempat ini banyak orang sekedar duduk leyeh-leyeh, dengan pasangan atau sendirian tetap asyik saja. Akhirnya saya duduk di bibir jalan dekat orang tua, sembari ngobrol ngalor ngidul nonton goyangan maut artis penyanyi dangdut dan lomba joget. Gila! Itu penyanyi bukan cuman goyang saja, tapi salto, kayangan, jumpalitan, naik besi panggung, putar-putar rambut dan kepala, wah... hebat pokoknya. “Luar biasa, tepuk tangan penonton...” begitu kata Tukul biasanya, hehehe...

Mohamad Adriyanto: Belajar dari Pengelolaan Data Medali di PON XVII 2008 di Kalimantan Timur

Anda mencari data medali PON 2008 yang benar? Ada 1 situs online yang merupakan situs resmi panitia besar (PB) PON XVII 2008 di Kaltim, alamatnya di http://www.ponxvii-kaltim.com dan kabarnya data perolehan medali yang ada disitu dijadikan rujukan semua pihak. Namun ada pula 1 situs lain yang "semi resmi" karena dikelola oleh Kantor Menpora, alamatnya di http://tandingpon.com. Yang unik, hingga 2 hari setelah event Pekan Olahraga Nasional terbesar sepanjang zaman ini ditutup, kedua situs ternyata tidak menampilkan hasil perolehan medali yang sama. Saya masih mencoba mencari ke situs lain seperti Kompas.com yang merupakan media resmi PON 2008, namun belum berhasil menemukan data resmi mereka.

Hal ini sangat nyata terlihat di daftar perolehan medali di kedua situs tersebut. Saya save dan tampilkan screenshot dari keduanya pada tanggal 19 Juli 2008 disini (ponxvii dan tandingpon, langsung klik untuk melihat screenshot). Saya yakin mereka akan melakukan konsolidasi, namun screenshot ini akan menjadi sejarah bagi dunia IT Indonesia dalam mengelola data penting semacam PON.

Beberapa perubahan yang "mengganggu" sbb:

Peringkat 1 Jawa Timur (emas, perak, perunggu)
ponxvii: 139, 113, 111
tandingpon: 139, 114, 111
--> perbedaan di perak

Peringkat 2 DKI Jakarta (emas, perak, perunggu)
ponxvii: 119, 117, 122
tandingpon: 122, 118, 123
--> perbedaan di semua medali

Peringkat 3 Kalimantan Timur (emas, perak, perunggu)
ponxvii: 116, 111, 114
tandingpon: 116, 110, 115
--> perbedaan di medali perak dan perunggu

Itu hanya contoh, untuk daerah lain di lain peringkat juga masih ada beberapa perbedaan juga. Silahkan cek sendiri, baik langsung ke situs aslinya (mudah-mudahan masih exist pada saat anda baca tulisan ini), atau masuk ke screenshot saya diatas.

Di total jumlah medali pun berbeda juga (mungkin ini yang bisa menjelaskan kenapa ada perbedaan).
ponxvii: 749, 749, 962
tandingpon: 755, 752, 960
--> perbedaan di semua medali

Pasti ada penjelasan dari perbedaan yang terjadi. Saya juga yakin mereka berdua pasti akan siap dengan berbagai bukti dokumen pendukungnya. Saya juga tidak mencari yang salah dan yang paling benar. Namun dalam mengenola IT, kita tidak perlu proses, yang paling penting adalah result akhir berupa delivery ke end user. Dan dengan adanya IT, seharusnya tidak ada delay lagi dalam delivery ke user berupa data yang harus akurat. Saya pikir hal ini bisa jadi pembelajaran semua pihak...

Saya ingat dimana saya selalu memulai kuliah saya ke mahasiswa yang akan mulai belajar mengenai pemanfaatan teknologi informasi: "Janganlah anda jadi orang Banjar yang punya filosofi "beredaan", filosofi ini tidak bisa berlaku di dunia modern berbasis IT saat ini."

Beredaan adalah bahasa Banjar yang bermakna kira-kira gak apa-apalah salah-salah sedikit... sama teman aja kok... :-)
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Subur Anugerah: Menulis Arab di Linux

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ﷲِ وَبَرَكَاتُهُ


Mungkin posting saya ini sudah basi, mengingat hal ini sudah biasa digunakan oleh para pengguna komputer, terutama yang sering menulis tulisan Arab mengutip lafaz Al Quran atau Al Hadist. Bahkan ada orang Indonesia yang sering menggunakan Arab gundul -- tanpa harokat -- untuk menulis keseharian. Lho kok? Iya, saya dulu mempunyai teman yang hanya bisa membaca dan menulis Arab untuk sehari-harinya, bukan tulisan latin atau gedrik -- huruf tegak. Konon ceritanya ia memang SDTT -- sekolah dasar tidak tamat -- tapi pintar mengaji. Kendati demikian, terakhir beberapa tahun lalu bertemu sepertinya ia sudah mahir membaca.

Kembali ke topik, sering saya temui di berbagai milis menanyakan perihal cara menulis Arab di komputer. Kebanyakan jawaban mengarahkan penggunaan sistem operasi Windows Arabic yang sudah dibuat model Arab, atau install software ini itu, jujur saya tidak tahu apa yang diinstall. Dulu, saya pernah menulis Arab menggunakan Symbol pada MS Word, lumayan bagus, tapi Arabnya gundul tanpa harokat, dan keselnya bukan main, karena kilik-kilik satu-satu.

Saya kira, saat ini sudah banyak perangkat lunak untuk menulis karakter huruf yang aneh-aneh ala tulisan Jawa, Bali, Bugis, Rusia, Arab, Tagalog (Filipina), Thailand, Katakana (Jepang), Mandarin (China) dan sebagainya. Hanya yang jadi masalah adalah perbedaan bahasa dan kebanyakan orang belum tahu dan belum terbiasa saja. Nah, coba tanya om Google, banyak sekali informasi yang bisa dicoba.

Kalau saya sendiri lebih suka menggunakan Gucharmap, yaitu aplikasi peta karakter yang memungkinkan untuk menyisipkan karakter spesial tertentu pada sebuah dokumen atau text field. Dengan demikian, saya tak perlu menghapal simbol-simbol Arab pada keyboard atau menempeli simbol huruf Arab pada tiap-tiap tombol keyboard. Cukup bermain dengan mouse dan memilih karakter mana yang hendak disusun. Hebatnya, hurufnya langsung tersambung otomatis seperti demikian:

.اِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَا عَنِ الْفَخْشَاءِ وَالْمُنْكَرْ

Kemudian bila telah tersusun satu atau beberapa kalimat, tinggal di-copy-paste ke OpenOffice Writer, kemudian tambahkan harokatnya di sana. Memang kelemahannya bila menulis dalam jumlah banyak, misalnya 100 kalimat, lebih baik menggunakan keyboard dan diketik langsung pada OpenOffice Writer. Syaratnya hanya aktifkan Arabic style pada Keyboard Preferences. Bila belum ada style Arabic, install lebih dulu SCIM (Smart Common Input Method) juga fonts Arabic. Saya menggunakan Ubuntu, tinggal buka Synaptic Package Manager atau ke terminal, ketik:

$ sudo apt-get install scim

Setelah itu coba lihat di panel atas, biasanya muncul keyboard indicator, tinggal pilih Arabic atau USA. Jangan lupa, instalasi juga paket Arabic untuk OpenOffice, untuk menulisnya pilih font Scheherazade. Ada yang telah menyusun program kecil sehingga memudahkan menulis Arab menyesuaikan style keyboard yang ada, coba kunjungi aksara Arab di wiki.ubuntu-id.org.

Selamat mencoba.

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ﷲِ وَبَرَكَاتُهُ


Update:
Beberapa browser mungkin tidak bisa membaca dengan baik tulisan Arab di atas. Saya coba Firefox 3, Galeon, Epiphany terlihat masih bisa dibaca. Sedang Opera 9.5 for Linux terlihat putus-putus di antara harokatnya. Sedang di IE7, hanya huruf lam-alif tidak mengikat sempurna.
« Previous PageNext Page »