Aggregasi Jurnal Online Civitas Akademika STIKOM Balikpapan

Subur Anugerah: Media Cetak dan e-Paper


Beberapa hari lalu, saya mendapat kabar dari istri saya, ada kejadian lucu. Suatu hari putri saya, Nasywa, membeli jajan putu dari lek-lek yang lewat di depan rumah. Jajan putu isi beberapa biji, dibungkus kertas koran. Setelah jajan habis dimakan, secara tidak sengaja Nasywa melihat foto dirinya di pembungkus koran bekas putu itu, langsung saja disambar dan ditunjukkan pada Ibunya “Bu... ini ada fotoku di koran...”. Dikiranya iseng, istri saya pun melihat, ternyata benar, ada fotonya sedang mengenakan baju Kartinian di antara teman-temannya. Rupanya memang foto tersebut diambil oleh wartawan pada hari Kartini bulan April silam, di sekolahnya. Sebagai kenang-kenangan, saya minta istri menyimpan kertas koran pembungkus itu... ;-)

Karena penasaran, malam ini saya coba telusuri di situs koran tersebut, tak ada arsip, tak ada jejak beritanya. Lalu mencoba bantuan Google, tetap saja tak ditemukan. Memang bukan koran nasional, hanya koran lokal kota Balikpapan, Post Metro Balikpapan, koran yang tidak terlalu terkenal. Malah saya sebagai warga Balikpapan, hampir-hampir tidak pernah membelinya, maaf ya koran... ;-)

Kesal tak menemukan, saya mengunjungi Kompas.com, membaca berita PON XVII yang walaupun beritanya selisih beberapa jam lebih lambat daripada situs utama, pon2008.com, tapi berita di Kompas tampaknya lebih menarik dan enak dibaca. Tidak lupa rubrik e-Paper, sungguh asyik membacanya, apalagi arsipnya tersimpan, dan pencarian kata pun mudah. Karena masih baru, mungkin arsip yang tersedia hanya sampai awal bulan Juli 2008. Saya berharap arsipnya nanti bisa lebih banyak lagi dan mudah ditelusuri. Teknologi yang digunakan dari www.realview.com.au

Andai setiap media cetak memiliki e-Paper, walau tak mirip e-Papernya Kompas, tentu arsip foto putri saya yang tengah Kartinian tadi bisa dengan mudah ditemukan dan dapat disimpan untuk arsip pribadi, walaupun sebenarnya sudah ada foto dokumentasi sendiri... ;-)

Oiya, untuk situs pon2008.com, karena beritanya up-to-date dan cepat, sayang bila tidak dibaca hanya karena harus mengunjungi situsnya. Untuk itu, mohon disediakan RSS atau Atom, agar distribusi konten berita cepatnya dapat dengan mudah sampai ke pembaca, meski pembaca tidak sedang menyalakan komputer... ;-)

Mohamad Adriyanto: Karanganyar yang Dipimpin Bupati Cantik

Saya dapat kesempatan untuk menelusuri sebagian kecil dari Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah dalam waktu singkat kemarin. Kota ini dipimpin oleh seorang wanita, muda, cantik, atraktif dan tampak cukup agresif. Ini pertama kalinya bagi saya masuk ke suatu daerah yang dipimpin oleh wanita. Ada yang terasa beda, walau tidak banyak, apalagi saya hanya melihat kulit luarnya saja. Beda pertama tentu saja dari sisi kerapian dan kebersihannya. Dibanding kota saya di Kalimantan, kota ini jauh lebih rapi dan bersih. Kotanya bagus, walaupun hampir tidak ada bangunan besar nan mewah di daerah ini, namun karena rapi, bersih dan hijau, siapapun yang datang akan merasa nyaman.

Kemudian, dari soal kekuatan keuangan, tampak sekali bahwa kota ini tergolong pas-pasan, terutama bila dibanding daerah kaya seperti Kaltim. Pembangunan fisik tidak banyak, dinamika ekonomi juga biasa saja, namun penduduknya tampak riang dan santai. Dengan sedikitnya anggaran, mereka mampu secara tepat guna dan efisien mengelolanya. Di daerah saya, anggaran super berlimpah, tapi malah banyak salah urus dan malah tidak mampu mengangkat ekonomi secara keseluruhan. Inilah mungkin keunggulan daerah-daerah terpencil di Jawa. Efisien dan tentu saja less stress...

Saya kemudian masuk ke daerah pinggiran Karanganyar, menelusuri jalan berkelok-kelok menuju suatu desa kecil bernama XXX (lupa). Indah sekali, topografinya yang berbukit-bukit, terdapat banyak sawah bertingkat-tingkat diselingi hutan-hutan kecil berwarna-warni hijau, coklat, oranye (karena pas masuk "musim semi"). Uniknya, masuk hingga cukup jauh, jalanan aspal masih tetap bagus dan rapi. Disana-sini banyak dipasang baliho/poster besar bergammbar bupati cantik mereka yang "jualan" akte kelahiran gratis dan macam-macam layanan lain pemerintah daerah.

Enak juga punya bupati yang "enak dilihat" seperti itu. Saya tidak sampai mencari tahu sampai seberapa jauh masyarakat menyenangi pemimpinnya, tapi saya yakin pasti tingkat keberterimaan masyarakat terhadap bupati yang satu ini cukup tinggi, paling tidak bisa dilihat dari kemenangannya di Pilkada yang baru lalu.

Ini fenomena baru. Di sebuah kabupaten lain di Jawa Tengah, Kebumen, juga dipimpin oleh bupati wanita yang cantik. Bahkan bupati Kebumen ini baru saja melaju lebih jauh memenangi pemilihan gubernur Jawa Tengah sebagai wakil gubernur.

Mungkin masyarakat mulai bosan juga dengan permainan politik yang didominasi kaum pria. Dengan adanya teknologi digital printing yang sangat murah seperti saat ini, sungguh mudah menjual "kecantikan" seorang calon pimpinan wanita ke masyarakat luas yang "lugu" seperti di Karanganyar dan Kebumen.

Seperti yang saya alami di Karanganyar. Berjalan menelusuri jalan berkelok-kelok di pedalamannya, bosan melihat sawah, hutan dan rumah pedesaan, tiba-tiba di pengkolan jalan tersembul poster super besar bergambar bupati cantik yang tersenyum menawarkan layanan pemerintahan...

Siapa mau ikut Karanganyar?

Catatan:
Perjalanan ini saya lakukan dalam rangka mengantar saudara sepupu saya Anjar yang melakukan akad nikah di Karanganyar.
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Mengelola Perubahan Sosial & Budaya Masyarakat Menghadapi Serbuan Teknologi Informasi

Beberapa bulan belakangan saya sering diundang untuk memberikan presentasi mengenai pemanfaatan teknologi komunikasi & informasi untuk dunia pendidikan. Biasanya saya selalu mulai dengan memperkenalkan audiens yang sebagian besar kaum "tua" dengan fakta-fakta visual yang didapatkan dan dilihat oleh anak-anak kita setiap hari melalui ponselnya serta ketika mereka "main Internet".

Sebagian peserta biasanya terkejut dan tidak menyangka dengan apa yang mereka lihat. Saya mulai dengan gambar favorit saya, screen shot dari Popular Members di Friendster. Ini adalah halaman situs Friendster yang berisi foto-foto anggota Friendster yang paling populer. Memang semuanya wanita muda dengan pose-pose yang cukup panas plus nama serta statusnya. Sebagai info tambahan, saya sampaikan ke peserta bahwa Friendster adalah situs Internet yang saat ini menduduki posisi nomor 1 di Indonesia, Malaysia dan negara Asia Tenggara lain sebagai situs yang paling banyak dikunjungi.

Artinya, itu adalah situs yang kemungkinan besar dikunjungi oleh anak-anak kita setiap mereka berkesempatan masuk ke Internet. Tentu saja Friendster bukan situs "terlarang". Friendster adalah situs positif yang sangat baik untuk mengembangkan kemampuan komunikasi anak-anak kita di dunia global. Namun setiap orang bisa "terpeleset" di Internet dan menggunakannya untuk melakukan aktivitas negatif seperti mengunjungi situs-situs porno, dan Friendster bisa jadi pintu gerbang dari semua itu.

Setelah audiens tersadar, saya baru kemudian masuk ke konsep Web 2.0 (Internet Masa Kini), mengenalkan ke mereka betapa mudahnya pemanfaatan Internet saat ini serta betapa besarnya dampak yang diakibatkan bagi dunia kehidupan kita. Saya tetap selalu berusaha menyeimbangkan aspek positif dan negatifnya, jangan sampai malah akhirnya presentasi saya menjadi pemicu mereka untuk menjauhkan anak-anaknya dari duni Internet.

Ada banyak kasus dimana para pimpinan atau orangtua mengambil keputusan yang berlebihan dan tidak berdasar berkenaan dengan Internet dan juga dunia seluler. Sebagian besar karena ketakutan mereka akan bahayanya serta "gapteknya" mereka dalam mengikuti perkembangan. Sebuah SMA unggul di daerah saya yang berasrama melarang seluruh siswanya membawa ponsel ke lingkungan sekolah. Seorang Kepala Dinas Pendidikan melarang siswa di daerahnya untuk membawa HP berkamera ke sekolah. Banyak ibu-ibu yang menolak usulan suaminya untuk berlangganan sambungan Internet di rumahnya. Semua karena alasan diatas. Takut aspek negatifnya, kemudian terpaksa melepaskan potensi dampak positifnya.

Disinilah inti opini saya ini berada. Jangan hindari teknologi, tapi kelolalah dengan baik. Bukan hanya pengelolaan teknisnya, tapi juga kelola perubahan sosial dan budayanya. Mengelola perubahan ini tidak bisa dilakukan pelan-pelan karena teknologi dan penyebarannya ke masyarakat berjalan dengan sangat cepat. Kunci suksesnya ada pada pemilikan pengetahuan yang memadai atas perkembangan teknologi. Terlalu banyak orangtua serta para pimpinan gaptek yang tidak ingin melepaskan status "gapteknya". Entah karena malas atau memang sudah merasa tidak memiliki lagi cukup kekuatan untuk mengikuti teknologi.

Kalau para orangtua terus memelihara "gapteknya", maka mustahil mereka bisa membuat suatu konsep atau bahkan sistem yang baik untuk mengelolanya. Namun bila para pengambil keputusan lebih mau membuka diri terhadap perkembangan teknologi, maka besar kemungkinan mereka akan punya cukup "amunisi" untuk untuk mampu melakukan kontrol dan pengendalian anak-anaknya secara baik dan bijak namun tetap ketat sesuai norma agama dan tata nilai ketimuran kita.

Lihat juga tulisan saya sebelumnya yang bisa memberi info lebih jauh berkenaan dengan diksusi diatas:
- Melindungi Generasi Muda dari Pornografi Online
- Kajian Internet Masa Depan

Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Guru Kita & Implementasi Komputer Sederhana

Selasa 3 Juni 2008 lalu saya mendapat kesempatan cukup berharga memberikan pelatihan kepada sekitar 60 orang guru SD dan SMP Kota Bontang, Kalimantan Timur. Training yang diselenggarakan selama 4 hari itu berjudul "Pembuatan Materi Belajar Berbasis Multimedia". Training digagas dan dijalankan oleh Bp. Nanang Rijono (Dosen Pasca Sarjana unmul) dan Dinas Pendidikan Kota Bontang.

Saya dijatah untuk mengarahkan sesi hari ke-2 tentang Internet untuk Pendidikan. Hari ke-3 diisi dengan pelatihan untuk menggunakan MS PowerPoint dan hari ke-3 sedikit praktek Macromedia Flash. Di hari terakhirnya setiap peserta diwajibkan untuk memberikan presentasi materi belajar berbasis multimedia di hari terakhir. Sangat menarik... Kenapa? Training ini dirancang dengan muatan sangat sederhana namun dimaksudkan untuk mampu memberikan bekal praktis bagi para guru untuk kembali ke sekolah masing-masing dan memprtaktekkannya di dunia nyata. Ditengah banyaknya konsep dan tawaran implementasi teknologi informasi untuk pendidikan yang serba canggih, training ini muncul dengan kesederhanaan yang membumi.

Di tempat lain mungkin akan banyak pihak mencemooh... PowerPoint? Kuno...

Namun saya menyaksikan dengan mata kepala sendiri betapa sederhananya para guru kita. Sederhana dalam hampir segala hal. Wawasan, pengalaman, gaya hidup, kemampuan finansial, dst... Sulit membayangkan bahwa komunitas seperti ini harus "diguyur" dengan materi-materi belajar canggih yang kemudian malah terlalu sulit bahkan tidak mungkin dibawa pulang ke sekolah mereka untuk diterapkan.

MS PowerPoint adalah aplikasi favorit andalan saya selama hampir 15 tahun bergelut di bidang pelatihan dan pendidikan. Ini adalah aplikasi "silver bullet" saya. Aplikasi yang bisa menjawab hampir 80-90% dan segala kebutuhan pembuatan materi belajar yang saya buat. Aplikasi yang sangat "straight forward", bisa dipakai bagi orang yang betul-betul pemula hingga yang sangat advance. Sangat "bersahabat" dengan komputer jenis apapun, sangat mudah digandengkan dengan LCD projector apapun, kalau tidak ada projector juga sangat mudah dicetak dengan printer apapun dengan hasil yang sangat baik. Bisa "ditempel" apapun (teks, audio, image, video, animasi, dll). Learning curve yang sangat landai, artinya sangat mudah dipelajari. Seorang pemula dalam beberapa jam saja sudah bisa memakai berbagai fitur basic nya. Amazing bukan?

Sebuah sekolah favorit di kota saya menolak untuk diberikan pelatihan MS PowerPoint karena bilang bahwa ini sudah pernah dilaksanakan sebelumnya dan saya menangkap kesan "merendahkan" aplikasi hebat ini. Ya sudahlah...

Bp. Nanang Rijono yang merancang pelatihan ini adalah juga orang sederhana dari sisi teknologi, bukan ahli teknologi, beliau setiap saat selalu bilang kepada orang lain bahwa ybs punya kemampuan komputer terbatas, bahkan blog ybs pun dibuatkan oleh anaknya :-) Dibalik kesederhanaan cara pandang ybs, lahirlah pelatihan sederhana tapi membumi ini. Saya yakin bahwa akan banyak hal praktis yang akan bisa langsung dipraktekkan para peserta saat kembali ke tempat kerjanya masing-masing.

Saya pun berusaha keras mendukung "pathway" training yang dibuat ybs dengan memberikan materi-materi dan latihan-latihan yang membumi di sesi saya. Saya fokus pada pengenalan mendasar Internet dan memberikan bukti langsung kepada para peserta betapa powerful nya Internet.

Didepan PC dan laptopnya yang terkoneksi ke Internet, peserta saya berikan lomba cepat-cepatan mencari jawaban pertanyaan saya seperti:

"Tanggal berapa Olimpiade Beijing 2008 dilaksanakan?"
"Dimanakah kota kelahiran Barack Obama?"
"Apakah ibukota negara Mauritius?"

Pertanyaan-pertanyaan yang bisa mereka jawab secara akurat dalam waktu kurang dari 1 menit. Bahkan mereka sendiri tampak kaget tapi excited menghadapi kenyataan itu ...

Mereka juga selanjutnya merasakan langsung betapa hebatnya Internet yang bisa memberikan jawaban atas "apapun" yang mereka butuhkan... Terutama yang berhubungan dengan tugas pembuatan materi ajar digital yang akan mereka kerjakan.

Saya pribadi puas bisa memberikan sesuatu yang mudah-mudahan bisa bermanfaat, tidak hanya bagi para peserta, tetapi juga bagi orang lain yang akan mendapat dampak ikutan dari mereka yang ikut kali ini...
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Guru Kita & Implementasi Komputer Sederhana

Selasa 3 Juni 2008 lalu saya mendapat kesempatan cukup berharga memberikan pelatihan kepada sekitar 60 orang guru SD dan SMP Kota Bontang, Kalimantan Timur. Training yang diselenggarakan selama 4 hari itu berjudul "Pembuatan Materi Belajar Berbasis Multimedia". Training digagas dan dijalankan oleh Bp. Nanang Rijono (Dosen Pasca Sarjana unmul) dan Dinas Pendidikan Kota Bontang.

Saya dijatah untuk mengarahkan sesi hari ke-2 tentang Internet untuk Pendidikan. Hari ke-3 diisi dengan pelatihan untuk menggunakan MS PowerPoint dan hari ke-3 sedikit praktek Macromedia Flash. Di hari terakhirnya setiap peserta diwajibkan untuk memberikan presentasi materi belajar berbasis multimedia di hari terakhir. Sangat menarik... Kenapa? Training ini dirancang dengan muatan sangat sederhana namun dimaksudkan untuk mampu memberikan bekal praktis bagi para guru untuk kembali ke sekolah masing-masing dan memprtaktekkannya di dunia nyata. Ditengah banyaknya konsep dan tawaran implementasi teknologi informasi untuk pendidikan yang serba canggih, training ini muncul dengan kesederhanaan yang membumi.

Di tempat lain mungkin akan banyak pihak mencemooh... PowerPoint? Kuno...

Namun saya menyaksikan dengan mata kepala sendiri betapa sederhananya para guru kita. Sederhana dalam hampir segala hal. Wawasan, pengalaman, gaya hidup, kemampuan finansial, dst... Sulit membayangkan bahwa komunitas seperti ini harus "diguyur" dengan materi-materi belajar canggih yang kemudian malah terlalu sulit bahkan tidak mungkin dibawa pulang ke sekolah mereka untuk diterapkan.

MS PowerPoint adalah aplikasi favorit andalan saya selama hampir 15 tahun bergelut di bidang pelatihan dan pendidikan. Ini adalah aplikasi "silver bullet" saya. Aplikasi yang bisa menjawab hampir 80-90% dan segala kebutuhan pembuatan materi belajar yang saya buat. Aplikasi yang sangat "straight forward", bisa dipakai bagi orang yang betul-betul pemula hingga yang sangat advance. Sangat "bersahabat" dengan komputer jenis apapun, sangat mudah digandengkan dengan LCD projector apapun, kalau tidak ada projector juga sangat mudah dicetak dengan printer apapun dengan hasil yang sangat baik. Bisa "ditempel" apapun (teks, audio, image, video, animasi, dll). Learning curve yang sangat landai, artinya sangat mudah dipelajari. Seorang pemula dalam beberapa jam saja sudah bisa memakai berbagai fitur basic nya. Amazing bukan?

Sebuah sekolah favorit di kota saya menolak untuk diberikan pelatihan MS PowerPoint karena bilang bahwa ini sudah pernah dilaksanakan sebelumnya dan saya menangkap kesan "merendahkan" aplikasi hebat ini. Ya sudahlah...

Bp. Nanang Rijono yang merancang pelatihan ini adalah juga orang sederhana dari sisi teknologi, bukan ahli teknologi, beliau setiap saat selalu bilang kepada orang lain bahwa ybs punya kemampuan komputer terbatas, bahkan blog ybs pun dibuatkan oleh anaknya :-) Dibalik kesederhanaan cara pandang ybs, lahirlah pelatihan sederhana tapi membumi ini. Saya yakin bahwa akan banyak hal praktis yang akan bisa langsung dipraktekkan para peserta saat kembali ke tempat kerjanya masing-masing.

Saya pun berusaha keras mendukung "pathway" training yang dibuat ybs dengan memberikan materi-materi dan latihan-latihan yang membumi di sesi saya. Saya fokus pada pengenalan mendasar Internet dan memberikan bukti langsung kepada para peserta betapa powerful nya Internet.

Didepan PC dan laptopnya yang terkoneksi ke Internet, peserta saya berikan lomba cepat-cepatan mencari jawaban pertanyaan saya seperti:

"Tanggal berapa Olimpiade Beijing 2008 dilaksanakan?"
"Dimanakah kota kelahiran Barack Obama?"
"Apakah ibukota negara Mauritius?"

Pertanyaan-pertanyaan yang bisa mereka jawab secara akurat dalam waktu kurang dari 1 menit. Bahkan mereka sendiri tampak kaget tapi excited menghadapi kenyataan itu ...

Mereka juga selanjutnya merasakan langsung betapa hebatnya Internet yang bisa memberikan jawaban atas "apapun" yang mereka butuhkan... Terutama yang berhubungan dengan tugas pembuatan materi ajar digital yang akan mereka kerjakan.

Saya pribadi puas bisa memberikan sesuatu yang mudah-mudahan bisa bermanfaat, tidak hanya bagi para peserta, tetapi juga bagi orang lain yang akan mendapat dampak ikutan dari mereka yang ikut kali ini...
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Agung Prabowo: Truck Sampah Australia Pakai Tangan Robot

Implementasi teknologi untuk memudahkan pekerjaan, benar-benar diterapkan di australia. tapi teknologi yang mengurangi tenaga kerja begini, sangat nggak cocok di indoenesia. Rakyat kita di indonesia butuh lapangan kerja, jadi proyek padat karya inilah yang paling pas. Canggih nggak canggih soal nomor seribu. Yang penting rakyat luas dapat kerja. Beda sama australia, wong total penduduknya aja satu negara jumlahnya masih lebih sedikit dibanding penduduk jakarta. Pertama, melihat tempat sampahnya orang australia bikin gua heran, kok nich tempat sampah (Bin) sama semua bentuk dan warnanya. Bisa aja nich penduduk kompak satu kota. Terbayang dech di indonesia, tempat sampah beraneka warna dan ragam. First time, gua pikir cuma agar kompak aja kali ye... Eeeh, pas pagi-pagi, bangun ke luar rumah. Lihat truk sampah datang, langsung ke pikiran pengen lihat orang australia ambil sampah. Jangan2 mirip di indonesia, yang kesannya kalau jadi tukang sampah menderita banget...Ternyata Truck sampahnya australia di lengkapi tangan robot, jadi si supir tinggal kontrol panel di dashboard truck, langsung keluar tangan robot yang mengambil tempat sampah satu persatu, dan meletakannya kembali. Dalam hati gua, busyet dech.. nich negara oz, sudah tinggal 25 tahun di jakarta yang metropolitan aja belum pernah gua lihat macam seperti ini. Di jakarta aja tukang sampah masih keliaran bawa gerobak yang ditarik tenaga manusia dimana tenaganya ya dari tukang sampah itu sendiri.

Mohamad Adriyanto: Asus Eee PC 900, Hampir Sempurna

Baru beberapa bulan beli Asus Eee PC 4G, ternyata Asus langsung mengeluarkan versi barunya, versi yang memang langsung meng-upgrade aspek yang paling lemah dari versi pertama yang saya miliki. Apa yang diperbaiki? Persis seperti keinginan ribuan pengguna versi awal: layar lebih besar dan SSD drive lebih besar. Dengan tambahan 2 hal tersebut, Eee PC menurut saya sudah sampai pada tahap hampir sempurna untuk masa saat ini. Apa lagi yang dibutuhkan?

Saya adalah pengguna Asus Eee PC 4G yang sangat puas dengan produk ini. Yang saya cari adalah sebuah PC dengan ukuran ultra kecil yang benar-benar berlaku sebagai PC, bukan komputer "mainan". Baca tulisan saya sebelumnya "Akhirnya, Asus Eee PC".

Bagi saya, 1 hal utama yang membuat Eee PC versi awal menjadi agar berbau "mainan anak kecil" adalah ukuran layar yang hanya 7-inch. Dengan layar baru 9-inch, maka tampilan Eee menjadi sempurna sebagai "laptop sungguhan". Seluruh layar menutupi permukaannya, sulit dibedakan dengan laptop ultra portabel lain seperti Fujitsu yang super mahal.

Yang berikut adalah kapasitas hardisk yang memakai SSD drive (solid state disk). Yang lama hanya 4 GB...! Sangat kecil sekali walaupun CUKUP. Dengan Windows XP SP2 dan Office 2003 yang saya pakai, ukuran sebesar 4 GB sudah sangat cukup bagi saya karena memang Eee PC ini hanya saya pakai untuk basic office application yang mendukung pekerjaan saya yang memang sederhana, dan dengan catatan tidak menyimpan file di My Document di drive C. Namun, seiring waktu... mulai terasa bahwa 4 GB untuk system disk akan semakin tidak cukup, mulai muncul pesan warning space yang semakin sedikit.

Nah, dengan kapasitas baru 16 GB, rasanya sudah tidak perlu ada yang dikuatirkan lagi. Kecuali bila anda mau pakai Vista... :-) PLUS... yang sebenarnya tidak saya harapkan diperbaiki di versi baru ini adalah RAM 1 GB. Ngapain? Yang ada saat ini 500 MB sudah sangat cukup, sekali lagi sangat cukup. Yang mungkin perlu diperbaiki di versi berikut adalah prosesor. Celeron 900 MHz pasti suatu saat perlu ditinggikan lagi... Teknologinya sudah menunggu: Intel Atom prosesor, tapi tampaknya akan meningkatkan harga jual Eee menjadi tidak kompetitif lagi, mungkin...

Semua jadi sempurna bagi saya...

Terus, kenapa saya bilang "hampir" sempurna? Problem utama di versi baru ini adalah HARGA. Dengan harga USD 550, maka ada peningkatan sekitar USD 150 dari harga versi awal 4G yang hanya USD 400. Titik penarik utama Asus Eee PC adalah harga yang luar biasa menggoda tadi. Dengan harga baru ini, maka Eee PC ada di level yang sama dengan low-end laptop biasa. Kalau saya diminta memilih, kemungkinan saya lebih memilih beli versi low-end itu, kecuali saya punya kebutuhan khusus dari sisi ukuran kecilnya. Menurut saya, angka wajar harganya tidak boleh lebih dari USD 450... Ini baru the real Eee PC yang diharapkan dunia :-)

Diketik bukan menggunakan Eee PC 4G Black
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Fathur Rahman: Serbuan berbagai laptop mungil yang murah

Saat ini sejumlah produsen komputer tampaknya mulai serius memproduksi laptop murah hal ini dikarenakan tentu saja peluang yang sangat terbuka untuk meraup uang. Memang saat ini pasar untuk laptop entry level ini masih kecil, tapi diyakini dalam beberapa tahun ke depan akan menjelma menjadi lahan paling menguntungkan para raksasa teknologi.

Contohnya adalah Hewlett-Packard Co, jawara penjual personal computer (PC) di dunia, ikut-ikutan nimbrung di pasar yang bakal bertumbuh cepat ini.


Hewlett-Packard, mengumumkan kehadiran laptop 'liliput' di pasar yang sudah disesaki oleh produk-produk sekelas dari Intel Corp., perusahaan semikonduktor terbesar dunia, dan Asustek Computers Inc., produsen motherboard komputer terbesar sejagad. Laptop mungil HP ini diberi merek HP Compaq 2133, laptop mini ini siap digelontorkan di pasaran komputer. Layarnya sebesar 8.9 Inch dan beratnya sekitar 1,3 Kg. Prosesornya 1,6 GHz bikinan Via Technology.

Produk-produk mungil dan berharga miring ini juga ampuh untuk berselancar di dunia maya dan cukup mumpuni dalam menjalankan fungsi-fungsi komputasi seperti word processing.


Para jawara komputer dunia seharusnya berterima kasih terhadap Dr Nicholas Negroponte, pendiri Media Lab di Massachusetts Institute of Technology, karena dialah yang pertama kali membuka celah ini dengan memperkenalkan program One Laptop Per Child (OLPC).

Namun gagasan Dr Negroponte itu tak segera digeber sehingga ia kalah cepat dibandingkan dengan gagasan serupa dari Intel, yang kondang dengan visinya tentang World Ahead. Negroponte juga tertinggal dari Asustek, yang sudah menjajakan notebook mungil yang berjuluk Eee PC.
Intel dalam visi World Ahead meluncurkan notebook bernama Classmate PC. Dilihat dari namanya, jelas komputer ini untuk menyasar anak-anak. Karena yang dibidik adalah pasar anak-anak, tentu harganya juga harus pantas untuk anak-anak. Untuk itulah Intel menawarkan Classmate PC sekitar Rp 2 juta dengan memanfaatkan jasa pemerintah yang ingin membantu anak-anak sekolah mencoba kemajuan teknologi komputer.



Karena membidik pasar anak-anak, syarat utama agar bisa diterima adalah, dimensinya harus mungil, bobotnya tak boleh lebih dari 1 kg dan tentunya harus tahan banting. Bukannya harus kuat untuk dibanting-banting, tapi harus bisa mengikuti kebiasaan anak-anak yang belum bisa merawat dan menggunakan komputer secara hati-hati.
Dengan begitu prospektifnya pasar laptop mini ini, sampai sampai Intel menargetkan mampu melego 50 juta unit komputer yang mereka sebut juga sebagai ‘netbook’ ini hingga 2011. Sebuah target yang tak mengada-ada jika melihat akan semakin luasnya tingkat konektivitas Web di dunia.

Sekarang tergantung pada orang tua, produk mana yang lebih cocok untuk anak-anak mereka. Untuk pasar di Tanah Air, ada pilihan produk keluaran PT Zyrexindo Mandiri Buana. Produsen komputer lokal bermerek Zyrex ini belum lama meluncurkan tiga seri terbaru laptop mungil, yaitu PC Desktop Zyrex NetTop Studia, Zyrex Netbook Anoa dan Zyrex Netbook Ubud.

Dilihat dari spesifikasinya, laptop mini yang sangat kompak dan harganya tak jauh berbeda dari Eee PC keluaran Asus. "Zyrex terus berjuang dan berkeinginan suatu hari Zyrex Anoa dan Ubud akan dipasarkan dengan harga Rp 2 juta dan Rp 3 juta," kata Timothy Siddik, CEO Zyrex. gambar zyrex ubud

Kinilah saatnya anak-anak tak lagi kalah dari ayah ibu mereka untuk terkoneksi dengan Internet untuk menambah pengetahuan mereka. Jika penetrasi Internet di dunia pendidikan dasar sudah semakin luas, kendala gonta ganti buku teks pelajaran sepertinya tak akan terjadi lagi, karena materi pelajaran akan ditawarkan secara online.

Fathur Rahman: Bill Gates ke Indonesia



Pagi tanggal 9 Mei 2008 ada acara Presidential Lecture yang diselenggarakan oleh KADIN dengan pembicara Bill Gates, Chairman Microsoft Corp. di JCC, Jakarta. Di "lecture" ini Bill Gates menceritakan visi dia tentang bagaimana perkembangan IT dalam 10 tahun ke depan, dan juga komitmen Microsoft untuk berperan dalam membantu Pemerintah Indonesia dalam hal pendidikan, kesehatan, lingkungan dan sebagainya.

Dalam 10 tahun ke depan, menurut Bill Gates, akan terjadi perkembangan dalam area yang kita kenal dengan sebutan HCI (Human Computer Interaction). Menurut dia, dalam 10 tahun ke depan, mouse dan keyboard bukan lagi primadona dalam berinteraksi dengan komputer. Memang dua alat ini tetap akan dominan, tetapi teknologi-teknologi HCI berikut akan mulai kita temui di mana-mana: - Speech Recognition; kita dapat memberi instruksi kepada komputer cukup dengan berbicara saja. Kita langsung memberi instruksi kepada komputer secara lisan (verbal) dan komputer pun akan mengenali instruksi tadi, dan melakukan hal-hal yang kita perintahkan. Tidak perlu mouse dan keyboard.

Hand Writing Recognition; sejak kecil kita sudah terbiasa menulis dengan pensil atau pulpen. Ini telah menjadi sesuatu yang natural bagi kita. Untuk yang ini, kelihatannya kita tidak perlu menunggu terlalu lama, karena sekarang pun sudah banyak gadgets dan juga Tablet PC yang bisa mengenali tulisan tangan kita. Kita bisa langsung menulis di atas layar, dengan menggunakan stylus dan "digital ink". - Gesture Recognition; pernah nonton film Minority Report? Di situ Tom Cruise berinteraksi dengan komputer via gesture dan sentuhan. Hal ini bukan lagi Science Fiction, Microsoft telah merilis Microsoft Surface. Kita dapat berinteraksi dengan komputer melalui permukaan (seperti meja) melalui sentuhan-sentuhan dan gesture. Dalam 10 tahun ke depan, meja-meja meeting ataupun white board yang merupakan computer surface akan banyak kita lihat. Persis seperti di film Minority Report.

Microsoft saat ini sedang bekerja untuk merealisasikan hal-hal terbaik dari tiga teknologi di atas. Selain membahas visi dia, Bill Gates juga menceritakan komitmen Microsoft pada research, di mana Microsoft saat ini adalah perusahaan abudget research terbesar di dunia, 7.1 Milyar Dollar. Organisasi Microsoft Research (MSR) ini ada 6 labs di seluruh dunia, dan bekerja sama untuk membiayai research-research di kampus-kampus terkenal di seluruh dunia.

Bill Gates sempat men-demo-kan satu produk dari MSR yaitu sebuah software untuk penelitian di bidang astronomi. Pada kesempatan ini pula, 4 mahasiswa Indonesia dari ITB, pemenang kompetisi Imagine Cup tahun 2007 lalu diberi kesempatan untuk mempresentasikan hasil karya mereka. Imagine Cup adalah acara kompetisi tingkat dunia dalam bidang Software Design yang diselenggarakan tiap tahun oleh Microsoft.

Team dari ITB ini mempresentasikan software buatan mereka yang bernama Aksara, yang memungkinkan sebuah PC diakases oleh lebih dari 1 pengguna, dalam konteks belajar membaca, menulis dan berhitung, karena tema tahun lalu adalah dalam bidang pendidikan. Team dari ITB ini menggunakan teknologi-teknologi seperti:

- Multipoint SDK, yang memungkinkan satu komputer diakses lebih dari 1 mouse
- Speech Recognition, yang memungkinkan komputer mengenali instruksi (dalam hal ini untuk menguji pengucapan sebuah kata saat belajar membaca)
- Speech Synthesizer, yang memungkinkan komputer mengucapkan sebuah kata
- Dan sebagai-nya seperti Windows Presentation Foundation dan Windows Communication Foundation.

Solusi mereka ini dibuat di atas .NET Framework, framework aplikasi milik Microsoft.
Terakhir, Bill Gates menyatakan komitmen-nya untk membantu Indonesia dalam bidang pendidikan, kesehatan dan lingkungan sesuai kapabilitas dan peran Microsoft. Bill Gates juga memberi inspirasi pada mahasiswa dari berbagai kampus yang juga hadir di acara Presidential Lecture ini untuk serius belajar, selalu curious, dan memulai melakukan sesuatu di saat masih muda.

Mohamad Adriyanto: Bill Gates yang Dihormati di Indonesia

Pernah lihat pengusaha begitu dihormati oleh penguasa? Lihatlah suasana ketika Bill Gates hadir di Indonesia. Dimotori Presiden SBY yang begitu hormatnya pada figur terkaya di dunia ini, maka seakan kompak, para menteri, ribuan orang-orang penting Indonesia, serta juga ribuan mahasiswa membanjiri acara Presidential Lecture dari Bill Gates di Jakarta 9 Mei 2008 ini. Bill Gates diberi penghormatan layaknya seorang kepala negara yang bertamu ke Indonesia.

Note: Saya bingung kenapa acara ini disebut Presidential Lecture. Apa karena dihadiri oleh Presiden SBY yang hadir untuk dikuliahi Bill Gates? Atau pemberi kuliah dianggap setara Presiden? Karena ternyata Presiden SBY tidak memberi lecture/kuliah, tapi hanya memberi pengantar.

Dari mimik muka orang-orang yang hadir yang sempat saya tangkap di layar TV One, terlihat jelas bahwa yang hadir dengan antusiasme tinggi ini adalah orang-orang yang betul-betul kagum dan ingin bertemu dan ingin mendengar langsung kata-kata dari mulut sang manusia terkaya di dunia itu.

Enak juga jadi orang terkaya di dunia...

Tidak tahu juga apakah penghormatan yang begitu tinggi seperti ini diberikan karena ybs adalah orang terkaya dunia? Atau karena ybs adalah pemimpin perusahaan super besar dan sangat berpengaruh di dunia bisnis global? Atau karena ybs adalah seorang "pakar" teknologi informasi yang ingin didengar petuah-petuahnya?

Apapun alasannya, saya sangat senang bahwa fenomena seperti ini terjadi di Indonesia. Di tengah masyarakat "gila" yang lebih mengagung-agungkan artis, selebriti, politikus... ternyata mulai banyak kalangan yang mengidolakan "orang pintar". Tanyalah ke anak-anak kecil di Indonesia, "Siapa idolamu" atau "Siapa tokoh favoritmu?" Maka akan muncul nama-nama seperti Ungu, Dewa, Mulan Jameela, dll yang sejenis...

Kalau idola mereka seperti itu, mau dibawa kemana bangsa ini? Ketika tidak ada lagi tokoh-tokoh pintar yang cukup kuat untuk mampu diidolakan oleh para generasi muda kita, kemana anak-anak kita akan mecari model panutan?

Atas semua itu, saya ucapkan terima kasih pada Bill Gates yang ternyata mampu membuat banyak orang kita, terutama generasi muda terdidik mulai mau mengidolakan sosok seperti itu...

Thank you Mr. Gates... you have many fans in Indonesia, so come back again...

Foto diatas diambil dari Detikinet.com

Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Mencari Tempat Download File Film Iron Man

Film yang untuk pertama kalinya diproduksi langsung oleh Marvel Comics ini memang fenomenal. Hingga minggu pertama tayang, film ini telah memecahkan rekor pendapatan terbesar kedua sepanjang masa dengan hasil mencapai USD 100 juta. Seperti juga film berbasis cerita komik yang sudah populer sebelumnya, penggemarnya tidak hanya dari pencinta movie, tapi juga dari penggemar komiknya.

Mau cari cara download movie nya? Di zaman era digital seperti saat ini, sungguh merupakan hal yang sangat mudah dilakukan. Namun banyak teman bilang bahwa susah mencari tempat download yang benar-benar "nyaman" dan "menetap" untuk film top Hollywood semacam ini. Kalaupun ada, biasanya link yang ditemukan di Google sudah expired atau sudah hilang.

Memang benar, untuk movie seperti Iron Man begini, tempat download dengan cepat akan diberangus oleh masing-masing tempat download seperti Rapidshare atau di YouTube. Kenapa? Karena mereka, penyedia layanan online itu, bisa kena tuntutan hukum apabila ketahuan menyediakan servernya untuk ditempati file "haram" begitu.

Jadi, cara termudah adalah tetap melakukan "scanning" di Google untuk melihat link-link "aktif" yang terus muncul bergantian. Satu "mati" kemudian tumbuh lagi seribu link lain yang tidak mudah untuk diberangus begitu saja...

Biasanya keyword paling sering dipakai di Google adalah "download iron man movie" atau bisa pula ditambahkan kata "free". Atau kalau mau anda coba pakai bahasa Indonesia "unduh/mengunduh file iron man". Kemudian jangan lupa untuk juga menggunakan option pencarian di google.com atau juga di google.co.id. Link yang ada di blog-blog hasil pencarian di google.co.id adalah link ke blog dari Indonesia yang relatif lebih jarang diberangus. Blog-blog berbahasa Inggris yang menampilkan link ke film haram begini biasanya lebih rentan diblokir oleh penyedia blog seperti Blogger.

Termasuk di Yahoo! Answers yang memuat pertanyaan "Download Iron Man movie 2008, The Forbidden Kingdom 2008 and 10000 B.C For Free!" ternyata sudah dihapus oleh Yahoo!. Pesannya adalah "This question has been deleted".

Tapi... setelah saya telusuri, ternyata file yang tersedia online ada banyak sekali. Luar biasa sekali melihat begitu mudah dan masifnya pembajakan online saat ini.

Saya sediakan beberapa link yang saya dapatkan dan terbukti masih aktif pada saat saya tulis blog ini. Namun sama sekali tidak ada jaminan bahwa link (atau bahasa Indonesianya "tautan") berikut ini masih aktif ketika anda telusuri. Tapi lumayan untuk jadi tempat memulai mencari.

Ingat... resiko hukum dan resiko "moral" dari pencarian file film bajakan ini ada di diri anda sendiri. Saya semata-mata hanya ingin berbagi dari sisi teknologinya.

Berikut ini adalah ringkasan cerita filmnya (in English):
Starring Robert Downey Jr., Terrence Howard, Jeff Bridges, Gwyneth Paltrow Iron Man is a 2008 superhero film based on the fictional Marvel Comics character Iron Man, released in various countries on April 30, 2008. Directed by Jon Favreau, the film is about Tony Stark (Robert Downey Jr.), a billionaire industrialist who is captured by terrorists in Afghanistan. Ordered to build a missile for them, Stark uses his resources instead to build a powered exoskeleton to make his escape. Returning to America, Stark improves his armor and becomes the technologically advanced superhero Iron Man. Tony Stark then inherited his father's business, Stark Industries at age 21 & made it into a multi million-dollar company after a few years whose chief contracts were weaponry & munitions for the U.S. government.
Link/tautan untuk menonton film Iron Man secara online ala YouTube:

ZShare
http://www.zshare.net/video/11380597d9f59af6/
http://www.zshare.net/video/113807203b6f66d8/
http://www.zshare.net/video/11380832d18ab23d/

Fliqz
http://www.fliqz.com/public/aspx/playerdefault.aspx?vid=158cacb885b0a65a9bd4a6cc267179dc
http://www.fliqz.com/public/aspx/playerdefault.aspx?vid=16eb597b39572f3ada06a6cc682eb514

Link/tautan untuk download film Iron Man secara online (file bermacam-macam):

Rapidshare
http://rapidshare.com/files/111863872/prv-im.cam.xvid.part1.rar
http://rapidshare.com/files/111863858/prv-im.cam.xvid.part2.rar
(dan seterusnya hingga part 8, ini lumayan high resolution)

Alternatif Rapidshare
http://rapidshare.com/files/111798641/hm.part1.rar
http://rapidshare.com/files/111806778/hm.part2.rar
(dan seterusnya hingga part 7, ini lumayan high resolution)

Depositfile
http://depositfiles.com/files/4040412
http://depositfiles.com/files/4040435
http://depositfiles.com/files/4040439

Filefactory
http://www.filefactory.com/file/604a51/
http://www.filefactory.com/file/88c055/
(password: rmw)

MegaUpload
http://www.megaupload.com/?d=WN3987YQ
http://www.megaupload.com/?d=BUN64WG0
http://www.megaupload.com/?d=MJQYQ68M

Gila kan??? Banyak sekali alternatif, dan link-link itu akan terus bertambah...
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Mencari Cara Download File Film Iron Man

Film yang untuk pertama kalinya diproduksi langsung oleh Marvel Comics ini memang fenomenal. Hingga minggu pertama tayang, film ini telah memecahkan rekor pendapatan terbesar kedua sepanjang masa dengan hasil mencapai USD 100 juta. Seperti juga film berbasis cerita komik yang sudah populer sebelumnya, penggemarnya tidak hanya dari pencinta movie, tapi juga dari penggemar komiknya.

Mau cari cara download movie nya? Di zaman era digital seperti saat ini, sungguh merupakan hal yang sangat mudah dilakukan. Namun banyak teman bilang bahwa susah mencari tempat download yang benar-benar "nyaman" dan "menetap" untuk film top Hollywood semacam ini. Kalaupun ada, biasanya link yang ditemukan di Google sudah expired atau sudah hilang.

Memang benar, untuk movie seperti Iron Man begini, tempat download dengan cepat akan diberangus oleh masing-masing tempat download seperti Rapidshare atau di YouTube. Kenapa? Karena mereka, penyedia layanan online itu, bisa kena tuntutan hukum apabila ketahuan menyediakan servernya untuk ditempati file "haram" begitu.

Jadi, cara termudah adalah tetap melakukan "scanning" di Google untuk melihat link-link "aktif" yang terus muncul bergantian. Satu "mati" kemudian tumbuh lagi seribu link lain yang tidak mudah untuk diberangus begitu saja...

Biasanya keyword paling sering dipakai di Google adalah "download iron man movie" atau bisa pula ditambahkan kata "free". Atau kalau mau anda coba pakai bahasa Indonesia "unduh/mengunduh file iron man". Kemudian jangan lupa untuk juga menggunakan option pencarian di google.com atau juga di google.co.id. Link yang ada di blog-blog hasil pencarian di google.co.id adalah link ke blog dari Indonesia yang relatif lebih jarang diberangus. Blog-blog berbahasa Inggris yang menampilkan link ke film haram begini biasanya lebih rentan diblokir oleh penyedia blog seperti Blogger.

Tapi... setelah saya telusuri, ternyata file yang tersedia online ada banyak sekali. Luar biasa sekali melihat begitu mudah dan masifnya pembajakan online saat ini.

Saya sediakan beberapa link yang saya dapatkan dan terbukti masih aktif pada saat saya tulis blog ini. Namun sama sekali tidak ada jaminan bahwa link (atau bahasa Indonesianya "tautan") berikut ini masih aktif ketika anda telusuri. Tapi lumayan untuk jadi tempat memulai mencari.

Ingat... resiko hukum dan resiko "moral" dari pencarian file film bajakan ini ada di diri anda sendiri. Saya semata-mata hanya ingin berbagi dari sisi teknologinya.

Berikut ini adalah ringkasan cerita filmnya (in English):
Starring Robert Downey Jr., Terrence Howard, Jeff Bridges, Gwyneth Paltrow Iron Man is a 2008 superhero film based on the fictional Marvel Comics character Iron Man, released in various countries on April 30, 2008. Directed by Jon Favreau, the film is about Tony Stark (Robert Downey Jr.), a billionaire industrialist who is captured by terrorists in Afghanistan. Ordered to build a missile for them, Stark uses his resources instead to build a powered exoskeleton to make his escape. Returning to America, Stark improves his armor and becomes the technologically advanced superhero Iron Man. Tony Stark then inherited his father's business, Stark Industries at age 21 & made it into a multi million-dollar company after a few years whose chief contracts were weaponry & munitions for the U.S. government.
Link/tautan untuk menonton film Iron Man secara online ala YouTube:

ZShare
http://www.zshare.net/video/11380597d9f59af6/
http://www.zshare.net/video/113807203b6f66d8/
http://www.zshare.net/video/11380832d18ab23d/

Fliqz
http://www.fliqz.com/public/aspx/playerdefault.aspx?vid=158cacb885b0a65a9bd4a6cc267179dc
http://www.fliqz.com/public/aspx/playerdefault.aspx?vid=16eb597b39572f3ada06a6cc682eb514

Link/tautan untuk download film Iron Man secara online (file bermacam-macam):

Rapidshare
http://rapidshare.com/files/111863872/prv-im.cam.xvid.part1.rar
http://rapidshare.com/files/111863858/prv-im.cam.xvid.part2.rar
(dan seterusnya hingga part 8, ini lumayan high resolution)

Alternatif Rapidshare
http://rapidshare.com/files/111798641/hm.part1.rar
http://rapidshare.com/files/111806778/hm.part2.rar
(dan seterusnya hingga part 7, ini lumayan high resolution)

Depositfile
http://depositfiles.com/files/4040412
http://depositfiles.com/files/4040435
http://depositfiles.com/files/4040439

Filefactory
http://www.filefactory.com/file/604a51/
http://www.filefactory.com/file/88c055/
(password: rmw)

MegaUpload
http://www.megaupload.com/?d=WN3987YQ
http://www.megaupload.com/?d=BUN64WG0
http://www.megaupload.com/?d=MJQYQ68M

Gila kan??? Banyak sekali alternatif, dan link-link itu akan terus bertambah...
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Tradisi Prestasi SMK TI Airlangga Samarinda

Hari ini SMK TI Airlangga Samarinda, sekolah unik dari kota saya meraih prestasi sangat bagus di level provinsi Kaltim. Prestasi ini dicatat di ajang LKS SMK (Lomba Ketrampilan Siswa SMK) se-Kaltim 2008 yang diselenggarakan di Balikpapan. LKS adalah ajang kompetisi antar siswa SMK. Kalau siswa SMA, secara umum memiliki ajang kompetisi sendiri yaitu Olimpiade Matematika, Sains, Komputer, dll. Wadah kompetisi SMK dan SMA ini diselenggarakan Depdiknas dengan seleksi mulai dari tingkat kota/kabupaten, provinsi, nasional, kemudian tingkat dunia. LKS SMK akan maju ke tingkat dunia di ajang Worldskills (lihat di worldskills.org) 2 tahun sekali, serta disela-selanya ada ajang ASEAN Worldskills.

Di LKS, dilombakan berbagai macam ketrampilan seperti welding, electronics, dll. SMK TI Airlangga secara konsisten merajai bidang lomba TI di provinsi Kaltim sejak tahun 2004, serta secara konsisten pula mampu meraih prestasi baik di tingkat nasional. Namun hingga kini belum mampu masuk ke level internasional. Saya yakin tinggal menunggu waktunya saja...

Berikut kutipan beritanya yang saya ambil dari website resmi SMK TI Airlangga Samarinda di http://smka-smr.sch.id

Spektakuler, 3 Emas & 1 Perak di LKS SMK Kaltim 2008

Dari 4 kategori lomba teknologi informasi di LKS SMK Kaltim 2008, SMK TI Airlangga mengirimkan 4 siswa unggulannya untuk bertanding di ajang paling bergengsi kompetisi ketrampilan siswa SMK se-Kaltim di Balikpapan 1-4 Mei 2008 ini. Hasilnya luar biasa, nyaris sempurna, 3 emas dan 1 perak. Tiga emas disumbangkan bidang Web Design oleh M. Riski Hajar, Animation oleh Danny Indra Permana, IT/Software Application oleh Noor Rahmat serta 1 perak diraih di lomba Network Support atas nama Nuhajat. Berita ini diturunkan langsung dari arena lomba di Dome Balikpapan. Selamat dan kami semua bangga atas prestasi hebat ini...

Hasil tahun 2008 ini merupakan peningkatan pesat dari hasil tahun 2007 di Samarinda ketika SMK TI Airlangga Samarinda meraih 1 emas dan 2 perak dari 3 bidang lomba yang diikuti. Tahun 2008 terdapat penambahan 1 bidang lomba baru yaitu IT/Software Application yang merupakan lomba ketrampilan aplikasi Office tingkat lanjut yang terdiri dari word processing, spreadsheet, database serta presentation.

Pemenang lomba akan berangkat ke Makassar untuk mengikuti LKS SMK tingkat nasional pada tanggal 23-28 Juni 2008. Tahun 2004 di ajang LKS nasional di Semarang, SMK TI Airlangga meraih juara 4 untuk kategori lomba IT. Kemudian tahun 2005 di Denpasar mendapat medali perak di kategori lomba IT/Web Design. Tahun 2006 Jakarta medali perunggu bidang Web Design. Tahun 2007, di Bandung wakil kita di tingkat nasional gagal mempersembahkan gelar.

Kita semua berdoa agar tahun ini bisa menjadi tahun keberhasilan siswa kita di tingkat provinsi Kaltim serta juga di level nasional di Makassar.

Selama lomba di Balikpapan, tim didampingi oleh 3 guru pembimbing yaitu Bp. Abdul Malik, Bp. Isman Mustamin serta Bp. Nathal Parlindungan. Tim inti juga didukung oleh 8 siswa kelas 1 yang merupakan siswa-siswa pilihan yang diproyeksikan untuk menggantikan kakak-kakak kelasnya yang ikut tahun ini dan tahun depan akan naik ke kelas 3 dan tidak ikut lagi di ajang LKS.

Berikut hasil lengkap bidang lomba IT di LKS SMK Kaltim 2008:

Web Design
1. M. Riski Hajar, SMK TI Airlangga Samarinda
2. Irianda, SMKN 7 Samarinda
3. Imam Kalijaga, SMKN 1 Balikpapan

Animation
1. Danny Indra Permana, SMK TI Airlangga Samarinda
2. Imam Mulyadi, SMKN 1 Balikpapan
3. Ervin Jupri, SMKN 1 Samarinda

IT/Software Application
1. Noor Rahmat, SMK TI Airlangga Samarinda
2. Ongki Wibowo, SMKN 1 Balikpapan
3. Ahmad Rizki, SMKN 7 Samarinda

Network Support
1. Putra Adi W, SMKN 7 Samarinda
2. Nuhajat, SMK TI Airlangga Samarinda
3. Kalung Sesnia, SMKN 1 Balikpapan

Kontingen Samarinda memperoleh 6 medali emas. Sementara Balikpapan menjadi Juara Umum dengan jumlah medali yang belum diketahui.

Data lengkap bidang lomba lain bisa dilihat di http://lkskaltim2008.net/. Untuk LKS tingkat nasional di Makassar bisa dilihat di http://www.dikmenjursulsel.com/.


Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Subur Anugerah: Migrasi Linux dan VirtualBox





Beberapa waktu lalu, seorang rekan meminta sumbang saran pada saya mengenai rencana beliau memigrasikan semua perangkat lunak yang berbasis proprietary software ke open source software, lebih tepatnya dari Windows ke Linux, yang akan diterapkan di seluruh divisi tempat kerjanya. Jujur saya tidak mempunyai pengalaman atau pengetahuan memadai perihal migrasi memigrasikan dalam skala perusahaan besar. Sehingga jawaban saya pun cenderung subyektif menurut saya, tentu tidak memuaskan. Secara pribadi, saya sendiri lebih condong melihat hal itu atas dasar kebutuhan dan kesadaran (gayane sok butuh sok sadaaar... :P). Sedangkan bila sudah menyangkut banyak orang, maka saya berpendapat hal ini harus dipaksa dengan aturan. Analoginya seperti merubah kebiasaan orang dari kebiasaan sehari-harinya yang merokok, berubah untuk tidak merokok, atau beralih ke permen. Kalau bukan kesadaran bahwa rokok itu merugikan (mudhorot) dan bukan kebutuhan akan kesehatan, sulit merubahnya bukan? Ada yang tak setuju dengan pendapat saya? Itu pasti ada. It's your choice.

Untuk itulah dibuat aturan yang 'memaksa' untuk merubah kebiasaan 'asing' itu jadi kebiasaan yang biasa dikerjakan. Misalnya menjadikan semua perangkat lunaknya menggunakan Linux tanpa dual boot. Sehingga user mau tak mau memilih Linux sebagai basis kerjanya, tidak ada pilihan ke Windows. Apakah dengan begitu sudah merasa aman user tidak kembali ke kebiasaan lama? Tentu saja tidak, Windows pun masih bisa dijalankan juga, misalnya dengan menggunakan Virtual Machine seperti VMWare atau VirtualBox. Kendati demikian, setidaknya penggunaan Virtual Machine ini mempersempit ruang gerak kebiasaan tadi, minimal user masih bisa merasakan 'kangen'nya pada Windows, tapi tidak sadar di lingkungan Linux hehehe...

Lalu, apa nilai lebihnya migrasi ke Linux? Apakah dengan menggunakannya akan mempengaruhi produktifitas kerja menjadi lebih effisien dan effektif? Apakah pengeluaran untuk kebutuhan teknologi informasi lebih hemat atau makin boros? Bagaimana dengan dukungan dan kemudahan layanan perbaikan dan pengembangan perangkat lunaknya? Mungkinkah bisa diperbaiki dan dikembangkan sendiri? Bisakah dijalankan pada lintas platform? Lebih amankah? Murahkah? Bagaimana dengan virus? Perlukah membeli lisensi seperti kebiasaan lama? Bagaimana dengan polisi? Lho kok?

Hihihi... jadi banyak pertanyaan nih, gara-gara banyak pertanyaan malah nggak jadi nanti, sudahlah, migrasi saja nanti kan tahu sendiri... :D

Mohamad Adriyanto: Melindungi Generasi Muda Kita dari Pornografi Internet

Sebagai dosen dari mata kuliah "Teknologi Komunikasi & Informasi dalam Pendidikan" (TKIP) di sebuah program pasca sarjana, saya banyak bertemu dengan mahasiswa yang berasal dari dunia pendidikan. Saya mendapat banyak cerita tentang berbagai fenomena baru di masyarakat kita, khususnya dunia sekolah menengah, sebagai dampak dari begitu cepatnya TKI (ICT) berkembang dan langsung diadopsi masyarakat tanpa punya banyak waktu untuk proses transisi.

Saya pun banyak sekali mendedikasikan waktu saya untuk menelaah masalah dampak sosial budaya dari diadopsinya teknologi baru oleh masyarakat "timur" kita. Yang paling kelihatan di permukaan adalah aspek-aspek pornografi, baik sebagai akibat persinggungan dengan dunia Internet, maupun pornografi yang tiba-tiba marak karena begitu mudahnya materi berbau porno dibuat dan disebarkan menggunakan teknologi digital.

Beberapa fakta menyesakkan dada yang saya dapat dari lapangan, langsung dari first-hand witnesses:

Seorang admin/penjaga warnet memberi kesaksian di sebuah diskusi mengenai UU ITE dan pornografi di Samarinda. Admin ini bercerita didepan publik bahwa dia menyaksikan langsung anak-anak SD kelas 3 masuk ke warnetnya untuk melakukan kegiatan browsing ke situs-situs porno di Internet. Hal ini dikuatkan dengan beberapa berita di Detikinet.com yang juga banyak menyampaikan berita sejenis.

Di sebuah sekolah menengah di Samarinda, seorang siswa memotret dirinya dalam pose "seksi" didalam kelas dibantu oleh rekan siswa laki-lakinya menggunakan kamera ponsel. Gambar inipun kemudian secara demonstratif disebarkannya ke teman lainnya menggunakan bluetooth. Mentalitas "parah" begini sudah mulai masuk bahkan ke kota kecil seperti Samarinda.

Seorang siswi sebuah sekolah ketakutan karena ponselnya hilang. Dia sangat kuatir karena dalam ponsel tersebut terdapat banyak foto yang dia buat bersama teman-temannya yang mungkin bisa menjadi "aib" bagi dirinya atau keluarganya bila tersebar ke publik.

Seorang bapak bercerita bahwa anaknya, seorang putri belasan tahun, kepergok menggunakan komputer di rumah yang memang terkoneksi dengan Internet untuk mengakses situs porno. Hal ini terungkap ketika dia heran mengapa browser Firefox yang dipakainya penuh dengan "malware" yang terus menerus ter-pop up dan menggiringnya ke situs-situs porno. Padahal komputer tersebut hanya digunakan oleh dirinya, istri dan anaknya. Setelah berdiskusi dengan saya, dia kemudian berdiskusi (interogasi) anaknya yang akhirnya mengaku beberapa kali mengakses situs tidak baik tadi.


Daftar cerita seperti ini bisa terus bertambah panjang jika memang dilakukan suatu penelitian khusus tentang hal ini. Lihat juga tulisan saya tentang warnet kita yang bisa jadi trigger dari semua ini.

Kesimpulan saya, kita sudah masuk ke era yang "siap meledak". Era dimana tingkat penyalahgunaan TKI (ICT) sudah sampai pada tahap jauh diatas batas toleransi ketimuran kita. Cuma memang pertanyaannya, apakah memang akan meledak? Atau mungkin hanya suatu proses perubahan alamiah yang berjalan teratur dari satu era ke era lainnya? Dan tidak perlu dikuatirkan dan diributkan? Wallahualam...
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Sumardi: Sanggupkah Tak Memakai Teknologi Sehari Saja?


Sanggupkah kita untuk tidak bersentuhan dengan teknologi selama sehari penuh? Mungkin sulit. Terkait dengan hari tanpa teknologi atau yang dikenal dengan 'Shutdown Day', sekelompok orang Kanada yang menyebut dirinya Geek meminta warga untuk mematikan peralatan teknologi, seperti televisi, komputer dan sebagainya.Shutdown Day diperingati pada 3 Mei mendatang. Shutdown Day ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran orang-orang tentang dampak penggunaan teknologi secara tidak bijaksana.Dalam keterangan resminya, kelompok ini menyebutkan bahwa kehidupan anak-anak hingga orang dewasa telah dikuasai oleh teknologi modern, sehingga mereka menjadi asing dengan lingkungan sekitar. Bahkan banyak orang yang kecanduan sehingga sulit melepaskan diri dari teknologi. Shutdown Day ini ditetapkan pada tahun 2007. Disebutkan bahwa sekitar 1,6 juta orang dari seluruh dunia ikut berpartisipasi pada hari tersebut.

Mohamad Adriyanto: Merayakan Tulisan Blog Hikmah Teknologi Ke-100

Bagi saya, sungguh merupakan pencapaian pribadi yang fantastis, memaksa diri untuk menulis sampai 100 artikel khusus berisi materi yang berbau teknologi informasi. Walaupun yang membaca masih sangat sedikit, tapi saya yakin kedepan akan tetap bisa bermanfaat bagi siapapun yang menemukan blog ini. Mudah-mudahan blog ini dapat terus berjalan, Google Inc. masih terus konsisten menyimpan isi blog ini hingga ratusan tahun kedepan sehingga anak, cucu, buyut saya tetap bisa ikut membaca jejak kakeknya yang hidup di era saat ini. Amiin...

Insya Allah saya tidak akan berhenti sampai disini. Tulisan-tulisan saya saat ini masih jauh dari berkualitas, masih tidak menarik untuk dibaca, masih terlalu dangkal, dan masih terlalu banyak yang berbahasa Indonesia dibanding yang berbahasa Inggris. Tekad saya, di periode tulisan ke-101 hingga ke-200 nanti semua kelemahan tadi mulai bisa diperbaiki.

BTW, tulisan ini adalah blog entry ke-100 di blog Hikmah Teknologi. Di blog saya yang lain, The World Viewed From Samarinda, angka ke-100 sudah terlewati beberapa bulan lalu (lihat disini) dan saat ini sudah ada 146 tulisan. Bravo...!

Saya juga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang setia membaca blog saya. Saya merasa sangat bahagia dan terhormat bila ada yang masih mau membaca pandangan-pandangan saya, apalagi sampai memberi komentar baik langsung di blog maupun via email...

Salam dari Samarinda.
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Terpaksa Pindah ke Wordpress

Sungguh tidak nyaman harus pindah rumah setelah sekian lama berada di rumah lama. Setelah beberapa tahun ngeblog di Blogger (beralamat di blogspot.com) dan menghasilkan lebih dari 200 artikel blog, saya terpaksa mempertimbangkan opsi untuk pindah. Alasannya? Baca tulisan saya "Repression 2.0". Pengunjung dari Indonesia kesulitan untuk dapat mengakses blogspot.com secara rutin. Walaupun untuk editing blog tidak masalah karena akses ke blogger.com lancar, namun display blog yang beralamat di blogspot.com yang tidak lancar (kemungkinan diblokir diam-diam oleh ISP dan pemerintah Indonesia).

Saya sudah punya account non-aktif di Wordpress sejak tahun 2006 lalu, namun tidak pernah di-update. Akhirnya saya mulai merubah theme kemarin dan memasukkan beberapa tulisan-tulisan lama saya yang berkenaan dengan dunia pendidikan berbasis teknologi komunikasi dan informasi di http://madriyanto.wordpress.com. Rencananya saya akan membuat beberapa blog lagi disana untuk menjadi mirror 2 blog terbesar saya The World Viewed from samarinda" dan "Hikmah Teknologi".

Sebenarnya seluruh blog saya di blogspot telah saya buat "mirror site" di http://madriyanto.multiply.com, namun saya tidak terlalu sreg dengan Multiply. Kebetulan di wordpress.com ada fasilitas "import" database dari wordpress.com lain serta juga bisa ambil dari blogspot. Belum saya coba, tapi saya yakin akan bisa dilakukan dengan mudah. Tapi bagaimana cara mengupdatenya apabila saya punya tulisan baru? Nanti saya cek lagi untuk mencari cara paling efisien.

Namun yang saya sesalkan adalah jika harus meninggalkan tingginya "rating" blog saya terdahulu di mata Google search. Ada banyak topik search yang menempatkan halaman-halaman blog saya dalam posisi cukup tinggi di hasil pencarian Google. Sekitar 80% dari kunjungan ke blog-blog saya dilakukan setelah mencari topik-topik tertentu di search engine terutama Google (data dari Google Analytics).

Dengan semakin kurangnya kunjungan dari pengunjung Indonesia, maka "rating" tadi bisa terus menurun. Ini terjadi karena Google memberikan rating semakin tinggi bagi situs yang banyak diklik dari hasil pencarian di Google Search. Dengan dibuatnya mirror di wordpress.com, maka pengunjung kemungkinan akan mulai juga terbagi 2 karena Google bot juga sangat rajing crawling di Wordpress.

Tapi tidak perlu dipikir panjang lah... yang penting tulisan-tulisan saya masih bisa terus diikuti oleh orang-orang melalui Internet. Cuma harus berusaha cepat mencari cara agar ketika posting tulisan baru, saya tidak harus memasukkannnya baik ke Blogger maupun ke Wordpress secara bersamaan. Redundancy pekerjaan dong... karena saya tetap berharap bahwa blog saya di blogspot.com tetap exist dan terus berkembang dan dapat terus diakses oleh siapapun dari seluruh dunia selamanya (selama Google Inc. ada). Saya yakin kekacauan akses dari Indonesia akan segera berakhir.
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Repression 2.0, Sudah Ada di Indonesia?

Sebuah tulisan menarik saya baca di Newsweek yang direkomendasikan oleh rekan saya Sandjaja Kosasih yang merupakan salah seorang pakar dunia Internet di kota saya. Tulisan ini berjudul "fresh" yaitu Repression 2.0. Sebagian besar bercerita tentang bergesernya praktek-prektek represif di negara-negara totalitarian seperti Cina, Mesir, Arab Saudi, vietnam dan Zimbabwe. Pergeseran terjadi dari cara atau metode yang diterapkan, dulu lebih banyak berupa kegiatan fisik, sekarang bergeser ke praktek-praktek yang menggunakan teknologi informasi canggih. Penggerak utamanya tentu saja Cina, negara yang termasuk paling totaliter di dunia yang didukung SDM canggih serta kekuatan finansial super besar.

Mereka sadar bahwa saat ini tidak mungkin memblokir arus informasi dari dunia luar melalui Internet untuk masuk ke negerinya, pun sebaliknya menahan arus dari dalam negeri keluar. Teknologi komunikasi yang semakin berkembang membuat tidak mungkinnya pemerintah mengekang warganya untuk tidak melakukan tindakan subversif dan melawan hukum secara menyeluruh. Jalan yang akhirnya ditempuh adalah membuat suatu sistem dimana rakyat selalu merasa "diawasi" ketika melakukan kegiatan komunikasi dan bertukar informasi (tidak hanya di Internet, tapi juga di ponsel dan jalur telepon fixed line).

Kegiatan seperti menutup warnet yang ketahuan penggunanya sering mengetikkan keyword "terlarang" di search engine, mengirim SMS "peringatan" ke nomor ponsel yang terdeteksi sering menelepon ke wilayah-wilayah "berbahaya", menghalangi akses ke situs-situs tertentu secara reguler tapi tidak transparan, dll. Itu adalah sebagian kegiatan Repression 2.0 yang telah dengan nyata dilakukan dan dipraktekkan secara langsung di negeri-negeri yang tersebut diatas. Belum lagi kegiatan lain yang menggabungkan represi gaya lama dengan baru, seperti mengirim banyak "intel" yang berkeliaran mengawasi warnet-warnet, memaksa operator telekomunikasi membuka data-data internal seperti data komunikasi pelanggannya, mewajibkan pengunjung warnet mendaftar lengkap dengan kartu pengenal, dsb.

Sulit membayangkan hal-hal semacam ini dilakukan di Indonesia, khususnya pasca runtuhnya Orde Baru. Namun dengan mulai semakin besarnya peran Depkominfo yang diarahkan untuk menghidupkan kembali "peran lama" Departemen Penerangan, maka kekuatiran saya ini cukup beralasan. Apalagi dengan beberapa "test case" sederhana yang dilakukan Depkominfo seperti memblokir situs yang menayangkan film Fitna, mulai mengumumkan bahwa 1 April 2008 dimulai program pemblokiran situs porno, dll.

Beberapa keadaan "aneh" juga mulai saya rasakan. sebagai pengguna berat dari layanan Blogger.com dimana saya memiliki banyak blog yang di hosting di blogspot.com, saya merasakan betapa seringnya blog-blog saya tersebut diakses hari-hari belakangan ini. Dari pengamatan sederhana saya, tampaknya domain blogspot.com itu memang on dan off secara random. Satu saat tidak bisa diakses (timed out), si satu waktu lain bisa, begitu terus dan terjadi berulang kali dalam kurun waktu 2-3 minggu ini. Dan ini hanya dirasakan di Indonesia, dengan menggunakan proxy site, blog-blog tersebut tetap bisa diakses. Artinya server blogspot.com aktif, hanya tidak bisa diakses dari Indonesia (paling tidak dari jalur Telkom Speedy yang saya pakai di rumah dan kantor).

Memang blogspot.com banyak sekali digunakan oleh para blogger Indonesia untuk melakukan kegiatan blogging, termasuk yang masuk kategori "meresahkan" pemerintah. Mungkin mulai banyak yang merasa gerah dengan keadaan ini dimana blogger demikian bebasnya mengekspresikan pendapatnya (jauh lebih besar volume informasinya dibanding masa-masa Soeharto dulu). Pasti ada yang mulai kuatir bahwa hal ini bisa "meledakkan" sesuatu dimasa datang. Sehingga seperti kodrat alamiahnya, pemerintah kemudian berusaha keras malakukan "kontrol".

Berikut kutipan asli dari dari Newsweek yang menggambarkan keadaan diatas, yang dianggap sebagai salah satu ciri-ciri Repression 2.0:
The researchers report e-mails that sometimes arrive and sometimes don't, search engines that suddenly stop accepting particular queries, words that are sometimes excised and Web sites that arbitrarily become unavailable (browsers report a failure to connect or time out).
Saya pikir, kalaupun Depkominfo atau bahkan BIN (Badan Intelijen Negara) sudah memiliki pimpinan yang punya pandangan jauh kedepan, mereka belum akan serta-merta meniru apa yang dilakukan Cina misalnya. Banyak perbedaan antara kedua negara sehingga sulit membayangkan Indonesia terjebak masuk ke era "Orde Baru 2" dengan mulai meniru Cina dalah hal ini misalnya.

Apapun yang terjadi, saya tetap "curiga" bahwa hal ini mulai akan terjadi di Indonesia, entah bagaimana mulainya... bisa jadi praktek "on/off" blogspot adalah salah satu cara percobaan menuju kesana.

Dengan semakin seringnya on/off blogspot.com, paling tidak akan terjadi dampak seperti berikut bagi blog-blog saya:
  • kunjungan ke blog saya akan berkurang, rating blog saya turun
  • saya mulai malas menulis karena yang membaca berkurang
  • pengunjung yang selama ini rajin mulai malas berkunjung karena sering off
  • akhirnya saya meninggalkan blogspot dan turun semangat untuk menulis
Inikah yang dicari para repressor di negera totalitarian terhadap rakyatnya yang senang menulis dan rajin berkespresi? Mudah-mudahan tidak terjadi di Indonesia.

Written on: Asus Eee PC 4G Black
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Google AdSense yang Tidak Sensitif

Rasanya sudah sekitar 1-2 bulan ini Google AdSense mulai jalan normal di blog saya yang berbahasa Indonesia. Sebelumnya, script Google AdSense yang dipasang di situs berbahasa Indonesia selalu menghasilkan "iklan" layanan masyarakat generik yang berisi bantuan untuk korban hurricane dalam bahasa Inggris. Kemungkinan terbesar, tim Google sedang berusaha mengembangkan suatu sistem yang mampu beradaptasi secara khusus dengan situs-situs berbahasa Indonesia yang juga secara logika dikunjungi oleh pengunjung berbahasa Indonesia juga. Ini juga seiring dengan semakin banyaknya iklan berbahasa Indonesia yang dipasang di Google.

Akhirnya kerja tim mereka tampaknya tuntas dan muncullah iklan-iklan dari Google yang berbahasa Indonesia dan ditujukan khusus untuk orang Indonesia di situs-situs yang memasang script AdSense. Baca lengkap di http://www.google.com/intl/en/ads/.

Terus terang teknologi Google Ads ini luar biasa kreatif dan inovatif. Tidak heran kemudian jadi mesin uang tersubur bagi Google Inc. Bisnis ini disebut dengan "online advertising".

Siapapun bisa memasang iklan, dan secara umum tidak mahal karena pemasangan iklan dibayar berdasar jumlah klik yang dilakukan pengunjung. Itupun bisa dibatasi, jadi misalnya kita bayar deposit $100, misalnya harga 1 klik $0.5, maka pada saat sudah ada 200 kali klik kearah iklan kita, masa tayang iklan otomatis habis. Kita bisa tambah deposit lagi untuk menambah masa tayangnya. Jadi semua kontrol ada ditangan kita. Ini disebut Google AdWords, memasang iklan berbasis banyaknya klik (bisa juga per impression/banyaknya iklan muncul tayang).

Yang hebat lagi, iklan tidak ditayangkan di sembarang tempat. Bayangkan kalau kita jualan pisang goreng di Tanah Abang, kemudian iklan kita muncul di situs berbahasa Prancis yang hanya dilihat oleh orang-orang Prancis yang tinggal di negerinya, iklan kita akan tidak berdayaguna sama sekali. Untuk itu teknologi Google AdSense (sesuai namanya sense = merasakan, ad = iklan), maka iklan kita akan muncul di situs yang "sesuai". Contohnya iklan berbahasa indonesia mengenai Indonesia diletakkan di situs-situs berbahasa Indonesia, misalnya di blog saya ini.

Namun jangan harap teknologi ini hebat dan sesuai harapan 100%. Lihat saja iklan-iklan berbahsa Indonesia yang muncul di blog saya ini:

Salah Pembalut Berbahaya
Kini hadir Pembalut Sehat Love Moon Atasi keputihan, gatal, nyeri haid
www.pembalutsehat.com

Cari Cewek Jomblo?
Banyak Cewek Jomblo Cantik Online Temukan dan dapatkan profilenya

Perkasa Di Ranjang
Uang Di Internet


Konyol kan? Kedepan harusnya Google sudah harus bisa mulai memilah-milah jenis iklan serta tipe-tipe situs yang memasang AdSense. Kalau situs baik-baik seperti blog saya ini harusnya jangan diberi iklan yang seperti diatas dong... Tapi entah kapan Google bisa sampai kesana. Mereka saat ini tampaknya sedang sangat sibuk sekali mengembangkan sistem AdSense ini untuk ratusan bahasa dunia. Bayangkan kompleksitasnya :-)

Satu hal terakhir, sekalian pengenalan AdSense. Siapa yang akan memasang iklan-iklan ini? Siapapun yang memiliki situs atau blog bisa memasangnya. Gratis? Tentu tidak... Google akan membayar kita. Setiap pengunjung yang datang ke situs atau blog kita, kemudian "tergoda" untuk mengklik link iklan yang ditayangkan, maka kita akan dibayar oleh Google per klik yang dilakukan pengunjung kita. Hebat kan konsepnya? Ada banyak orang yang kaya raya dengan memasang AdSense di situsnya. Tapi belum termasuk saya... mungkin karena terlalu sedikit pengunjung situs saya ini, kemudian iklan yang muncul juga tidak sesuai dengan karakteristik pengunjung blog saya, he3... :-)

Saat ini, memang kita tidak bisa 100% mengontrol iklan apa saja yang muncul di situs kita. Semua dikontrol Google yang akan mengevaluasi situs kita secara otomatis kemudian Google mengkombinasikannya dengan bermacam parameter lain seperti IP address asal pengunjung, mungkin juga data pengunjung yang mungkin sedang login dengan account Google. Hasil kombinasi semuanya akan menentukan iklan-iklan yang muncul di situs kita. Perlu diketahui juga, iklan AdSense juga muncul di hasil pencarian Google Search, webmail Gmail, dan juga ratusan situs top dunia lainnya.

Silahkan lihat contoh Google Adsense ini di bagian samping blog saya ini... Mau coba? Monggo... siapa tahu anda bisa kaya raya.
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id
« Previous PageNext Page »