Aggregasi Jurnal Online Civitas Akademika STIKOM Balikpapan

Mohamad Adriyanto: Life After Eee PC

Sudah sekitar 2 minggu saya kembali hidup tanpa Asus Eee PC 4G. Tidak banyak yang berubah, namun perubahan paling nyata adalah menurunnya produktivitas menulis blog. Dengan berat kurang dari 1 kg, dengan besar hanya seperti buku agenda ukurang sedang, maka Eee PC terus terang saja sangat enak dijadikan sebagai alat tulis portable paling sip bagi seorang blogger dan "tukang presentasi" seperti saya.

Saat ini saya kembali menggunakan laptop ECS tua saya yang berat dan ukuran screen 14 inch. Sangat besar dan membuat saya jadi terlalu malas untuk membawanya kemana-mana. Paling jauh dibawa ke meja presentasi di ruang rapat atau di kelas. Tapi, saya merasa ada yang "kembali" saat ini. Sewaktu memakai Eee PC, dengan screen yang sangat kecil ukuran 7 inch dan format wide screen (seukuran portable DVD player), kita harus melakukan pekerjaan dalam layar berukuran "aneh" yaitu 800x400 yang membuat layar jadi sempit dan kita harus up and down setiap saat untuk melihat segala sesuatunya full screen. Ingat bahwa komputer saat ini dirancang menggunakan dimensi 800x600. Ada perasaan semacam "terbebas" dari ruang sempit dan keluar ke alam bebas.

Sekedar intermezo saja. Mudah-mudahan tidak mengurangi semangat anda yang sedang mencari laptop ultra kecil seperti Eee PC karena hal-hal postifnya juga banyak sekali seperti yang sudah banyak saya ceritakan sebelumnya (buka kategori/label "Eee PC" di blog saya ini.

Yang menarik, ketika melihat gambar Acer AspireOne yang baru saja diluncurkan dan dibuat untuk mengalahkan Eee PC, saya jadi tertarik kembali untuk membeli. Padahal spec sama dan Aspire juga membawa screen aneh yang sama, cuma dengan dimensi lebih besar, 1024.
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Gspace, Simpan File di Gmail ala FTP Client

Baru saja saya mencoba add-on Mozila Firefox bernama Gspace. Ini adalah add-on unik yang menjadikan browser kita tiba-tiba menjadi FTP client dengan server online penyimpan menggunakan account Gmail. Ide yang sangat bagus karena begitu "baiknya" Google Gmail yang menyediakan kapasitas penyimpanan email online yang sangat besar, saat ini mencapai 6GB. Namun tidak semua orang memerlukan kapasitas email sedemikian besar. Nah, Gspace menyediakan "alat bantu" untuk menggunakan Gmail sebagai server penyimpan online gratis untuk kita.

Setelah di install, add-on ini akan membuka tab baru dengan tampilan persis sebuah FTP client. Bagian kiri berisi "file explorer" dari komputer kita, sebelah kiri adalah "file explorer" dari virtual drive kita di Gmail. Dengan sangat mudah bisa kita pindahkan file-file dari keduanya tanpa hambatan sama sekali. Terasa sangat cepat untuk file-file kecil yang saya coba. Bahkan kita bisa create folder, hapus, tambah, dst. Bahkan upload beberapa file sekaligus. Hebat...

Hebatnya lagi, account yang login dari Gspace ini bisa berbeda dengan account Gmail "normal" yang kita sedang buka dari Firefox kita. Kita dengan mudah bisa buka account baru, login dari Gspace, buat lagi account lebih dari satu pun tampaknya bisa, saya belum coba. Pada saat yang bersamaan, kita tetap dapat dengan nyaman mengelola email Gmail kita (dengan account asal) di tab browser yang lain. Sesuatu yang tidak dimungkinkan bila kita masuk ke lebih dari satu account Gmail secara normal dalam satu browser.
Update:
Ralat sedikit, tampaknya pernyataan saya di 1 paragraf diatas tidak benar. Mohon maaf. nanti saya cek lagi :-(

Namun saat saya logout dari Gspace, browser Firefox saya crash, entah kenapa. Kemudian saya menulis tulisan ini :-) Belum tahu performance nya kedepan nanti. Tampaknya karena masalah login dobel.

Hal lain yang mungkin membuat layanan ini agak mengganggu adalah adanya 1 email yang dikirim dari account kita sendiri ke acoount kita setiap ada upload 1 file. Email ini berisi attachment file yang kita upload dan sebuat file text bernama metadata.txt. Saya coba delete file dan download file dari server online ke komputer kita, email yang mengganggu tadi tidak muncul. Jadi tampaknya hanya terjadi untuk upload data.

Satu hal yang pasti, kegiatan ini adalah kegiatan "nyeleneh" melalui backdoor layanan resmi Gmail. Gspace bukan layanan resmi Google, tapi dibuat oleh programmer-programmer "Robin Hood" yang memanfaatkan layanan "orang kaya" untuk membantu "rakyat kecil" seperti kita. Gmail, saya yakin tidak mendorong orang untuk menggunakannya. Tapi saya belum lihat ada complain dari Google Gmail. Kemungkinan besar layanan seperti ini akan tetap dibiarkan oleh Gmail karena mereka juga masih dalam versi beta. Entah nantinya... Tapi siap-siap saja suatu saat file-file penting anda tiba-tiba tidak bisa diakses dari interface Gspace.

Tetapi, tampaknya file anda tetap akan aman ada di server Google Gnmail. Kenapa? Karena tampaknya Gspace tetap memanfaatkan server Gmail secara legal, mereka menaruhnya dalam bentuk "file attachment" dari email, namun dibantu melakukannya secara "shortcut" melalui program kecil yang user friendly.

Kalau mau yang benar-benar official dari Google untuk menyimpan file, saat ini bisa memakai Google Pages di http://pages.google.com (ini aslinya layanan buat dan hosting website gratis, tapi bisa untuk menyimpan file hingga 100 MB). Kalau mau menunggu lama, konon isunya akan ada layanan Google resmi yang akan dinamakan Gdrive. Prinsipnya sama dengan Gspace, namun resmi.... entah kapan.

Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Subur Anugerah: Membuat Situs ala DetikCom dengan Wordpress


Ternyata menggunakan Wordpress itu menyenangkan, setidaknya itu yang saya rasakan. Adanya perbaikan yang terus berkelanjutan, framework yang mudah dipelajari, desain themes yang sangat bervariasi dan mudah dikembangkan, plugin serta dukungan yang luas dari penjuru dunia memungkinkan Wordpress semakin berkembang pesat. Berbagai macam bentuk dan desain situs, baik yang sederhana hingga yang rumit, dengan Wordpress, itu semua bisa dikondisikan dalam keadaan serupa tapi tak sama. Sifat Wordpress yang terbuka, menjadikannya sebagai salah satu Content Management System (CMS) yang unggul dan memiliki komunitas yang luas dan kuat.

Seperti yang saya rasakan baru-baru ini, mengoprek dan mengaturnya pun tak begitu repot. Ketika melihat situs Detik.Com yang baru, kadang ada rasa semacam tantangan: bagaimana membuat dan mendesainnya? Bisakah cukup dibuat dengan Wordpress? Hmm... itu tak mudah. Beruntung, situs obyek contoh sudah ada, kali ini adalah situs detiksurabaya.com, sedang obyek client adalah stikom-bpp.ac.id. Repotnya, tak cukup tersedia waktu, tenaga dan tak punya senjata layaknya pegangan para desainer web pro. Mau tak mau, harus menyesuaikan kondisi apa adanya, lagi pula tak mau ambil resiko atau mengambil jalan pintas, so simple saja.

Maka, dimulailah proyek tantangan itu, berbekal senjata Ubuntu GNU/Linux, Apache, MySQL, Cssed, Bluefish, Gimp, dan beberapa koleksi browser seperti Firefox, Epiphany, Galeon dan Opera untuk sarana testing dan implementasi. Plus VirtualBox untuk menjalankan browser IE7 dan browser yang running di Windows, kemudian mengakses situs yang diuji coba di server local, akhirnya syukurlah tampilan tak berantakan lagi. Lega... Capek dolo ah... kering lagi. :P

Mohamad Adriyanto: Google Knol Akhirnya Diluncurkan

Akhir 2007 lalu, saya menulis tentang "Google Knol, Initial Review", produk terbaru Google Inc. yang terbaru saat itu, status masih belum exist. Silahkan baca untuk melihat lebih jauh apa yang dimaksud dengan Knol milik Google itu. Malam ini saya dapat email bahwa layanan ini sudah resmi di-launch. Silahkan masuk ke versi Beta di http://knol.google.com. Tampilannya sangat sederhana, tidak ada tanda apa-apa bahwa situs ini baru diluncurkan. Atau info tanggal launching yang saya dapat salah?

Saat saya review akhir tahun 2007 itu, situsnya belum ada, baru sekilas info tentang layanannya serta beberapa ahli yang sudah ikut menulis untuk edisi perdananya. Di situs resmi edisi terakhir ini, muncul statement bahwa layanan ini lebih luas dari hanya sekedar sebuah "ensiklopedia online yang terbuka". Ada nuansa kolaborasi online yang sangat kuat disana. Tentu saja belum ada versi Bahasa Indonesia. Selamat menikmati dan selamat ikut berkontribusi.

Mudah-mudahan saya segera punya cukup waktu untuk memberikan review lebih lanjut atas layanan ini... bakal heboh dan hebat.

Sekilas apa itu Knol dari situsnya:
Knol offers:
* Ease of use
All you need is an account, a name and a desire to write and we'll take care of the rest.
* Control
You specify the level of collaboration you want with the community. Your knol, your voice.
* Community
You can connect with other experts in your area of interest to share and grow knowledge.
* Visibility
We value and promote authorship. Great content will be visible on any search engine.
* Growth
Sharing your knowledge with the world is rewarding for everyone.

Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Download Kurikulum SMK Teknologi Informasi 2004

Tidak gampang mencari informasi mengenai kurikulum sekolah di Indonesia. Ada banyak website, ada banyak proyek Diknas yang menyediakannya secara online. Tapi pada saat kita membutuhkannya, sangat sulit dilacak, terutama via Google. Hingga hari ini masih banyak rekan-rekan yang meminta kepada saya dokumen kurikulum SMK teknologi informasi (SMK TI). Bersama ini saya share saja file yang saya miliki, kebetulan yang saya miliki adalah file kurikulum SMK versi tahun 2004.

Saat tulisan ini dibuat, sekolah diwajibkan membuat sendiri kurikulum SMK berbentuk KTSP. Prinsipnya pada saat anda ingin membuat KTSP untuk sekolah anda, gunakan Kurikulum 2004 sebagai dasar, kembangkan atau kurangi sesuai kebutuhan anda. Bersama ini saya sampaikan juga contoh KTSM SMK program keahlian Multimedia dari SMKN 4 Malang yang sering dijadikan acuan (terima kasih pada pak Kwarta Adiprama yang membaginya). Anda tinggal menggunakan format contoh tersebut, dan memasukkan kebutuhan sesuai daerah anda mengacu pada kurikulum 2004. Saya sertakan juga file presentasi lengkap bagaimana membuat KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) SMK yang saya lupa didapat dari sumber mana (mohon maaf bagi pembuatnya).

Kemudian saya sertakan juga overview dari kurikulum SMK TI yang terdiri dari 3 program keahlian yaitu multimedia (MM), rekayasa perangkat lunak (RPL) dan teknik komputer jaringan (TKJ). File-file ini kami gunakan di SMK Teknologi Informasi (SMK TI) Airlangga Samarinda sebagai dasar bekerja. Silahkan langsung download dibawah ini.
Semua file saya kompresi kedalam bentuk RAR dan berukuran cukup besar, masing-masing 400an KB, kecuali contoh SMKN 4 Malang yang berukuran 3,5 MB. Jadi bersabarlah saat men-download-nya.

File-file ini saya simpan di Google Pages dan tulisan blog ini ada di Google Blogspot. Mudah-mudahan tetap exist selamanya kecuali Google bankrut. Semoga bermanfaat untuk yang memerlukannya.

Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Satria Dharma: MALAS ADALAH MUSUH UTAMA SAYA

MalasDua puluh lima tahun yang lalu ketika saya masih memimpin bimbingan belajar Airlangga Student Group (ASG) saya memperhatikan bahwa kegagalan utama siswa dalam memperoleh nilai tinggi agar bisa diterima di SMA atau Perti pilihan mereka adalah karena mereka malas untuk berlatih soal-soal. Padahal kalau mereka mau rajin melatih diri dalam mengerjakan soal-soal ujian apa pun maka boleh dikata bahwa mereka pasti akan dapat lolos dalam ujian. Saya seringkali melihat anak-anak pintar yang gagal karena malas dan anak-anak yang tergolong rendah prestasinya di sekolah justru berhasil karena mau menerapkan strategi berlatih…berlatih… dan berlatih….! Saya katakan pada mereka bahwa seorang atlit tinju yang akan bertanding di ring tinju selama 10 ronde minimal harus telah berlatih 100 ronde. Itu belum termasuk latihan lari, skipping, punching, dll. Nah, bayangkan jika kita mesti menyelesaikan 40 soal matematika, misalnya. Berapa ratus soal matematika yang harus kita lahap sebelumnya, termasuk membaca teori dan menghafal penggunaan rumusnya? Saya bahkan wajibkan mereka untuk menyelesaikan minimal 1000 soal bahasa Inggris (karena saya mengajar bahasa Inggris) dan kalau bisa ya 2000 soal. Lahap semua soal dan rasakan betapa mudahnya soal-soal tersebut jika kita telah berlatih sebanyak mungkin soal. Saya tidak sekedar berteori tapi sekaligus membuktikannya.
(more…)

Subur Anugerah: Gempa dan Tujuh Belasan

Seakan sudah biasa, gempa yang dirasakan Yogyakarta minggu siang ini sekitar pukul 13:10 WIB lewat begitu saja, mudah-mudahan tak ada apa-apa. Saya sendiri mengakui sudah cukup sering merasakan gempa dalam skala kecil, syukurlah semuanya masih dalam keadaan aman dan selamat. Ketika merasakan gempa, posisi saya sedang duduk di kursi, asyik dengan laptop di meja, berada di kamar lantai atas. Tiba-tiba meja dan kursi terasa ada yang menggoyang keras, lalu melihat pintu kamar dan kuncinya yang menggantung juga tergoyang-goyang, seketika itu saya langsung keluar kamar, masya Allah, di luar sepi... tak terlihat ada orang panik. Apa hanya saya saja yang merasakan gempa? Atau ini gara-gara efek goyang dangdut semalam? Ah, nggak tahu lah. Tapi setelah jalan keluar rumah, memang ada yang mengakui terjadi gempa barusan.

Dua jam setelah itu, aktifitas warga Pogung Kidul area Selokan Mataram mulai kembali giat, acara tujuh belasan tetap dilaksanakan seperti pengumuman sebelumnya. Lomba tangkap bebek dan gebuk bantal adalah andalan untuk hari minggu ini.


Mohamad Adriyanto: Ayo Buat Email di Ymail

Yahoo Mail membuat beberapa kejutan baru. Saat ini, disamping menyediakan domain yahoo.com, yahoo.co.id dan berbagai domain Yahoo dalam domain banyak negara, mereka juga menyediakan domain baru ymail.com dan rocketmail.com. Karena masih sangat sedikit penggunanya, anda bisa punya banyak kesempatan untuk mendapatkan nama email yang pas sesuai keinginan anda. Kalau di yahoo.com atau yahoo.co.id sudah terlalu sulit untuk mencari nama yang pas karena ratusan juta pengguna lain sudah mengambil nama anda sebelumnya.

Saya masih bisa dapat user adr1 di ymail, hebat kan? Istri saya dapat aidha, padahal di email lain seperti Gmail sudah tidak mungkin bisa dapat, apalagi dengan 4 karakter seperti itu. Gmail minimal 6 karakter, ymail hanya 4 karakter. Dan yang terpenting, ymail adalah Yahoo, raksasa yang sangat kuat dalam hal pengelolaan email gratis. Dijamin email anda tidak akan hilang atau ketinggalan zaman. Nama domain nya pun unik: ymail... Ada nuansa ingin menyaingi gmail. Tapi sangat simpel.

Dalam membuat email address, nama yang pendek dan domain yang pendek serta mudah diingat adalah salah satu faktor yang membuat email address kita tergolong email "cantik".

So, bergegaslah... jangan sampai keduluan orang lain. Langsung masuk ke www.yahoo.com untuk signup.

Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Keberhasilan Penyelenggaraan IT PON XVII 2008 di Kalimantan Timur

PON ke-17 (XVII) 2008 di Kalimantan Timur menyisakan banyak kenangan bagi rakyat Kaltim yang menjadi tuan rumah. Pesimisme saat persiapan yang digempur berbagai masalah, akhirnya berbuah manis diakhir event. Walaupun jauh dari sempurna, namun secara keseluruhan angka 70 masih layak diberikan kepada penyelenggaraan yang menggunakan APBD Kaltim mencapai Rp 4 trilun ini. Saya pun sebagai orang daerah ini ingin ikut menyumbang melalui tulisan mengenai bidang yang saya kenal yaitu teknologi informasi. Mudah-mudahan bisa jadi dokumen sejarah yang bisa dipakai, paling tidak bagi tuan rumah PON XVIII 2012 di Riau nanti.

Tulisan saya "Belajar dari Pengelolaan Data Medali di PON XVII 2008 di Kalimantan Timur" menyorot tentang adanya dualisme data "resmi" yang justru membingungkan masyarakat. Silahkan simak langsung. Namun secara keseluruhan, bidang IT PON 2008 telah bekerja maksimal dan hasilnya jauh dari ekspektasi awal yang diperkirakan akan menghadapi banyak masalah.

Beberapa info mengenai acara pembukaan, jalannya PON hingga penutupan juga saya tulis walau tidak banyak. Ini karena saat penyelenggaraan PON saya tidak berada di bumi Kaltim. Selamat membaca di blog saya "The World Viewed from Samarinda".

Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Belajar dari Pengelolaan Data Medali di PON XVII 2008 di Kalimantan Timur

Anda mencari data medali PON 2008 yang benar? Ada 1 situs online yang merupakan situs resmi panitia besar (PB) PON XVII 2008 di Kaltim, alamatnya di http://www.ponxvii-kaltim.com dan kabarnya data perolehan medali yang ada disitu dijadikan rujukan semua pihak. Namun ada pula 1 situs lain yang "semi resmi" karena dikelola oleh Kantor Menpora, alamatnya di http://tandingpon.com. Yang unik, hingga 2 hari setelah event Pekan Olahraga Nasional terbesar sepanjang zaman ini ditutup, kedua situs ternyata tidak menampilkan hasil perolehan medali yang sama. Saya masih mencoba mencari ke situs lain seperti Kompas.com yang merupakan media resmi PON 2008, namun belum berhasil menemukan data resmi mereka.

Hal ini sangat nyata terlihat di daftar perolehan medali di kedua situs tersebut. Saya save dan tampilkan screenshot dari keduanya pada tanggal 19 Juli 2008 disini (ponxvii dan tandingpon, langsung klik untuk melihat screenshot). Saya yakin mereka akan melakukan konsolidasi, namun screenshot ini akan menjadi sejarah bagi dunia IT Indonesia dalam mengelola data penting semacam PON.

Beberapa perubahan yang "mengganggu" sbb:

Peringkat 1 Jawa Timur (emas, perak, perunggu)
ponxvii: 139, 113, 111
tandingpon: 139, 114, 111
--> perbedaan di perak

Peringkat 2 DKI Jakarta (emas, perak, perunggu)
ponxvii: 119, 117, 122
tandingpon: 122, 118, 123
--> perbedaan di semua medali

Peringkat 3 Kalimantan Timur (emas, perak, perunggu)
ponxvii: 116, 111, 114
tandingpon: 116, 110, 115
--> perbedaan di medali perak dan perunggu

Itu hanya contoh, untuk daerah lain di lain peringkat juga masih ada beberapa perbedaan juga. Silahkan cek sendiri, baik langsung ke situs aslinya (mudah-mudahan masih exist pada saat anda baca tulisan ini), atau masuk ke screenshot saya diatas.

Di total jumlah medali pun berbeda juga (mungkin ini yang bisa menjelaskan kenapa ada perbedaan).
ponxvii: 749, 749, 962
tandingpon: 755, 752, 960
--> perbedaan di semua medali

Pasti ada penjelasan dari perbedaan yang terjadi. Saya juga yakin mereka berdua pasti akan siap dengan berbagai bukti dokumen pendukungnya. Saya juga tidak mencari yang salah dan yang paling benar. Namun dalam mengenola IT, kita tidak perlu proses, yang paling penting adalah result akhir berupa delivery ke end user. Dan dengan adanya IT, seharusnya tidak ada delay lagi dalam delivery ke user berupa data yang harus akurat. Saya pikir hal ini bisa jadi pembelajaran semua pihak...

Saya ingat dimana saya selalu memulai kuliah saya ke mahasiswa yang akan mulai belajar mengenai pemanfaatan teknologi informasi: "Janganlah anda jadi orang Banjar yang punya filosofi "beredaan", filosofi ini tidak bisa berlaku di dunia modern berbasis IT saat ini."

Beredaan adalah bahasa Banjar yang bermakna kira-kira gak apa-apalah salah-salah sedikit... sama teman aja kok... :-)
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Subur Anugerah: Menulis Arab di Linux

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ﷲِ وَبَرَكَاتُهُ


Mungkin posting saya ini sudah basi, mengingat hal ini sudah biasa digunakan oleh para pengguna komputer, terutama yang sering menulis tulisan Arab mengutip lafaz Al Quran atau Al Hadist. Bahkan ada orang Indonesia yang sering menggunakan Arab gundul -- tanpa harokat -- untuk menulis keseharian. Lho kok? Iya, saya dulu mempunyai teman yang hanya bisa membaca dan menulis Arab untuk sehari-harinya, bukan tulisan latin atau gedrik -- huruf tegak. Konon ceritanya ia memang SDTT -- sekolah dasar tidak tamat -- tapi pintar mengaji. Kendati demikian, terakhir beberapa tahun lalu bertemu sepertinya ia sudah mahir membaca.

Kembali ke topik, sering saya temui di berbagai milis menanyakan perihal cara menulis Arab di komputer. Kebanyakan jawaban mengarahkan penggunaan sistem operasi Windows Arabic yang sudah dibuat model Arab, atau install software ini itu, jujur saya tidak tahu apa yang diinstall. Dulu, saya pernah menulis Arab menggunakan Symbol pada MS Word, lumayan bagus, tapi Arabnya gundul tanpa harokat, dan keselnya bukan main, karena kilik-kilik satu-satu.

Saya kira, saat ini sudah banyak perangkat lunak untuk menulis karakter huruf yang aneh-aneh ala tulisan Jawa, Bali, Bugis, Rusia, Arab, Tagalog (Filipina), Thailand, Katakana (Jepang), Mandarin (China) dan sebagainya. Hanya yang jadi masalah adalah perbedaan bahasa dan kebanyakan orang belum tahu dan belum terbiasa saja. Nah, coba tanya om Google, banyak sekali informasi yang bisa dicoba.

Kalau saya sendiri lebih suka menggunakan Gucharmap, yaitu aplikasi peta karakter yang memungkinkan untuk menyisipkan karakter spesial tertentu pada sebuah dokumen atau text field. Dengan demikian, saya tak perlu menghapal simbol-simbol Arab pada keyboard atau menempeli simbol huruf Arab pada tiap-tiap tombol keyboard. Cukup bermain dengan mouse dan memilih karakter mana yang hendak disusun. Hebatnya, hurufnya langsung tersambung otomatis seperti demikian:

.اِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَا عَنِ الْفَخْشَاءِ وَالْمُنْكَرْ

Kemudian bila telah tersusun satu atau beberapa kalimat, tinggal di-copy-paste ke OpenOffice Writer, kemudian tambahkan harokatnya di sana. Memang kelemahannya bila menulis dalam jumlah banyak, misalnya 100 kalimat, lebih baik menggunakan keyboard dan diketik langsung pada OpenOffice Writer. Syaratnya hanya aktifkan Arabic style pada Keyboard Preferences. Bila belum ada style Arabic, install lebih dulu SCIM (Smart Common Input Method) juga fonts Arabic. Saya menggunakan Ubuntu, tinggal buka Synaptic Package Manager atau ke terminal, ketik:

$ sudo apt-get install scim

Setelah itu coba lihat di panel atas, biasanya muncul keyboard indicator, tinggal pilih Arabic atau USA. Jangan lupa, instalasi juga paket Arabic untuk OpenOffice, untuk menulisnya pilih font Scheherazade. Ada yang telah menyusun program kecil sehingga memudahkan menulis Arab menyesuaikan style keyboard yang ada, coba kunjungi aksara Arab di wiki.ubuntu-id.org.

Selamat mencoba.

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ﷲِ وَبَرَكَاتُهُ


Update:
Beberapa browser mungkin tidak bisa membaca dengan baik tulisan Arab di atas. Saya coba Firefox 3, Galeon, Epiphany terlihat masih bisa dibaca. Sedang Opera 9.5 for Linux terlihat putus-putus di antara harokatnya. Sedang di IE7, hanya huruf lam-alif tidak mengikat sempurna.

Subur Anugerah: Media Cetak dan e-Paper


Beberapa hari lalu, saya mendapat kabar dari istri saya, ada kejadian lucu. Suatu hari putri saya, Nasywa, membeli jajan putu dari lek-lek yang lewat di depan rumah. Jajan putu isi beberapa biji, dibungkus kertas koran. Setelah jajan habis dimakan, secara tidak sengaja Nasywa melihat foto dirinya di pembungkus koran bekas putu itu, langsung saja disambar dan ditunjukkan pada Ibunya “Bu... ini ada fotoku di koran...”. Dikiranya iseng, istri saya pun melihat, ternyata benar, ada fotonya sedang mengenakan baju Kartinian di antara teman-temannya. Rupanya memang foto tersebut diambil oleh wartawan pada hari Kartini bulan April silam, di sekolahnya. Sebagai kenang-kenangan, saya minta istri menyimpan kertas koran pembungkus itu... ;-)

Karena penasaran, malam ini saya coba telusuri di situs koran tersebut, tak ada arsip, tak ada jejak beritanya. Lalu mencoba bantuan Google, tetap saja tak ditemukan. Memang bukan koran nasional, hanya koran lokal kota Balikpapan, Post Metro Balikpapan, koran yang tidak terlalu terkenal. Malah saya sebagai warga Balikpapan, hampir-hampir tidak pernah membelinya, maaf ya koran... ;-)

Kesal tak menemukan, saya mengunjungi Kompas.com, membaca berita PON XVII yang walaupun beritanya selisih beberapa jam lebih lambat daripada situs utama, pon2008.com, tapi berita di Kompas tampaknya lebih menarik dan enak dibaca. Tidak lupa rubrik e-Paper, sungguh asyik membacanya, apalagi arsipnya tersimpan, dan pencarian kata pun mudah. Karena masih baru, mungkin arsip yang tersedia hanya sampai awal bulan Juli 2008. Saya berharap arsipnya nanti bisa lebih banyak lagi dan mudah ditelusuri. Teknologi yang digunakan dari www.realview.com.au

Andai setiap media cetak memiliki e-Paper, walau tak mirip e-Papernya Kompas, tentu arsip foto putri saya yang tengah Kartinian tadi bisa dengan mudah ditemukan dan dapat disimpan untuk arsip pribadi, walaupun sebenarnya sudah ada foto dokumentasi sendiri... ;-)

Oiya, untuk situs pon2008.com, karena beritanya up-to-date dan cepat, sayang bila tidak dibaca hanya karena harus mengunjungi situsnya. Untuk itu, mohon disediakan RSS atau Atom, agar distribusi konten berita cepatnya dapat dengan mudah sampai ke pembaca, meski pembaca tidak sedang menyalakan komputer... ;-)

Fathur Rahman: Browser Firefox 3 memecahkan rekor dunia Guinness World Record


Mozilla developer untuk internet browser “Firefox” mengumumkan bahwa mereka memecahkan rekor dunia untuk Guinness World Record yang untuk hasil jumlah download browser Firefox terbaru mereka dalam 24 Jam setelah peluncuran Browser Mozilla Firefox 3 yaitu sebanyak 8.002.530 download. Waktu download tersebut dari jam 18:16 UTC pada tanggal 17 Juni 2008 sampai dengan Jam 18:16 UTC pada tanggal 18 Juni 2008 yang juga mereka sebut "Download Day" Firefox 3, merupakan pembaruan dari Mozilla Firefox sebelumnya yang diklaim sebagai Internet browser yang terpopuler serta berbasis Open Source.

Komunitas Mozilla seluruh dunia merayakan hari yang bersejarah ini dengan terciptanya rekor tersebut. Mozilla mengatakan bahwa antusiasme user serta produktivitas dari developer Firefox sangat mendukung hal ini, sehingga menunjukkan bahwa Mozilla tidak setengah-setengah mengembangkan Open source browser seperti firefox sehingga menimbulkan kepercayaan kepada penggunanya dalam penggunaan Firefox.


Setelah terlihat lebih dari 8 juta orang mendownload browser firefox maka semakin memantapkan Mozilla Firefox sebagai Opensource internet browser yang bersaing dengan Microsoft's Internet Explorer serta rival dalam open source browser yaitu Opera. Didalam Mozilla Firefox 3 yang baru ini ditambahkan pengamanan untuk user serta memudahkan user menjalankan web sites tanpa terhubung ke internet.

Mohamad Adriyanto: Pembukaan PON 2008 Senilai Rp 22 Milyar

Akhirnya PON 2008 yang penuh kontroversi dan karena berbagai masalah politik akhirnya diselenggarakan sangat terburu-buru dibuka juga. Acara pembukaan yang ditenderkan dan dimenangkan sebuah perusahaan EO dari Jakarta itu ternyata berlangsung sukses dan lancar. Dimulai dengan aksi terjun payung dan diakhiri pesta kembang api 15 menit, acara ini dipadati 30 ribuan penonton di Stadion Utama Palaran (Kompas menulis 30 ribu, Jawa Pos bilang 40 ribu, yang benar mana, kurang tahu, tidak ada info resmi).


Walau hanya mengikutinya melalui siaran langsung TVRI Nasional tanpa suara sama sekali, namun sebagai warga Kaltim, saya ikut bangga juga. Siaran langsung nasional juga cukup baik dan langsung dibawakan oleh crew TVRI Kaltim yang saya kenal. Istri saya hadir disana sejak siang dan kabarnya pulang tengah malam, tiba di rumah dini hari.

Konon acara pembukaan ini ditenderkan dengan nilai Rp 22 milyar, suatu angka yang sungguh mencengangkan. Tapi mengingat bahwa sebagian besar SDM kunci, peralatan dan bahan acara harus didatangkan dari luar Kaltim, plus pengerjaan dalam waktu sangat singkat, maka saya pikir angka itu masih "wajar" juga.

Acaranya sendiri saya lihat biasa saja, tidak ada yang spektakuler dan unik. Bagi saya, yang agak menarik adalah penyediaan lampu sorot yang berjumlah puluhan yang menyorot secara bergerak dari segala penjuru stadion kedalam stadion, di Kompas ditulis bahwa lampu ini berkapasitas 4 juta watt, wuahh... Lighting secara keseluruhan OK... Sayang kamera TV TVRI kekurangan lighting saat harus menyorot ke panggung kehormatan, sayang sekali, harusnya bisa diantisipasi segera.

Yang cukup menakjubkan juga adalah obor raksasa di stadion yang sangat besar dan berarsitektur unik dan megah. Saat stadion gelap, obor ini tampak sungguh luar biasa. Kobaran apinya sangat besar...

Dua minggu kedepan Kaltim akan sangat ramai dengan kegiatan PON, mudah-mudahan stamina semua pihak yang terlibat bisa tetap dipertahankan agar penyelenggaraan secara keseluruhan bisa sukses, tidak hanya acara pembukaan saja.

Empat tahun lagi PON mendatang diadakan, kita tunggu kemegahan lain di daerah kaya lainnya, Provinsi Riau...

Foto-foto diambil dari TribunKaltim.co.id
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: PON Membawa Berkah Bagi Penjual Souvenir

Baru beberapa jam tiba di tanah Kalimantan Timur, saya lihat banyak atlit PON yang ada di bandara Sepinggan langsung menyerbu toko-toko souvenir dan memborong banyak item barang. Ini dulu yang dicita-citakan mantan Gubernur Suwarna AF. Sayang ybs saat ini sama sekali tidak bisa ikut hadir dan menikmatinya. Sukses Prestasi, Sukses Penyelenggaraan, Sukses Ekonomi Kerakyatan. Itu semboyan yang ybs dengungkan sejak awal penunjukan Kaltim sebagai tuan rumah. Walau belum seperti di Euro 2008 misalnya, tapi saya yakin akan sangat banyak efek dominonya bagi ekonomi Kalimantan Timur.


Bandara Sepinggan Balikpapan yang relatif bagus dan megah pasti akan membawa impresi yang baik bagi para atlit dalam melihat daerah ini. Mudah-mudahan selama penyelenggaraan PON nanti mereka akan juga bisa mendapatkan lebih banyak pengalaman menyenangkan. Kalau melihat dari wajah para atlit yang baru tiba, semuanya cerah dan senang mendapat pengalaman baru di daerah "kaya" Kalimantan Timur.

Pastilah nantinya mereka akan lebih banyak lagi membelanjakan uangnya untuk dipakai selama di Kaltim. Kalau melihat gelagat kecil di bandara ini, saya semakin yakin bahwa masa penyelenggaraan PON akan menjadi masa menyenangkan bagi masyarakat, walau mungkin akan mengurangi banyak kenyamanan yang ada selama ini.

Artikel blog ini juga ditampilkan di http://pon2008.web.id
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Kesibukan Menjelang Pembukaan PON VII 2008

Walau tidak terlibat secara langsung, namun saya beruntung bisa ada di tempat-tempat "unik" yang mungkin tidak dialami oleh orang lain dan berkesempatan "merekamnya" dalam blog saya. Hari ini tanggal 5 Juli 2008, hari penting dalam sejarah Kaltim, upacara pembukaan PON VII. Dari Tarakan jam 7.30 pagi saya berangkat ke Balikpapan, namun bandara Sepinggan ditutup karena hujan lebat sehingga pesawat saya dialihkan ke Banjarmasin. Untung hanya sebentar sudah bisa take off lagi. Jam 11 siang saya tiba di bandara Sepinggan. Wah... luar biasa sibuk. Flight Batavia saya sampai mutar-mutar diatas kota Balikpapan sekitar 10-15 menit menunggu antrian landing dalam cuaca buruk. Beberapa atlit Kalsel ada dalam pesawat yang sama.


Tiba di Sepinggan hujan lebat, atlit PON yang sebelumnya langsung dialihkan ke tenda raksasa di samping ruang kedatangan terpaksa dimasukkan semuanya ke alur kedatangan normal bersama ratusan penumpang masa liburan yang sudah crowded. Rasanya inilah masa dimana saya melihat Balikpapan jadi "hidup" dan ramai sekali seperti ini. Setelah berdesak-desakkan mengambil bagasi bersama rombongan atlit Banten, Jabar dan sedikit DKI Jakarta dan Kalbar, saya akhirnya lolos keluar. Diluar pun ramainya luar biasa karena begitu banyaknya flight yang delay. Ramai campuran muka-muka segar atlit PON dan muka-muka kuyu keluarga yang mau liburan.

Sore ini ada acara pembukaan PON yang diperkirakan bakal spektakuler yang dibuka Presiden SBY. Acara seharga Rp 22 milyar ini tidak bisa saya nikmati karena harus langsung ke Surabaya. Untunglah istri saya akan ikut hadir sebagai reporter TVRI. Dia akan membawa kamera video pribadi juga untuk mengabadikan acara super langka ini untuk saya dan anak-anak yang tidak bisa berada disana. I'll share it with you someday...

Hari ini juga unik keadaannya karena ada 2 panser diparkir persis disamping kedatangan VIP lengkap dengan tentaranya. Polisi pun sliwar-sliwer dimana-mana karena RI 1 akan datang. Tapi untungnya tidak ada security yang berlebihan. Saya bisa jalan kesana kemari motret suasana.

Asyik juga... Namun saya jadi teringat rekan-rekan seperjuangan saya yang saat ini lagi sibuk-sibuknya menjadi panitia pelaksana PON. Saya yakin sebagian dari mereka yang terlibat di tim IT pasti sedang keringat dingin saat ini. Kompas hari ini menurunkan laporan halaman depan tentang kacaunya koordinasi dan minimnya informasi PON. Sedih juga... Cerita itu sudah saya duga akan terjadi dari awal, tapi tidak menduga akan sedemikian parahnya. Hingga hari h-0, website tidak menunjukkan tanda-tanda "kehidupan". Dua emas yang sudah keluar di Tarakan tidak muncul di sistem informasi PON yang direpresentasikan melalui website PON di http://ponkaltim-vii.com. Jadwal pertandingan di web tidak muncul, di lapangan apalagi, baik di Samarinda maupun di lokasi lain seperti Tarakan (baca posting saya sebelumnya).

Akan gagal kah sistem IT PON? Tampaknya ya... kalau hari-0 masih seperti ini, rasanya akan sangat sulit ada recovery dalam keadaan yang tambah sibuk, koordinasi tampah kompleks dan semua orang yang terlibat tambah capek dan stress. Mudah-mudahan teman-teman panitia masih tegar dan bisa berbuat sesuatu untuk rebound.

Saya sertakan beberapa jepretan saya akan suasana meriah ini... selamat berjuang teman-teman...





Update:
Ternyata MetroTV juga punya segmen kecil mengenai PON di beritanya. Kemudian Kompas juga mendedikasikan 2-3 halaman per hari untuk liputan khusus PON. TV swasta lain? Tampaknya sangat sedikit liputannya. Yang paling banyak tentu saja TVRI termasuk TVRI Kaltim. Ikuti terus TVRI Kaltim, dijamin lengkap liputannya :-)

Update:
Saya sempat lihat juga bahwa RCTI sudah memberi spot khusus di berita sorenya. Bagus sekali... semakin banyak peliputan, semakin baik bagi promosi POn keluar Kaltim.

Tulisan ini juga di posting di Blog PON 2008 http://pon2008.web.id
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Karanganyar yang Dipimpin Bupati Cantik

Saya dapat kesempatan untuk menelusuri sebagian kecil dari Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah dalam waktu singkat kemarin. Kota ini dipimpin oleh seorang wanita, muda, cantik, atraktif dan tampak cukup agresif. Ini pertama kalinya bagi saya masuk ke suatu daerah yang dipimpin oleh wanita. Ada yang terasa beda, walau tidak banyak, apalagi saya hanya melihat kulit luarnya saja. Beda pertama tentu saja dari sisi kerapian dan kebersihannya. Dibanding kota saya di Kalimantan, kota ini jauh lebih rapi dan bersih. Kotanya bagus, walaupun hampir tidak ada bangunan besar nan mewah di daerah ini, namun karena rapi, bersih dan hijau, siapapun yang datang akan merasa nyaman.

Kemudian, dari soal kekuatan keuangan, tampak sekali bahwa kota ini tergolong pas-pasan, terutama bila dibanding daerah kaya seperti Kaltim. Pembangunan fisik tidak banyak, dinamika ekonomi juga biasa saja, namun penduduknya tampak riang dan santai. Dengan sedikitnya anggaran, mereka mampu secara tepat guna dan efisien mengelolanya. Di daerah saya, anggaran super berlimpah, tapi malah banyak salah urus dan malah tidak mampu mengangkat ekonomi secara keseluruhan. Inilah mungkin keunggulan daerah-daerah terpencil di Jawa. Efisien dan tentu saja less stress...

Saya kemudian masuk ke daerah pinggiran Karanganyar, menelusuri jalan berkelok-kelok menuju suatu desa kecil bernama XXX (lupa). Indah sekali, topografinya yang berbukit-bukit, terdapat banyak sawah bertingkat-tingkat diselingi hutan-hutan kecil berwarna-warni hijau, coklat, oranye (karena pas masuk "musim semi"). Uniknya, masuk hingga cukup jauh, jalanan aspal masih tetap bagus dan rapi. Disana-sini banyak dipasang baliho/poster besar bergammbar bupati cantik mereka yang "jualan" akte kelahiran gratis dan macam-macam layanan lain pemerintah daerah.

Enak juga punya bupati yang "enak dilihat" seperti itu. Saya tidak sampai mencari tahu sampai seberapa jauh masyarakat menyenangi pemimpinnya, tapi saya yakin pasti tingkat keberterimaan masyarakat terhadap bupati yang satu ini cukup tinggi, paling tidak bisa dilihat dari kemenangannya di Pilkada yang baru lalu.

Ini fenomena baru. Di sebuah kabupaten lain di Jawa Tengah, Kebumen, juga dipimpin oleh bupati wanita yang cantik. Bahkan bupati Kebumen ini baru saja melaju lebih jauh memenangi pemilihan gubernur Jawa Tengah sebagai wakil gubernur.

Mungkin masyarakat mulai bosan juga dengan permainan politik yang didominasi kaum pria. Dengan adanya teknologi digital printing yang sangat murah seperti saat ini, sungguh mudah menjual "kecantikan" seorang calon pimpinan wanita ke masyarakat luas yang "lugu" seperti di Karanganyar dan Kebumen.

Seperti yang saya alami di Karanganyar. Berjalan menelusuri jalan berkelok-kelok di pedalamannya, bosan melihat sawah, hutan dan rumah pedesaan, tiba-tiba di pengkolan jalan tersembul poster super besar bergambar bupati cantik yang tersenyum menawarkan layanan pemerintahan...

Siapa mau ikut Karanganyar?

Catatan:
Perjalanan ini saya lakukan dalam rangka mengantar saudara sepupu saya Anjar yang melakukan akad nikah di Karanganyar.
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Rijal Fadilah: Matador Taklukkan Panser!!

Sempat tegang di 5-10 menit awal, melihat ball possesion 70% - 30% lebih ke Panser Jerman. Namun akhirnya agak tenang dan optimis Matador Spanyol akan menang setelah ngeliat mereka tidak mudah terpancing emosi dari Ballack dkk. Saya lebih melihat pertandingan ini tidak hanya sekedar taktik, tapi juga seni bertanding. Memang kalo dari segi taktik Panser [...]

Mohamad Adriyanto: Mengelola Perubahan Sosial & Budaya Masyarakat Menghadapi Serbuan Teknologi Informasi

Beberapa bulan belakangan saya sering diundang untuk memberikan presentasi mengenai pemanfaatan teknologi komunikasi & informasi untuk dunia pendidikan. Biasanya saya selalu mulai dengan memperkenalkan audiens yang sebagian besar kaum "tua" dengan fakta-fakta visual yang didapatkan dan dilihat oleh anak-anak kita setiap hari melalui ponselnya serta ketika mereka "main Internet".

Sebagian peserta biasanya terkejut dan tidak menyangka dengan apa yang mereka lihat. Saya mulai dengan gambar favorit saya, screen shot dari Popular Members di Friendster. Ini adalah halaman situs Friendster yang berisi foto-foto anggota Friendster yang paling populer. Memang semuanya wanita muda dengan pose-pose yang cukup panas plus nama serta statusnya. Sebagai info tambahan, saya sampaikan ke peserta bahwa Friendster adalah situs Internet yang saat ini menduduki posisi nomor 1 di Indonesia, Malaysia dan negara Asia Tenggara lain sebagai situs yang paling banyak dikunjungi.

Artinya, itu adalah situs yang kemungkinan besar dikunjungi oleh anak-anak kita setiap mereka berkesempatan masuk ke Internet. Tentu saja Friendster bukan situs "terlarang". Friendster adalah situs positif yang sangat baik untuk mengembangkan kemampuan komunikasi anak-anak kita di dunia global. Namun setiap orang bisa "terpeleset" di Internet dan menggunakannya untuk melakukan aktivitas negatif seperti mengunjungi situs-situs porno, dan Friendster bisa jadi pintu gerbang dari semua itu.

Setelah audiens tersadar, saya baru kemudian masuk ke konsep Web 2.0 (Internet Masa Kini), mengenalkan ke mereka betapa mudahnya pemanfaatan Internet saat ini serta betapa besarnya dampak yang diakibatkan bagi dunia kehidupan kita. Saya tetap selalu berusaha menyeimbangkan aspek positif dan negatifnya, jangan sampai malah akhirnya presentasi saya menjadi pemicu mereka untuk menjauhkan anak-anaknya dari duni Internet.

Ada banyak kasus dimana para pimpinan atau orangtua mengambil keputusan yang berlebihan dan tidak berdasar berkenaan dengan Internet dan juga dunia seluler. Sebagian besar karena ketakutan mereka akan bahayanya serta "gapteknya" mereka dalam mengikuti perkembangan. Sebuah SMA unggul di daerah saya yang berasrama melarang seluruh siswanya membawa ponsel ke lingkungan sekolah. Seorang Kepala Dinas Pendidikan melarang siswa di daerahnya untuk membawa HP berkamera ke sekolah. Banyak ibu-ibu yang menolak usulan suaminya untuk berlangganan sambungan Internet di rumahnya. Semua karena alasan diatas. Takut aspek negatifnya, kemudian terpaksa melepaskan potensi dampak positifnya.

Disinilah inti opini saya ini berada. Jangan hindari teknologi, tapi kelolalah dengan baik. Bukan hanya pengelolaan teknisnya, tapi juga kelola perubahan sosial dan budayanya. Mengelola perubahan ini tidak bisa dilakukan pelan-pelan karena teknologi dan penyebarannya ke masyarakat berjalan dengan sangat cepat. Kunci suksesnya ada pada pemilikan pengetahuan yang memadai atas perkembangan teknologi. Terlalu banyak orangtua serta para pimpinan gaptek yang tidak ingin melepaskan status "gapteknya". Entah karena malas atau memang sudah merasa tidak memiliki lagi cukup kekuatan untuk mengikuti teknologi.

Kalau para orangtua terus memelihara "gapteknya", maka mustahil mereka bisa membuat suatu konsep atau bahkan sistem yang baik untuk mengelolanya. Namun bila para pengambil keputusan lebih mau membuka diri terhadap perkembangan teknologi, maka besar kemungkinan mereka akan punya cukup "amunisi" untuk untuk mampu melakukan kontrol dan pengendalian anak-anaknya secara baik dan bijak namun tetap ketat sesuai norma agama dan tata nilai ketimuran kita.

Lihat juga tulisan saya sebelumnya yang bisa memberi info lebih jauh berkenaan dengan diksusi diatas:
- Melindungi Generasi Muda dari Pornografi Online
- Kajian Internet Masa Depan

Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id

Mohamad Adriyanto: Liburan Keluarga 2008

Tahun ini rencananya seluruh keluarga saya akan berkumpul di Jogja. Abi dari Surabaya, Arif dari USA dan saya dari Samarinda. Total keponakan saya (cucu ibu saya) yang akan berkumpul ada 7 anak. Kalau tidak salah keluarga kami berkumpul bersama sekitar 8 tahun lalu dan anak yang lahir baru 3 orang. Tanggal 14 Juni lalu Rizka sudah libur sekolah, Audrey dan Fadel yang di USA baru libur 21 Juni, namun Tiara yang di Surabaya baru bisa libur 28 Juni. Jadi agak sulit juga mengatur jadwal yang pas.

Namun anak-anak sangat menikmati suasana kebersamaan begini. Tinggal orangtuanya yang mengatur jadwal sebaik-baiknya agar tidak mengganggu hal-hal wajib seperti ujian sekolah dan kerja. Saya dan Arif berangkat 21 Juni dari Samarinda dan USA, Arif mampir di Bandung untuk kumpul dengan keluarga mertuanya, saya di Surabaya. Tanggal 25 Juni, bila tidak ada halangan kami akan berkumpul di Jogja.

Hari ini di Surabaya, baru babak pertama liburan di Surabaya, tapi anak-anak sudah mulai teler walau semangat tetap membara untuk berlibur. Kebetulan Audrey dan Irfan datang dalam keadaan sakit dari Samarinda. Namun berangsur-angsur mereka membaik. Besok rencana mau menginap 1 malam di Batu setelah mengunjungi Jatim Park. Kemudian langsung ke Jogja, tapi Abi masih harus stay di Surabaya hingga pembagian rapor Tiara.

Insya Allah libur tahun ini akan membawa makna yang sangat mendalam. Arif karena berkenaan dengan persyaratan memperoleh "green card" di USA baru bisa kembali ke tanah air tahun ini. Saya bertemu dia terakhir tahun 2002 di Seattle. Jadi lumayan lama kami tidak berjumpa, begitu juga dengan keluarganya. Semua tidak sabar untuk masuk d-day kumpul. Di Jogja ibu saya tinggal sendirian, namun banyak keluarga almarhum bapak saya di Jogja. Abi adik saya di Surabaya yang paling sering mengunjungi ibu saya.

Walau cukup banyak yang terpaksa saya "korbankan" untuk liburan kali ini, namun pertemuan penting ini wajib didahulukan. Saya minta maaf pada banyak rekan kerja yang terpaksa harus "terganggu" karena liburan saya kali ini menabrak banyak schedule kerja yang sudah dijadwalkan lama, termasuk keterlibatan membantu kegiatan PON (Pekan Olahraga Nasional) 2008 tanggal 5-17 Juli 2008. Olimpiade kecilnya Indonesia ini dilaksanakan besar-besaran di kota kecil saya di Samarinda. Bisa dibayangkan "hebohnya" persiapan hingga pelaksanaannya nanti.

Namun untuk masalah pekerjaan, saya tidak terlalu kuatir karena 90% pekerjaan saya bisa diselesaikan secara remote (jarak jauh) dengan bantuan Internet. Yang jadi masalah, justru mencari koneksi Internet yang reliable dan murah.

Saya berdoa agar kegiatan liburan keluarga saya tahun ini bisa sukses dan membawa makna mendalam bagi semuanya. Juga bagi kelancaran PON di Kaltim, serta juga bagi kegiatan-kegiatan kerja yang melibatkan saya lainnya. Amin...

Ditulis saat lunch time di Food Court terbesar di Jawa Timur yang "WiFi Zone" nya macet menggunakan Asus Eee PC 4G Black sambil menikmati Mie Hokkian

Update 24 Juni 2008
Siang ini jam 12 siang kita semua tiba di kota dingin Batu setelah naik mobil sejak jam 7 pagi dari Surabaya, mau ke Jatim Park tapi tampaknya sangat ramai dan panas terik. Diputuskan untuk kesana besok pagi dan langsung check-in di Kartika Wiyata Heritage Hotel. Cottagenya bagus sekali, asri, bersih dan dingin... Anak-anak langsung dengan semangat 45 nyebur ke kolam renang, tapi dalam waktu sangat singkat Audrey dan Alda langsung menggigil kedinginan. Irfan sudah sejak awal saat menyentuhkan kakinya ke air langsung tidak jadi berenang, dingin sekali, padahal itu jam 13 siang bolong. Internet sedang putus di hotel ini, padahal hotspotnya jalan. Cerita hebat mengenai Malang cybercity langsung lenyap... :-( Padahal saya harus email file yang sudah saya buat tadi malam, terpaksa sore ini harus cari warnet atau hotspot lain. Mudah-mudahan dapat.

Pada saat bersamaan, Arif katanya sudah mendekati Jogja dari Bandung. Mungkin lusa baru bisa gabung di Jogja.
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id
« Previous PageNext Page »