Aggregasi Jurnal Online Civitas Akademika STIKOM Balikpapan

Mohamad Adriyanto: Google Chrome, Bukti Baru Keinginan Google Inc. Menguasai Dunia Internet

Masih ingat beberapa tahun lalu saat Microsoft Corp. dikejar-kejar pengadilan di berbagai penjuru dunia karena "menutup" OS (sistem operasi PC) Windows miliknya dari aplikasi lain? Windows dibuat sedemikian rupa sehingga PC pemiliknya seakan-akan hanya memiliki kesempatan memakai browser IE, hanya bisa pakai pemutar media Windows Media Player, dst. Windows dituduh "membatasi" pemilik PC untuk meng-install aplikasi lain seperti browser Netscape, Real Player, dst. Keluarlah berbagai keputusan otoritas ICT di berbagai negara untuk memaksa Microsoft membuka Windows nya dari tindakan-tindakan "curang" yang ditujukan untuk menguasai jutaan pengguna PC di seluruh dunia seperti itu.

Saat ini, tindakan "curang" semacam itu pelan-pelan mulai dilakukan oleh Google Inc., perusahaan swasta penguasa dunia Internet saat ini. Kekuasaan memang memabukkan, membuat siapapun yang berkuasa dan punya power untuk terus melanggengkan kekuasaannya. Setelah Google News, Gmail, Blogger, YouTube, Knol, Google Docs dan sederet inisiatif Goolge lainnya, hari ini muncul ofensif baru mereka yang diberi nama Google Chrome. Baca tulisan-tulisan saya sebelum ini tentang Google dan rakusnya mereka mencoba menguasa Internet. Baca juga blog rekan saya Dedi Purwanto tentang Google Chrome.

Google Chrome adalah sebuah browser. Sama dengan Microsoft IE yang secara default tersedia di Windows XP atau Vista anda. Sama dengan Safari yang tersedia by default dalam Mac OS anda. Atau sama fungsinya dengan Mozilla Firefox yang saat ini merajai dunia browser. Lalu, apa pentingnya browser dan apa hubungannya dengan upaya menguasai Internet?

Browser adalah kendaraan utama para pengguna Internet yang sudah mencapai milyaran orang di dunia ini untuk masuk dan berinteraksi aktif di Internet. Hari begini, tidak peduli lagi anda pakai PC dengan OS apapun seperti Windows, Linux, Mac, atau bahkan browsing Internet dari ponsel, TV, dll. Yang mutlak anda perlukan saat hendak masuk berkendara di Internet adalah sebuah browser. Sebuah kendaraan yang akan mengantar anda kemanapun di pelosok Internet.

Nah, bayangkan bila kendaraan anda itu "dikendalikan" oleh pihak lain sehingga kecenderungan anda browsing di Internet juga "diarahkan" ke lokasi-lokasi tertentu. Anda mau search (mencari) sesuatu, tinggal ketik kata kuncinya di suatu kolom dalam browser anda, lalu browser akan langsung memberi "jawaban" tanpa perlu repot ber-navigasi kemana-mana lagi.

Anda ingin cek email, tidak perlu ketik alamat web (URL) lagi yang kadang-kadang banyak pengguna awam suka lupa dan tidak hapal. Klik langsung button kecil yang ada di browser anda bertuliskan "Email", lalu browser akan langsung mengarahkan pengguna ke layanan email tertentu. Mau baca berita, ada tombol News, mau upload foto ada tombol khusus, mau tulis blog tinggal pencet 1 button, mau buat dokumen teks atau spreadsheet langsung connect ke Internet, buka browser dan sudah tersedia semuanya tinggal di klik.

Nyaman sekali ya? Pengguna akan bisa dengan mudah melakukan kegiatan di Internet tanpa perlu direpotkan dengan aspek-aspek teknis yang ruwet.

Namun, seperti kasus Microsoft yang berusaha menguasai anda melalui PC anda, maka kecenderungan Google adalah persis sama yaitu dengan ingin menguasai anda melalui browser Internet anda.

Bayangkan ratusan juta pengguna Internet akan "terlena" menggunakan browser seperti itu dan semua kegiatan Internetnya diarahkan ke situs milik Google seperti Google Search, Google News, Gmail, Blogger, YouTube, Knol, Google Docs dan sederet layanan berbasis Internet milik Goolge lainnya.

Bisnis Internet adalah bisnis luar biasa besar dan terbukti telah mampu membuat banyak orang kreatif menjadi kaya raya (seperti Google Inc.). Dunia Internet adalah dunia baru yang memainkan peranan sangat penting tidak hanya bagi individu penggunanya, tapi sudah mempengaruhi semua aspek kehidupan.

Relakah diri kita "dikendalikan" oleh sebuah perusahaan swasta yang jelas-jelas berorientasi profit seperti Google. Ingat bahwa Google Inc. adalah perusahaan publik yang tiap saat dikejar para pemegang sahamnya untuk mencetak keuntungan sebanyak-banyaknya.

Dunia Internet adalah dunia dinamis yang akan terus memberikan manfaat sebanyak-banyaknya bagi masyarakat apapbila dijaga tetap dalam suasana persaingan yang seimbang dan fair. Ketika satu pihak menjadi terlalu kuat (seperti Microsoft saat jaya-jayanya Windows dulu), maka yang dirugikan akhirnya adalah masyarakat juga...

Jadi..., apakah saya akan menyarankan anda memboikot produk Google? sama seperti yang dilakukan jutaan pihak-pihak yang dirugikan Microsoft dengan memboikot berbagai produk Microsoft?

Rasanya tidak. Saya yakin itu bukanlah jalan terbaik. Kita lihat saja perkembangan... Saya yakin otoritas ICT di negera-negara besar seperti USA, Uni Eropa, Jepang dst akan melakukan tindakan yang diperlukan untuk menjamin agar Internet tetap menjadi dunia yang imbang dan fair persaingannya.
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Balikpapan dan Samarinda Kota Termahal di Indonesia?

Sejak 1987 saya tinggal di 2 kota di Provinsi Kalimantan Timur yaitu Balikpapan dan Samarinda. Saya merasakan betapa mahalnya hidup di 2 kota ini, kota yang tergolong "boomtown" dengan pertumbuhan ekonomi cepat. Analoginya mungkin seperti dalam film-film cowboy zaman dulu di Amerika. Yaitu kota yang ramai didatangi imigran, tata kota semrawut (terutama Samarinda), pertumbuhan ekonomi sangat cepat, inflasi tinggi sekali dan segala sesuatunya sangat mahal. Pagi ini saya menemukan hasil survey cukup langka (yang jarang dilakukan di Indonesia) yang mengukur biaya hidup di kota-kota Indonesia. Hasilnya tidak mengejutkan saya, namun menggugah saya untuk membaginya ke anda semua. Terutama karena saya tinggal di 2 kota ini yang terpisah satu sama lain sekitar 115 km. Termahal se-Indonesia adalah Balikpapan, nomor 4 Samarinda.

Bayangkan, harga nasi goreng standar di dekat rumah saya di kawasan Loa Bakung Samarinda adalah Rp 8000 per piring. Nasi Padang sederhana dengan sepotong ayam plus minuman teh, paling murah Rp 12 ribu. Angkot? Rp 3500 sekali trip. Sayur bayam 1 ikat kecil (sebesar jempol dan telunjuk yang dilingkarkan) Rp 1000-1500. Telur ayam mentah Rp 1000-1500 per butir. Pisang goreng kecil normal Rp 750-1000 per potong. Bagi saya itu adalah harga-harga normal. Tapi ketika ibu saya datang dari Jogja dan ikut merasakan semuanya, beliau bilang betapa gila harga-harga disini... Baca juga tulisan saya sebelumnya tentang Samarinda Kota Boomtown. Foto adalah salah satu sudut kumuh di Samarinda, hanya ilustrasi, keadaan secara keseluruhan bukan seperti itu :-)

Jadi, jangan datang ke Balikpapan dan Samarinda bila kantong anda tipis :-)

Berikut kutipan lengkap dari berita hasil survei dari Mercer yang ditulis di Detik Finance.

Balikpapan Kota Termahal di Indonesia

Jakarta kota termahal di Indonesia? Ternyata bukan. Kota termahal di Indonesia adalah Balikpapan. Sementara Bandar Lampung dan Mataram menjadi kota termurah di Indonesia.

Demikian hasil Survei Biaya Hidup 2008 yang dilakukan Mercer Indonesia, seperti dipublikasikan, Jumat (29/8/2008). Survei dilakukan secara serentak di 26 kota utama di seluruh Indonesia selama Juli 2008, atau dua bulan setelah kebijakan kenaikan harga BBM.

Jakarta, ibukota negara sekaligus pusat kegiatan bisnis terbesar di Indonesia, dijadikan kota basis pada survei ini (indeks 100). Kota-kota lain yang disurvei diperhitungkan indeksnya terhadap kota Jakarta sebagai kota basis.

Balikpapan tercatat sebagai kota termahal dengan indeks 107, naik 3 poin dari 104 pada tahun 2006. Sementara Jakarta adalah kota kedua termahal.

Sedangkan kota Bekasi dan Samarinda yang seri di peringkat ke-3 dengan skor indeks 94 diikuti kota Bogor dan Jayapura pada peringkat ke-5 dan ke-6. Kota termurah yaitu Bandar Lampung dan Mataram, keduanya dengan skor indeks 75, berada di peringkat ke 25.

Apabila dibandingkan dengan survei serupa yang dilakukan Mercer Indonesia pada bulan Juni 2006, hasil survei ini memperlihatkan kenaikan angka biaya hidup secara merata di seluruh wilayah Indonesia.

"Kenaikan biaya hidup ini adalah imbas dari kenaikan BBM pada bulan Mei 2008 selain sebelumnya juga telah ada kenaikan tarif dasar listrik pada bulan Maret 2008. Keduanya dirasakan sebagai penyebab yang sangat signifikan di semua sektor. Selain itu juga ada beberapa kenaikan tarif yang terjadi pada kota-kota tertentu saja, misalnya kenaikan tarif jalan tol di Jakarta pada bulan September 2007," urai Mutiarawaty Thaher, Information Product Solutions Business Leader PT. Mercer Indonesia.

Kategori biaya hidup yang disurvei mencakup biaya kebutuhan makanan, kebutuhan pokok, transportasi, utilitas, perumahan, pendidikan, kesehatan serta hiburan dan olah raga. Untuk hiburan dan olahraga, indeks Jakarta jauh lebih tinggi dibandingkan kota-kota lain, walaupun secara keseluruhan Jakarta masih berada di peringkat kedua dengan 7 skor di bawah Balikpapan.

Beberapa kota turun peringkatnya dibandingkan dengan peringkat pada survei biaya hidup tahun 2006. Kota Denpasar (skor 80) turun 16 peringkat dari peringkat 8 ke peringkat 24, juga kota Banjarmasin (skor 85) turun dari peringkat 4 ke peringkat 14. Sedangkan kota-kota yang naik peringkatnya adalah Bekasi (skor 94) dari peringkat 10 di tahun 2006 ke peringkat 3 di tahun 2008, juga kota Medan (skor 89) yang naik dari peringkat 15 ke peringkat 8.

Berikut urutan kota-kota termahal di Indonesia berikut indeksnya:

1. Balikpapan 107
2. Jakarta 100
3. Bekasi 94
4. Samarinda 94
5. Bogor 92
6. Jayapura 91
7. Pekanbaru 90
8. Bandung 89
9. Batam 89
10. Medan 89
11. Padang 88
12. Manado 88
13. Semarang 86
14. Palembang 85
15. Banjarmasin 85
16. Pontianak 84
17. Tangerang 84
18. Cilegon 84
19. Makassar 84
20. Jogjakarta 84
21. Surabaya 83
22. Jambi 81
23. Cirebon 81
24. Denpasar 80
25. Bandar Lampung 75
26. Mataram 75

Link asli: http://www.detikfinance.com/read/2008/08/29/135416/996848/4/balikpapan-kota-termahal-di-indonesia

Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Netbook dari LG dan Fujitsu, Mahal

Pagi ini saya mendapat info tentang rencana peluncuran 2 netbook dari LG dan Fujitsu. Nama resminya LG X110 Fujitsu Amilo Mini Ui 3520. Rencana (dan gosip) harganya dari keduanya adalah sekitar USD 590 (sekitar Rp 5,5 juta). Dengan spesifikasi mirip dengan pesaing lain (baca tulisan saya tentang netbook lainnya), saya pikir kedua produk ini ingin masuk ke segmen yang berbeda dengan produk saingan lainnya.

LG X110 yang diumumkan Kamis kemarin memiliki layar 10 inch, prosesor Intel Atom, HDD 80-120 GB (tampaknya tidak ada versi SSD) dan RAM 1 GB. Yang membedakan dengan pesaing lain adalah dipasangnya built-in HSPA 3G adapter. Ini sama dengan inisiatif Asus Eee PC yang memasang alat yang sama di Asus Eee PC 901 dan memasarkannya dengan kode "GO" dibelakangnya.

Fujitsu Amilo Mini Ui 3520 akan datang dengan layar 8.9 inch, 60-80 GB HDD (tidak ada SSD), Intel Atom N270 dan RAM 1 GB. Desain Amilo tampak sangat beda dengan pesaing lain, ingin meneruskan tradisi elegan dan mewah dari jajaran Fujitsu laptop sebelumnya.

Dari Elecronista, berikut spesifikasi dari LG X110:
The portable computer uses HSPA 3G for mobile access to data, in addition to a 802.11b/g wireless LAN connection and dedicated Ethernet port. The processor will be an unspecified one from Intel’s Atom line-up, working with 1GB of RAM. The 10-inch screen will have 1024x600 resolution, displaying the familiar Windows XP operating system. Unlike some of its competitors, there will not be a Linux option. Customers will be able to choose from 80GB or 120GB hard drives however, as well as white, black, pink or silver body colors.
Dari Engadget, berikut adalah spesifikasi Fujitsu Amilo Mini Ui 3520:
The 8.9-inch Amilo Mini Ui 3520 will retail for €399 ($588), and come equipped with a trendy 1.6GHz Intel Atom N270 processor, 1GB of RAM, a 60- or 80GB hard drive (no SSD on offer), and the usual accoutrements: 1.3 megapixel webcam, Bluetooth, 802.11b/g, and a copy of XP Home Edition. No mention of battery size or life, but with a weight of just 2.2lbs we're guessing a wee 3-cell.


Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: HTC S740, HTC Terbaru dengan Windows Mobile

Mau apa dari sebuah ponsel smartphone? Rasanya semua ingin diwujudkan melalui HTC S740. Seri ini merupakan penyempurnaan menyeluruh dari HTC S710. Konsep dasar masih sama, candybar phone dengan keyboard lengkap QWERTY yang bisa digeser slide-up dan pakai OS canggih Microsoft Windows Mobile Standard. Versi smartphone ini juga semakin ketat persaingannya. HTC tidak hanya mendukung OS Windows Mobile, tapi juga mendukung OS open source Google Android, baca tulisan saya sebelumnya. Perusahaan HTC dari Taiwan ini memang sangat berani dan progresif.

Fitur standar dari HTC S740 adalah 7.2 Mbps HSDPA on the 900 and 2100MHz bands, quadband EDGE, a 3.2-megapixel fixed focus cam, WiFi, GPS, and a 2.4-inch QVGA display. Menurut anda bagaimana? Masih banyak yang kurang? Tampaknya kamera masih terlalu jadul (jaman dulu) ya? Padahal Nokia N96 sudah pakai 5 megapixel autofocus dengan Carl Zeiss optics.



Stay tune...
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Jajaran Kamera Saku Canon Terbaru 2008

Hari begini tidak punya kamera digital? Atau anda punya hobi fotografi tetapi tidak puas dengan kamera-kamera seri entry level yang kemampuannya pas-pasan? Lambat loading dan proses nya? Atau bentuknya yang kurang profesional? Canon baru saja meluncurkan seri terbaru kamera entry level mereka yang tampaknya dibuat dengan berusaha memenuhi kebutuhan pasar. Semua dengan fitur standar optical image stabilization, face detection, 32MB SD card dan prosesor DIGIC 3 yang jauh lebih advance dibanding kamera saku Canon sebelumnya. Keluhan kita semua sebelumnya adalah begitu lambatnya prosessor kamera saku ini. Mudah-mudahan yang baru ini lebih cepat secara signifikan. Lihat juga lampu flash-nya yang dibuat seperti di model DSLR, flip-up flash.

Inilah detail modelnya dari seri terbaru Canon Powershot: SX110 IS: USD 300, 9 megapixels, 10x zoom, 3-inch LCD. A2000 IS: USD 250, 10 megapixels, 6x zoom, 3-inch LCD. A1000 IS: USD 200, 10 megapixels, 4x zoom, 2.5-inch LCD. E1 (untuk remaja): USD unknown, 10 megapixels, 4x zoom, and 2.5-inch LCD. Siap beli untuk lebaran 2008?

Selalu ikuti perkembangannya melalui blog Hikmah Teknologi. Foto-foto menyusul.
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Sony Ericsson XPERIA X1 Segera Launching

Produk ini sudah sangat lama ditunggu? Kenapa? Karena nama besar Sony Ericsson dibelakangnya. Sony Ericsson yang harusnya bisa menjadi raksasa produsen ponsel dunia, hingga kini masih belum mampu menghasilkan produk yang benar-benar mamp[u menaklukkan pasar dan menjadi raja dunia, padahal pendukung dibelakangnya luar biasa. Siapa tidak kenal Sony? Siapa yang tidak tahu Ericsson, rajanya teknologi jaringan seluler dan perintis industri ponsel dunia? Kenapa saya ulas di Hikmah Teknologi? Karena produk ini akan semakin memberi lecutan bagi industri ponsel sekelas iPhone untuk terus maju dan bersaing. Kelas produk ini sebenarnya adalah sebuah komputer kecil lengkap yang bisa digenggam dan dibawa kemana saja.

Sony Ericsson akhirnya memilih Microsoft Windows Mobile (bukan Symbian seperti sebelumnya, dan bukan Google Android yang open source) untuk menjadi OS pilihan di produk terbarunya yang sudah ditunggu lama sekali oleh pasar ponsel dunia. Nama resminya Sony Ericsson XPERIA X1. Isu terakhir tanggal peluncuran adalah Oktober 2008 di Inggris oleh Vodafone. Belum ada kabar untuk peluncuran di bagian lain dunia termasuk Asia dan Indonesia. Ponsel ini masuk kelas smartphone. Spesifikasi teknis sudah tersedia di website resminya. Harga? Belum ada kabar? Tapi saya prediksi akan ada di USD 500-600.



Saya akan update begitu ada perkembangan terbaru.



Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Subur Anugerah: Social Behavior, Murah, Maag dan Ramadhan

Ini hanya bagian kecil cerita bersosial di Jogja, dimana saya selalu heran dan salah tingkah dengan adat dan budaya daerah, seperti ketika mengobrol dengan orang yang termasuk sepuh. Budaya Jawa, terutama daerah Surakarta dan Ngayogyakarta terkenal sangat halus bahasa pergaulannya, selalu menggunakan logat Jawa kromo inggil, bahasa yang jadi mata pelajaran paling menakutkan ketika saya masih sekolah dasar. Akibatnya, kini saya selalu salah tingkah saat berbincang dengan orang-orang “halus” ini, misalnya ketika berbicara dengan menunjuk sesuatu dengan jari telunjuk, maka orang-orang “halus” ini malah bertanya kembali seolah-olah tidak jelas mana sesuatu yang ditunjuk, padahal jelas-jelas yang ditunjuk itu di depan mata. Tapi coba lipat 4 jari telunjuk dan gunakan jempol kanan --ibu jari-- untuk menunjuk dengan arah telapak menghadap ke atas, maka itu sudah cukup sopan sebagai tanda menunjuk sesuatu, walaupun yang ditunjuk itu saaa...ngat jauh, bahkan tidak terlihat sekalipun.

Yang paling sering adalah ketika makan di warung, selesai makan tentu terakhir adalah membayar, “Tadi makan nasi tahu telor, teh hangat, tambahnya krupuk emping satu, berapa?” Sambil komat-kamit penjual menghitung, “Lima ribu lima ratus”. Hmm... murah ya, sambil menyerahkan uang lebih. Karena rasanya terlalu murah sering saya kira penjual salah menghitung, konyolnya saya ulang kembali rincian makan tadi. Maka di sinilah suara agak keras si penjual dengan merinci satu persatu harga masing-masing komponen segala macam itu. Agar tidak salah paham, saya katakan “Murah...” datar sambil mangut-mangut. Sing ati-ati karo wong Jowo tole, weleh...

Betul murah kah? Iya betul, di jaman ekonomi sulit sekarang ini harga segitu murah sekali bila dilihat kualitas dan kuantitasnya, bahkan ada yang lebih murah lagi, dan itu sering saya mengalami salah paham gara-gara sok ndeso makan di warung. Karena banyak salah paham itu, akhirnya jadi sungkan, ewuh pakewuh untuk datang lagi, padahal itu warung terdekat. Maka saya keluar agak jauh lagi dari rumah, mencari nasi padang, lotek, soto ayam, soto daging, soto kudus, sayur bayam, sayur lodeh, sop, telor bali, ceker ayam, sate ati, wah... lebih banyak variasinya. Dan semua itu termasuk murah dan terjangkau menurut saya. Coba bandingkan, adakah seporsi soto ayam seharga Rp 2.500? Nasi padang, sepotong dadar telor ayam pedas tebal, sepotong tempe, tambah teh hangat, semuanya Rp 5.500? Soto daging sapi Rp 4.000? Tapi jangan dibandingkan dengan jaman sebelum krisis moneter 10 tahun lalu, ketika seporsi soto ayam hanya 250 - 500 perak, seliter bensin premium 450 perak, dan sebulan biaya hidup anak kost tak lebih dari 100 ribu, karena kini semuanya naik lebih dari 10x lipatnya.

Untuk berhemat dan agar tidak keluar rumah, kadang mencoba memasak sendiri, tapi ternyata cukup repot dan wasting time, jadi cukup menanak nasi di hari-hari libur saja. Kendati demikian, pola makan saya sering tidak teratur, hampir setiap hari si sulung, Nasywa, di telepon selalu mengingatkan “Ayah... ayah mam apa sih?”, “Ayah sudah mam apa belom?”,” Ayah ini sudah dibilangin jangan makan indomie terus yah... ayah bisa mam sama telor, ayam goreng, soto, yah... blablabla...” Saya yang mendengarnya hanya tersenyum --plengeh-- saja, tapi... ayahnya ini sangat bandel juga sih, sudah sering diingatkan... eh, akhirnya kini maag-nya kambuh lagi. Nah loh!

Dan kemarin, saya mencoba saran ibunya anak-anak, langganan katering untuk puasa ramadhan, agar lebih nyaman dan mudah-mudahan lebih tertib... :-)

Mohamad Adriyanto: Acer Aspire One di Indonesia

Sudah ada beberapa teman yang membelinya dan mendapatkan barang ini cukup cepat. Di kota saya sudah bisa dibeli dengan harga Rp 4,1 juta (versi 8 GB). Di Fastncheap.com, hari ini sudah tersedia ACER ASPIRE ONE AOA 110-AB dengan harga Rp 3.999.000 sebelum ongkos kirim. Versi yang tersedia adalah 8 GB HardDisk SSD dan 1 GB Memory with 512MB onboard SDRAM and 512MB DDR2 SODIMM.

Di Bhinneka.com tersedia yang versi non-SSD dengan 120 GB 5400 RPM, sangat besar kapasitasnya. Spesifikasi lain sama. Harga USD 520. Lihat tulisan saya sebelumnya "Acer Aspire One, Calon Raja Baru UMPC atau Netbook".



Tampaknya harga di Indonesia sudah langsung "normal" tanpa harga gila-gilaan yang melambung tinggi karena barang fresh baru tetapi stock tipis. Acer punya sistem distribusi jauh lebih baik dibanding Asus tampaknya, sehingga harga bisa standard di berbagai outlet penjualan. Jika anda tertarik dan merasa pas dengan kebutuhan anda, silahkan beli. Namun jika belum sreg jangan langsung beli, search dan pelajari dulu lebih dalam sambil mencari alternatif lain. Ada banyak tulisan lain di blog ini mengenai UMPC atau netbook yang lain.


Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Lenovo ThinkPad X301 Menantang Apple MacBook Air

Takjub dengan tipisnya Apple MacBook Air? Tapi masih mau tetap memakai Windows atau Linux? Cobalah padanannya yang akan diluncurkan oleh Lenovo (dulu IBM, kemudian dibeli oleh Lenovo China). Lenovo super tipis yang diberi nomor versi X301 ini memakai teknologi SSD (Solid State Disk) dan bukan hardisk biasa, sama dengan MacBook Air. SSD berbasis flash memory (sama persis dengan teknologi flasdisk anda). Jadi akan sangat menghemat tempat dalam casing yang sangat tipis dan sempit. Spesifikasi dibuat sangat tinggi (high-end) sehingga harganya juga luar biasa mahal. Harga diperkirakan mulai dari USD 2599 (sekitar Rp 25 juta). Tanggal peluncuran adalah 26 Agustus 2008. Versi WiMAX baru akan muncul akhir 2009 (lama sekali ya?). Baca juga berita MacBooc Air yang saya tulis pada saat peluncurannya dulu.

Prosesornya sangat baru, memakai Intel Core 2 Duo ULV (ultra low voltage) U9300 (1.2GHz) and U9400 (1.4GHz) dengan 6MB L2 cache and 1066MHz FSB. Hingga hari ini versi prosesor Intel yang akan dipakai ini belum dirilis oleh Intel sendiri. Memory hingga 2GB of DDR3 RAM. SSD yang dipakai juga top of the class, kapasitas 80GB atau 128GB (versi 128 GB baru akan masuk pasar September 2008). Bandingkan dengan UMPC seperti Asus Eee PC yang hanya sampai 32 GB. Secara umum, laptop ini punya ukuran sangat tinggi, namun akan dijual tanpa optical drive, dan hati-hati juga memakainya karena teramat tipis. Belum ada data teknis dimensi ukurannya, namun dari gambar, tampaknya tidak akan setipis MacBook Air yang bisa dimasukkan amplop segala.

Berikut keterangan legkap mengenai spesifikasinya dalam bahasa Inggris yang saya dapatkan dari berbagai sumber:
Intel Core 2 Duo ULV (ultra low voltage) U9300 (1.2GHz) and U9400 (1.4GHz) dengan 6MB L2 cache and 1066MHz FSB. Support up to 2GB of DDR3 RAM. SSDs of the 80GB or 128GB (sebelumnya di X300 hanya ada opsi 64GB). DisplayPort jack is included. Mobile broadband quality and GPS.

Bandingkan dengan Apple MacBook Air:
Processor Intel Core 2 DUO 1.80GHZ. OS Mac OS X v10.5 Leopard. Solid-State Drive (SSD) 64GB. RAM Max 2GB. Harga berkisar USD 2200. Screen 13.3 inch. Berat 3 Pounds. iSight camera. AirPort Extreme Wi-Fi. Bluetooth 2.1.

Gambar diatas adalah Lenovo ThinkPad X300. Gambar dibawah ini adalah Apple MacBook Air.



Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Google AdWords & AdSense Merugikan Bangsa Indonesia

Teknologi iklan AdWords dan AdSense milik Google adalah teknologi iklan berbasis Internet terbaik di dunia saat ini. Dengan sangat jitu teknologi ini mampu menayangkan iklan sesuai "kebutuhan" pengguna Internet. Di sisi lain, teknologi ini juga telah mampu membawa banyak manfaat dan keuntungan finansial bagi para pemasang iklan besar maupun kecil di seluruh dunia. Tidak peduli bahasa iklannya apa. Teknologi ini juga yang mampu membawa Google sebagai salah satu perusahaan IT terbesar di dunia.

Namun teknologi ini masih jauh dari sempurna, terutama dalam mengelola iklan berbahasa Indonesia. Teknologi ini didesain mampu "merasakan" kira-kira pengunjung Internet membutuhkan apa, maka iklan yang "disodorkan" adalah iklan yang dianggap paling cocok dengan individu peselencar Internet itu. Misalnya kita masuk ke suatu situs yang memasang iklan Google AdSense, maka iklan yang kita lihat di halaman web itu akan berbeda dengan iklan di halaman web yang lain. Ini disebabkan Google akan menyesuaikan iklan yang ditayangkan berdasar isi konteks dari halaman web yang bersangkutan. Isi iklan juga bisa berbeda menyesuaikan dengan karakteristik pengunjungnya. Jika saya mengakses situs itu dari Indonesia, maka iklan yang muncul akan berbeda dengan jika yang mengunjungi dari Jepang misalnya. Konsep yang luar biasa dan terbukti telah bisa bekerja dengan baik dan menghasilkan uang luar biasa besar bagi Google. Namun ternyata konsep ini berjalan kacau dalam bahasa Indonesia.

Lebih celaka lagi karena pemasang iklan di Google AdWords yang berbahasa Indonesia ternyata banyak yang berisi iklan berbau pornografi dn iklan "sampah" lainnya. Baca tulisan saya sebelumnya. Terakhir, saya menemukan iklan baru berisi "foto telanjang Indonesia" di halaman Gmail saya. Gila... Padahal Gmail dipakai oleh pengguna yang sangat luas mulai anak kecil hingga orang dewasa.

Prediksi saya, teknologi Google AdWords (untuk pemasangan iklan) dan AdSense (untuk penayangan iklan) telah gagal mengantisipasi iklan berbahasa Indonesia. Saya yakin mereka tidak terlalu fokus menyediakan SDM dan sumberdaya lain untuk mengembangkan lebih lanjut teknologi ini untuk mampu beradaptasi lebih baik dengan bahasa Indonesia. Dengan pengguna Internet Indonesia yang semakin besar, harusnya Google menuangkan lebih banyak investasi untuk mengurusnya. Kalau tidak, beginilah jadinya...

Yang dirugikan adalah bangsa Indonesia sendiri. Generasi muda kita justru akan "disodori" iklan-iklan sampah yang ditayangkan di tempat umum yang sangat mudah dilihat. Lah... wong iklan di TV lokal saja diatur ketat...

(Tulisan ini juga ditampilkan di blog Hikmah Teknologi)


Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Beberapa Alternatif Penerapan BSE (Buku Sekolah Elektronik)

Semakin banyak sekolah "ngambek" karena kebijakan BSE yang dikeluarkan sangat mepet dengan awal tahun pendidikan tahun 2008/2009 ini. Mereka "membiarkan" saja proses belajar tanpa buku pegangan di sekolah (termasuk di sekolah anak saya). Semakin banyak komplain bahwa file-file BSE sangat sulit dan lambat diakses dari server yang telah disediakan di http://bse.depdiknas.go.id. Belum terdengar satupun penerbit besar buku sekolah yang menyediakan BSE dalam bentuk cetakan resmi dengan HTE (harga terendah eceran) yang sudah ditetapkan Depdiknas. Padahal selama bertahun-tahun belakangan, mereka ini gentayangan di sekolah-sekolah seluruh penjuru nusantara jualan buku dan meraup untung yang tidak sedikit.

Ini adalah contah paling gres dari rumit dan kusutnya dunia pengelolaan pendidikan di negeri kita.

Mendiknas membalas berbagai keluhan dengan menegaskan bahwa BSE bukan ditujukan untuk sekolah, guru dan siswa, tapi untuk penerbit buku pendidikan. Jadi BSE disediakan sebagai bentuk "subsidi" langsung pemerintah terhadap harga buku pelajaran yang harus dibayar siswa. Selama ini buku disediakan oleh penerbit swasta (kurikulum disediakan oleh pemerintah). Penerbit yang menulis buku, mencetaknya dan mendistribusikannya. Satu biaya terbesar dipotong yaitu penulisan bukunya, sehingga penerbit tinggal keluar biaya pencetakan dan distribusi saja. Ujungnya biaya buku yang harus ditanggung masyarakat akan berkurang signifikan. Ide bagus yang menurut saya sangat perlu didukung.

Namun, bagaimana pelaksanaannya?

Satu hal paling kacau dari implementasi kebijakan BSE ini adalah adalah sosialisasinya yang sangat mepet, tidak jelas dan membuat timbulnya multi interpretasi di kalangan masyarakat. Lihat saja perbincangan guru-guru dibagian bawah tulisan ini yang saya dengar tidak hanya di milis-milis seperti di CFBE, tapi di hampir setiap sekolah di kota saya.

Bagaimana tidak? Guru-guru yang sekian lama telah dimanjakan oleh para penerbit akan kehilangan "pemasukan" tradisional mereka yang selama ini didapatkan di awal tahun ajaran baru. Guru dan sekolah tinggal "merekomendasikan" buku penerbit tertentu ke siswanya, dan mereka akan mendapat porsi "bagi hasil" yang sangat menggiurkan. Ini sudah rahasia umum yang biar digugat seperti apapun di rapat-rapat Komite Sekolah tetap saja berlangsung. Tentu saja hal ini sangat negatif dan sangat merugikan para siswa yang harus membayar komponen biaya "siluman" ini ke guru-gurunya.

Jadi faktor penting dari penerapan kebijakan ini adalah faktor "social enginering" nya. Penerapan BSE ini jelas "mengancam" suatu sistem status quo yang sudah berjalan sekian lama dan menyangkut periuk nasi ribuan orang di republik ini yang memanfaatkan situasi kebijakan pendidikan Indonesia yang kacau.

Pasti akan timbul resistensi dari elemen-eleman yang selama ini sudah nyaman menikmati keuntungan dari sistem lama. Kedatangan sistem baru yang hanya berhenti di tataran pembuatan kebijakan dan implementasi lapangan setengah hati (berupa penyediaan mekanisme download via Internet) ternyata TIDAK CUKUP. Dibutuhkan upaya lebih kuat lagi dari Depdiknas untuk memuluskan program mulia ini agar jalan di lapangan. Upaya agar tidak mengorbankan jutaan siswa Indonesia yang terlantar belajar tanpa buku pegangan yang memadai karena para guru dan penerbit "ngambek".

Jadi, bagi saya, problemnya terletak pada bagaimana "distribusi" buku-buku baru ini bisa sampai ke tangan para siswa secepat mungkin, semurah mungkin dan dalam kualitas buku yang tetap standar. Mengharapkan guru dan penerbit existing? Rasanya sulit.

Bagaimana caranya? Saya juga tidak tahu...

Namun beberapa pemikiran sederhana muncul, jalur distribusi harus dipotong. Bagi saya dan anak saya yang bisa download BSE dengan mudah dan sangat cepat, saya tidak punya banyak masalah, keluar uang sedikit lebih, saya download file-filenya (sangat cepat melalui situs http://bse.depdiknas.go.id dengan memilih server Telkom Speedy), kemudian saya print sendiri. Mahal? Tentu saja. Namun sebanding lah biayanya dibanding harga buku-buku tahun sebelumnya. Namun ternyata problemnya ada di guru sekolahnya yang tidak menggunakannya. Nah???

Pemecahan kedua adalah dengan menggunakan penerbit-penerbit "non-existing" yang bisa dikerahkan untuk mecetak massal buku-buku baru ini dan menjualnya melalui upaya "normalisasi pasar" di tempat-tempat strategis dengan harga HET. Salah satu contoh yang sudah diupayakan adalah oleh sebuah penerbit dari Surabaya bernama PT. Bina Ilmu. Perusahaan penerbitan dan percetakan ini menawarkan buku BSE cetakan dengan harga murah kepada sekolah manapun yang mau mencetaknya disana. Bahkan mereka menawarkan cover yang bisa ditambahkan nama dan logo sekolah masing-masing. Sekolah (atau koperasi sekolah) katanya bisa ikut langsung mendistribusikan buku BSE harga HET ini langsung ke siswa mereka.

Pemecahan lain? Akan saya upayakan ikut kontribusi terus melalui blog ini.

Sedikit tips bagi yang ingin men download BSE secara mudah dan cepat melalui http://bse.depdiknas.go.id:
- Pilih server Telkom Speedy (bukan Jardiknas, UI atau ITS)
- Lakukan malam hari untuk menghindari kepadatan lalu lintas Internet
- Beli DVD lengkapnya di http://juragan.kambing.ui.edu (harga total semua file sekitar Rp 100 ribuan)

Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Data Hasil Pertandingan Olimpiade Beijing 2008, NBC Lebih Detail

Kali ini saya buat perbandingan antara 2 situs online terbesar yang menampilkan data Olympiade Beijing 2008. Yang pertama adalah situs resmi di http://results.beijing2008.cn dan situs yang dikelola raksasa media Amerika NBC dan Microsoft di http://www.nbcolympics.com. Tampaknya dalam banyak hal kedua sistem informasi ini tidak saling "connect", namun secara umum data NBC lebih detail. Database berbeda disana-sini, namun untuk data-data utama sama, seperti jumlah perolehan medali emas, perak dan perunggunya. Lihat juga tulisan saya sebelumnya mengenai sistem informasi perolehan medali serta tulisan lainnya mengenai aspek IT di Olimpiade Beijing 2008.

Langsung lihat contoh, silahkan lihat file screenshot dari cabang olahraga Balap Sepeda yang sudah selesai dipertandingkan dan medali sudah dibagi, artinya data sudah final (official). Cabang ini disebut oleh situs resmi sebagai "Women's Road Race, Cycling Road Course", sementara NBC menyebutnya "Women's Road Race, Road Cycling Course". Terbalik penulisannya, sedikit aneh ya? Penyebutan nama event pun bisa berbeda. Mungkin karena perbedaan grammar bahasa Cina dan Inggris.

File screenshot saya simpan di situs terpisah, silahkan download:
- Angkat Besi NBC
- Angkat Besi Situs Resmi
- Balap Sepeda NBC
- Balap Sepeda Situs Resmi

Kasus Pertama: Balap Sepeda

Kita lihat lebih detail di data yang terpampang diantara keduanya. Tidak ada perbedaan dari sisi urutan akhir, race number, nama negara. Namun sangat berbeda dari waktu yang dibuat masing-masing pembalap. Situs resmi membagi data kedalam kolom "Final Time" dan "Time Behind" saja, sementara NBC membaginya kedalam rincian yang lebih detail dalam "Diff.", "78.8km", "89.8km", "102.6km", "113.6km", "Final". Jadi, situs resmi datanya lebih sederhana, NBC lebih lengkap.

Mari masuk ke detail data. Juara 1 COOKE Nicole, mencatat waktu akhir 3:32:24 (versi situs resmi), sementara NBC mencatat hingga di 113.6 km Nicole mencatat waktu 3:18:46, tapi NBC tidak menyediakan waktu final saat pembalap ini masuk garis finish. Keanehan yang aneh... Prediksi saya, admin NBC kelupaan men-display final time, sementara operator situs resmi hanya menampilkan hasil akhir saja agar pembaca tidak terlalu ruwet melihat angka. Mungkin...

Data lainnya sama, terutama time difference antara pembalap satu dengan pembalap dibelakangnya. Nama atlet juga sama persis dan tidak ada perbedaan hingga ke ejaannya.

Hingga disini, saya yakin database keduanya berasal dari 1 sumber, hanya pen-display-an saja yang berbeda.

Kasus Kedua: Angkat Besi

Sekarang kasus kedua, Men's 56kg (123 lbs), keduanya menyebut nama yang sama, hanya NBC menambahkan data dalam lbs (pound) standar USA yang kurang kenal dengan ukuran kg.

Perbedaan paling mendasar, situs resmi menderetkan seluruh lifter dalam 1 tabel, NBC membaginya dalam tab berbeda atas grup A dan B, sementara situs resmi dalam tabel panjang gabungan kedua grup. Namun ada perbedaan data kecil yang sangat mengganggu. Lifter YAMADA Masaharu dari Japan masuk grup B di situs resmi, namun tertulis di grup A di NBC. Ini data yang sangat berbeda.

Data detail dari angkatan 1, 2 dan 3 serta angkatan tertinggi yang berhasil, kemudian total angkatan snatch dan clean & jerk sama, tidak ada perbedaan.

Perbedaan yang mengganggu hanya ada di berat badan masing-masing atlet, NBC menampilkan detail hingga 2 angka dibelakang koma, sementara situs resmi tampaknya hanya menampilkan pembulatannya saja. Contoh atlet LONG Qingquan, di situs resmi disebut memiliki berat badan 56.00 kg, sementara di NBC tertulis 55.37 kg. Begitu seterusnya untuk data berat badan seluruh atlet yang lain.

Dalam angkat besi, data berat badan atlet harus dicatat rinci. Kenapa? Karena pada saat angkatan kedua atlet sama, yang membedakan adalah berat badannya, yang lebih ringan berat badannya menang. Data detail hingga 2 digit dibelakang koma akan sangat berpengaruh, dan data itu hanya bisa dilihat di data NBC. Saya yakin panitia di lapangan pasti memiliki datanya, namun yang sedang kita diskusikan adalah bagaimana "mengantarkan" data di lapangan tadi secara real-time, lengkap dan akurat ke publik.

Dari perbandingan data 2 kasus diatas, kesimpulan saya tidak ada perbedaan banyak, namun tetap ada perbedaan! Data NBC secara keseluruhan lebih legkap dan detail, sementara data situs resmi panitia cenderung disederhanakan dan tidak rinci. Kemungkinan besar database keduanya sama, artinya kedua situs menggunakan raw database yang sama (shared), namun dalam display ke publik, keduanya memiliki "gaya" yang berbeda.

Kok bisa begini ya? Data resmi malah kalah detail dari situs tidak resmi...

Saya akan pantau terus perkembangannya, baca terus ulasan saya tentang aspek-aspek IT di Olimpiade Beijing 2008.

Salam IT untuk Olahraga...!

Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Google Ikut Merayakan Olimpiade Beijing 2008

Di Google.com, logo utama Google sering diganti dengan desain logo unik yang disesuaikan pada kejadian besar atau penting yang sedang berlangsung. Sehari sebelum pembukaan Summer Olympics 2008 ini, Google menampilkan logo khusus menyambut event bersejarah ini.

Saya biasanya rajin menyimpan file unik ini karena biasanya hanya ditayangkan 1 hari, setelah itu hilang dan kembali lagi ke format semula. Yang sudah sekali tampil tadi tidak akan tampil lagi selamanya... Jadi semacam koleksi logo unik Google. Saya sudah memiliki sekitar 50an file yang berbeda-beda. Anda mau coba juga?

Berikut beberapa logo lain yang sempat saya dapat. Akan saya tampilkan terus koleksi saya di halaman ini. Anda ingin berbagi juga, tulis comment atau kirim email ke saya.








Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: File Excel Hilang dari Situs Resmi Olimpiade Beijing 2008

Akhirnya pada saat saya kunjungi terakhir hari ini pada H-1, file-file MS Excel sudah hilang dari website resmi Olimpiade Beijing 2008 di http://en.beijing2008.cn/. Saat ini semua data sudah ditampilkan di situs berbentuk format SHTML. Silahkan lihat di link "Schedule dan Result". Silahkan baca tulisan saya sebelumnya saat situs resmi ini menampilkan semua jadwal pertandingan dalam bentuk file Microsoft Excel. Saya pikir ini adalah bentuk final dan akan terus dalam bentuk demikian hingga akhir nantinya. Untuk tampilan web based, jelas bentuk ini adalah bentuk paling praktis, user-friendly dan kita hanya perlu browser untuk view informasinya. Jika dalam format XLS Excel, maka pengunjung harus memiliki aplikasi yang bisa membuka file tersebut seperti MS Office atau Open Office. Tadinya bahkan saya berpikir, kenapa Excel? Kenapa tidak PDF misalnya?

Ternyata, seperti yang saya duga sebelumnya, file Excel adalah format sementara, format transisi pada saat sistem baru mulai running dan tim IT belum sempat membuat sistem konversinya dalam format yang lebih web-friendly. Mungkin juga karena data masih berubah-ubah serta format jadwal dari satu cabang dengan cabang lainnya berbeda, jadi tim programmer masih mencari bentuk terbaik dalam penyajiannya. Tapi saat itu panitia berpikir bahwa "customer adalah raja", maka dalam bentuk apapun yang paling praktis, data harus tersedia, jangan kosong...!

Acungan jempol untuk kesigapan tim IT dalam menanggapi situasi semacam ini. Ini juga bisa jadi bahan pembelajaran yang baik bagi siapaun yang mengelola suatu sistem informasi, terutama dalam suatu event begitu penting dimana jutaan user masuk dan menggunakannya.

Dan dari format data terbaru ini, informasi yang tersedia juga jauh lebih kaya dibanding format Excel sebelumnya. Dari setiap pertandingan, kita bisa langsung klik ke nama pemain atau regunya untuk mendapat data rinci tentang pemainnya. Begitu juga untuk mendapatkan info tentang venue tempat pertandingannya, cara menuju kesana, dst, tinggal klik nama venue nya. Kemudian juga dilengkapi dengan jam waktu pertandingan dilaksanakan yang asumsi sementara saya saat ini pasti adalah jam yang tepat. Entah bagaimana caranya mereka menghadapi situasi pergeseran jadwal seperti yang banyak terjadi di PON 2008 lalu di Kalimantan Timur yang mengakibatkan jadwal di situs resmi jadi kacau.

Dan akhirnya, secara desain, tampilan jadwal dan hasil pertandingan juga ditampilkan sangat manis dan gampang diikuti...

Sebagai kenang-kenangan historis yang mungkin tidak akan anda bisa temui lagi, saya arsipkan file-file Excel yang sempat muncul tersebut disini (ada 3 file dari 3 cabang olahraga):
- AT.xls
- TT.xls
- SW.xls

Lihat juga tulisan-tulisan saya lainnya mengenai Olimpiade Beijing atau Summer Olympics Beijing 2008 dalam kategori Olimpiade 2008.

Foto diatas adalah sulutan api olimpiade yang akhirnya tiba di Beijing setelah dibawa lari keliling dunia. Siapa yang menyulut? Penyanyi Song Zuying. Dimana? Di Kuil Bumi atau Temple of Earth.
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Fathur Rahman: Mengembalikan File yang Terhapus (Recover Your Deleted Files)


Mungkin secara tidak sengaja anda menghapus file anda di komputer padahal file itu sangat penting atau kemungkinan lain file tersebut terhapus oleh antivirus karena file tersebut dianggap virus, padahal file terebut sering anda gunakan misalnya file Ofiice atau file gambar. Lebih parahnya lagi, dalam penghapusan tersebut, Anda melakukannya tanpa melalui Recycle Bin. Data yang terhapus memang tidak hilang secara permanen didalam media peyimpanan seperti hardisk, memory card, flash disk, serta media storage lainnya, tetapi masih bisa di recovery/dikembalikan. Mungkin kalo yang sudah pusing tujuh keliling dibawah ini ada Tips yang dapat dipakai untuk mengembalikan file yang terhapus atau mencegah terhapusnya file tersebut:

  1. Anda harus selalu ingat bahwa file tersebut sangat penting sehingga taruhlah file penting itu didalam folder yang hanya anda ketahui jangan sampai diketahui orang lain Ingatlah sebelum menghapus suatu file anda teliti dulu nama file serta kegunaannya.
  2. Proteksilah file anda dengan password jadi apabila terhapus tidak sengaja bisa dicegah.
  3. Installah program file recovery seperti Handy Recovevery (Gratis) atau Recover My Files(Bayar), apabila anda sering teledor menghapus file atau untuk pencegahan sehingga anda bisa langsung mengembalikan file yang terhapus tersebut.
  4. Apabila file anda sudah terhapus usahakan langsung install program file recovery.
  5. Bila anda belum punya program recovery sehingga anda harus mencari,mengcopy atau mendownload program file recovery, usahakan komputer jangan sering-sering digunakan untuk install program lainnya. Atau lebih baik matikan komputer dan baru dijalankan apabila anda ingin menginstall/menjalankan program file recovery. Hal ini untuk mencegah terhapusnya data secara permanen di komputer kita.
  6. Hasil program recovery tidak 100% berhasil tetapi kemungkinan file di recovery berhasil tetap ada.

Dibawah ini adalah gambar dari program Handy Recovery:


Handy Recovery Latest Version 3.0
OS : Windows (All) Source: Homepage | Download Link


Untuk mendapatkan program shareware atau berbayar anda dapat menggunakan Software "Recover My Files" seperti gambar dibawah ini :


Recover My Files Latest Version 3.98

OS : Windows (All) Source: Homepage | Download Link

Mohamad Adriyanto: IT Olimpiade Beijing 2008 Pakai Excel!

Jadi ingat masa-masa persiapan pembangunan sistem informasi PON 2008 berbasis IT. Kebetulan saya banyak ikut berbincang dengan teman-teman untuk ikut sumbang saran dalam perencanaannya. Salah satu guyonan populer saat itu adalah, "kalau memang kepepet, kita pakai Excel saja..."

Pagi ini, ketika melihat-lihat situs resmi Olimpiade Beijing 2008 di http://en.beijing2008.cn/ dan mencoba melihat jadwal pertandingan di hari H-5, saya mendapati halaman HTML berisi tabel cabang olahraga dengan grid tanggal pelaksanaan secara global, persis sama dengan jadwal yang ada di situs resmi PON 2008 Kaltim yang juga sudah tersedia 1-2 minggu sebelum PON dimulai. Tapi saat beberapa hari pertandingan akan dimulai, PON tidak berhasil menyediakan data jadwal rinci. Data baru tersedia saat pembukaan sudah selesai dan dilengkapi bertahap saat pertandingan sudah dimulai. Di Olimpiade, di H-5 sudah tersedia jadwal rinci. Tebak dalam bentuk apa? File MS Excel! PB Olimpiade tidak terjebak untuk membuat suatu sistem yang terlalu rumit, apalagi perubahan-perubahan jadwal masih bisa terjadi karena tergantung pada masing-masing panitia per cabang. Jadi, buat saja tabel Excel, upload file nya, buat link di situs resmi, done... Simpel, tapi sangat berguna dan tetap informatif.

Saya akan coba buat screenshot nya sehingga jika suatu saat berubah, bisa jadi acuan belajar yang baik bagaimana mereka menangani hal ini.

Alamatnya ada di http://en.beijing2008.cn/schedule/.

Kemudian file-file Excel berbentuk seperti ini:
http://en.beijing2008.cn/upload/OG_Schedule_080708/AT.xls (atletik)
http://en.beijing2008.cn/upload/OG_Schedule_080708/RO.xls (rowing/dayung)
dst...

Info ini JAUH LEBIH INFORMATIF dibanding info yang disediakan MSNBC di http://www.nbcolympics.com/resultsandschedules yang saat diklik di masing-masing tanggal tidak menampilkan apa-apa. Padahal ini sudah H-5.

Pelajaran berharga dari kejadian ini adalah betapa dalam IT, yang paling penting adalah delivery ke customer sesuai kebutuhan mereka. Khalayak butuh info rinci pertandingan yang akan dilakukan dan info itu dibutuhkan saat ini, sebelum pertandingan dimulai. Apalah artinya info super lengkap, integrated dan sangat user friendly tentang jadwal, tapi baru bisa dilihat oleh masyarakat setelah pertandingan diadakan? Excel adalah alat sederhana yang kalau mau digali bisa sangat banyak manfaatnya, tapi banyak pihak suka alergi menggunakannya karena identik dengan "kesederhanaan". Masak sih sistem IT berharga milyaran rupiah tapi ujungnya pakai Excel?

He3... Tim IT Olimpiade Beijing membuktikan bahwa Excel itu powerful. Mudah-mudahan bukan karena disponsori Microsoft ya?

Selanjutnya, menarik juga memperhatikan perkembangan penggunaan sistem informasi di Beijing, perolehan medali, data peserta, hasil rinci pertandingan. Kita lihat sama-sama...

Sebagai perbandingan, dulu di PON ada 2 situs "resmi" yang bersaing dalam menyediakan informasi yang terbaik sementara media tidak terlalu aktif, maka di Beijing tampaknya tidak ada situs semi resmi seperti http://tandingpon.com yang dikelola Menpora saat PON. Namun media massa online sangat agresif menyiapkan pusat informasi tandingan.

Untuk Olimpiade Beijing 2008 ini paling tidak ada 1 situs yang sangat serius menyiapkan segala sesuatunya agar bisa jadi rujukan dunia, yaitu situs NBS khusus liputan Olympics 2008 di http://www.nbcolympics.com/. Seperti kita ketahui, sejak lama NBS sudah berkolaborasi dengan Microsoft membentuk media online bernama MSNBC. Nah situs "tandingan" ini dikelola oleh MSNBC. Jadi saingan panitia pelaksana dalam menyediakan data cukup kuat nih...

Dari pandangan cepat saja, jelas situs MSNBC lebih atraktif dan menyediakan data yang jauh lebih lengkap dari situs resmi panitia resmi Cina. Sebagai info, situs resmi PON 2008 ada di http://ponxvii-kaltim.com.

Menarik sekali untuk diikuti. Saya akan update terus laporan pandangan mata saya dari Samarinda.
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Dari PON Kaltim ke Olimpiade Beijing

Setelah berakhirnya PON 2008 di Kaltim tanggal 17 Juli 2008 lalu, maka mata dunia olahraga akan beralih ke event yang kurang lebih sama tapi dengan skala dunia, Olimpiade 2008 di Beijing (bukan di Cina, tapi hanya kota Beijing saja). Tanggal "cantik" 8-8-08 dipilih sebagai hari pembukaan Olimpiade tahun ini yang didengungkan sebagai yang terbesar dan tercanggih sepanjang masa. Saya akan coba ikut "meliput" dari sisi pandang saya dari kota kecil Samarinda. Tentu saja dengan selalu berusaha "membandingkannya" dengan penyelenggaraan PON lalu, yag juga merupakan PON terbesar sepanjang zaman, paling tidak untuk bisa jadi pembelajaran bagi persiapan PON 2012 di Riau nanti.

Dari lebih 7000 atlit yang bertanding di PON 2008, hanya 24 orang yang berangkat ke Beijing mewakili Indonesia. Kok bisa? Jangan tanya saya, saya juga pasti tidak tahu. Setahu saya, kita ingin efisiensi saja, hanya mengirim atlit yang memiliki peluang mendapat medali. Jadi tidak mengirim atlit hanya untuk "jalan-jalan". Kita coba maklumi saja keadaan ini, sebagai negeri dengan penduduk terbanyak ke-4 di bumi ini, kita hanya mengirim atlit segelintir di event akbar yang mustinya juga merupakan "pesta" budaya dan silaturahmi antar bangsa dunia ini. Lucunya lagi dari 24 atlit yang berangkat, sebagian besar justru tidak ikut bertanding di PON, jadi mereka sudah ditetapkan sebelum PON berlangsung. Dari 43 cabang olahraga yang dipertandingkan di PON, hanya 7 yang ikut di Olimpiade.

Lalu timbul pertanyaan, PON itu untuk apa? Ajang seleksi atlit terbaik Indonesia untuk mewakili bangsa ke ajang yang lebih tinggi? Atau hanya untuk ajang kumpul-kumpul silaturahmi? Saya yakin tidak ada yang bisa menjawab. jadi kita biarkan saja pertanyaan ini tidak dijawab...

Veni, vidi, vici...
Datang, lihat, menang...

Website resmi:
http://ponxvii-kaltim.com
http://en.beijing2008.cn
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Life After Eee PC

Sudah sekitar 2 minggu saya kembali hidup tanpa Asus Eee PC 4G. Tidak banyak yang berubah, namun perubahan paling nyata adalah menurunnya produktivitas menulis blog. Dengan berat kurang dari 1 kg, dengan besar hanya seperti buku agenda ukurang sedang, maka Eee PC terus terang saja sangat enak dijadikan sebagai alat tulis portable paling sip bagi seorang blogger dan "tukang presentasi" seperti saya.

Saat ini saya kembali menggunakan laptop ECS tua saya yang berat dan ukuran screen 14 inch. Sangat besar dan membuat saya jadi terlalu malas untuk membawanya kemana-mana. Paling jauh dibawa ke meja presentasi di ruang rapat atau di kelas. Tapi, saya merasa ada yang "kembali" saat ini. Sewaktu memakai Eee PC, dengan screen yang sangat kecil ukuran 7 inch dan format wide screen (seukuran portable DVD player), kita harus melakukan pekerjaan dalam layar berukuran "aneh" yaitu 800x400 yang membuat layar jadi sempit dan kita harus up and down setiap saat untuk melihat segala sesuatunya full screen. Ingat bahwa komputer saat ini dirancang menggunakan dimensi 800x600. Ada perasaan semacam "terbebas" dari ruang sempit dan keluar ke alam bebas.

Sekedar intermezo saja. Mudah-mudahan tidak mengurangi semangat anda yang sedang mencari laptop ultra kecil seperti Eee PC karena hal-hal postifnya juga banyak sekali seperti yang sudah banyak saya ceritakan sebelumnya (buka kategori/label "Eee PC" di blog saya ini.

Yang menarik, ketika melihat gambar Acer AspireOne yang baru saja diluncurkan dan dibuat untuk mengalahkan Eee PC, saya jadi tertarik kembali untuk membeli. Padahal spec sama dan Aspire juga membawa screen aneh yang sama, cuma dengan dimensi lebih besar, 1024.
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Satria Dharma: MALAS ADALAH MUSUH UTAMA SAYA

MalasDua puluh lima tahun yang lalu ketika saya masih memimpin bimbingan belajar Airlangga Student Group (ASG) saya memperhatikan bahwa kegagalan utama siswa dalam memperoleh nilai tinggi agar bisa diterima di SMA atau Perti pilihan mereka adalah karena mereka malas untuk berlatih soal-soal. Padahal kalau mereka mau rajin melatih diri dalam mengerjakan soal-soal ujian apa pun maka boleh dikata bahwa mereka pasti akan dapat lolos dalam ujian. Saya seringkali melihat anak-anak pintar yang gagal karena malas dan anak-anak yang tergolong rendah prestasinya di sekolah justru berhasil karena mau menerapkan strategi berlatih…berlatih… dan berlatih….! Saya katakan pada mereka bahwa seorang atlit tinju yang akan bertanding di ring tinju selama 10 ronde minimal harus telah berlatih 100 ronde. Itu belum termasuk latihan lari, skipping, punching, dll. Nah, bayangkan jika kita mesti menyelesaikan 40 soal matematika, misalnya. Berapa ratus soal matematika yang harus kita lahap sebelumnya, termasuk membaca teori dan menghafal penggunaan rumusnya? Saya bahkan wajibkan mereka untuk menyelesaikan minimal 1000 soal bahasa Inggris (karena saya mengajar bahasa Inggris) dan kalau bisa ya 2000 soal. Lahap semua soal dan rasakan betapa mudahnya soal-soal tersebut jika kita telah berlatih sebanyak mungkin soal. Saya tidak sekedar berteori tapi sekaligus membuktikannya.
(more…)

Subur Anugerah: Gempa dan Tujuh Belasan

Seakan sudah biasa, gempa yang dirasakan Yogyakarta minggu siang ini sekitar pukul 13:10 WIB lewat begitu saja, mudah-mudahan tak ada apa-apa. Saya sendiri mengakui sudah cukup sering merasakan gempa dalam skala kecil, syukurlah semuanya masih dalam keadaan aman dan selamat. Ketika merasakan gempa, posisi saya sedang duduk di kursi, asyik dengan laptop di meja, berada di kamar lantai atas. Tiba-tiba meja dan kursi terasa ada yang menggoyang keras, lalu melihat pintu kamar dan kuncinya yang menggantung juga tergoyang-goyang, seketika itu saya langsung keluar kamar, masya Allah, di luar sepi... tak terlihat ada orang panik. Apa hanya saya saja yang merasakan gempa? Atau ini gara-gara efek goyang dangdut semalam? Ah, nggak tahu lah. Tapi setelah jalan keluar rumah, memang ada yang mengakui terjadi gempa barusan.

Dua jam setelah itu, aktifitas warga Pogung Kidul area Selokan Mataram mulai kembali giat, acara tujuh belasan tetap dilaksanakan seperti pengumuman sebelumnya. Lomba tangkap bebek dan gebuk bantal adalah andalan untuk hari minggu ini.


« Previous PageNext Page »