Mohamad Adriyanto: Google Chrome, Bukti Baru Keinginan Google Inc. Menguasai Dunia Internet
Saat ini, tindakan "curang" semacam itu pelan-pelan mulai dilakukan oleh Google Inc., perusahaan swasta penguasa dunia Internet saat ini. Kekuasaan memang memabukkan, membuat siapapun yang berkuasa dan punya power untuk terus melanggengkan kekuasaannya. Setelah Google News, Gmail, Blogger, YouTube, Knol, Google Docs dan sederet inisiatif Goolge lainnya, hari ini muncul ofensif baru mereka yang diberi nama Google Chrome. Baca tulisan-tulisan saya sebelum ini tentang Google dan rakusnya mereka mencoba menguasa Internet. Baca juga blog rekan saya Dedi Purwanto tentang Google Chrome.
Google Chrome adalah sebuah browser. Sama dengan Microsoft IE yang secara default tersedia di Windows XP atau Vista anda. Sama dengan Safari yang tersedia by default dalam Mac OS anda. Atau sama fungsinya dengan Mozilla Firefox yang saat ini merajai dunia browser. Lalu, apa pentingnya browser dan apa hubungannya dengan upaya menguasai Internet?
Browser adalah kendaraan utama para pengguna Internet yang sudah mencapai milyaran orang di dunia ini untuk masuk dan berinteraksi aktif di Internet. Hari begini, tidak peduli lagi anda pakai PC dengan OS apapun seperti Windows, Linux, Mac, atau bahkan browsing Internet dari ponsel, TV, dll. Yang mutlak anda perlukan saat hendak masuk berkendara di Internet adalah sebuah browser. Sebuah kendaraan yang akan mengantar anda kemanapun di pelosok Internet.
Nah, bayangkan bila kendaraan anda itu "dikendalikan" oleh pihak lain sehingga kecenderungan anda browsing di Internet juga "diarahkan" ke lokasi-lokasi tertentu. Anda mau search (mencari) sesuatu, tinggal ketik kata kuncinya di suatu kolom dalam browser anda, lalu browser akan langsung memberi "jawaban" tanpa perlu repot ber-navigasi kemana-mana lagi.
Anda ingin cek email, tidak perlu ketik alamat web (URL) lagi yang kadang-kadang banyak pengguna awam suka lupa dan tidak hapal. Klik langsung button kecil yang ada di browser anda bertuliskan "Email", lalu browser akan langsung mengarahkan pengguna ke layanan email tertentu. Mau baca berita, ada tombol News, mau upload foto ada tombol khusus, mau tulis blog tinggal pencet 1 button, mau buat dokumen teks atau spreadsheet langsung connect ke Internet, buka browser dan sudah tersedia semuanya tinggal di klik.
Nyaman sekali ya? Pengguna akan bisa dengan mudah melakukan kegiatan di Internet tanpa perlu direpotkan dengan aspek-aspek teknis yang ruwet.
Namun, seperti kasus Microsoft yang berusaha menguasai anda melalui PC anda, maka kecenderungan Google adalah persis sama yaitu dengan ingin menguasai anda melalui browser Internet anda.
Bayangkan ratusan juta pengguna Internet akan "terlena" menggunakan browser seperti itu dan semua kegiatan Internetnya diarahkan ke situs milik Google seperti Google Search, Google News, Gmail, Blogger, YouTube, Knol, Google Docs dan sederet layanan berbasis Internet milik Goolge lainnya.
Bisnis Internet adalah bisnis luar biasa besar dan terbukti telah mampu membuat banyak orang kreatif menjadi kaya raya (seperti Google Inc.). Dunia Internet adalah dunia baru yang memainkan peranan sangat penting tidak hanya bagi individu penggunanya, tapi sudah mempengaruhi semua aspek kehidupan.
Relakah diri kita "dikendalikan" oleh sebuah perusahaan swasta yang jelas-jelas berorientasi profit seperti Google. Ingat bahwa Google Inc. adalah perusahaan publik yang tiap saat dikejar para pemegang sahamnya untuk mencetak keuntungan sebanyak-banyaknya.
Dunia Internet adalah dunia dinamis yang akan terus memberikan manfaat sebanyak-banyaknya bagi masyarakat apapbila dijaga tetap dalam suasana persaingan yang seimbang dan fair. Ketika satu pihak menjadi terlalu kuat (seperti Microsoft saat jaya-jayanya Windows dulu), maka yang dirugikan akhirnya adalah masyarakat juga...
Jadi..., apakah saya akan menyarankan anda memboikot produk Google? sama seperti yang dilakukan jutaan pihak-pihak yang dirugikan Microsoft dengan memboikot berbagai produk Microsoft?
Rasanya tidak. Saya yakin itu bukanlah jalan terbaik. Kita lihat saja perkembangan... Saya yakin otoritas ICT di negera-negara besar seperti USA, Uni Eropa, Jepang dst akan melakukan tindakan yang diperlukan untuk menjamin agar Internet tetap menjadi dunia yang imbang dan fair persaingannya.


























Dua puluh lima tahun yang lalu ketika saya masih memimpin bimbingan belajar Airlangga Student Group (ASG) saya memperhatikan bahwa kegagalan utama siswa dalam memperoleh nilai tinggi agar bisa diterima di SMA atau Perti pilihan mereka adalah karena mereka malas untuk berlatih soal-soal. Padahal kalau mereka mau rajin melatih diri dalam mengerjakan soal-soal ujian apa pun maka boleh dikata bahwa mereka pasti akan dapat lolos dalam ujian. Saya seringkali melihat anak-anak pintar yang gagal karena malas dan anak-anak yang tergolong rendah prestasinya di sekolah justru berhasil karena mau menerapkan strategi berlatih…berlatih… dan berlatih….! Saya katakan pada mereka bahwa seorang atlit tinju yang akan bertanding di ring tinju selama 10 ronde minimal harus telah berlatih 100 ronde. Itu belum termasuk latihan lari, skipping, punching, dll. Nah, bayangkan jika kita mesti menyelesaikan 40 soal matematika, misalnya. Berapa ratus soal matematika yang harus kita lahap sebelumnya, termasuk membaca teori dan menghafal penggunaan rumusnya? Saya bahkan wajibkan mereka untuk menyelesaikan minimal 1000 soal bahasa Inggris (karena saya mengajar bahasa Inggris) dan kalau bisa ya 2000 soal. Lahap semua soal dan rasakan betapa mudahnya soal-soal tersebut jika kita telah berlatih sebanyak mungkin soal. Saya tidak sekedar berteori tapi sekaligus membuktikannya.

