Anda mencari data medali PON 2008 yang benar? Ada 1 situs online yang merupakan situs resmi panitia besar (PB) PON XVII 2008 di Kaltim, alamatnya di
http://www.ponxvii-kaltim.com dan kabarnya data perolehan medali yang ada disitu dijadikan rujukan semua pihak. Namun ada pula 1 situs lain yang "semi resmi" karena dikelola oleh Kantor Menpora, alamatnya di
http://tandingpon.com. Yang unik, hingga 2 hari setelah event Pekan Olahraga Nasional terbesar sepanjang zaman ini ditutup, kedua situs ternyata tidak menampilkan hasil perolehan medali yang sama. Saya masih mencoba mencari ke situs lain seperti Kompas.com yang merupakan media resmi PON 2008, namun belum berhasil menemukan data resmi mereka.
Hal ini sangat nyata terlihat di daftar perolehan medali di kedua situs tersebut. Saya save dan tampilkan screenshot dari keduanya pada tanggal 19 Juli 2008 disini (
ponxvii dan
tandingpon, langsung klik untuk melihat screenshot). Saya yakin mereka akan melakukan konsolidasi, namun screenshot ini akan menjadi sejarah bagi dunia IT Indonesia dalam mengelola data penting semacam PON.
Beberapa perubahan yang "mengganggu" sbb:
Peringkat 1 Jawa Timur (emas, perak, perunggu)
ponxvii: 139, 113, 111
tandingpon: 139, 114, 111
--> perbedaan di perak
Peringkat 2 DKI Jakarta (emas, perak, perunggu)
ponxvii: 119, 117, 122
tandingpon: 122, 118, 123
--> perbedaan di semua medali
Peringkat 3 Kalimantan Timur (emas, perak, perunggu)
ponxvii: 116, 111, 114
tandingpon: 116, 110, 115
--> perbedaan di medali perak dan perunggu
Itu hanya contoh, untuk daerah lain di lain peringkat juga masih ada beberapa perbedaan juga. Silahkan cek sendiri, baik langsung ke situs aslinya (mudah-mudahan masih exist pada saat anda baca tulisan ini), atau masuk ke screenshot saya diatas.
Di total jumlah medali pun berbeda juga (mungkin ini yang bisa menjelaskan kenapa ada perbedaan).
ponxvii: 749, 749, 962
tandingpon: 755, 752, 960
--> perbedaan di semua medali
Pasti ada penjelasan dari perbedaan yang terjadi. Saya juga yakin mereka berdua pasti akan siap dengan berbagai bukti dokumen pendukungnya. Saya juga tidak mencari yang salah dan yang paling benar. Namun dalam mengenola IT, kita tidak perlu proses, yang paling penting adalah result akhir berupa delivery ke end user. Dan dengan adanya IT, seharusnya tidak ada delay lagi dalam delivery ke user berupa data yang harus akurat. Saya pikir hal ini bisa jadi pembelajaran semua pihak...
Saya ingat dimana saya selalu memulai kuliah saya ke mahasiswa yang akan mulai belajar mengenai pemanfaatan teknologi informasi: "Janganlah anda jadi orang Banjar yang punya filosofi "beredaan", filosofi ini tidak bisa berlaku di dunia modern berbasis IT saat ini."
Beredaan adalah bahasa Banjar yang bermakna kira-kira gak apa-apalah salah-salah sedikit... sama teman aja kok... :-)
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id